Perfect Husband

Perfect Husband
100. Special Person


__ADS_3

"Selamat pagi bidadari, Mas.." Andra memeluk perut besarku dan menciumnya beberapa kali. Aku baru saja terbangun dari tidur nyenyakku semalam. Hari masih sedikit gelap, tapi aku tidak bisa menolak saat Andra membangunkanku dengan begitu romantis.


Kami berdua hanya terbalut selimut, Andra bersemangat mengikuti saran dokter, sebaliknya, aku juga ingin melahirkan si kembar dengan mudah. Ini membuat setiap malam kami lalui dengan sangat romantis.


"Pagi, pangeranku, mas hari ini ke kantor?" Tanyaku sembari bangkit dari tidurku. Menyandarkan tubuhku pada bantal yang kususun agak tunggi.


"Ke kantor, Sayang. Pekerjaan mas menumpuk nih, gara-gara kebanyakan cuti. Untung perusahaan sendiri, kalau kerja di tempat orang, udah di pecat, pasti." Celoteh Andra, membuat aku tersenyum. Memang akhir-akhir ini dia banyak cuti dan menemaniku di rumah karena aku sering mengeluh kesepian dan hanya ingin di temani olehnya.


"Maafkan aku, ya, mas. Gara-gara aku mas jadi banyak absen di kantor. Abisnya bawaannya pengen manja, sih,"Sahutku, Andra memelukku dari belakang. Meskipun setiap hari dia selalu seperti ini, tapi aku selalu merasakan kenyamanan saat di perlakukan seperti ini olehnya.


"Sifat manjamu ini, yang bikin mas selalu kangen. Pengen peluk kamu terus, begini."Andra meletakkan dagunya di pundakku. Hembusan nafasnya menerpa telingaku, menimbulkan rasa geli yang membuatku merinding.


"Syukurlah kalau mas, suka. Akhir minggu kita ke pantai yuk, mas. Aku pengen seharian kita main ombak, main pasir, melihat sunset," Pagi itu, aku memang mempunyai keinginan untuk pergi berdua ke pantai bersama suamiku tercinta. Sudah lama kami tidak kesana semenjak aku hamil. Aku rindu kenangan bersama ayah dan ibu. Di pantai itu, keluargaku dan keluarga Andra sering memghabiskan waktu bersama.


"Siap, tuan putri. Akhir minggu kita ke pantai, sesuai dengan keinginanmu. Mau ajak yang lain, atau kita hanya berdua saja?" Tawarnya. Sebenarnya seru jika di lakukan bersama, tapi aku inginnya hanya berdua saja dengan Andra.


"Aku mau kita pergi berdua saja, mas. Biar lebih romantis. Terima kasih, suamiku. Mas selalu berusaha memenuhi semua keinginanku," Aku merasa sangat senang karena Andra selalu memenuhi keinginanku.


"Mas, mandi dulu ya. Hari ini harus ke kantor lebih pagi, karena ada pertemuan penting dengan beberapa perusahaan yang potensial."Andra mengecup keningku sebelum beranjak turun dari ranjang dan menghilang di balik pintu kamar mandi.


Aku keluar kamar, menuruni tangga dan berjalan menuju dapur. Hari ini aku ingin memasak telur ceplok untuk sarapanku sendiri. Sebenarnya Minah telah memasak berbagai hidangan favoritku, tapi untuk hari ini aku ingin makan dengan lauk sederhana itu.


"Nyonya, perlu bantuan saya?" Minah tergopoh-gopoh melihat aku yang sedang memasak di dapur.


"Tolong, siapkan bekal untuk Andra. sepertinya dia akan sibuk hari ini," Pesanku, pada minah yang sedang memegang sapu.


"Baik, Nya. Segera saya siapkan." Minah meletakkan sapu pada tempatnya, lalu mencuci tangan dan mengeringkannya. Baru menyiapkan bekal untuk Andra.

__ADS_1


"Sayang, kamu masak apalagi sih? Ini, Minah masak banyak makanan kesukaan kamu," Tegur Andra saat melihatku menggoreng telur di dapur.


"Aku tiba-tiba pengen makan telur ceplok. Mas mau?" Aku menawarinya, tapi aku tahu, Andra tidak suka makan telur.


"Kamu kan tau sayang,aku nggak suka makan telur, masaknya yang matang, inget, kamu nggak boleh makan telur setengah matang selama masa kehamilan," Andra mengingatkanku tentang pantangan makanan apa yang boleh dan tidak boleh ku makan selama hamil.


"Siap suamiku yang siaga. Berasa aku di awasi oleh dokter kandungan, meskipun ada di rumah," Aku tertawa kecil. Memang Andra banyak tahu tentang kehamilan, apa yang ia pelajari dari artikel dan buku di manfaatkan untuk menjaga kehamilanku.


"Kamu yang tiba-tiba membuat mas berubah jadi Dokter dadakan. Ayo sini, makan bareng mas, Sayang." Andra tidak sabar menunggu untuk sarapan berdua. Aku segera mengangkat telur ceplok buatanku dari atas penggorengan dan memindahkannya ke piring.


"Sini, biar aku ambilin, mas." Aku merebut piring yang ada di tangan Andra lalu dengan cekatan mengisinya dengan berbagai lauk dan trntu saja sedikit nasi.


"Kamu juga harus makan sayur yang banyak, jangan hanya makan telur, Sayang." Protes Andra saat melihatku hanya mengambil sedikit sayur ke piring.


"Iya, masku. Aku makan sayur yang banyak. Nih, aku tambah lagi porsi sayurnya. Tahu ya, kalau aku sudah nggak ngidam, jadi kamu wajibkan makan sayur,"Aku sedikir mengomel.


"Di maafin deh, daripada kangen gara-gara musuhan sama mas. Nanti, belikan aku mi aceh yang ada di dekat kantormu itu ya, mas.." Aku memelas dengan wajah ku buat seimut mungkin.


"Tapi jangan makan satu porsi, ya, Kamu kan tahu, nggak boleh kebanyakan makan mi," Aku senang di izinkan, meskipun porsinya hanya setengah, itu sudah membuatku sedikit senang.


"Siap, mas. Aku akan patuh, asalkan boleh makan mi aceh favoritku itu," Aku tersenyum ceria, Andra menatapku dengan tatapan heran, ia tertawa sambil menggelengkan kepala karena tingkahku.


"Kamu kan selalu gitu, kalau yang kamu inginkan tercapai, pasti berubah patuh seperti anak kucing yang imut," Ledek Andra padaku. Ya memang benar, aku selalu seperti itu pada Andra. Sangat manja di saat tertentu.


"Aku mau, mas sekarang makan suapan dariku ini. Mas tahu, telur ceplok buatanku ini sangat enak, mas," Aku menyodorkan sendok berisi nasi dan telur ke arah Andra. Tidak ingin mengecewakanku, Andra mau membuka mulutnya. Dia memakan suapanku dengan santai.


"Gimana rasanya, mas?" Tanyaku penasaran dengan komentar Andra.

__ADS_1


"Rasanya seperti telur goreng," Komentar Andra justru lebih tepat seperti sebuah ledekan.


"Ih, mas nih.. nggak bisa apa nyenengin aku sedikit. Bilang enak kek, luar biasa kek, jujur amat," Protesku sambil pura-pura ngambek padanya. Andra justru tertawa.


"Sayang, di mana-mana, telur ceplok itu rasanya sama. Tidak ada yang berbeda, meskipun di beda negara," Andra terkekeh, Aku sendiri merasa senang melihat Andra yang sudah kembali ceria hari ini.


Aku merasa, telah menemukan suamiku yang biasanya. Bersikap ceria dan penuh perhatian. Senyumnya yang hilang, sekarang sudah kembali. Aku sangat bahagia.


Aku berharap ia selalu seperti ini, jangan pernah ada yang berubah. Tetap menjadi suami terbaik, yang ceria dan penuh kasih sayang. Aku akan bilang pada Si kembar kelak, bahwa ayahnya adalah yang terhebat dan tidak ada yang bisa sepertinya. Kecuali jagoan kecilku nanti sebagai penerusnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo PH lovers...


Senang akhirnya bisa sampai di episode 💯


nanti malam, kuis akan di adakan di grup readers. Terimakasih atas dukungan kalian selama ini.


Aku selalu berharap kalian support PH sampai kapanpun.


Dukung juga karya terbaruku:


My Workaholic Husband


Follow IG-ku @Ratuasmara_06


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2