
Cerita ini hanya fiksi, banyak adegan kekerasan. Bagi pembaca di bawah umur, harap bijak dalam memilih bahan bacaan. Terima Kasih
Bukan sebuah acara yang sangat ditunggu, tapi ini adalah acara besar yang melambangkan kekuasaan keluarga Cakrawala, dimana cucu laki-laki kedua dari keluarga Cakrawala akhirnya memutuskan untuk menerima pertunangan dan hubungan dengan putri bungsu keluarga Baskara dari Exs Group.
Acara besar yang dihadiri dari kalangan keluarga besar dan rekan bisnis, banyak orang bertemu satu sama lain bukan karena mengucapkan selamat melainkan membuka batu loncatan untuk bisnis masing-masing.
Mobil-mobil mewah berdatangan mengantarkan para pemiliknya masing-masing, termasuk Alaia dan Agam yang datang cukup belakangan diantara yang lain, mereka masih ada urusan pribadi di rumah, urusan suami istri yang tidak perlu dijelaskan panjang kali lebar. Wanita itu sangat elegan dengan dress yang melekat di tubuh rampingnya, bersanding dengan pria yang memeluk pinggangnya dengan satu tangan kanan. Sesekali mereka saling melihat dan tersenyum, kamera saling berebut untuk mengambil gambar, seorang Agam Presiden Direktur sekaligus pendiri A Group yang bersanding serasi dengan istrinya.
Hall yang sangat besar berisi banyak orang saling berbincang, pengalaman sebelumnya, mau kemanapun Agam melangkah, dia selalu menggandeng Alaia di sebelahnya, dia tidak ingin Alaia bertemu dengan siapapun termasuk Kelvin yang Agam tau masih berusaha mendapatkan Alaia, istrinya.
Acara di mulai, untuk pertama kalinya wanita itu menampakkan wajahnya di depan umum. Wanita cantik dengan pakaian yang sangat indah, tokoh utama dalam acara ini, Selena Amara Baskara, putri bungsu keluarga baskara yang akan bertunangan dengan Kelvin. Nama Selena dikenal sangat dermawan dan kelas atas, dia selalu mengikuti acara sosial kalangan atas, dia juga menjadi donatur tetap sebuah yayasan serta panti asuhan di beberapa kota.
Bukan sebuah kekurangan untuk bisa dilihat jika dia mengenakan tongkat untuk membantunya mengarahkan jalan, Selena mengalami kebutaan sejak kecil, kabar beredar dia memang sudah buta sejak lahir, tapi ada juga yang mengatakan bahwa apa yang dialami Selena itu berasal dari kecelakaan yang dialami dulu.
Tapi kekurangan itu menjadi sebuah perbincangan semua orang, terlihat dari mereka yang saling berbisik mengenai kekurangan Selena. Alaia meneguk ludahnya kasar, entah kenapa kejadian ini hampir sama dengan kejadian yang dialami saat pernikahannya dengan Agam, sebuah pernikahan formalitas yang Agam katakan hanyalah pernikahan yang membuat Alaia terjatuh di lubang terdalam. Namun Alaia bersyukur karena itu Agam, orang yang sangat mencintainya, Agam memberikan sebuah waktu untuk membawanya ke pernikahan impiannya, hanya mereka berdua dan orang-orang yang menerima hubungan mereka dengan baik, teman sekaligus keluarga untuk Alaia.
Pembawa acara membuka acara ini, memperkenalkan kedua tokoh utama dan tujuan acara ini dibuat. Terlihat wajah dari keluarga Kelvin yang sama sekali tidak senang, berbeda dengan keluarga Baskara yang nampak bahagia melihat putri bungsunya menemukan orang yang dinantikan sejak lama.
__ADS_1
Selena menyematkan cincin pertunangannya di jari manis Kelvin, begitu pula sebaliknya. Selena memang tidak bisa melihat, tapi dia bisa meraba tangan Kelvin dengan baik. Tepuk tangan meriah mengiringi penyematan cincin tersebut, masih pertunangan yang akan menjadi awal dari perjalanan menuju ke pernikahan nantinya.
“Terimakasih sudah menerimaku dengan baik.” Kalimat lembut keluar dari bibir Selena untuk pertama kali membuat Kelvin menoleh ke arah wanita itu yang memandang ke depan, tidak melihatnya, memang buta, apa yang bisa di lihat.
“Aku harap kamu bisa memposisikan dirimu dengan baik dan jangan menyusahkanku.”
Perbincangan yang hanya mereka berdua dengarkan.
“Aku tau, aku bersyukur karena kamu akhirnya menerima pertunangan ini walaupun hasil perjodohan, aku akan berada di posisiku dengan baik dan tidak akan merepotkanmu.”
“Baguslah.” Pandangan Kelvin tertuju pada Alaia yang bersanding dengan Agam, dia sangat tidak suka, apalagi setelah melihat Selena, dia menjadi sangat tidak suka, Agam mendapatkan wanita yang sangat cantik tanpa kekurangan sedangkan dirinya hanya bersama wanita buta.
Malam semakin larut, Alaia berbincang dengan Lana, kakak perempuan Agam, kakak iparnya.
“Luna sama siapa kak?.”
“Sudah besar ya sekarang.”
“Rasanya masih beberapa hari yang lalu aku mengandung Luna, sekarang dia sudah sangat mandiri.”
Alaia tersenyum, dia ingin seperti Lana, ingin memiliki anak, seperti Sena yang memiliki Yashinta.
“Kamu masih kepikiran soal anak?.” Pertanyaan Lana membuat Alaia menoleh. “Nggak usah dipikirin, kalau memang rejeki nya, pasti kamu sama Agam di kasih.”
“Bukan itu kak, tapi mas Agam belum ingin punya anak.”
Lana terdiam, sebagai seorang kakak yang tinggal cukup lama dengan Agam, dia sangat tahu bagaimana Agam. Agam bukan orang yang tidak menyukai anak kecil, bahkan kelahiran Kaluna berhasil membuat Agam menangis.
__ADS_1
“Kamu mau kakak bilang ke Agam?.”
“Jangan kak, takutnya mas Agam nggak nyaman karena masalah anak.”
“Sabar ya... nanti lama-lama juga Agam siap, belum waktunya aja. Karena jadi orang tua itu nggak mudah.”
Alaia menganggukkan kepala.
Perbincangan mereka berakhir saat Kanaisya menghampiri meja mereka dan bergabung duduk di kursi yang kosong, Lana sejak awal tidak menyukai Kanaisya, terbukti wajah Lana yang berubah kesal saat kedatangan wanita itu. Hanya saja karena Alaia adalah orang baru, mau tidak mau Alaia menyambut kedatangan Kanaisya dengan sangat baik.
“Gimana pernikahanmu dengan mas Agam?.” Tanya Kanaisya sambil melihat ke arah Alaia.
Alaia tersenyum “Selalu baik, Mas Agam baik.” Jawab Alaia, sedangkan Lana nampak sangat kesal dengan Kanaisya yang terlalu penasaran dengan hidup adiknya serta adik iparnya.
“Mau kamu apakan juga, Agam tidak akan menikah denganmu walaupun dia tidak menikah dengan Alaia, jadi jangan banyak tingkah.” Sindir Lana.
“Kak.” Alaia menyentuh tangan Lana lembut.
“Tidak ada yang tidak mungkin, lagipula Mas Agam gampang bosan, paling bentar lagi juga cerai.”
Lana ingin berdiri untuk menampar Kanaisya, tapi Alaia menahannya kembali. Alaia melihat ke arah Kanaisya dengan tatapan lembut “Aku tau hubunganmu dengan Mas Agam tidak baik apalagi saat mas Agam berhubungan denganku. Tapi secara hukum, mas Agam suamiku, aku tidak bisa memastikan bagaimana hubunganku dengan mas Agam di masa depan, setidaknya saat ini kami selalu baik-baik saja. Aku harap kamu menemukan pria yang baik dan bisa membawamu ke tempat yang indah dan perasaan bahagia.” Kalimat panjang yang keluar dari bibir Alaia berhasil membuat Kanaisya kesal, wanita itu meninggalkan meja mereka.
“Wah... tidak salah kalau Kaluna memanggilmu kakak tinkerbell. Bukan hanya fisikmu bagaikan peri, tapi juga hatimu sangat baik. Bagaimana mungkin kamu mendoakan baik orang yang mendoakan buruk padamu.”
“Hahaha aku selalu percaya kalau hal baik yang kita tanam akan menghasilkan buah yang baik juga, sehingga aku tidak ingin menanamkan hal buruk pada orang lain.”
“Aku percaya, tapi kasusnya beda untuk Kanaisya, sejak awal dia emang ngeselin.”
__ADS_1