PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 68. Takut


__ADS_3

"sayang kenapa?"


"aku takut mas."jawab Nadira


"takut kenapa sayang hmm?"tanya Eza khawatir


"aku takut sama teman mu itu."


Eza mengernyitkan keningnya, ia merasa bingung dengan ucapan Nadira


"emangnya Rendra kenapa sayang?"


"nggak tau mas tapi aku kurang nyaman dan aku takut."


"udah sayang nggak usah takut ya, kan ada aku sayang."ucap Eza sembari tersenyum


"iya mas."ucap Nadira


ke esokan hari nya, selepas subuh Eza ditelpon oleh Rehan kalau Tante Rita terus memanggil nya dan keadaan nya sangat lemah. mau tidak mau Eza harus ke rumah sakit, walaupun sebenarnya Eza sangat membenci Tante nya itu namun ia masih punya hati.


Eza terpaksa harus meninggalkan Nadira sementara di rumah mereka masih ada Rendra.


jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi, Nadira sudah bangun namun ia masih di kamar. namun Nadira juga nggak enak kalau dia tidak melayani tamu yang ada di rumah nya.


terlihat Rendra sedang duduk di ruang tamu.


"Maaf kamu mau minum apa?"tanya Nadira


"hallo cantik, apa aja dech."


"astaghfirullahaladzim jaga sikap anda ya."jawab Nadira


"hahaha sorry sa aku cuma bercanda aja kok serius amat."elak Rendra


Nadira pun pergi ke dapur untuk membuat kan kopi lalu ia memberikan nya pada Rendra. namun saat Nadira meletakkan kopi tiba-tiba Rendra memegang tangan Nadira, Nadira yang melihat perlakuan Rendra langsung menampar rendra.


"jangan bersikap kurang ajar ya."


"oh cantik jangan marah dong, kan aku cuma main-main saja."


Nadira pun ingin pergi dari Rendra. namun dengan cepat Rendra menarik tangan Nadira hingga ia terjatuh dengan posisi memeluk Rendra.


"ayo lah cantik, mumpung suami kamu nggak tau."ucap Rendra


Nadira langsung mendorong tubuh Rendra dan berlari ke kamar nya, sementara Rendra memutuskan untuk pergi.


di dalam kamar Nadira menangis sejadi-jadinya, ia benar-benar takut. tanpa pikir panjang Nadira langsung menelpon Eza, namun belum ada Jawaban dari Eza.


*****


di tempat lain Eza sedang berada di ruangan Tante Rita.


"za, Tante minta maaf sama kamu ya. Tante udah banyak salah sama kamu dan Nadira."

__ADS_1


"nanti kalau Tante nggak selamat tolong maafkan Tante."


"Tante nggak usah mikir yang aneh-aneh Tante harus fokus sama pengobatan Tante, nanti siang Santi akan datang kesini."ucap Eza datar


"iya za. terima kasih."


kemudian Eza mengambil ponsel di dalam saku nya. Eza terkejut melihat begitu banyak panggilan dari Nadira, Eza pun menelpon Nadira kembali.


"hallo Assalamu'alaikum sayang."


"mas pulang."jawab Nadira terisak-isak


"sayang hei kenapa? sayang."


"mas pulang lah aku takut."


"iya sayang aku pulang sekarang."jawab eza panik


"kenapa za?"tanya Rehan


"aku pulang dulu Han, Nadira tiba-tiba telpon dan dia menangis aku takut kalau terjadi apa-apa sama dia."


Eza pun langsung pergi mengambil mobil nya dan langsung menuju rumah. Eza melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Tak lama kemudian Eza pun sampai di rumah, ia langsung berlari ke kamar nya.


"sayang buka pintu nya."


Nadira dengan cepat membukakan pintu dan ia langsung memeluk Eza.


Nadira terus saja menangis di pelukan Eza. setelah cukup tenang Nadira melepaskan pelukannya.


"ada apa sayang."tanya Eza sembari menghapus air mata Nadira


"teman mu mas."


"kenapa dengan Rendra?"


"tadi waktu kamu pergi aku memberanikan diri turun ke bawah untuk membuatkan dia minuman tapi awal nya dia cuma menggoda aku dengan kata-kata tapi setelah itu saat aku ngantarkan kopi dia memegang tangan aku mas. tidak hanya itu dia juga menarik tangan aku hingga aku terjatuh dalam pelukan nya. aku minta maaf mas aku takut."ucap Nadira dengan linangan air mata nya


"kurang ajar Rendra."teriak Eza


"maafin aku mas. aku udah kotor Sekarang."teriak Nadira


"sayang ini bukan salah kamu jangan ngomong seperti ini sayang. aku akan cari laki-laki itu."ucap Eza sembari memeluk Nadira


Eza mencoba untuk menghubungi nya namun nomor Rendra sudah tidak aktif lagi.


"kurang ajar."ucap Eza geram


"sayang udah ya, maafin aku yang udah ninggalin kamu seharusnya memang aku tidak boleh meninggalkan kamu berdua dengan nya."


"tapi kenapa Rendra seperti ini."batin Eza

__ADS_1


"sayang udah sarapan?"


Nadira menggelengkan kepalanya


"sebentar ya sayang aku buatin nasi goreng dulu."


"nggak usah mas, biar aku aja yang masak."


"nggak apa-apa sayang, biar aku aja ya."


"iya udah dech mas."


Eza pun pergi ke dapur untuk membuat nasi goreng.


****


setelah selesai selesai sarapan, Eza bingung cara nya untuk berbicara dengan Nadira.


"sayang, maaf tapi ini kalau kamu mengizinkan saja. aku mau ke rumah sakit karena nanti siang aku ada pasien."


"iya nggak apa-apa mas, tapi nanti tolong antar aku ke butik ya mas."


"sayang mau ke butik?"


"iya mas."


"ya udah nanti aku antar ya, tapi nanti pulang nya tunggu aku jemput ya."


"iya mas."


selepas zhuhur Nadira dan Eza pun pergi, sebelum ke rumah sakit Eza mengantar kan Nadira terlebih dahulu ke butik baru lah ia pergi. sebenarnya Eza bukan lah ingin ke rumah sakit melainkan ia ingin mendatangi kantor Rendra.


sesampainya di kantor Rendra tanpa aba-aba Eza langsung masuk ke ruang CEO. terlihat Rendra sedang mengobrol dengan sekretaris nya. Eza tidak peduli dengan orang yang ada disana, Eza langsung memukul Rendra hingga membuat bibir Rendra berdarah.


"kurang ajar kamu Rendra."ucap Eza sembari memukul Rendra dengan membabi buta


hingga mereka di lerai oleh para karyawan lain nya.


"ingat ya Rendra sekarang kamu bukan teman ku lagi, jangan pernah untuk mengganggu kehidupan aku lagi."ancam eza


"za aku minta maaf. aku kira istri kamu sama dengan wanita yang ada di klub malam ternyata aku salah."ucap Rendra yang menyesal


satu pukulan mendarat lagi di perut Rendra


"kurang ajar kamu Rendra."teriak Eza


hati nya benar-benar terasa panas ketika mendengar Rendra menyamakan istri nya dengan wanita malam. Eza pun pergi dari tempat itu sementara Rendra sudah tak berdaya lagi.


para karyawan nya merasa takut dan jijik namun mereka masih membutuhkan pekerjaan mereka. sementara Rendra menyesal karena perbuatannya ia harus kehilangan sahabat nya.


"ngapain kalian masih disini, keluar dari ruangan saya."perintah Rendra


para karyawan pun pergi meninggalkan Rendra. Rendra mencoba untuk bangkit dan duduk di sofa.

__ADS_1


"bodoh kamu Rendra. kenapa kamu lakukan ini semua."teriak Rendra sembari menarik rambut nya.


****


__ADS_2