
pagi ini semua keluarga sedang berkumpul di taman belakang rumah, mereka terlihat begitu bahagia. Nadira hanya tersenyum melihat kehangatan keluarga nya. bibir nadira tak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Allah. semenjak kehamilan nya sudah memasuki bulan kedua, rasa mual yang Nadira alami sudah sedikit berkurang.
"Ra, kamu kenapa nak?kok senyum-senyum gitu."tanya Bu Alya
"hehe nggak ma, Nadira merasa bahagia aja dengan keluarga kita ini."jawab Nadira
"hmmm, gitu. kamu sehat-sehat ya nak."ucap bu Alya
"doain ya ma."ucap Nadira
"eh gimana kalau kita jalan-jalan ke taman kota, bentar lagi kan kami mau pulang mbak."ucap Viko
"iya, tapi mbak mu gimana vik?"tanya Eza
"iya juga ya."jawab Viko
"nggak apa-apa mbak ikut kok, ins syaa Allah mbak baik-baik aja."ucap Nadira
"tapi sayang."
"nggak apa-apa mas, kan dekat."rayu Nadira
"ya udah dech iya, ya udah siap-siap sana."ucap Eza
setelah siap-siap, mereka pun pergi ke taman kota. Nadira begitu sangat bahagia. selama di perjalanan selalu ada canda tawa yang mengiringi. sesampainya di taman kota terlihat taman itu begitu ramai dengan anak-anak muda yang lagi pacaran.
"aduh vik, kmu nggak mau kayak mereka?"tanya Eza sembari tertawa
"hahaha nggak bang, nanti dimarahi inces yang disamping Abang."jawab Viko sambil tertawa
"awas aja."ucap Nadira sewot
mereka pun tertawa.
di taman itu ternyata ada sebuah danau yang memiliki air yang sangat hijau. mereka asik mengambil gambar disana.
"mas fotoin aku dong."ucap Nadira sembari tersenyum
"oke siap sayang, berdiri disana ya."ucap Eza
kemudian Eza mengambil gambar Nadira. Nadira terlihat begitu manis
"Masya Allah istri ku cantik sekali."ucap Eza
"ih kamu mas, malu tau."jawab Nadira malu
"nggak apa-apa dong kan sama istri sendiri lagian istri aku memang cantik kok."ucap Eza
"hehehe."
setelah puas bermain di taman, akhirnya mereka pulang karena hari sudah mau Maghrib.
setibanya di rumah Eza dan Nadira langsung masuk ke kamar untuk bersih-bersih dan siap-siap untuk sholat Maghrib.
tak lama kemudian suara adzan Maghrib sudah berkumandang, mereka pun segera melaksanakan sholat Maghrib. namun pada rakaat pertama Nadira merasakan mual yang begitu hebat.
uwek...uwek
__ADS_1
nadira langsung membatalkan sholat nya lalu pergi ke kamar mandi. Eza yang mendengar Nadira muntah hanya memejamkan mata nya karena Eza sedang menjadi imam. untung saja ada mbok Atun yang kebetulan lagi tidak sholat.
"ya Allah non, duduk disini dulu non."ucap mbok Atun sembari memberikan segelas air putih
selepas sholat Eza langsung menghampiri Nadira.
"sayang masih mual?"tanya Eza
"nggak mas."jawab nadira lemas
"istirahat aja dulu di kamar nak."ucap Bu Irma
Eza pun membawa Nadira ke kamar lalu ia membaringkan Nadira di kasur.
"mas."panggil Nadira lemas
"iya sayang, kenapa?"tanya Eza khawatir
"aku belum sholat Maghrib."ucap Nadira
"iya udah sayang mau ambil wudhu?"tanya Eza
Nadira mengangguk
"ya udah ayo aku bantu sayang, kuat kan?"tanya Eza
"ins syaa Allah mas."
Nadira mengambil wudhu kemudian ia melaksanakan sholat maghrib, walaupun tubuh nya terasa sangat lemah, bagi Nadira kewajiban tetap lah kewajiban yang harus dilaksanakan.
selepas sholat Nadira kembali membaringkan tubuhnya, Eza memijat kening Nadira dengan minyak kayu putih. tanpa Eza sadari mata nya sudah mengeluarkan cairan bening, Eza mengelus perut Nadira yang masih datar.
"Aamiin ayah."jawab nadira sambil mengelus kepala Eza dengan lembut
***
di tempat lain, Fany sedang kumpul dengan teman-teman nya di sebuah kafe.
"hei kalian tau nggak di rumah sakit tempat gue kerja ada cowok ganteng banget."ucap Fany senang
"oh ya kenapa nggak kamu pacari aja fan, kan kamu cantik **** lagi laki-laki mana sih yang nggak suka."ucap Dila teman nya Fany
"hahaha seharusnya iya, tapi mereka berbeda Dil."jawab Fany
"beda gimana fan?"tanya mereka
"jadi kedua dokter ini sudah sama-sama punya istri."jawab Fany
"waduh, terus gimana fan?"
"ya nggak kayak gimana-gimana, tapi yang satu nya aku suka."jawab Fany sembari tertawa
"hahaha jangan jadi pelakor kamu fan."jawab Dila
"ye mana kita tau siapa tau dia memang jodoh gue."ucap Fany
"hahaha percaya diri banget kamu fan."
"iya dong harus."
__ADS_1
mereka tertawa puas mendengar keinginan Fany.
****
ke esokan hari nya, rumah Eza sudah kembali sepi karena mama nya serta mertua dan adik-adiknya sudah kembali ke Semarang dan Makassar.
"hmm, rumah jadi sepi lagi mas."ucap Nadira
Eza yang melihat Nadira sedih langsung berinisiatif untuk mengajak Nadira ke sebuah toko bunga.
"sayang mau ikut aku nggak?"tanya Eza sambil mengelus kepala Nadira
"kemana mas?"
"ke toko bunga, kan udah lama bunga dikamar nggak diganti."rayu Eza
"oh iya ya, ayo mas."jawab nadira semangat
"ets pake jaket dulu sayang, bentar ya aku ambilkan dulu."
tak lama kemudian Eza kembali membawa jaket, setelah itu mereka langsung menuju toko bunga.
setiba nya disana, Nadira terkagum-kagum dengan bunga-bunga yang ada di toko itu.
"sayang mau bunga yang mana aja?"tanya Eza
"mawar putih mas."
"cuma itu aja?"tanya Eza heran
"iya tapi kalau mas mau beliin bunga yang lain nggak apa-apa.hehe"
"gemes dech ya udah kamu duduk disini aja biar aku yang ambil."
Eza langsung memilih beberapa bunga yang ada di toko itu, setelah selesai Eza membayar nya.
"Masya Allah mas kok banyak banget."ucap Nadira
"nggak apa-apa sayang nanti kita pajang aja di rumah."
"hmm okay dech."
sesampainya di rumah, Eza langsung merangkai bunga-bunga yang sudah di beli tadi ternyata Eza pandai juga dalam merangkai bunga.
"Masya Allah cantik mas, yang ini letakan di meja ruang tamu aja ya."ucap Nadira
"iya sayang."
"yang lain nya baru letakkan di kamar."pinta Nadira
"iya bumil ku sayang, nanti biar aku yang bawa ke kamar."ucap Eza sembari tersenyum
"terima kasih ya mas, aku suka dech sama bunga nya."ucap Nadira sambil memeluk Eza
"sama-sama sayang, aku akan ngelakuin apapun asalkan kamu bahagia."ucap Eza sambil mencium ubun-ubun Nadira
****
__ADS_1