
semenjak Aldi mengatakan kalau ia pernah melihat Santi sedang berada di rumah sakit jiwa membuat Viko merasa curiga dan ingin mencari tau kebenaran nya. pernikahan mereka memang tinggal dua Minggu lagi, namun Semenjak kejadian itu membuat Viko kurang yakin dengan Santi.
drttttttt
"hallo Assalamu'alaikum vik."ucap Santi
"wa'alaikumussalam,lagi sibuk nggak?"tanya Viko yang masih bersikap biasa saja
"nggak sih vik, cuma nanti siang aku mau pergi sebentar menjenguk teman yang sakit."ucap Santi
"oh ya udah nggak apa-apa, soal nya tadi aku mau ngajak kamu buat cari cincin nikah sih."
"hmm, besok aja ya."jawab Santi
"okay, ya udah aku tutup telpon nya ya, assalamu'alaikum."
"wa'alaikumussalam."
setelah sambungan telepon terputus, Viko berniat untuk pergi ke apartemen Santi dan mengikuti Santi saat ia pergi.
"ya Allah kalau memang bukan dia yang terbaik, tunjukkan lah keburukan nya kepada Viko."batin Viko
Viko pun melaju kan mobil nya menuju apartemen Santi.
setelah setengah jam dalam perjalanan akhirnya Santi sampai di depan apartemen Santi, Viko sengaja tidak turun karena ia ingin mengikuti kemana sebenarnya Santi pergi.
beberapa menit kemudian Santi pun keluar dari apartemen, ia menuju mobil nya. kemudian Santi mulai melajukan mobilnya dan Viko pun mengikuti nya.
"mau kemana dia?"gumam Viko
setelah satu jam kemudian, benar saja Santi berhenti di sebuah rumah sakit jiwa, ternyata benar apa yang dikatakan Aldi.
terlihat Santi sedang bertanya dengan penjaga yang ada disana, tak lama kemudian mobil nya pun masuk.
"hmm, gimana cara nya aku bisa masuk kesana."gumam Viko
Viko mencoba melajukan mobilnya untuk mendekati penjaga yang ada disana.
"permisi pak, apa saya boleh masuk?"tanya Viko
"silahkan pak."
penjaga pun mengizinkan Viko untuk masuk tanpa curiga apapun.
Viko langsung turun dari mobil dan mengikuti nya.tiba-tiba langkah Viko terhenti, ia melihat Santi sedang duduk berdua dengan seorang wanita.
"apa kabar mbak?maaf Santi baru bisa kesini."
" mbak baik-baik saja, bagaimana dengan rencana kita?"
"rencana."batin Viko
"tenang saja mbak, semua nya masih berjalan dengan mulus."jawab Santi dengan percaya diri
"bagus, mbak senang mendengar nya."
"siapa wanita itu."gumam Viko di balik tiang besar
tak sengaja Anita melihat ke arah belakang.
"astaghfirullahaladzim itu kan wanita yang udah menabrak mbak kemarin, kok dia..."ucap Viko terhenti
Viko benar-benar tidak menyangka bahwa Santi bertemu dengan wanita yang sudah mencelakai kakak nya.
__ADS_1
"ternyata dia nggak gila."ucap Viko
Viko pun langsung pergi dari tempat itu karena ia takut ketahuan dengan Santi dan juga Anita.
"kurang ajar kamu san, Abang Eza harus tau masalah ini."ucap Viko di dalam mobil
kemudian Viko pun melaju kan mobil nya menuju rumah Eza.
****
di rumah,Nadira sedang main bersama anak-anak nya, hari ini Nadira menjaga anak nya sendirian karena Bu Alya sedang di apartemen Viko sementara Eza masih di rumah sakit.
tak terasa umur Arka dan Aqila sudah memasuki usia empat bulan, mereka begitu menggemaskan dan lucu.
"Sayang bunda."ucap Nadira sembari tersenyum manis
Arka dan Aqila merespon ucapan Nadira dengan suara ala bayi, kedua nya pun tersenyum
tok...tok...tok
"assalamu'alaikum."ucap seseorang
"wa'alaikumussalam, masuk."jawab Nadira karena kebetulan pintu lagi terbuka
"mbak."panggil Viko
"lho ada uncle."ucap Nadira
"ih semakin hari keponakan uncle ini tambah cantik dan ganteng aja sih."puji Viko
"iya dong uncle."jawab Nadira
"kenapa bang?"tanya Nadira karena ia melihat wajah Viko sedikit kusut dan kesal
"Abang belum pulang, mungkin sebentar lagi dia pulang. ada apa sih?"tanya Nadira penasaran
"nanti aja mbak, tunggu Abang dulu aja."
"oke, kamu udah makan belum?kalau mau makan ambil aja di belakang ya."
"iya mbak."
setelah puas bermain dengan Arka dan Aqila, Viko membaringkan tubuhnya di samping kedua nya.
"ada apa sih vik, kok kamu kayak galau gitu?"
"hehehe,nggak lah mbak."
"assalamu'alaikum."ucap Eza
"wa'alaikumussalam."jawab kedua nya
"eh tumben nih calon manten kesini."ucap Eza
"hehe, ada yang mau Viko bicarakan bang."
"hmm, oke. ayo kamu mau bicara apa?"tanya Eza sembari duduk di sofa
"hmm, sebelum nya Viko minta maaf mbak, Abang tapi mungkin Viko tidak akan melanjutkan pernikahan ini."
"hah? kenapa?"tanya kedua nya kaget
"Viko udah ragu sama Santi."
__ADS_1
"ragu kenapa?"tanya Eza serius
"jadi bang tadi Viko sengaja mengikuti Santi, ternyata Santi pergi ke rumah sakit jiwa dan apa Abang tau dia bertemu dengan siapa?"
"siapa?"
"Anita, orang yang sudah menabrak mbak waktu itu."
"hah, nggak mungkin vik dia itu gila."
"nggak bang, dia nggak gila dia sudah membohongi kita semua, kalau dia gila nggak mungkin dia nyambung saat mengobrol dengan Santi tambah lagi mereka membicarakan tentang rencana yang aku sendiri nggak tau rencana apa."
"astaghfirullahaladzim apa benar yang kamu katakan bang."ucap Nadira takut
"demi Allah mbak, Viko nggak mungkin berbohong."
"Viko tau, Santi sepupu nya Abang, tapi Viko minta maaf bang, seperti nya Santi sedang menyembunyikan sesuatu dari kita semua."
"kalau Anita tidak benar-benar gila lalu kenapa pihak rumah sakit mengatakan kalau Anita gila?apa jangan-jangan mereka bekerja sama."ucap Eza
"ntah lah bang, yang pasti Viko akan mencari tau tentang masalah ini."
"Abang akan membantu kamu."
"terima kasih bang."
"ya Allah kalau memang dia bukan yang terbaik buat kamu, mbak harap Allah segera menunjukkan nya."ucap Nadira sedih
"mbak nggak usah sedih ya."ucap Viko
"iya sayang, aku akan bantu Viko buat mencari tau tentang masalah ini."
"iya mas."
"ya udah kalau begitu Viko permisi dulu."ucap Viko
"iya kamu hati-hati."
"iya mbak."
"kalau kamu mau cerita sama mama, pelan-pelan aja banh."
"iya mbak. assalamu'alaikum."
"wa'alaikumussalam."
Viko pun pergi meninggalkan rumah Eza, sementara Nadira dan Eza masih duduk di ruang tamu.
"mas bagaimana kalau yang dikatakan oleh Viko itu benar."
"kamu lihat saja nanti sayang, aku nggak peduli dengan siapa pun dia. kalau dia salah harus tetap di hukum."
"tapi mas."
"tapi apa sayang hmm? kamu nggak usah khawatir."
"iya mas."
"ya udah aku mandi dulu ya, nanti main sama arka dan Aqila."ucap Eza sembari tersenyum
"ayah mandi dulu ya sayang, nanti kita main ya."
Eza pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, setelah beberapa menit Eza pun keluar dari kamar mandi lalu mengganti pakaian nya dengan piyama kemudian ia turun ke bawa dan main bersama Arka dan Aqila.
__ADS_1
****