Perfect Husband

Perfect Husband
Chapter 27. Selena


__ADS_3

Cerita ini hanya fiksi, banyak adegan kekerasan. Bagi pembaca di bawah umur, harap bijak dalam memilih bahan bacaan. Terima Kasih




Di dalam keluarga kalangan atas, ada yang namanya mempertahankan kedudukan dan kekayaan, maka dari itu banyak orang berlomba untuk memperluas kekuasaan dengan menyatukan dua keluarga melalui sebuah perjodohan anaka-anak. Sama hal nya dengan keluarga Cakrawala dan Baskara, dua keluarga yang memiliki hubungan sangat baik perihal bisnis, sudah ditetapkan sejak awal bahwa cucu dari masing-masing keluarga tersebut akan menyatukan keluarga melalui pernikahan.


Dari anak pertama, hingga anak kedua keluarga Baskara telah gagal menyatukan keluarga Baskara dengan Cakrawala. Hingga anak terakhir mereka menjadi satu-satunya harapan terakhir, saham 30% Exs Group menjadi milik wanita berumur 25 tahun itu juga dia menyetujui perjodohan dengan keluarga Cakrawala.


Selena Amara Baskara, atau yang kerap disapa dengan nama Selena, terlahir buta. Bukan, matanya baik-baik saja, dia tidak terlahir buta, hanya saja dia memang sempat buta karena sebuah kecelakaan mobil, kekayaan yang keluarganya miliki tidak mungkin tidak bisa mengobati matanya, 3 tahun lamanya dia sama sekali tidak bisa melihat. Tahun berikutnya Selena pergi ke luar negeri untuk operasi mata nya, baru setelah 3 tahun dia kembali lagi ke Indonesia, matanya baik-baik saja, dia bisa melihat dengan jelas.


Hanya saja, keadaan tidak mengijinkannya mengatakan pada siapapun bahwa matanya telah sembuh, sejak dia buta, banyak yang Selena ketahui dari orang terdekatnya yang berkhianat hingga perebutan kekuasaan kakak-kakaknya. Sehingga tuan Baskara sendiri hanya berharap pada putrinya bisa melindungi Exs Group dengan menjalin hubungan dengan Cakrawala.


“Kamu baik-baik saja Sel?.”


Selena berada di depan meja riasnya, berpenampilan sangat rapi mengenakan dress cantik dan make up tipis. Hanya ada Selena dan ibunya setelah make up artist keluar dari ruangan tersebut.


“Selena baik-baik aja ma.”


“Kemungkinan calon kamu tidak akan bersikap baik padamu karena keadaanmu.”


“Semua orang pasti tidak akan mau dengan wanita buta, mau seberapa kaya wanita itu, mereka tidak akan pernah mencintai Selena apa adanya.” Selena tersenyum sambil melihat ibunya dengan pandangan teduh.


“Maafin mama dan papa.”


“Mama dan papa sangat berjasa dalam hidup Selena, ini semua demi Exs Group.”


“Seharusnya kamu menikah dengan Agam, sayangnya Agam sudah menikah.”


“Mas Agam?.”


“Kamu dulu sering main dengan Agam dan Kelvin sewaktu kecil, apa kamu lupa?.”

__ADS_1


“Aku ingat, dia sangat baik.”


Selena mengingat masa lalu yang sangat dia ingat, sayangnya dia tidak tau wajah Agam sewaktu kecil bagaimana, walaupun sekarang dia sangat tau karena sering melihat majalah bisnis. Kala itu Selena masih dalam keadaan buta, hanya Agam yang membantunya.


“Sayangnya dia sehebat itu.” Ucap Selena sambil tersenyum mengingat wajah tampan Agam dari majalah bisnis.


Mobil yang akan membawa Selena sudah tiba, saham sebesar 30% itu adalah saham terbesar di Exs Group. Semua kakak-kakaknya juga tau perihal tersebut, hanya saja mereka tidak bisa mengatakan apapun, karena itu menjadi pilihan mereka yang telah memutuskan menikahi orang lain tanpa persetujuan dari keluarga terlebih dahulu.


“Bagaimana perasaanmu?.” Tanya Silvia, anak pertama dari keluarga Baskara.


“Gugup, aku akan bertemu calon suami ku kak.”


“Hahaha jangan bermuka dua, aku tau kamu hanya menginginkan saham papa kan.”


“Baguslah kalau kakak tau, aku memang menginginkan saham papa, tapi bukan untuk menjualnya kembali atau tidak bisa mengurusnya dengan baik. Aku hanya menyelamatkan 30% itu dari keserakahan kalian.”


“Sialan! Aku bisa melakukan apapun padamu, BUTA! Apa yang bisa kamu lakukan, bahkan saat aku menodongkan pisau di depan wajahmu, kamu tidak akan pernah tau.”


“Benarkah? Aku tidak takut.”




Sampai di tempat acara pernikahan, Selena bersama kedua orang tuanya menyapa keluarga calon tunangannya. Dari kepala keluarga, yaitu tuan Cakrawala dan istrinya, kemudian kedua orang tua Kelvin. Selena tersenyum, bukan karena agar terlihat baik di mata mereka semua, tapi karena Kelvin. Setelah sekian lama, dia akhirnya bisa melihat sosok Kelvin. Selena tidak menyangka kalau Kelvin se-keren itu, tidak beda jauh dengan Agam. Hanya saja sikap Kelvin tidak terlalu baik padanya.


Menit berikutnya, Selena melihat Agam yang berjalan dengan seorang wanita cantik dan elegan di sebelahnya. Selena pernah melihat wanita itu sebelumnya, tapi dia lupa dimana. Agam memang sangat perfect, tapi dia sudah sangat cocok dengan wanita di sampingnya, Agam juga nampak sangat mencintainya, terlihat dari pandangan Agam yang tulus.


“Terimakasih sudah menerimaku dengan baik.” Ucap Selena mengusir kesunyian antara dia dan Kelvin setelah acara pertukaran cincin selesai.


“Aku harap kamu bisa memposisikan dirimu dengan baik dan jangan menyusahkanku.” Ucapan Kelvin sangat dingin, walaupun begitu Selena cukup tau diri.


Perbincangan yang hanya mereka berdua dengarkan, Kelvin tidak sejahat itu mempermalukan Selena di depan banyak orang hanya karena tidak menyukai perjodohan ini. Tapi satu hal yang Selena tau dari pandangan Kelvin, pria itu sepertinya menyukai wanita lain, dan dia adalah wanita yang bersama Agam. Semua pasti sadar jika memperhatikan Kelvin, ada rasa yang gagal di ungkapkan pada wanita itu.

__ADS_1


“Aku tau, aku bersyukur karena kamu akhirnya menerima pertunangan ini walaupun hasil perjodohan, aku akan berada di posisiku dengan baik dan tidak akan merepotkanmu.”


“Baguslah.”


Cukup lama mereka berdua duduk bersama, Agam dan Steve, kakak iparnya menghampiri mereka.


“Selamat atas pertunangan kalian.” Ucap Agam mengulas senyuman.


“Kamu senang karena tidak ada orang yang akan mengganggumu kembali?.”


“Hubungan kita tidak baik-baik saja karena kamu hanya ingin mencari masalah, Selena orang yang baik, jangan menyakitinya.” Ucap Agam menasehati Kelvin.


“Jangan bercanda, semua dimulai karena keegoisanmu kan? Karena kelakuan mu, karena semua kejahatan yang kamu lakukan.”


Agam menepuk pundak Kelvin dan mendekatkan kepalanya pada Kelvin, pandangannya berubah dingin “Aku harap kamu bisa menjaga mulutmu, atau aku akan merobeknya dengan tanganku sendiri.” Setelah itu Agam sedikit menjauhkan kepalanya dan kembali tersenyum pada Kelvin.


Agam dan Steve meninggalkan Kelvin yang menampakkan wajah bencinya pada Agam, sedangkan Agam dan Steve kembali ke meja nya bergabung dengan istri mereka masing-masing.


Selena yang berada di sebelah Kelvin, sangat jelas melihat pandangan Agam yang dingin dan menusuk. Berbeda dari Agam yang diketahui, melalui media ataupun raut wajah sebelumnya. Selena hanya tau hubungan mereka tidak baik-baik saja, cukup disana, tapi ada rahasia Agam yang Kelvin ketahui.


“Aku ingat kalau mas Agam pernah main sama kita dulu.” Kalimat yang keluar dari bibir Selena membuat Kelvin menoleh.


“Kapan? Kapan kamu bertemu dengannya.”


“Saat kita masih kecil, gadis buta itu aku.”


Kelvin mengingat-ingat kembali kejadian masa kecilnya, dia tidak begitu ingat dengan gadis buta tapi dia rasa memang dia memiliki teman buta yang dekat dengan Agam.


“Kamu juga tau bagaimana Agam?.”


“Dia baik, sangat perhatian layaknya seorang kakak.”


“Hahaha.”

__ADS_1


Sekarang Selena bisa tau kalau ada yang aneh dari hubungan Kelvin dan Agam, Kelvin seakan tidak percaya kalau Agam sebaik yang semua orang katakan.


__ADS_2