PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 47. Pindah Rumah


__ADS_3

ke esokan hari nya Eza pun sudah sampai di kota B, Eza dijemput mang Karyo. di perjalanan mang Karyo menceritakan semua nya pada Eza.


"apa kabar den?"


"Alhamdulillah baik mang."


"syukurlah. Aden kemarin di rumah ada masalah den?"


"masalah apa mang?"


"non Anita datang lagi ke rumah."


"astaghfirullahaladzim dia mau apa lagi."


"saya juga kurang tau den, tapi sepertinya non Anita ingin rumah itu."


sesampainya di rumah, Eza langsung masuk ke dalam terlihat Anita sedang santai sambil menonton tv.


"wow, bagus banget ya bertamu tapi orang nya nggak ada."sindir Eza


"mas kamu udah pulang, siapa yang tamu?"tanya Anita


"kamu nggak sadar Anita, ngapain kamu ke rumah saya. di kota ini kan banyak hotel ya kan kenapa harus rumah saya?"bentak Eza


"karena ini juga rumah saya mas."


"oh gitu, oke silahkan kamu ambil rumah ini dan saya akan keluar dari rumah ini."


"tapi mas."ucap Anita


namun Eza tidak menghiraukan nya. Eza pergi ke depan rumah lalu menelpon Rehan


"hallo za, kenapa?"


"Han, kamu bisa bantuin aku cari rumah nggak?"


"hah, maksud nya kamu mau pindah rumah gitu za, kenapa? jangan bilang ya kamu sama Nadira."


"apaan sih Han,nggak ada hubungannya sama Nadirab. nanti aku cerita."


"di komplek sini masih ada dua yang kosong, kamu mau nggak disini. tapi agak jauh sih dari rumah kami."


"nggak apa-apa han, aku ambil disana aja."ucap Eza tanpa pikir panjang


"oke, nanti aku kesana buat bantu beres-beres."ucap Rehan


"okay, thank you ya Han."


sambungan telepon pun terputus. Eza kembali masuk ke dalam.


"mbok, mang Karyo, kang Mahmud."panggil Eza


mereka bertiga kumpul di ruang tamu


"Sekarang kalian bereskan semua barang-barang yang ada di rumah ini kecuali yang memang sudah ada di rumah ini sebelum nya maka tinggalkan. hari ini juga kita pindah dari rumah ini."ucap Eza emosi

__ADS_1


"mas, kamu nggak usah pindah."


"cukup ya Anita, mau kamu tu apa sih?"


"aku ingin bersama kamu mas."


"hahaha, berulang kali aku bilang aku sudah menikah Anita."teriak Eza


"aku nggak apa-apa jadi yang ke dua mas."jawab Anita sembari menangis


"lucu kamu ya, kamu yang mau jadi istri kedua tapi istri aku yang nggak mau dimadu dan aku juga tidak mau poligami."jawab eza


"sudah cepat mbok beres-beres, saya akan membereskan barang-barang di kamar saya."


Anita seperti orang kehilangan arah. rencana nya hancur begitu saja.


jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, mobil truk yang akan membawa barang-barang itu sudah datang, semua barang-barang pun dimasukkan ke dalam truk. kemudian Eza pergi bersama Rehan sementara mang Karyo membawa mobil Nadira.


mereka pergi ke sebuah komplek perumahan yang ada di di dekat rumah Rehan, setelah beberapa menit mereka pun sampai di rumah itu. rumah minimalis berlantai dua terlihat begitu mewah.



"tolong ya pak barang-barang nya masukkan ke dalam."ucap Eza


setelah barang-barang di masukkan, Eza mengantar Rehan terlebih dahulu karena Rehan memang tidak membawa mobil.


tak lama kemudian Eza pun sudah kembali lagi ke rumah.


"istirahat aja dulu mbok, mang, kang besok aja beres-beres nya."


"baik den."


Eza membuka ponsel nya, ternyata sudah banyak sekali panggilan dari Nadira.


Eza hanya mengirimkan pesan pada Nadira, kalau seharian dia sibuk.


****


ke esokan hari nya Eza pergi ke pusat perlengkapan rumah, hari ini dia akan membeli kasur, sofa dan barang-barang yang lain nya. karena Eza memang membeli rumah yang benar-benar kosong.


Eza pun melajukan mobilnya, sementara mbok Atun dan lain nya mulai menyusun barang-barang. mbok Atun memang sangat tau bagaimana mendekorasi rumah Eza.


sebelum ke pusat perlengkapan, Eza mampir ke rumah sakit terlebih dahulu karena ia sudah lama cuti. sebelum pergi Eza memeriksa pasien nya dulu. setelah selesai Eza langsung melanjutkan perjalanan nya.


Eza memilih beberapa barang-barang untuk di rumah baru nya. setelah beberapa jam akhirnya Eza selesai membeli semua isi rumah nya.


pegawai dari toko tersebut membantu Eza. membutuhkan banyak waktu untuk memasang semua barang-barang tersebut tapi untunglah toko itu sudah mempunyai banyak pegawai sehingga tidak perlu khawatir lagi.


satu per satu barang-barang sudah dipasang kan di tempat nya, setelah beberapa jam akhir nya rumah itu selesai juga.


"terima kasih banyak ya pak."ucap Eza


"sama-sama bang, kalau begitu kami permisi dulu."


"Alhamdulillah ya den, akhirnya selesai juga."

__ADS_1


"iya mbok malam ini kita bisa istirahat dengan tenang."ucap Eza sembari tertawa


mereka pun tertawa bersama, karena untuk rumah sebesar itu sangat membutuhkan tenaga yang banyak.


kemudian mereka pun kembali ke kamar masing-masing. setelah bersih-bersih Eza membaringkan tubuhnya di kasur baru nya. kemudian ia menelpon Nadira.


"hallo Assalamu'alaikum sayang."


"wa'alaikumussalam, kamu kemana aja sih mas?"


"maaf ya sayang tadi aku banyak banget kerjaan, jadi belum sempat buat ngabarin kamu."


"hmm, iya mas. besok aku pulang ya."


"bener sayang? aku jemput aja ya."


"nggak usah mas, kamu jemput nya di bandara aja ya."


"ya udah dech kalau gitu, kamu hati-hati ya sayang. besok kalau udah di bandara telpon aku ya biar aku jemput."


"iya mas, kamu udah makan belum?"


"udah, bumil ku ini udah makan belum?"


"udah mas, tadi mama buatin soto."


"wah enak dong."


"tentu saja kan mama yang masak.hehe."


"ya udah istirahat ya sayang udah malam, udah sholat kan?"


"sudah mas."


"ya udah tidur ya sayang, sampai jumpa besok."


"iya mas. assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam sayang."


sambungan telepon pun terputus, Eza meletakkan ponsel nya di atas meja.


"ya Allah lindungilah selalu istri hamba, berikan lah kelancaran pada nya dalam menghadapi kehamilan ini, dan jadikan lah anak-anak kami orang-orang yang Sholeh."ucap Eza


Eza pun memejamkan mata nya tak lama kemudian Eza pun tertidur. mungkin saja karena kecapekan membuat eza cepat tidur.


sedangkan Nadira belum bisa tidur, karena ia masih melanjutkan novel nya. Nadira memang suka membaca novel apalagi romansa.


"Ra."panggil Bu Alya


"iya ma,"


"tidur dulu sana besok kan mau pulang." ucap Bu Alya


"iya ma."jawab Nadira

__ADS_1


Nadira pun meletakkan buku nya di atas meja, kemudian ia membaringkan tubuh nya tak lama kemudian Nadira pun terlelap.


*****


__ADS_2