
Cerita ini hanya fiksi, banyak adegan kekerasan. Bagi pembaca di bawah umur, harap bijak dalam memilih bahan bacaan. Terima Kasih
Kejadian itu terlewat begitu saja bagaikan angin, tidak memiliki bekas yang nyata. Alaia kembali seperti dulu, menganggap Agam seperti rumah sekaligus orang paling berharga dalam hidupnya. Tuhan memberikan kesempatan bagi hambanya yang melakukan kesalahan dan itulah yang membuat Alaia juga memberikan kesempatan untuk suaminya memperbaiki pola pikirnya mengenai kebahagiaan Alaia, bagaimana melindungi Alaia yang sebenarnya. Ada nyawa yang harus melayang, Alaia menyesali itu, tapi semuanya telah berlalu, nyawa tidak akan pernah bisa dikembalikan walaupun Agam mempertanggung jawabkan kesalahannya, tapi pernikahan mereka, kehidupan sosial, serta semua karyawan yang bergantung pada perusahaan Agam akan dipertaruhkan kehidupannya di masa depan.
Tiga bulan berlalu, Alaia melakukan pekerjaannya sehari-hari begitu pula Agam, tidak ada yang berubah dari sikap Agam, hanya Alaia yang berubah, Alaia tidak banyak bicara mengenai hal-hal yang dia alami. Tidak banyak memberikan reaksi sedih juga lebih sering melamun, mood nya memburuk hanya saat datang bulan, sisanya datar.
Hari ini tepat acara yang paling dinantikan oleh keluarga Cakrawala yaitu pernikahan Kelvin selaku keluarga Cakrawala dan juga putri bungsu keluarga Baskara. Pertunangan mereka berdua sudah terhitung jalan 4 bulan, tidak ada masalah apapun, lebih tepatnya Selena yang tidak pernah mempermasalahkan apapun tentang Kelvin mengingat pria itu bersamanya karena perjodohan antar keluarga. Hubungan di luar hubungan mereka, tentu saja Selena sangat tau betul kalau Kelvin bukan orang baik seperti Agam yang stay dengan satu perempuan yang di cintai, bukan kali pertama juga Selena tau Kelvin berhubungan badan dengan wanita lain di depannya yang dianggap buta.
Dress yang sangat cantik melekat di tubuh Selena, ruang khusus pengantin wanita di gunakan untuk Selena bertemu orang-orang yang ingin menemuinya sebelum upacara pernikahan dilangsungkan. Pintu terbuka, disanalah Alaia masuk dengan membawakan bunga untuk Selena. Mereka berteman baik, lebih tepatnya Alaia yang menganggap Selena teman baik.
“Hai... Bagaimana perasaanmu?.”
“Alaia.”
“Selamat atas pernikahan kalian berdua.” Alaia memberikan bunga yang dibawanya pada Selena.
“Terimakasih banyak.” Selena tersenyum bahagia. “Aku sangat gugup, aku juga takut, tiba-tiba aku ragu dengan pernikahan ini.”
Alaia menyentuh tangan Selena lembut “Perasaan itu pasti ada, kamu harus percaya kalau kamu akan bahagia dengan Kelvin, aku yakin dia orang yang baik.”
“Aku tidak yakin.”
“Jangan mengatakan seperti itu, setiap orang pasti berubah.”
“Aku harap begitu.”
Beberapa menit kemudian acara pernikahan pun dilangsungkan dengan sangat sakral, Alaia duduk di samping suaminya yang terus menggenggam tangannya lembut. Agam memang tidak berubah sama sekali, Alaia bersyukur tentang itu, memiliki Agam adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padanya.
__ADS_1
“Rasanya seperti kembali saat-saat pernikahan kita.” Ucapan Agam membuat Alaia menoleh kearah pria itu “Aku bahagia, hingga aku menangis melihatmu berjalan menghampiriku, rasanya waktu lebih lama dari biasanya, kamu sangat cantik hingga membuatku terharu dan tidak percaya pada hari itu.” Pandangan Agam tertuju ke depan, terlihat sangat tulus mengatakan perasaannya pada Alaia.
Agam mengalihkan pandangannya dari depan menuju ke samping, memandang Alaia lembut “Aku ingin memperbaiki kesalahanku padamu selama ini, aku ingin kita kembali seperti dulu.”
“Mas...”
“Aku minta maaf atas semua yang pernah aku lakukan.”
“Aku yang seharusnya meminta maaf, aku bahkan tidak pernah tau bagaimana keadaanmu yang sebenarnya. Aku merasa tidak layak menjadi istrimu, aku hanya menikmati perhatianmu tanpa melakukan hal yang sama padamu.”
Agam menggenggam erat tangan istrinya “Tidak ada yang lebih pantas bersamaku selain kamu.”
Agam berjalan menuju ke gedung perusahaannya, beberapa karyawan menyapanya dengan sangat sopan seperti biasa. Agam sampai di lantai tempat ruangannya berada, Farah terlihat menunduk dengan tidak nyaman.
“Itu pak, ada pak Nalendra di dalam.”
Agam hanya mengangguk dan membuka pintu ruangannya, terlihat tuan Nalendra, ayahnya yang duduk dengan santai di kursi kebesaran milik Agam. “Apa yang membawa Ayah datang kemari pagi ini?.”
“Kamu memutuskan untuk mengundurkan diri dari bagian lelang proyek kota?.”
“Itu...” Agam duduk di sofa dengan santai sambil berpikir, kemudian melihat ayahnya “Aku pikir perusahaan Ayah seharusnya mendapatkan proyek besar itu. Tempatku tidak mempengaruhi pandangan kakek, tapi tempat ayah bisa mempengaruhi kepercayaannya.” Jelas Agam yang membuat Tuan Nalendra tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh putra bungsunya.
Terakhir kali, Agam berambisi untuk memenangkan hati kakek dengan mendirikan perusahaannya sendiri dan membuatnya sangat besar hingga sekarang. Tapi Agam sekarang lebih bisa mengambil keputusan dengan baik.
“Ayah tahu kamu mampu, tidak seharusnya kamu melakukan itu.”
“Ada prioritas lain yang ingin aku lakukan, proyek itu milik Ayah, jadi lebih baik Ayah berusaha mendapatkannya, agar aku tidak sia-sia melepaskan kesempatan itu untuk Ayah.”
__ADS_1
“Baiklah, Ayah hanya ingin memastikan alasanmu. Mendengar kamu mengatakan itu membuat Ayah lebih baik.”
“Ayah bisa berkunjung kapan saja kesini. Tidak perlu menunggu ada alasan untuk seorang orang tua mendatangi anaknya.”
Tuan Nalendra beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Agam, pria paruh baya itu duduk di depan Agam “Bagaimana rumah tanggamu? Semua baik-baik saja?.”
“Selalu baik, Alaia juga kadang sibuk kalau ada banyak kasus.”
“Masalah anak?.”
“Aku belum ingin memiliki, aku harap tidak ada yang membahas masalah ini didepan Alaia. Dia banyak pikiran, bukan dia yang bermasalah yah, juga bukan aku. Ini keputusanku yang belum ingin memiliki anak.”
“Ayah tau, tapi semakin kamu tua, kamu membutuhkan seorang anak, lagipula umur Alaia juga semakin bertambah, masa kehamilan akan lebih beresiko saat dia mulai berumur.”
“Aku tau, aku berniat tidak memiliki anak.”
“Kenapa? Masih alasan yang sama?.”
Agam mengangguk.
“Kamu terlalu mencintainya, dia bukan milikmu sepenuhnya, dia milik Tuhan. Kalian juga tidak mungkin mati bersama, bisa saja kamu atau Alaia yang lebih dahulu berpulang, walaupun Ayah selalu ingin yang terbaik untuk kalian.”
“Aku tau, aku sudah berjanji akan selalu bersamanya termasuk kematian, aku hanya ingin dengannya dalam keadaan apapun.”
Tuan Nalendra menyentuh pundak putranya “Kamu jauh lebih baik ketimbang ayah dulu.”
“Hahaha...”
Sebuah rahasia umum kalau tuan Nalendra mudanya sangat playboy, menikah dengan Sarah bukan juga keinginannya, perjodohan mengingat dia putra pertama keluarga Cakrawala. Satu tahun pernikahan pun belum dikaruniai anak, hingga di tahun kedua, bisa disebut kesalahan saat tuan Nalendra pulang dalam keadaan mabuk dan akhirnya Sarah mengandung Lana, putri pertama mereka. Kebahagiaan yang tidak pernah tuan Nalendra bayangkan saat hadirnya Lana dalam perut Sarah, semakin hari rasa cinta itu tumbuh dan membesar hingga sekarang. Melihat Agam yang tumbuh dengan kasih sayang yang begitu besar, serta kesetiaan yang tiada banding membuat tuan Nalendra merasa malu atas dirinya sendiri di masa lalu.
__ADS_1