
Cerita ini hanya fiksi, banyak adegan kekerasan. Bagi pembaca di bawah umur, harap bijak dalam memilih bahan bacaan. Terima Kasih
Mobil yang membawa Agam dan Alaia sampai di area parkiran pantai, mereka berdua berjalan beriringan menuju ke pantai. Baru saja sampai di area pantai, mereka sudah bertemu dengan beberapa karyawan A Group yang memang berada di resort dekat pantai tersebut, lokasi yang akan mereka gunakan sebagai pesta nanti malam.
Liana menghampiri Agam dan Alaia sambil membawa tab yang biasa dia bawa kemana-mana untuk mengatur jadwal atasannya.
“Selamat siang Pak Agam, Bu Alaia.” Sapa Liana dengan sangat sopan.
“Siang Li.”
“Gimana persiapannya?.”
“Semuanya sudah sesuai pak, beberapa hal penting sudah saya kirimkan ke surel pak Agam. Untuk resto yang bapak inginkan, sudah saya reservasi kan.”
“Terimakasih.”
Agam mengajak Alaia menuju ke resto yang Liana pesan untuk mereka berdua, terkadang Liana sangat iri melihat atasannya yang sangat harmonis, walaupun belum memiliki anak, tapi mereka berdua hidup sangat nyaman seperti dulu saat masih pacaran, Agam melakukan apapun untuk istrinya bahkan membatalkan banyak rapat penting hanya untuk menemui istrinya.
Sampai di restoran yang dimaksud, Agam dan Alaia langsung diarahkan ke salah satu meja kosong. Mereka berdua memesan beberapa menu makan siang disana, sayangnya Alaia tidak bisa makan makanan laut sehingga dia hanya memilih daging dan ayam saja sisanya makanan sehat seperti sayuran.
Sebenarnya Alaia ingin sekali makan makanan laut mengingat mereka sudah berada di dekat pantai, tapi itupun kalau Alaia siap sakit karena terkena alergi. Agam yang mengetahui perasaan Alaia, memutuskan memesan makanan yang sama dengan yang dimakan Alaia, daging.
“Mas, kan ada seafood, kenapa nggak pesan seafood aja mumpung di pantai.”
“Aku ingin makan daging.” Jawab Agam, sesungguhnya dia hanya ingin Alaia tidak sedih karena tidak bisa makan makanan laut.
“Gara-gara aku ya?.”
“Apa sih sayang, enggak. Aku memang ingin makan daging, lagipula kalau aku mau seafood bisa makan kapan aja.”
Alaia hanya mengangguk walaupun dia sadar kalau Agam memesan daging bukan karena ingin daging, melainkan karenanya yang tidak bisa makan seafood.
Membahas mengenai hal lain, di restoran tersebut bukan hanya ada Agam dan Alaia melainkan juga ada Cassandra yang tengah menghabiskan makan siangnya dengan manajer. Sebenarnya Cassandra yang lebih awal datang, dia sendiri tidak menyangka kalau akan bertemu dengan Agam dan Alaia.
“Masih mau ngejar pak Agam?.” Pertanyaan yang keluar dari mulut Chika membuat pandangan Cassandra menjadi sangat kesal.
__ADS_1
“Lagian apa bagusnya dia sih sampai Agam suka banget sama dia.”
“Cantik, Baik, Berkelas, Jangan lupakan kalau dia salah satu anggota detektif kejahatan di kepolisian, mungkin karena dia lebih keren.”
“Kok kamu jadi muji dia sih, kamu mau aku pecat?.”
“Maaf, habisnya aku ngomong jujur San.”
“Mending kamu cari cara biar aku bisa deketin Agam.”
“Pesta nanti malam, kamu kan diundang buat ngisi acara.” Chika mendekatkan kepalanya kearah Cassandra untuk membisikkan sesuatu, mendengar hal tersebut Cassandra tersenyum menyetujui apa yang Chika katakan padanya.
“Oke ide yang bagus.”
Sore menjelang malam saat matahari mulai terlelap bergantikan malam, Alaia dan Agam duduk berdua di pinggir pantai ditemani beberapa minuman dan makanan ringan. Keduanya menikmati waktu berdua sambil melihat pemandangan langit yang menguning.
Sebelum pesta datang, masih ada banyak waktu untuk di habiskan berdua, karena nanti malam Agam akan lebih sibuk walaupun masih bisa menemani Alaia.
“Nggak masalah sayang, apapun yang kamu pakai selalu bagus, tapi masalah dress sudah aku siapkan sekalian.”
“Kapan? Aku belum memilih.”
“Nanti kamu memilih.”
“Sudah jam segini mas, harus segera pilih.” Alaia ingin beranjak dari duduknya namun tangan Agam menarik wanita itu hingga jatuh kedalam pangkuannya.
Keduanya terdiam, Agam mendekatkan wajahnya ke arah Alaia, mata pria itu meremang terhipnotis oleh kecantikan Alaia. Keduanya seakan di butakan oleh keadaan saat bibir mereka saling bertemu, ciuman yang berlangsung cukup lama dan berakhir karena memerlukan oksigen satu sama lain. Masih dalam posisi yang sama, hidung mancung mereka saling menyapa, matanya bertatapan cukup lama. Agam membawa Alaia kedalam pelukannya yang hangat.
“Aku sangat mencintaimu Alaia.” Kalimat singkat yang tulus itu selalu memiliki reaksi yang sama untuk Alaia, dia bahagia dan sangat bahagia berada di samping Agam, mengenal Agam bahkan Alaia tidak pernah berpikir untuk membenci Agam walaupun Agam berbuat kesalahan besar.
Baru ingin bermesraan, Liana datang. Walaupun wanita itu berniat pergi karena melihat atasannya yang tengah berduaan dengan istrinya, namun Alaia lebih dahulu melihatnya sehingga Alaia turun dari pangkuan Agam dan menyuruh Alaia untuk tetap tinggal dan mengatakan apa yang ingin dia katakan pada Agam.
“Maaf Bu Alaia, Pak Agam.”
__ADS_1
“Tidak apa-apa.” Jawab Alaia sangat ramah, berbeda dengan Agam yang sudah mengumpat dalam hati karena kegiatannya di ganggu.
“Ada apa?.” Tanya Agam ketus.
“Ada Pak Kelvin.”
“Dimana?.”
“Lobi resort pak.”
“Oke saya kesana, kamu temani Alaia untuk memilih dress nya yang waktu itu.”
“Baik pak.”
Agam melihat kearah Alaia sebentar “Kamu sama Liana ya sayang...”
“Iya mas, nggak papa kok.” Alaia tersenyum melihat Agam pergi menuju ke resort meninggalkan Alaia bersama Liana untuk pergi memilih dress.
Benar, di lobi sudah ada Kelvin yang menunggunya, entah apa yang dilakukan pria itu disini untuk menemui Agam. Mereka tidak memiliki hubungan baik setelah Agam menikah dengan Alaia, bukan Alaia penyebabnya melainkan memang sudah lama dia bersaing hanya saja semakin memburuk.
“Aku dengar kamu sedang mengadakan liburan dengan para karyawan utama A Group.” Kalimat panjang menyapa Agam.
“Apa kamu berniat mengganggu disini?.”
“Tentu saja tidak, aku kebetulan ada di Bali, bukannya wajar jika aku menemui sepupuku sendiri. Aku dengar kamu juga membawa istrimu.”
Agam menarik kerah kemeja yang dipakai Kelvin, “Santai saja kak, banyak yang melihat.” Ucap Kelvin yang membuat Agam melepaskan kerah kemeja Kelvin.
Sampai disini sudah jelas kalau Kelvin menaruh hati pada istri Agam, bahkan sejak Agam membawanya pada keluarga, Kelvin menyukai Alaia sejak saat itu, mungkin jika Kelvin lebih dahulu bertemu dengan Alaia, kemungkinan bukan Agam yang membawa Alaia, melainkan Kelvin lah yang membawa Alaia ke keluarga sebagai pasangannya.
“Katakan apa yang kamu inginkan dan pergilah, aku sibuk.”
“Tidak baik menyuruh sepupumu pergi setelah dia sampai di acaramu, apa kata media jika mereka tahu kalau kamu mengusir ku. Lagipula aku ingin menemui artis mu hari ini, jadi jangan menyuruhku pergi sebelum aku bertemu dengannya.”
“Terserah, jangan buat masalah dan jangan dekati istriku.”
__ADS_1
“Hahaha kamu takut dia akan terpikat olehku kali ini?.”
“Apa aku terlihat sangat takut dia akan memilihmu? Aku bahkan lebih takut jika dia tidak nyaman karena berada didekatmu.”