Perfect Husband

Perfect Husband
Chapter 28. New Story


__ADS_3

Cerita ini hanya fiksi, banyak adegan kekerasan. Bagi pembaca di bawah umur, harap bijak dalam memilih bahan bacaan. Terima Kasih



Kegiatan berjalan seperti hari biasanya, Alaia berangkat ke kantor menggunakan mobilnya sendiri begitu pula Agam yang juga harus pergi ke kantor untuk mengurus banyak hal. Sekitar pukul 9 pagi, Alaia sudah tiba di kantor polisi untuk bertemu rekan kerjanya. Wanita itu mengalungkan id card ke lehernya, nama Alaia di divisi kriminal. Baru masuk beberapa langkah dari pintu, Alaia sudah bertemu Dion yang keluar dari ruang divisi kriminal.


“Mbak, ke TKP sekarang, kita menemukan ruang rahasia milik Pak Naufal.”


Alaia mengangguk, wanita itu pun mengikuti Dion yang akan pergi ke TKP. Natio belum datang, kemungkinan dia akan menyusul mengingat kasus ini milik Divisi Kriminal dan kebetulan yang bertanggung jawab memang Alaia dan Natio.


Lokasinya berada di pusat kota hanya saja letaknya tidak bisa dimasuki mobil, harus berhenti dan masuk beberapa gang hingga tiba di sebuah ruko yang tidak dipakai, tapi semua orang mengatakan kalau ada yang tinggal di sana bernama Naufal, berangkat malam dan pulang pagi buta.


Mobil yang dipakai Alaia berhenti di depan gang bersama mobil polisi lainnya yang memang berada di sana sejak awal. Dion mengawali langkahnya lebih dulu masuk ke dalam gang-gang kecil tersebut, banyak orang tuna wisma yang berada di sekitar sana, termasuk barang-barangnya, mereka tinggal di area sini karena polisi hampir tidak pernah ke area sini jika tidak ada masalah.


Ruko tersebut berdiri kokoh di depan Alaia, hanya satu lantai tapi seakan menyimpan banyak misteri didalamnya. Alaia melewati garis kuning polisi dan masuk kedalam, di luar dugaannya bahwa ruko tersebut ada ruangan bawah tanah. Disanalah Naufal menyimpan seluruh rahasia nya, termasuk beberapa toples berisi mata manusia, juga ada sebuah papan besar yang menghubungkan setiap orang satu sama lain, serta korban yang telah dibunuhnya.


Ada foto Agam serta fotonya dengan bulatan warna merah menggunakan spidol, “Mbak...” Panggil Dion saat melihat apa yang dilihat Alaia. “Mbak Alaia nggak papa?.”


“Nggak papa.”


“Lebih baik keluar dulu, biar disini aku yang urus.”


“Thanks.” Alaia keluar dari lokasi tersebut dan menunggu di luar, berjongkok di depan ruko bergabung dengan polisi lainnya yang berjaga di depan.


Beberapa menit kemudian Natio datang bersama rekannya juga, pria itu menghampiri Alaia “Ada masalah di dalam?.”


Alaia menggeleng, Natio mengenal Alaia sudah lama sejak mereka satu divisi, yang Natio tau reaksi Alaia adalah reaksi ketika wanita itu banyak pikiran. Mengingat bagaimana sifat suaminya, Natio tidak yakin jika itu masalah keluarga.

__ADS_1


Hingga dia tau setelah masuk kedalam, menemukan foto Alaia yang kemungkinan menjadi korban Naufal selanjutnya. Natio keluar kembali dan menghampiri Alaia “Lebih baik kamu pulang, biarkan kasus ini aku yang menangani.”


“Tidak apa-apa, aku baik-baik saja, hanya membutuhkan sedikit berpikir.” Alaia mencoba baik-baik saja walaupun tangannya bergetar, kejadian kedua orang tuanya yang tewas saat Alaia kecil, menjadi sebuah trauma yang sangat besar bagi Alaia, dia selalu berpikir bisa mati kapan saja dan Alaia tidak siap untuk kematian.


“Kalau begitu, kamu ikut denganku.” Natio mengajak Alaia kembali ke kantor, Alaia butuh penjelasan dari Naufal, satu hal yang harus di ketahui, bahwa Alaia bisa membuka mulut Naufal secara jujur setelah melihat papan tersebut.


Ruangan dengan pencahayaan lumayan namun seluruh temboknya berwarna hitam membuat seseorang di dalamnya merasa sangat frustasi. Alaia dan Natio masuk kedalam dan duduk di depannya dengan nyaman, wajah Alaia datar, dia memperhatikan pria yang ada di depannya dengan seksama.


“Bisa jelaskan ini semua?.” Natio mengeluarkan gambar yang dia ambil dari ruang rahasia milik Naufal.


“Kalian menemukanku hahaha.” Pandangan Naufal tertuju pada Alaia “Harusnya sejak awal aku membunuhmu? Memperkosa mu terlebih dahulu, bagaimana?.”


Alaia menggenggam tangannya erat, mungkin dia akan baik-baik saja jika Naufal hanya mengatakan membunuhnya, tapi saat pria itu mengatakan hal yang melecehkan martabatnya, Alaia sama sekali tidak bisa menahan amarahnya, wanita itu mendorong kursinya ke belakang dan berdiri, tangannya melayang menonjok wajah Naufal. Buugg!! Pria itu terjatuh di lantai, bukannya kesakitan karena darah yang keluar dari hidungnya, dia malah tertawa sangat keras.


Natio menahan Alaia dan menyuruhnya kembali duduk, setelah itu membantu Naufal untuk kembali duduk di kursinya “Kami adalah detektif kepolisian, jangan sampai kami menambahkan pasal pelecehan seksual terhadap aparat juga.” Ucap Natio tegas.



Flashback


Siang itu Alaia ada janji bertemu dengan seseorang yang akan memberikan kesaksian mengenai Naufal, pelaku kasus pembunuhan yang tengah diselidiki oleh polisi. Sebuah telepon membawanya bertemu seorang wanita yang akan dijumpai pertama kali, kemungkin Alaia juga akan mengetahui mengenai Agam juga.


Es americano di atas meja, serta buku catatan kecil yang selalu Alaia bawa kemana-mana, tidak membutuhkan waktu lama, seorang wanita berpakaian rapi menghampirinya dan duduk di depannya.


“Mau pesan terlebih dahulu?.”


“Boleh.”

__ADS_1


Alaia melambaikan tangannya pada pelayan, membawa pelayan menghampirinya.


“Latte hot.”


Setelah memesan minuman, mereka berdua saling bertatapan, Alaia tersenyum.


“Saya tahu mengenai anda melalui artikel Agam.”


“Anda mengenal suami saya juga?.”


Wanita itu mengangguk “Saya Bitna, kami dulu satu sekolah, Agam dan Naufal.”


Alaia tersenyum, untuk pertama kalinya Agam berbohong padanya, Agam mengatakan kalau dia sama sekali tidak mengenal seorang Naufal.


“Bagaimana anda bisa bersaksi mengenai Naufal.”


“Saya saat kecil tinggal bersebelahan dengan Naufal, walaupun kami tidak berteman dekat tapi saya mengetahui masa lalu keluarganya. Ibunya sering membawa pulang selingkuhannya, semuanya bukan salah Naufal atau siapapun, tapi lingkungan membuatnya sangat membenci wanita apalagi saat pada akhirnya kedua orang tua nya bercerai, ibunya pergi.”


“Sekarang saya mengerti.”


“Rumor banyak mengatakan kalau Naufal menyukai Agam, tapi saya tidak percaya hingga satu hari saya melihat mereka berdua di belakang sekolah, Naufal mengungkapkan perasaannya pada Agam. Tapi tidak berjalan sesuai yang Naufal  harapkan, namamu-.” Bitna menghentikan kalimatnya dan melihat ke arah Alaia intens.


Alaia semakin penasaran dengan kalimat Bitna, dia banyak mengetahui hal yang tidak pernah dia dengarkan sebelumnya. Fakta bahwa Agam lebih mengenalnya ketimbang dirinya mengenal Agam, “Namamu disebut oleh Naufal, Agam menyukaimu sejak saat itu. Naufal sedikit marah dan hubungan mereka berantakan, saya tidak tahu bagaimana awalnya Naufal bisa sekeji itu terhadap para wanita karena setelah lulus sekolah, saya pindah ke luar kota.”


“Ada yang anda ketahui lagi soal Naufal?.”


“Hanya itu yang saya tau, saya menghubungi anda karena saya pikir masa lalu Naufal adalah awal semuanya bisa terjadi. saya harap Naufal bisa mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuat dan tidak ada lagi korban.”

__ADS_1


__ADS_2