
Ke esokan hari nya, pak Ahmad dan Bu Alya serta Viko sudah berangkat ke acara wisuda Viko. sementara Nadira masih siap-siap di kamar nya.
"Masya Allah suami ku ganteng banget."
"hahaha, kan memang ganteng sayang."
"hehehe, iya yah."
"sayang udah siap belum?"
"sudah mas, coba kamu panggil vino dulu dia udah siap belum."
"iya sayang, aku tunggu di depan ya."
"iya mas."
tak lama kemudian mereka pun berangkat. sesampainya di gedung tempat wisuda ternyata Viko belum keluar.
"kayak nya belum keluar dech."ucap Nadira
"iya sayang kita tunggu aja disini."ucap Eza
"Vin fotoin mbak dong."
"ayo mbak."
"hati-hati ya sayang."
"iya mas."
Nadira pun keluar dari mobil. vino pun mulai mengambil gambar Nadira.
"cantik nggak Vin?"
"cantik dong mbak, mbak kan selalu cantik."
"eleh, eh itu kayak nya Abang udah keluar dech."
"mana mbak? oh iya itu Abang sama mama dan papa."
"kamu ambil buket di dalam bagasi ya."
"iya mbak."
terlihat Viko serta Bu Alya , pak Ahmad dan juga putri mendekati Nadira.
"selamat ya Abang."ucap Nadira sembari memberikan buket uang besar
"terima kasih mbak."
"sama-sama semoga segera dapat pekerjaan ya."
"selamat ya vik."
"terima kasih bang."
"Aamiin. Viko pergi sama teman dulu bentar ya."
"ya udah jangan lama-lama ya."
Viko pun pergi bersama teman-teman nya untuk foto bersama.
"vik lihat dech cowok itu ganteng banget tau"ucap lili teman nya Viko
"mana?"
"itu lho.'ucap lili sembari menunjuk ke arah jalan
terlihat Eza sedang memainkan ponselnya.
"gila loh itu kakak ipar gue tau."
"hahaha, serius vik?"
"iya lah makanya datang dong kemarin jangan coba-coba jadi pelakor loh lili."
__ADS_1
"hahaha, nggak lah vik cocok sih sama mbak Nadira secara mbak Nadira kan cantik."
"hmm, udah yuk ayo foto aku mau kumpul sama keluarga ku lho."ucap Viko
setelah selesai berfoto dengan teman-teman nya, Viko kembali pada keluarga nya
"udah vik?"
"sudah pa."
"kita mau kemana nih?"
"kita ke studio aja dulu mbak, udah itu baru kita makan siang."
"oke. ayo jalan."
mereka pergi ke studio foto untuk mengabadikan momen wisuda Viko. setelah dari studio foto mereka beristirahat di sebuah restoran masakan Padang.
Nadira pun memesan makanan pada kasir, kemudian ia kembali duduk bersama keluarga nya namun tiba-tiba Nadira tak sengaja menabrak seorang pelayan sehingga piring yang ia pegang terjatuh.
"astaghfirullahaladzim maaf dek saya tidak sengaja."
"iya nggak apa-apa mbak."ucap orang itu sembari membersihkan tubuh nya yang terkena bekas sambal.
"eh kamu sinta kan?"
"mbak Nadira, Masya Allah kita ketemu lagi mbak. mbak apa kabar?"
"Alhamdulillah saya baik, Sinta kerja disini?"
"iya mbak."
Sinta adalah seorang anak yatim piatu yang tak sengaja Nadira temui di panti asuhan beberapa tahun yang lalu, waktu itu Nadira sering berdonasi di panti tempat Sinta tinggal
"Sinta masih di panti?"
"udah nggak mbak, Sinta sekarang udah ngontrak."
"oh gitu, ibu Reni sehat?"
"sehat mbak kemarin saya baru saja ketemu sama dia."
"iya sin alhamdulillah, kamu udah makan belum?"
"selamat ya mbak, sudah mbak tadi pas istirahat."
"oh ya udah mbak permisi dulu ya."
"iya mbak."
Nadira kembali duduk bersama kedua orang tua nya dan suaminya serta adik-adik nya.
tak lama kemudian Sinta pun datang membawakan pesanan mereka.
"terima kasih ya sin."
"sama-sama mbak."
"ini Sinta yang waktu itu kan?"tanya Bu Alya
"iya ma."jawab Nadira
"apa kabar sin?"
"Alhamdulillah baik ibu."
"ayo makan dulu."
"sudah Bu saya sudah makan, terima kasih. saya permisi dulu ya Bu."
Sinta kembali ke belakang, sementara Nadira dan keluarga nya sedang menikmati makan siang.
*****
setelah beberapa hari kemudian Eza dan Nadira kembali ke kota B. Eza sudah beraktivitas seperti biasa nya. pagi-pagi eza sudah harus ada di rumah sakit.
pagi ini sebelum Eza periksa pasien nya ia menghubungi istri tercinta nya
__ADS_1
"hallo Assalamu'alaikum sayang."
"wa'alaikumussalam kenapa mas?"
"nggak apa-apa sayang, lagi ngapain?"
"hmm, nggak ada sih lagi santai aja di kamar sambil baca novel."
"Oalah jangan lupa buat minum vitamin nya sayang."
"oke siap mas, mas belum periksa pasien?"
"belum sayang sebentar lagi."
"iya iya mas, mas Tante Rita gimana keadaan nya?"
"aku belum lihat sih sayang."
"nanti Tante Rita nya di jenguk ya."
"hmm, ia sayang."
" oke mas, nggak boleh jahat sama orang ya."
"hmm, iya sayang."
"oke udah lanjut aja dulu kerjaan nya mas, aku mau ke kamar mandi dulu."
"iya sayang. assalamu'alaikum."
"wa'alaikumussalam."
*****
setelah menelpon sang istri, Eza mulai memasuki ruang pasien ia memeriksa pasien satu per satu. setelah selesai Eza menjenguk Tante Rita, Eza pun terkejut ternyata keadaan Tante Rita semakin memburuk.
"Eza."panggil Tante Rita di balik masker oksigen
"hmm, ada apa Tante?"
"Tante rasa umur Tante udah nggak lama lagi, mungkin ini adalah balasan Allah kepada Tante karena Tante udah jahat sama Nadira. Tante mau minta maaf sama kalian berdua."
"Tante nggak usah minta maaf, Eza dan Nadira udah memaafkan Tante kok."
"terima kasih ya za."
"Tante harus kuat lihat Santi dia begitu sedih melihat Tante seperti ini."
"iya ma, mama harus tetap kuat ya."ucap Santi sedih
"maafin mama ya nak."
"mama nggak usah minta maaf ma, nanti kalau mama pergi, Santi harus jadi anak yang kuat ya."ucap Tante Rita lirih
"Tante nggak boleh ngomong kayak gitu."
suara detak jantung di monitor terdengar semakin melemah. Eza memanggil Rehan untuk memeriksa kondisi Tante Rita.
"gimana Han?"
"sel kanker nya sudah menyebar kemana-mana za, kita harus banyak-banyak berdoa."
"mama, mama nggak boleh tinggalin Santi ma."
Eza mendampingi sepupu nya itu lalu memeluk nya. ada rasa sedih di hati Eza
"Santi, kalau memang mama sudah waktu nya untuk ninggalin kita, Santi harus ikhlas ya, kasihan juga mama san."
"nggak bang, gimana dengan hidup Santi."
"masih banyak keluarga yang lain yang menyayangi Santi."
"nggak bang keluarga nggak ada yang peduli sama Santi, bukti nya selama mama sakit mereka tidak pernah jenguk mama. Santi tau mama salah bahkan sangat salah. tapi Abang sama mbak aja yang benar-benar disakiti oleh mama saja masih peduli sedangkan mereka sudah tidak perduli sama sekali."
"Santi sudah ya, sabar kita doa kan saja mama agar Allah mengangkat penyakit mama ya."
"iya bang."jawab Santi sembari memeluk Eza
__ADS_1
*****