PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 61. Kecewa


__ADS_3

sesampainya di rumah Nadira duduk di sofa, Nadira terus saja menangis dada nya terasa sesak akibat rasa sakit di hati nya.


"sayang udah ya."ucap Eza


"kenapa harus mereka, salah aku apa sama mereka mas."bentak Nadira


"sayang udah ya, aku nggak akan biarin mereka bebas begitu saja."ucap Eza


Nadira menyandarkan punggungnya di sofa ia memukul dada nya.


"sayang udah."teriak Eza yang merasa kasihan


"minum dulu non."ucap mbok Atun memberanikan diri


Eza pun memberikan minum pada Nadira, namun Nadira memutahkan nya. leher Nadira seakan-akan terkunci. Nadira benar-benar merasa hancur ketika ia tau bahwa orang yang sudah tega menyakiti nya adalah orang yang dekat dengan suami nya.


Nadira berlari ke kamar tanpa memperdulikan Eza. Eza mengusap wajah nya dengan kasar.


"sabar den."ucap mbok Atun


Eza menenangkan diri nya di ruang tamu sementara Nadira masih di kamar.


Nadira duduk di balkon kamar nya dengan linangan air mata yang terus membasahi pipi nya.


ceklek


pintu terbuka rupanya itu mbok Atun yang membawakan makanan untuk Nadira.


"non makan dulu ya non."


"bawa saja makanan itu mbok."ucap Nadira


"tapi non."


"aku bilang bawa saja makanan itu."bentak Nadira


mbok Atun terperanjat kaget mendengar bentakan Nadira, itu adalah pertama kali Nadira membentaknya. mbok Atun mengerti bagaimana perasaan Nadira sekarang apalagi dia tau kemana mereka hari ini.


mbok Atun pun membawa kembali makanan itu ke dapur.


"makan dulu den."ucap mbok Atun


namun Eza tidak memperdulikan nya. Eza berdiri dan langsung menuju kamar.


"mau sampai kapan disitu."ucap Eza datar


namun Nadira tidak memperdulikan nya.


"kenapa kamu marah sama aku? dimana salah aku?"tanya Eza yang berdiri di sisi tempat tidur


"kamu memang tidak salah apa-apa, tapi orang terdekat mu lah yang salah, kenapa mereka harus mencelakai aku, kalau memang benar aku yang merebut kamu dari wanita itu lantas kenapa kamu tidak kembali dengan dia saat kalian bertemu."jawab Nadira datar


"maksud kamu apa?"bentak Eza


"kalau begini jadi nya lebih baik aku nggak ajak kamu untuk bertemu dengan mereka."bentak Eza

__ADS_1


Nadira berdiri dari tempat duduk nya kemudian ia berjalan menuju pintu.


"mau kemana kamu."tanya Eza sembari menarik tangan Nadira dengan kuat hingga membuat tangan Nadira mengenai meja."


"mau apa lagi?"tanya Nadira


"kenapa kamu harus marah sama aku."


"karena kamu adalah alasan mereka untuk menyakiti aku dan membunuh anak aku."ucap Nadira dengan tatapan sendu pada Eza


Nadira melepaskan tangan nya dari genggaman Eza, kemudian ia keluar dari kamar.


Eza melempar semua barang yang bisa ia jangkau, Eza semakin benci dengan Anita dan Tante nya.


*****


hari semakin sore, suara adzan Maghrib sudah berkumandang. Nadira mengambil wudhu dan memilih untuk sholat di kamar tamu. dari mulai takbir hingga salam Nadira tak henti-hentinya menangis. selepas sholat ia hanya terdiam di atas sajadah karena ia tau bahwa Allah itu maha tau dan maha melihat.


tok...tok...tok


suara pintu di luar


mbok Atun membuka pintu, dan ternyata itu Rehan.


"eh den Rehan, ada apa den?"tanya mbok Atun


"Eza nya ada mbok?"


"ada den lagi di kamar, masuk dulu den sebentar mbok panggilkan."


"za, kamu baik-baik aja kan?"tanya Rehan sembari menaikan alis nya


"ada apa perlu apa kamu kesini Han?"tanya Eza datar


"aku cuma mau bilang kalau besok kita harus ke Surabaya."


"kamu saja yang pergi aku nggak bisa."


"tapi ini permintaan dari pihak sana za, maaf apa kamu lagi punya masalah?"tanya Rehan


"nggak ada, oke besok aku ikut."jawab eza


"oke za, kalau begitu aku langsung pamit aja ya."


Rehan belum berani untuk bertanya banyak hal dengan Eza, karena ia melihat Eza benar-benar seperti orang yang penuh dengan amarah.


"kemana dia mbok?"tanya Eza dengan suara sedikit cuek


"di kamar tamu den."jawab mbok Atun sembari menundukkan kepalanya


Eza pun kembali ke kamar nya, ia ingin memberikan Nadira waktu sendiri karena ia tau bagaimana perasaan istri nya saat ini.


******


ke esokan hari nya, selepas subuh Eza langsung berangkat sementara Nadira belum bangun. tanpa berpamitan eza meninggalkan Nadira.

__ADS_1


"mbok, nanti kalau dia bertanya bilang saja aku ke Surabaya."ucap Eza datar


kemudian ia langsung menuju garasi dan segera pergi. mendengar suara mesin mobil Eza, Nadira terbangun dan keluar.


"siapa yang membawa mobil mbok?"


"a...Aden non."


"mau kemana dia?"tanya Nadira


"Surabaya non."


Nadira memandang pintu rumah itu, biasa nya ia yang mengantarkan Eza Sampai ke depan rumah hingga Eza pergi. tapi pagi ini jangan kan untuk mengantar nya bahkan Eza pun tak berpamitan dengan nya.


"non sarapan dulu ya, dari tadi malam non nggak makan."ucap mbok Atun


"nanti saja mbok, aku akan ke butik. berapa lama dia di Surabaya?"tanya Nadira


"mbok juga tidak tau non."


"oh oke, thank you mbok, aku ke kamar dulu."ucap Nadira


selang beberapa menit Nadira pun keluar kamar dan langsung pergi menuju butik.


selama di perjalanan Nadira tidak terlalu fokus, hingga banyak sekali mobil yang memperingati nya dengan suara klakson.


Nadira menghentikan mobil nya sebentar, dia menarik nafas panjang.


"ya Allah apa yang harus aku lakukan sekarang, rasa nya aku tak begitu kuat untuk menjalani ini semua. maafkan hamba karena hamba telah mendiamkan suami hamba. hamba hanya butuh waktu untuk menerima semua nya."ucap Nadira


setelah itu Nadira melajukan mobil nya kembali, sesampainya di butik Nadira langsung masuk ke dalam ruangan nya karena ia sudah lama tidak ke butik berkas-berkas sudah menumpuk di atas meja nya.


Nadira mulai membuka berkas itu satu persatu.


tok...tok...tok


"mbak."ucap ayu


"hmm, ada apa ay?"tanya Nadira yang masih fokus dengan tumpukan kertas itu


"ayu ingin bicara sama mbak."


"bicara lah, ada apa?"tanya Nadira


"begini mbak ayu mau pamit untuk cuti sebentar karena ibu ayu sakit."ucap ayu takut


"ibu sakit apa?"


"nggak tau mbak, kata nya komplikasi."


"astaghfirullahaladzim ya udah kamu boleh cuti dulu, biar nanti mbak yang handle semua nya. semoga ibu cepat sembuh ya dan segera lah untuk kembali."ucap Nadira


"baik mbak, terima kasih banyak ya mbak."ucap ayu


kemudian ayu keluar dari ruangan Nadira, dan ia pun langsung siap-siap untuk segera pulang.

__ADS_1


****


__ADS_2