PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 93. Lamaran


__ADS_3

setelah pertemuan beberapa Minggu yang lalu, hari ini Viko dan Santi akan melangsungkan acara lamaran. sejak satu Minggu yang lalu Viko sudah pindah ke apartemen yang ia beli sendiri.


kedua keluarga pun sudah berada di sebuah hotel dimana tempat Viko dan Santi lamaran.sementara Eza dan Nadira masih dalam perjalanan menuju hotel.


"Abang sama mbak belum datang bang?"tanya pak Ahmad


"belum pa, kata nya masih di jalan."


"oh gitu,ya udah papa kesana dulu ya."


"iya pa."


pak Ahmad pun bergabung dengan keluarga yang lain nya, sementara Viko sedang mengobrol dengan teman-teman nya. acara akan dilaksanakan satu jam lagi, Viko dan Santi memilih hotel karena Santi merasa sedih jika harus di rumah nya apalagi kedua orangtuanya sudah tidak ada lagi.


setelah beberapa menit Nadira dan Eza pun tiba di hotel, Arka di gendong oleh sang ayah sementara Aqila digendong oleh sang bunda.


"assalamu'alaikum."ucap Nadira


"wa'alaikumussalam, akhirnya yang ditunggu-tunggu Dateng juga."ucap Viko dan vino mereka pun langsung mengambil kedua ponak'an nya itu


"mama mana Vin?"


"ada mbak, lagi siap-siap di kamar."


"oh,ya udah mbak ke kamar mama dulu.mas aku kesana dulu ya."


"iya sayang."jawab eza


satu jam kemudian acara pun dimulai,Santi yang sedari tadi dikamar sekarang sudah duduk di hadapan Viko dan keluarga. Santi di temani oleh Tante Mirna dan om faisal.ada rasa sedih di hati Santi karena ia tidak ditemani oleh mama dan papa nya,namun ia masih bersyukur karena masih dikelilingi oleh orang-orang yang baik.


"oke langsung saja kita langsung saja ke acara inti nya,yaitu kita akan mendengar kata-kata dari bang Viko, kepada bang Viko kami persilahkan "ucap MC

__ADS_1


Viko pun mengangguk dan kemudian ia berdiri.


"hmm, assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh yang saya hormati mama,papa, serta keluarga dan saya hormati juga keluarga besar dari Santi, saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran nya.


baik, sebelum nya saya ingin bercerita kepada kalian semua,hehehe saya bertemu dengan Santi ini beberapa bulan yang lalu, awal nya saya masih biasa saja dengan nya, tapi saya memperhatikan bahwa perempuan yang ada di hadapan saya ini ternyata orang yang begitu sederhana dan ternyata saya menyukai nya, karena sama-sama kita tau Santi ini berasal dari keluarga yang begitu terpandang namun Santi hidup dengan kesederhanaan nya.singkat cerita beberapa Minggu yang lalu baru lah saya berani mengungkapkan perasaan saya dan begitu juga dengan Santi,dan yang harus kalian tau kami berani itu karena kakak ipar saya dan mbak saya, bang Eza dan mbak Nadira. Abang Eza begitu lihai dalam membuat orang langsung berani untuk mengungkapkan perasaan nya, bagi teman-teman yang nggak berani buat lamar cewek nya bawa saja pada bang Eza di jamin pasti langsung lamaran.


semua tamu tertawa tanpa terkecuali Eza dan Nadira.


baik itulah tadi cerita nya sekarang saya akan menyampaikan tujuan saya.sebelum nya mama, papa dihadapan kalian ada seorang perempuan yang baik, Viko tau bagaimana dengan orang tua nya terkhusus almarhumah mama nya, tapi Viko berterima kasih karena mama dan papa sudah memaafkan mama nya, maka dari itu Viko memohon restu mama dan papa, dan untuk mbak dan vino, Abang mohon izin untuk melangkah ke tujuan yang lebih serius yaitu Abang ingin mempersunting seorang wanita yang ada di hadapan kalian.dan untuk om dan Tante yang mewakili kedua orang tua Santi serta keluarga besar,saya izin menyampaikan niat baik saya.maksud saya berdiri di hadapan kalian saya berniat ingin melamar keponakan om dan Tante yang bernama Santi Anastasya putri untuk menjadi istri saya.untuk Santi Anastasya putri maukah kamu menjadi istri saya?"tanya Viko dengan tatapan yang berbinar binar


"bagaimana mbak Santi?"tanya mc


"wa'alaikumussalam, sebelum nya terima kasih atas keberanian nya untuk datang kesini menemui keluarga saya"ucap Santi sembari tersenyum kemudian ia melanjutkan perkataannya."hmm sebenarnya ada rasa sedih di hati saya karena disaat hari bahagia ini kedua orang tua saya tidak dapat menyaksikan nya tapi saya juga bersyukur karena saya masih memiliki keluarga yang masih menyayangi saya. untuk Abang Eza dan mbak Nadira terimakasih atas segala kebaikan yang sudah kalian berikan untuk Santi selama ini.om, Tante serta keluarga besar Santi, Santi memohon restu pada kalian semua dan untuk mama dan papa, Santi tau atas apa yang sudah mama saya lakukan sama putri kesayangan kalian tapi Santi mohon tolong terima Santi untuk menjadi menantu kalian. Santi mohon doa dan restu mama dan papa.dan untuk Viko ins syaa Allah atas izin Allah dan restu keluarga, saya terima lamaran mu."ucap Santi sedih sembari tersenyum


semua orang menangis karena mereka sama-sama tau bagaimana peristiwa yang terjadi beberapa bulan yang telah lalu, membuat memori lama kembali berputar di kepala mereka.


"Alhamdulillah, lamaran bang Viko di terima."ucap MC senang sembari bertepuk tangan


"sayang."panggil Eza


"hmm, kenapa mas?"tanya Nadira sembari menghapus air mata nya


"kok nangis, kenapa sayang?"


"nggak apa-apa mas, cuma terharu aja kok."jawab Nadira tersenyum


"hmm, makan dulu ya."


"nanti aja mas,oh ya Aqila sama arka mana?"


"itu lagi sama Santi dan Viko."

__ADS_1


"hmm,ya udah kamu makan duluan aja mas."


"nggak kamu juga harus makan,bentar aku ambil dulu ya sayang."


"nggak usah mas, biar aku aja."


"no, duduk disini aja."


"hmm, oke."


Eza pun mengambil makanan yang ada di meja lalu ia membawa nya untuk Nadira.


"mas."


"hmm, kenapa sayang?"


"kamu nggak malu mas? terkesan nya aku manja sekali sama kamu."


"why? kenapa aku harus malu sayang. hanya laki-laki yang paham bagaimana cara membimbing dan memperlakukan istri nya dengan baik. kamu nggak usah pedulikan omongan orang lain.aku seperti ini karena aku tau bagaimana caranya memperlakukan istri aku."jawab eza serius sembari tersenyum


"terima kasih banyak ya mas, aku sangat bersyukur sama Allah. aku merasa hidup aku begitu sangat bahagia dan sempurna."ucap Nadira


"iya sayang, udah makan dulu ya."ucap Eza sembari ingin menyuapi Nadira


"aku makan sendiri aja mas."tolak Nadira


namun bukan nya menurut, malah Eza langsung menggenggam tangan Nadira lalu menyuapi nya.


Nadira hanya terdiam ia tak berani lagi membantah suami nya itu, orang-orang yang melihat itu hanya tersenyum dan merasa iri dengan keromantisan Nadira dan Eza.


*****

__ADS_1


__ADS_2