
setelah beberapa jam, akhirnya Nadira diperbolehkan untuk bertemu dengan kedua anak nya.nadira bersyukur karena anak-anak nya selamat.
Eza menggendong kedua anak nya,dan membawanya menuju Nadira
"assalamu'alaikum bunda."ucap Eza
"wa'alaikumussalam sayang."jawab Nadira terharu
"ini bener anak kita mas."
"iya sayang."
Nadira pun mengambil kedua anak nya.tak henti-hentinya ia mencium wajah anak-anak nya.
"anak bunda sayang."ucap Nadira gemes
ceklek
tiba-tiba pintu terbuka, ternyata Santi yang datang.
"mbak maaf ya Santi baru Dateng, karena Santi lagi di luar kota. Alhamdulillah mbak sudah sadar, Santi sangat takut mbak."ucap Santi sedih karena ia sudah mendengar cerita dari teman kantor nya yang lain
"iya nggak apa-apa, Alhamdulillah mbak juga sudah membaik kok."jawab Nadira
sementara Viko hanya diam seolah-olah ia tidak peduli dengan kehadiran Santi. akibat permasalahan beberapa waktu lalu membuat Viko dan Santi sedikit berjauhan.
"selamat ya mbak, abang.masya Allah baby nya cantik dan ganteng mirip banget sama mama dan papa nya."
"kami panggil nya ayah sama bunda onty."jawab eza
"oh maaf, onty salah.hehe"ucap Santi malu
"oh ya nama nya siapa mbak?"
"baby Arka sama baby Aqila onty."jawab Nadira senang
"ih nama nya bagus banget, pengen gendong.boleh nggak mbak?"
"boleh dong."
"hati-hati san."
"iya bang."
uwek...uwek
tiba-tiba Bu Alya merasa mual.
"astaghfirullahaladzim mama kenapa?"tanya Eza dan langsung mendekati mertua nya itu
"mama kenapa ma?"tanya Nadira yang tidak bisa berbuat apa-apa
"mama kenapa?"tanya kedua adik Nadira
"ntah lah."jawab Bu Alya
"mama belum makan ya?"
Bu Alya menggeleng kan kepala nya
"ya Allah ma, Eza kan udah bilang tadi mama harus makan, papa juga belum makan?"tanya Eza
__ADS_1
pak Ahmad pun menggeleng kan kepala nya.
"vik, tolong ambilkan makanan yang dibawakan mbok tadi sore."
"baik bang."
tak lama kemudian Viko pun kembali sembari membawa rantang makanan.
"makan dulu ya ma, pa."ucap Eza lembut
"iya nak."
pak Ahmad dan Bu Alya pun makan, sementara nadira kembali membaringkan tubuhnya.
tanpa disadari baby Arka di gendong oleh Viko sementara baby Aqila di gendong sama Santi. eza yang melihat itu langsung menggoda kedua nya.
"udah cocok."
semua nya kaget.
"apa yang cocok mas?"tanya Nadira bingung
"itu lho sayang."ucap Eza sembari melihat ke arah Viko dan Santi
"oh iya ya."jawab nadira sembari tertawa
Viko dan Santi saling bertatapan kemudian kedua nya saling melempar senyuman.
"iya juga ya."ucap vino
"dasar bocah, ikut-ikutan aja kamu Vin."
"sudah-sudah nggak usah ribut nanti bangun lho Arka sama Aqila nya."lerai Bu Alya
setelah puas bermain dengan beby Arka dan Aqila, kedua nya kembali di tidur kan di dalam box bayi yang ada disamping Nadira.
****
ke esokan hari nya baby twins pun sudah boleh dibawa pulang sementara bunda nya masih berada di rumah sakit untuk beberapa hari lagi.
Nadira merasa sedih karena harus berpisah dengan kedua anak nya.
"sabar ya sayang, kamu harus dirawat dulu disini biar kamu bisa jagain Arka sama Aqila nanti."
"iya mas."jawab nadira sembari tersenyum
"sayang."panggil eza
"hmm, kenapa mas?"
"aku takut."
"takut kenapa?"
"aku takut kalau kamu nggak peduli sama aku lagi nanti."
"hahaha, ya Allah mas.kamu bisa sampai mikir kayak gitu?"tanya nadira
"iya."
"mas aku nggak mungkin nggak peduli sama kamu, kamu itu ayah dari anak aku mas.kalau sikap aku udah berubah sama kamu ingetin aku ya. sudah ya sayang jangan cemburu masa sih sama anak sendiri cemburu."ucap Nadira
__ADS_1
Eza langsung memeluk tubuh nadira.
"hmm, bayi besar ku ini ada-ada aja dech. kamu juga ya mas ntar kamu nggak ingat lagi sama aku. kita harus jagain anak-anak kita sama-sama ya."ucap Nadira
"iya sayang."
Nadira pun membalas pelukan Eza lalu ia mencium kening Eza.
"sayang mau makan?"tanya Eza
"iya mas, tapi kamu makan juga ya."
karena kedua nya memang belum makan dari tadi pagi. Eza menyuapi Nadira.
"mas terimakasih karena sudah menjadi suami yang baik untuk aku."ucap Nadira disela-sela kunyahan nya
"aku yang seharusnya berterimakasih sayang, terimakasih karena udah jadi istri yang kuat dan luar biasa untuk aku.sekarang kamu sudah menjadi seorang bunda sayang aku bahagia dan bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan untuk kamu menemani kami. kamu tau sayang aku nggak pernah membayangkan bagaimana nasib kedua anak kita tanpa kamu disamping mereka.aku nggak pernah membayangkan itu sayang. rasanya kemarin kalau bisa aku yang menggantikan lebih baik aku saja."jelas Eza dengan mata berkaca-kaca
"hmm sayang, sini peluk. udah ya mas sekarang aku sudah ada disamping kamu dan anak-anak kita. kita itu harus selalu bersyukur sama Allah ya mas, sekecil apapun itu."ucap Nadira
"iya sayang."
***
ditempat lain,Bu Alya dan pak Ahmad serta kedua uncle nya sedang bermain dengan baby Arka dan Aqila. mereka terlihat begitu senang.
"Alhamdulillah ya pa, Allah benar-benar maha baik."ucap Bu Alya
"iya ma, maka dari itu kita itu memang harus selalu ingat sama Allah, karena sebaik-baik penolong itu hanya Allah."jawab pak Ahmad
"iya pa."
"Viko nggak kebayang bagaimana nasib kedua ponak'an Viko ini pa Tanpa mbak disamping mereka."
"iya apalagi mereka ini sangat lah lucu, pasti kita akan hancur ketika melihat kedua nya ini menangis karena merindukan bunda nya."
"sudah yang penting sekarang mbak udah sama kita lagi, dan mbak juga udah mulai sehat.yang kemarin jadikan pelajaran mungkin Allah mengingatkan kita melalui mbak bahwa memang tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah selagi ada Allah dalam setiap doa kita ins syaa Allah, Allah akan selalu menolong kita."ucap Bu Alya
"iya ma."
baby Arka dan aqila pun menguap.
"uh sayang mau bobo lagi ya."ucap viko gemes
"hahaha Abang beneran udah cocok lho jadi bapak iya kan ma."
"mulai lagi Vin."ucap Viko sembari menyentil kening vino
"sabar bang, kenapa sih kayak nggak terima aja kalau umur udah tua."ucap vino sembari tertawa puas
"sudah sudah senang banget sih Vin godain Abang nya"lerai Bu Alya
"heheh, nggak kok ma, Abang nya aja baperan."
"dasar kamu ya."gerutu Viko
"hehehe maaf bang."
pak Ahmad dan Bu Alya hanya menggelengkan kepala, mereka benar-benar merasa heran dengan kedua anak nya itu.padahal kedua nya sudah sama-sama dewasa tapi masih aja kayak bocah.
****
__ADS_1