
ke esokan hari nya, selepas subuh Eza sudah siap untuk pergi. Nadira merasa heran tak biasa nya Eza pergi subuh-subuh seperti ini.
"kok tumben mas berangkat nya pagi-pagi gini?"tanya Nadira
"iya sayang aku ada urusan, maaf ya aku nggak sarapan di rumah."ucap Eza
"hmm, iya nggak apa-apa mas."
"ya udah aku berangkat dulu ya sayang, jangan main pisau lagi."
"hmm emang nya siapa yang main pisau."
"hehehe, aku berangkat ya sayang. Assalamu'alaikum."ucap Eza sambil mencium kening Nadira
"wa'alaikumussalam hati-hati ya mas."jawab Nadira sembari mencium tangan Eza
setelah keberangkatan Eza, Nadira pergi ke dapur untuk sarapan. pagi ini dia hanya ditemani mbok Atun.
****
di tempat lain, Eza sudah berada di sebuah jalan yang jauh dari kota. Rehan dan anak buah nya sudah menunggu disana.
"gimana Han?"
"di rumah itu ada dua orang wanita."jawab Rehan
"hah? siapa Han?"
"kamu lihat saja nanti, ayo."ucap Rehan
mereka pun mulai mendekati gedung tua itu dengan hati-hati, terlihat gedung itu dijaga ketat oleh orang-orang bertubuh kekar.
setelah itu mereka sudah berada di balik pintu belakang gedung itu. terdengar mereka lagi membicarakan sesuatu.
"mau sampai kapan kita bersembunyi disini Anita? Tante sudah tidak nyaman disini." ucap Tante Rita
"saya juga Tante, tapi kita harus sabar."jawab Anita
"apa kamu sudah mempunyai rencana untuk menyakiti wanita itu?"
"belum Tante, apa kita harus menabraknya lagi?"tanya Anita dengan tatapan sinis nya
Eza yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya, rahang nya terkunci.
"siapa wanita itu Han?"tanya Eza emosi
karena tidak ada jawaban dari Rehan, akhirnya Rehan menendang pintu yang sudah sedikit rapuh itu
braaaaakk
betapa terkejut nya ketika Tante Rita melihat ke arah pintu belakang. begitu pun dengan Eza
"oh, jadi wanita itu Tante?"bentak Eza yang tak percaya
__ADS_1
"Tante bisa jelasin za."ucap Tante Rita ketakutan
"jelasin apa lagi Tante hah? aku sudah mendengar semua nya."teriak Eza
mendengar keributan di dalam dengan sigap anak buah Anita masuk ke dalam untuk melindungi Anita dan Tante Rita
"apa salah istri aku Tante?"bentak Eza
"karena Tante tidak menyukai dia, dia tidak sebanding dengan keluarga kita dan dia lah yang sudah membunuh mama kamu."
"bukan dia yang membunuh mama, dua puluh empat jam dia selalu bersama ku jadi Tante jangan pernah mengatakan hal buruk apapun tentang istri aku. dan kamu Anita ada masalah apa kamu dengan Nadira. kamu belum menerima pernikahan kami hah? aku tidak pernah meninggalkan kamu dan dia tidak pernah merebut aku dari kamu. kenapa kamu tega menyakiti istri dan anak aku. apa kalian tau gara-gara kalian aku harus kehilangan darah daging aku. apa kalian tidak punya hati nurani hah."bentak Eza yang membuat mereka terperanjat kaget dengan suara Eza
Eza begitu mengerikan ketika ia marah, wajar saja suami mana yang ikhlas istri nya disakiti
"Sekarang kalian harus mempertanggungjawabkan perbuatan kalian."ancam eza
"Eza, tolong Tante jangan hukum Tante."ucap Tante Rita yang langsung mendekati Eza dan menangis
Eza langsung menepis tangan Tante nya itu, begitu pun dengan Anita
"aku nggak akan pernah memaafkan kalian."teriak Eza
"za tolong maafin Tante, Tante janji nggak akan menyakiti Nadira lagi. kamu harus pikirkan sepupu kamu za bagaimana nasib mereka ketika mereka tau kalau Tante di penjara."
"apa..apa apa coba ulangi lagi, kalian pikir semudah itu aku memaafkan kesalahan kalian hah? aku nggak peduli Tante."ucap Eza dengan tatapan yang tajam
"za aku mohon maafkan lah kami, kami janji nggak akan pernah melakukan ini lagi."ucap Anita
"hahahaha, kalian lucu ya giliran mau dihukum kalian menangis bahkan kalian memohon dengan ku, apa kah disaat kalian menyakiti istri ku kalian sempat berpikir?"bentak Eza kemudian Eza mendorong mereka yang terus memegang tangan nya
"za kamu harus tahan emosi kamu jangan biarkan tangan kamu menyakiti tubuh mereka, bahaya."ucap Rehan
Tante Rita dan Anita saling memberikan kode untuk kabur. saat mereka ingin lari terdengar suara pistol peringatan dari luar.
"jangan mencoba untuk kabur? di sekeliling gedung ini sudah di kepung oleh polisi."ucap Rehan
"za kami mohon."ucap kedua nya memohon
"tangkap mereka pak."perintah Rehan
sementara Eza hanya memandang mereka dengan penuh emosi dan kebencian. polisi pun langsung menyeret mereka untuk masuk ke dalam mobil polisi.
"Eza hentikan semua ini Eza."teriak Anita
namun tak ada respon dari Eza, Anita dan Tante Rita serta anak buah nya langsung di bawa ke kantor polisi. sementara Eza dan Rehan menyusul dengan mobil.
drrtttt
bunyi ponsel Eza, terdapat nama sayang di layar ponsel nya.
"hallo Assalamu'alaikum mas, kamu lagi dimana?"tanya Nadira
Eza mencoba untuk menenangkan hati nya, jangan sampai emosi nya itu menyakiti istri nya
__ADS_1
"wa'alaikumussalam aku lagi dijalan sayang sama Rehan, kenapa?"
"hmm, aku boleh izin nggak aku mau ke butik mas."
"boleh tapi diantar sama mang Karyo ya. jangan kemana-mana tetap di dalam butik."
"iya mas, makasih ya."
"iya sayang sama-sama."
sambungan telepon pun terputus, tak lama kemudian kemudian mereka sampai di kantor polisi.
terlihat kedua wanita itu sedang di interogasi oleh pihak kepolisian. kemudian Eza pun ikut masuk untuk mendengarkan penjelasan mereka. polisi yang mendengar penjelasan mereka juga ikut kesal dengan alasan mereka.
"apakah kalian sudah memikirkan resiko dari perbuatan kalian ini?"tanya polisi
mereka berdua hanya diam
"za Tante mohon tolong bebaskan Tante."ucap Tante Rita
"kalau Tante bebas, apa Tante bisa mengembalikan anak aku?"tanya Eza yang membuat Tante Rita langsung diam
"hukum mereka seberat-beratnya pak, saya tidak peduli walaupun dia Tante saya."
"baik pak kami akan mengurus masalah ini."ucap pihak polisi
Eza berdiri dari tempat duduk nya lalu meninggalkan ruangan itu.
"kamu mau kemana za?"tanya Rehan
"ya kita ke rumah sakit lah Han."
"oh ya ya, apa kamu sudah cukup tenang."
"iya, ayo kita jalan."ucap Eza
Rehan pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
"syukurlah ya za akhirnya ketangkap juga."
"iya han, aku benar-benar nggak nyangka kalau mereka sejahat itu."ucap Eza
"iya terkadang orang terdekat kita lah yang bisa saja menyakiti kita."
Eza langsung menoleh ke arah Rehan, dengan tatapan yang sulit diartikan
"kenapa kamu za?"
"berarti kamu mau nyakitin aku juga?"tanya Eza
"hahahaha, nggak lah ada-ada aja kamu."
"awas aja kamu main-main sama aku ya."ucap Eza sembari menyentil kening rehan
__ADS_1
Rehan tak henti-hentinya tertawa dengan tingkah sahabatnya itu.
******