
"astaghfirullahaladzim Nadira."
"Han."ucap Nadira lirih dengan air mata yang terus mengalir
"kamu ngapain disini Ra?"
Nadira menggelengkan kepalanya
"ayo kita ke mobil dulu ra."
"astaghfirullah Nadira, ya Allah kamu kenapa bisa ada di jalan ra. kamu kan lagi sakit."ucap rehan
Rehan langsung melajukan mobilnya menuju rumah, sesampainya di rumah, Rani mengajak Nadira untuk mengganti pakaian nya.
"bi tolong buatin teh hangat ya."ucap Rehan
"baik pak."
Rehan menunggu Rani dan Nadira di ruang tamu. tak lama kemudian mereka pun datang
"minum dulu teh hangat nya Ra."ucap Rani
"apa yang sebenarnya terjadi Ra?"
Nadira menceritakan semua nya kepada Rani dan Rehan bukan maksud ingin menyebarkan masalah nya tapi Nadira tidak tau lagi harus bercerita dengan siapa.
"astaghfirullahaladzim, apa Eza tau kalau kamu keluar rumah Ra?"
"nggak mbak, mas Eza nggak tau."
"aku capek mbak, aku nggak tau lagi harus apa?"
"Ra kamu harus sabar ya, kamu harus pikirkan dulu kesembuhan kamu dan baby kamu."ucap Rani sembari memeluk Nadira
Rehan yang mendengar penjelasan Nadira merasa marah dengan Eza, dia tak habis pikir dengan Eza.
"udah lebih baik kamu sekarang istirahat Ra."
"iya ayo Ra aku antar kamu ke kamar."
"terima kasih mbak, Han."
Rani pun mengantar Nadira ke kamar tamu. Nadira pun memejamkan mata nya dengan linangan air mata.
***
ke esokan hari nya Eza terbangun dari tidurnya, namun ia tidak melihat Nadira. kemudian Eza turun ke bawah betapa terkejut nya Eza..ternyata.di dapur ada seorang wanita yang tak lain adalah Anita.
"ngapain kamu disini Anita dan kapan kamu kesini?"
"tadi malam mas, kamu sarapan dulu ya."
"mbok,.Nadira mana?"
"mbok juga nggak tau den, tadi selepas subuh mbok nggak lihat non."
Eza kembali ke kamar nya dia mengambil ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Nadira, namun ternyata ponsel Nadira ada di atas meja kamar nya.
"kemana kamu sayang."batin Eza menyesal
sementara di rumah Rehan, Nadira masih tidur di kamar nya.
__ADS_1
"mana Nadira nya sayang?"
"seperti nya masih tidur mas, biar lah kasihan dia."ucap Rani sedih
"ih kok nangis sayang."tanya Rehan
"aku kasihan sama Nadira mas, dia udah aku anggap kayak adik aku sendiri. biar dia disini dulu ya mas biar kita rawat dia."
"iya sayang, jangan nangis lagi ya kasihan anak kita kalau mama nya nangis."
"ya udah kalau gitu aku berangkat ya, nanti kalau Nadira bangun kamu suruh sarapan ya sayang, hari ini aku akan pulang lebih cepat."
"iya mas."
Rehan pun berangkat ke rumah sakit. sesampainya di rumah sakit Rehan belum bertemu dengan Eza
"dokter Eza nya udah datang?"
"belum dok."
"okay thank you ya."
***
"kemana istri aku Anita?"bentak Eza
"tadi malam Nadira pergi dari rumah mas."
"apa?"teriak Eza
"apa yang sudah kamu lakukan Anita."
"aku nggak ngelakuin apa-apa mas."
Eza langsung masuk kembali ke kamar nya untuk mengganti pakaian kemudian ia pergi keluar rumah untuk mencari Nadira.
"sayang maafin aku, kamu dimana?"
pertama Eza pergi ke butik nya, namun ternyata Nadira tidak ada disana kemudian ia pergi ke rumah Mira namun Nadira juga tidak ada disana. satu-satunya tempat yang sering dikunjungi Nadira adalah taman kota namun Nadira juga tidak ada disana.
"sayang kamu dimana?"
Eza mengambil ponsel nya, ia mencoba untuk menghubungi Rehan.
"hallo Han."
"ada apa?"
"Han, tolong bantu aku untuk cari Nadira."
"emang nya Nadira kenapa?"
"cerita nya panjang, kita ketemu aja han."
"okay nanti siang kita ketemu, pagi ini aku harus periksa pasien dulu."
"iya terima kasih Han."
Eza kembali ke rumah nya, perasaan nya benar-benar kacau.
"kenapa kamu masih disini Anita?"bentak Eza
__ADS_1
"ini kan memang rumah untuk kita mas.",
"itu dulu, sekarang kamu keluar dari rumah ini."
"okay mas, aku akan keluar dari rumah ini."jawab Anita dengan senyum licik nya
Anita mengambil koper nya dan kemudian ia meninggalkan rumah Eza.
selepas sholat zhuhur Eza kembali pergi ke sebuah restoran untuk bertemu dengan Rehan.
"maaf aku telat Han."
"iya nggak apa-apa, jadi gimana sama Nadira?"
"Nadira pergi dari rumah."
"sebelum nya ada masalah apa?"tanya Rehan pura-pura tidak tau
Eza menceritakan semua nya dengan Rehan, sebenarnya rehan sudah tau namun ia pura-pura tidak tau apa-apa.
"hmm, za kamu itu aku perhatiin semenjak kepergian Tante kamu itu kayak berubah, kamu suka marah-marah, egois, dingin bahkan sama aku pun kamu udah beda. siapa sih za yang nggak sedih ketika kita harus mengikhlaskan seseorang yang sangat kita sayangi tapi hidup ini harus tetap berjalan jangan sampai kita menyakiti seseorang yang mencintai kita dengan tulus."
"iya han, aku menyadari itu tapi ntah kenapa aku tak bisa mengendalikan diri aku sendiri."
"sholat minta petunjuk sama Allah, kasihan lho Nadira, za. dia sampai pergi dari rumah apalagi karena wanita lain, kebayang nggak gimana perasaan Nadira."
"aku paham han, aku akan cari Nadira aku ingin memperbaiki semuanya."
"za seandainya kamu tau bahwa istri mu sedang berjuang untuk tetap hidup mungkin kamu tak akan seperti ini."batin Rehan
"thank you ya Han, aku pergi dulu."
"tunggu."
"ada apa lagi Han, oh ya maaf karena aku belum bisa bantu kamu di rumah sakit."
"iya nggak apa-apa, hmm nadira ada di rumah kami."
"hah serius Han?"tanya Eza
"iya, kamu tau tadi malam dia kehujanan di jalan, untung saja kami ketemu sama dia, terpikir nggak di pikiran kamu za?"
"astaghfirullahaladzim, aku tau aku salah Han, maafkan aku. aku akan memperbaiki semua nya."
"perbaiki lah sebelum terlambat."ucap Rehan
Eza pun pergi ke rumah Rehan, siang itu jalan begitu ramai sehingga membuat Eza tidak bisa cepat untuk ke rumah Rehan.
sementara di rumah Rehan, Nadira sedang ngobrol dengan Rani di kamar nya.
"mbak terimakasih ya karena udah mau nolong Nadira, tapi Nadira hari ini akan pergi mbak."
"mau pergi kemana Ra?"
"aku mau pulang ke rumah mama. mbak apa boleh aku pinjam uang buat beli tiket? nanti setelah Nadira sampai disana uang nya langsung Nadira kembali kan kok mbak."
"boleh Ra, biar aku yang pesankan tiket nya, sebentar ya aku ambil uang nya dulu."
Rani pergi ke kamar nya untuk mengambil uang, tak lama kemudian dia kembali ke kamar Nadira.
"ini uang untuk pegangan kamu Ra, kalau masalah tiket udah aku pesankan, kebetulan kamu dapat jadwal keberangkatan satu jam lagi. sebaiknya kamu siap-siap ya nanti di antar sama pak Rudi."
__ADS_1
"baik mbak terima kasih ya mbak."ucap Nadira sembari tersenyum
****