
tangisan kedua nya benar-benar sudah tidak tertahankan lagi. pak Ahmad terlihat begitu sedih ketika ia harus melepaskan putri satu-satunya untuk laki-laki yang akan bergelar menantu nya.
pak Ahmad memeluk Nadira begitu erat dengan penuh kasih sayang, begitu juga dengan Bu Alya ia begitu sedih melepaskan seseorang yang sudah ia jaga dan rawat dengan penuh kasih sayang. begitu juga dengan Bu Irma.
"itu lah tadi penyampaian dari kedua mempelai, akhirnya kita sampai pada acara sakral dimana mas Eza akan berjabat tangan dengan laki-laki pertama yang sangat mbak Nadira cintai."ucap pembawa acara.
Eza sudah berada di hadapan penghulu dan pak Ahmad. air mata masih mengalir di pipi pak Ahmad yang sudah sedikit berkeriput. Bu Alya yang melihat itu mendekati pak Ahmad dan memberikan segelas air putih.
"pa ikhlas ya, kita masih bisa bertemu dengan putri kita."ucap Bu Alya sembari menghapus air mata pak Ahmad
pak Ahmad mengangguk
"baik apakah semuanya sudah siap?"tanya penghulu
keduanya mengangguk
"baik silahkan jabat tangan calon bapak mertua nya."pinta penghulu
Eza menjabat tangan pak Ahmad.
"baik kita mulai ya. silahkan pak Ahmad."
saya nikahkan dan saya kawinkan ananda Muhammad Eza Pratama dengan putri kandung saya Nadira anandiya Putri binti Ahmad Renaldi dengan mas kawin emas seberat 50 gram dan seperangkat alat sholat.tunai."ucap pak Ahmad dengan air mata yang sudah kembali membasahi pipi nya
"saya terima nikah dan kawin nya Nadira anandiya Putri binti Ahmad Renaldi dengan mas kawin tersebut.tunai."jawab eza dengan lantang
"bagaimana saksi sah."tanya penghulu
sah
sah
"Alhamdulillah"Baarakallahu likulii wahidimmingkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin".
Aamiin ucap semua orang yang ada di ruangan itu.
setelah itu baru Eza mendekati dan duduk disamping Nadira. untuk pertama kalinya Nadira menjabat dan mencium tangan Eza. ada tangis haru di antara kedua nya. kemudian Eza memegang ubun-ubun Nadira lalu membacakan doa
Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih."
Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
setelah membacakan doa tersebut Eza mencium kening Nadira untuk yang pertama kali nya.
kedua nya saling bertatapan dan tersenyum. kedua nya memasangkan cincin pernikahan satu sama lain setelah itu baru lah mereka sungkeman dengan kedua orang mereka serta keluarga.
setelah selesai, tiba lah acara makan bersama. Eza dan Nadira duduk di sebuah pelaminan kecil karena memang mereka menyewa gedung untuk acara resepsi nanti malam.
"hai bro, selamat ya udah Sah dong sekarang."goda Rehan
"thank you han,."
"selamat ya za, Ra semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah."ucap Rani
"aamiin terima kasih banyak mbak."ucap Nadira
"kalian tau nggak pas akad dan sebelum akad kayak nonton Drakor, mengsedihkan sampai Rani nangis nggak berhenti."
"eh kayak dia nggak aja."sewot Rani
"hahaha, silahkan makan dulu mbak, mas Rehan."
"oke siap-siap Ra, tapi kita foto dulu ya."ucap Rehan
"oke dech."
mereka berfoto riang, setelah selesai Nadira kembali duduk matanya mencari keberadaan Mira.
"sayang cari siapa?"
__ADS_1
"Mira mas, kok dia nggak datang ya."
"mungkin belum aja sayang, atau mau di telpon?"tanya Eza
"nggak usah mas."jawab Nadira tersenyum
mereka kembali menyalami para tamu undangan serta teman-teman mereka. kedua nya begitu sangat bahagia.
hari semakin sore Nadira dan Eza sebelum nya sudah mengganti pakaian karena mereka mau sholat. selepas sholat, Eza dan Nadira kembali ke depan untuk menyambut tamu yang belum sempat untuk datang. saat mereka sedang duduk, datanglah Rangga tanpa ada Mira di samping nya.
"hei ga, Mira nya mana?"
"Mira nggak bisa datang Ra karena dia lagi di rawat di rumah sakit."jelas Rangga sedih
"astaghfirullahaladzim Mira kenapa? kok sampe masuk rumah sakit."tanya Nadira
"kemarin dia jatuh dan Mira keguguran."
"astaghfirullahaladzim ya Allah, terus sekarang gimana keadaan nya."
"Alhamdulillah sudah cukup membaik."
"ya Allah mira."ucap Nadira sedih
"udah sayang besok kita jenguk Mira ya."ucap Eza
"selamat ya Ra, Eza semoga jadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah."
"terima kasih ga."jawab eza
"ya udah kalau gitu saya permisi dulu karena saya harus menemani Mira di rumah sakit."
"Mira di rawat dimana?"tanya Nadira
"dirumah sakit D kamar no. 30."jawab Rangga
rangga pun kembali ke rumah sakit karena sebenarnya dia pergi ke rumah Nadira tanpa sepengetahuan Mira.
setelah sholat isya Eza dan Nadira serta semua tamu undangan dan keluarga sudah berada di gedung resepsi pernikahan Eza dan Nadira. pesta itu begitu mewah dengan dekorasi yang begitu indah.
Nadira dan eza seperti ratu dan raja di istana bunga. semua mata begitu terkagum kagum dengan mereka.
"sayang."
"iya mas."jawab Nadira sembari tertawa
"kenapa kok ketawa?",tanya Eza sembari tersenyum
"nggak apa-apa kok mas."jawab nadira
"mas, besok kita jenguk Mira ya."
"iya sayang besok aku temani ya."
"terima kasih ya mas."
"sama-sama sayang."
"mbak, Abang kita nyanyi yuk."ajak vino
"mbak capek dek, kamu aja ya yang nyanyi ajak Abang aja okay."
"oke mbak ayo bang Eza."
"oke Abang nggak bisa nyanyi lho Vin."
"bisa bang. ayo."
"oke-oke."jawab eza
__ADS_1
Eza pun menurut dengan vino.
Eza menyanyikan sebuah lagu untuk Nadira.
baik saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk istri saya yang berjudul "uhhibbuki mitslama anti"
semua tamu undangan bertepuk tangan ketika mendengar Eza ingin menyanyikan sebuah lagu untuk Nadira.
Uhibbuki mitsla maa anti Uhibbuki kaifa maa Kunti
Aku mencintaimu apapun dirimu, Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu
Wa mahmaa kaana mahmaa shooro, Antii habiibatii anti
Apapun yang terjadi dan kapanpun, Engkaulah cintaku
Zaujatii, Antii habiibatii anti
Duhai istriku, Engkaulah kekasihku
Halaalii anti laa akhsyaa ‘azuulan himmuhuu maqti.
Laqod adzinaz zamaanu lanaa biwushlin ghoiri munbatti
Engkau istriku yang halal, aku tidak peduli celaan orang.
Kita satu tujuan untuk selamanya
Saqoitil hubba fii qolbii bihusnil fi’li wassamti
yaghiibus sa’du in ghibti wa yashful ‘aisyu in ji’ti
Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan indahnya perangaimu.
Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang lenyap. Hidupku menjadikan terang ketika kamu disana
Nahaarii kaadihun hattaa idzaa maa ‘udtu lilbaiti
Laqiituki fanjalaa ‘annii dhonaaya idzaa maa tabassamti
Hari-hariku berat sampai aku kembali ke rumah menjumpaimu.
Maka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum
Tadhiiqu biyal hayaatu idzaa bihaa yauman tabarromti.
Fa as’aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa tamannaiti
Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih, maka aku akan berusaha keras.
Sampai benar-benar mendapatkan apa yang engkau inginkan
Hanaa’ii anti faltahna’ii bidif-il hubbi maa ‘isyti.
Faruuhanaa qodi’talafaa kamitslil ardhi wannabti
Engkau kebahagiaanku, tanamkanlah kebahaiaan selamanya.
Jiwa-jiwa kita telah bersatu bagaikan tanah tumbuhan
Fa yaa amalii wa yaa sakanii wa yaa unsii wa mulhimati.
Yathiibul ‘aisyu mahmaa dhooqotil ayyamu in thibti
Duhai harapanku, duhai ketenanganku, duhai kedamaianku, duhai ilhamku.
Indahnya hidup ini walaupun hari-hariku berat asalkan engkau bahagia
Nadira yang mendengar suara suami nya itu merasa terharu. ternyata lagu yang ingin ia dengar pada saat menikah sudah di wujudkan oleh suami nya.
__ADS_1
***