
satu Minggu kemudian, Rani sudah berada di rumah sakit sejak subuh tadi karena siang nanti ia akan menjalani operasi Caesar.
"makan dulu ya sayang."ucap Rehan lembut
"iya mas, mas aku takut."ucap Rani lirih
"jangan takut harus tetap tenang, ins syaa Allah kamu akan baik-baik saja."jawab Rehan yang mencoba untuk tenang walaupun sebenarnya hati nya juga takut
"nanti kalau aku nggak selamat, jaga anak kita baik-baik ya mas."
"aku mohon jangan pernah berbicara seperti itu, kamu nggak boleh pergi dan kita besarkan anak kita sama-sama."
"udah sekarang makan dulu ya."
Rehan pun menyuapi Rani.
"assalamu'alaikum Han."ucap Eza
"wa'alaikumussalam za."
"mbak."panggil Nadira
"gimana rasa nya Han?"bisik Eza
"aku takut za."
"berdoa aja ya, ins syaa Allah Rani akan baik-baik saja."bisik Eza
setelah beberapa jam kemudian dokter Nina pun masuk ke ruangan Rani.
"permisi, kita akan segera masuk ke ruang operasi ya. sus tolong dibantu ya."
"baik dok."jawab suster
"mas, aku minta maaf ya."ucap Rani
"sayang kamu pasti bisa."jawab Rehan sembari mencium kening Rani
"ma, pa maafin Rani ya, doa kan Rani semoga Rani dan bayi Rani baik-baik saja."
"iya nak mama sama papa akan selalu mendoakan mu."
Rani meminta maaf kepada semua orang yang ada di ruangan itu. tak lama kemudian Rani pun masuk ke dalam ruang operasi, Rehan selalu setia di samping istri nya.
sebelum melakukan operasi dokter Nina serta dokter lain nya berdoa terlebih dahulu. baru lah operasi dilakukan.
setelah beberapa jam akhirnya terdengar suara bayi. dokter Nina memperlihatkan bayi itu pada Rani dan Rehan.
suara tangis haru terdengar dalam ruangan itu.
"Alhamdulillah ya Allah."ucap Rehan yang langsung mencium kening Rani
"sus bayi nya tolong bersihkan dulu ya."perintah dokter Nina
"baik dok."
suster membersihkan tubuh bayi laki-laki itu dengan lembut, setelah bersih suster memberikan nya pada Rehan.
"assalamu'alaikum anak papa."ucap Rehan terharu
kemudian rehan mengadzan kan putra nya. setelah di adzan kan Rehan membawa nya untuk bertemu dengan Rani.
__ADS_1
"Masya Allah anak mama, ganteng banget."ucap Rani sembari tersenyum bahagia
kemudian rehan meletakkan nya disamping Alya.
bayi laki-laki itu di beri nama Muhammad arshaka Zakri atau dipanggil baby arsha.
setelah beberapa jam, akhirnya operasi berjalan dengan lancar, Rani akan dipindahkan ke ruang rawat begitu juga dengan baby arsha.
"Masya Allah cucu nenek."ucap ibu nya rani
semua terharu melihat baby arsha.
"selamat ya Han."ucap Eza sembari memeluk Rehan
"thank you za."
baby arsha terlihat begitu lucu dan menggemaskan. mereka pun ikut masuk ke ruangan Rani. terlihat mereka begitu bahagia dengan ke hadiran baby arsha.
"Masya Allah mas, ganteng banget ya."ucap Nadira
"iya sayang."ucap Eza sembari mengelus pipi baby arsha
Nadira mendekati Rani yang masih terlihat lemah.
"selamat ya mbak."ucap Nadira sembari tersenyum
"terima kasih Ra."
setelah cukup lama mereka disana, Eza mengantar kan Nadira untuk pulang terlebih dahulu karena ia masih ada pasien yang belum diperiksa.
"sayang."panggil Eza lembut
"aku ada sesuatu buat kamu."ucap Eza
"apa mas, kok serius banget sih."selidik Nadira
"hehehe, nanti pas sampe rumah aja ya."
"oke awas nggak jadi ya mas."
"iya sayang."
sesampainya di rumah, Nadira pun turun dari mobil.
"mas mau ngasih apa tadi?"tanya Nadira nggak sabar
"hmm, nggak jadi dech."
"tuh kan mas kebiasaan dech."ucap Nadira cemberut
"hahaha, gemes dech ya udah masuk dulu yuk."
sebelum ke rumah sakit, Eza mengantar kan Nadira ke dalam rumah terlebih dahulu.
"ini hadiah nya sayang."ucap Eza sembari memberikan dua buah pasport dan tiket pesawat.
"hah apa ini mas."tanya Nadira
"buka aja sayang.
__ADS_1
Nadira pun membuka pasport itu, dan betapa terkejut nya Nadira ketika melihat tiket umroh di dalam nya.
"mas ini beneran?"tanya Nadira dengan mata berkaca-kaca
"iya sayang."
Nadira langsung memeluk Eza.
"emang nya kapan kamu daftar mas?"
"beberapa bulan yang lalu sayang, karena aku pernah berdoa sama Allah bahwa aku ingin ngajak kamu ke tanah suci(umrah) di saat usia kandungan kamu berusia enam bulan dan Alhamdulillah Allah kabulkan doa ku. tapi maaf ya sayang kita baru bisa umrah nanti ins syaa Allah kita bisa naik haji bareng ya. karena kan kalau haji butuh waktu yang cukup lama."
"terima kasih banyak ya mas, aku bahagia banget."ucap Nadira terisak-isak
"udah, bumil ku jangan nangis lagi ya, kasihan baby nya."
"iya mas. ya udah kamu mau ke rumah sakit lagi kan?"
"iya sayang, aku berangkat dulu ya. baik-baik di rumah. assalamu'alaikum."
"wa'alaikumussalam hati-hati ya mas."
setelah Eza pergi, Nadira pergi ke kamar nya.
"ya Allah terima kasih atas rezeki yang sudah engkau berikan untuk suami Nadira, terimakasih pula karena engkau sudah mengundang Nadira untuk ke tanah suci mu yang sudah lama Nadira rindukan."ucap Nadira dengan air mata yang terus mengalir
tok...tok...tok
"permisi non."ucap mbok Atun
"iya mbok."
"non ini mbok bawakan susu sama buah."
"ya Allah terima kasih ya mbok, tau aja mbok kalau belum minum susu sama makan buah hari ini."
"hehe. iya non. oh ya gimana non Rani non?"
"Alhamdulillah mbk Rani baik-baik aja mbok, baby nya juga lucu banget."ucap Nadira sambil membayangkan wajah baby arsha
"syukurlah, siapa nama bayi nya non?"
"arsha, dia ganteng banget lho mbok padahal masih bayi."
"bayi non sama Aden nanti pasti juga ganteng dan cantik. mbok udah nggak sabar buat gendong mereka non."
"hehehe, sama mbok. doa kan kami ya mbok."ucap Nadira sembari mengelus perut nya
"ins syaa Allah mbok selalu mendoakan yang terbaik buat non, Aden dan si kembar."ucap mbok Atun sembari tersenyum
"terima kasih ya mbok."
"sama-sama, mbok ke bawa dulu ya non, mau masak soto kesukaan non."
"Masya Allah beneran mbok?"
"iya non, nanti mbok panggil ya kalau udah Mateng."
"oke mbok siap."
mbok Atun pergi ke dapur untuk membuat soto, sementara Nadira meminum susu dan buah yang dibawakan oleh mbok Atun di blakon kamar nya.
"terima kasih ya Allah karena sudah menghadirkan orang-orang baik dalam hidup Nadira. semoga Nadira selalu di berikan kesehatan dan bisa selalu memberikan kebaikan untuk banyak orang." ucap Nadira sembari tersenyum
__ADS_1
****