PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 57. Curiga


__ADS_3

setelah dari tempat pendaftaran umrah, Nadira dan Eza pulang ke rumah. di perjalanan Eza tidak sengaja melihat mobil yang menabrak Nadira beberapa bulan yang lalu. Eza tiba-tiba menghentikan mobil nya secara mendadak membuat kening Nadira terbentur.


"astaghfirullahaladzim sayang."ucap Eza khawatir


"mas pelan-pelan sakit tau."ucap Nadira sembari mengelus kening nya


"sayang nggak apa-apa kan?"


"sakit mas."jawab Nadira kesal


"maaf ya sayang, maaf."ucap Eza merasa bersalah


"hmm iya nggak apa-apa lagian ada apa sih mas sampe ngerem mendadak gitu."


"nggak apa-apa sayang."jawab eza dengan mata yang sudah melihat ke arah seberang jalan tepat nya di sebuah minimarket


Eza membuka ponsel nya dan benar saja itu adalah mobil yang menabrak Nadira. Eza tersulut emosi, Eza langsung putar arah dan mendekati mobil itu. Eza memperhatikan plat nomor kendaraan nya dan memang benar itu adalah mobil nya namun Eza penasaran siapa yang memiliki mobil ini.


"mas kita ngapain disini?"tanya Nadira heran


"bentar ya sayang, ada yang mau aku lihat."


"apa?"tanya Nadira kepo


"nanti aku cerita ya, kamu diem dulu."


Nadira pun langsung diam, dan melihat ke arah luar. sementara Eza langsung mengirim foto mobil itu pada Rehan.


"apa itu benar mobil nya za?"balas Rehan


"iya han, aku akan mengikuti mobil ini."


"iya za, nanti aku akan menyusul mu. ikuti tapi jangan terlalu dekat. nanti aku akan menghubungi pihak kepolisian."


"jangan dulu Han, kita selidiki saja dulu."


"oke oke za, hati-hati. kamu sama siapa?"


"Nadira."


"jangan za, bahaya. lagian dia nggak tau apa-apa."


"biarin aja han, kalau aku mau antar dia dulu aku pasti kehilangan jejak nya."


"ya udah za, kalian hati-hati aku akan segera menyusul, sharelok aja dimana tempatnya."


"oke."


"mas mau sampai kapan disini?"tanya Nadira bawel


"sabar ya sayang."jawab eza namun mata nya tetap memperhatikan mobil itu


tak lama kemudian keluarlah dua orang laki-laki bertubuh besar dan tinggi. mereka pun masuk ke dalam mobil dan mereka mulai melajukan mobil nya.


Eza mengikuti mobil itu dengan jarak yang cukup jauh. setelah beberapa menit dari kota. mobil itu masuk ke sebuah jalan yang cukup sempit. namun Eza mengurungkan niatnya untuk mengikuti mobil itu sampai ke dalam karena ia takut ketahuan.


Eza langsung mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Rehan.


"Han, kamu tidak perlu dulu menyusul kesini. yang penting aku sudah tau kemana arah mobil itu. karena aku takut ketahuan apalagi aku membawa Nadira."

__ADS_1


tak lama kemudian rehan membalas pesan dari Eza


"oke za."


"mas ngapain kita kesini?"gerutu Nadira


"iya sayang kita pulang.maaf ya sayang."


"lagian kenapa sih kamu ngikutin mobil itu ada masalah apa?"tanya Nadira heran


" nggak apa-apa sayang, ada urusan sedikit."


"kamu lagi nggak menyembunyikan apapun dari aku kan mas."


"nggak sayang, ya udah kita pulang ya."


Eza pun memutar mobil nya dan mereka pun menuju rumah.


"ya Allah semoga aku bisa menemukan orang yang telah mencelakai istri ku, hanya engkau yang bisa menolong hamba ya Robb."batin Eza


sesampainya di rumah Nadira langsung turun dari mobil, sedangkan Eza mengambil barang-barang yang didapat kan nya dari tempat pendaftaran umroh.


"assalamu'alaikum."ucap Nadira


"wa'alaikumussalam baru pulang non?"


"iya mbok, mbok lagi masak apa?"


"lagi masak rendang non."


"wah pasti enak, aku bantuin ya mbok."


"nggak apa-apa mbok, aku bantuin ya."


"ya udah dech kalau non maksa."


Nadira pun membantu mbok Atun di dapur, sementara Eza langsung masuk ke kamar untuk menelpon Rehan.


"hallo Han.


"iya za, gimana?"


"apa kamu bisa menyuruh anak buah mu untuk menyelidiki mobil yang masuk ke dalam jalan yang sempit itu?"


"tenang saja za, kamu kirimkan alamat jalan itu biar mereka menyelidiki nya."


"oke han, thank you ya."


"iya za."


Eza pun mematikan telpon nya, kemudian ia mengirimkan alamat itu pada Rehan.


Eza berharap semoga orang itu segera ditangkap karena Eza pasti akan menghukum orang itu dengan hukuman yang berat karena gara-gara orang itu, Eza harus kehilangan dua nyawa sekaligus yang sangat ia harapkan.


"mas, ngapain disana?"tanya Nadira yang tiba-tiba masuk kamar


"nggak apa-apa sayang, tadi aku menelpon Rehan."


"hmm, emang nya ada apa sih mas?kayak nya kamu lagi menyembunyikan sesuatu dech."

__ADS_1


"nggak ada sayang, lagian apa yang harus aku sembunyikan dari kamu."elak Eza


"hmm, ya udah kalau gitu.kamu mandi sana."


"iya sayang. mau mandi bareng nggak."goda Eza


"ih apaan sih mas, aku mau masak. kamu mandi sendirian aja."jawab Nadira kemudian langsung kabur karena Nadira memang lagi masak


Eza yang melihat tingkah lucu istri nya itu tak henti-hentinya tertawa


Eza pun masuk ke kamar mandi, ia membersihkan tubuhnya kemudian setelah selesai Eza memakai piyama panjang lalu turun ke lantai bawah untuk melihat sang istri.


"belum juga selesai sayang?"tanya Eza sembari menuruni anak tangga


"belum mas, bentar lagi."jawab Nadira yang terlihat sibuk


"hati-hati nanti pisau nya kena tangan."


"iya mas, kamu mau teh nggak?"


"nggak usah sayang, emang kamu nggak capek?"


"nggak dong, masa iya capek ya kan mbok."


"hehehe non pasti capek kan seharian di luar."


"ih mbok mah, nggak asik dech."ucap Nadira cemberut


"hahaha, udah lanjutin aja aku mau nonton tv dulu."


"ya udah sana."gerutu Nadira


belum sempat Eza duduk, namun terdengar jeritan Nadira dari dapur. Eza yang mendengar itu langsung kembali ke dapur.


"sayang ada a...pa?" ucapan Eza terhenti ketika ia melihat tangan Nadira sudah penuh dengan darah


"astaghfirullahaladzim, kan udah aku bilang hati-hati."ucap Eza sembari mengambil tisu di dapur


"ayo aku obati, bandel sih jadi nya kayak gini kan."ucap Eza sewot


mbok Atun membawakan kotak p3k, Eza membuka kotak tersebut kemudian mengambil Betadine lalu kain kasa dan kemudian Eza membalut tangan Nadira dengan perban.


"masih mau ngelawan?"tanya Eza


"nggak mas."jawab Nadira


"udah sana mandi dulu, luka nya jangan sampe kena air."


"terus gimana dong aku mandi nya."tanya nadira kesal


"hahaha, boleh sayang tapi jangan terlalu basah ya. senang banget bisa buat kamu marah kayak gini."jawab eza terkekeh


"tau ah, kesel tau."gerutu Nadira


kemudian Nadira pun masuk ke dalam kamar, ia segera membersihkan tubuh nya dengan hati-hati.


setelah selesai mandi Nadira memakai piyama panjang yang sama dengan Eza. kemudian ia kembali turun ke lantai bawah. eza yang melihat Nadira cemberut membuatnya tak henti-hentinya tertawa.


*****

__ADS_1


__ADS_2