
Seminggu kemudian, setelah melewati hari-hari yang penuh keromantisan dan seperti saling tidak ingin terpisah, Andra dan aku kembali pergi ke pantai yang dulu mereka kunjungi berempat bersama Andre dan Anita.
Ceritanya, aku yang ngotot untuk pergi ke pantai di akhir minggu dan ingin menikmati waktu berdua bersama Andra. Aku tahu dia lelah, kerjaannya numpuk sepanjang minggu ini. Tapi lagi-lagi aku tidak bisa mengontrol keinginanku untuk pergi berdua dengannya.
"Sayang, semingguan ini kita romantis banget ya, aku suka manjanya kamu, yang selalu maunya makan di suapin, tidur di kelonin, kemana-mana selalu berdua, bahagia banget. Sampai rasa lelahku nggak terasa sama sekali. Kayaknya aku bahagia berlebih deh," Kata Andra yang menggandeng dan menemaniku berjalan di pasir bibir pantai yang basah, sesekali menendang cangkag kerang yang sudah tidak berpenghuni.
"Aku juga nggak tau, mas. Kenapa aku jadi semaniak ini sama kamu. Rasanya nggak mau jauh sedikitpun. Untungnya kamu nggak risih dengan sikapku yang berubah seperti ini," Aku mengeratkan rangkulanku di bahu suamiku itu, semilir angin berhasil menerbangkan rambutku yang terurai.
"Buat apa risih, aku malah bersyukur, kamu sekarang bisa mencintaiku sepenuhnya. Walaupun mungkin aku jahat, tapi sebagai suamimu, terkadang aku sakit hati, melihatmu perhatian pada kak Andre," Andra mengungkapkan isi hatinya yang mungkin ia pendam selama ini. Aku juga maklum dan paham, kalau sampai kedekatanku dengan Andre menyakitinya.
"Maafkan aku ya, mas. Saat itu aku nggak peka, aku masih bimbang. Tapi sekarang aku sudah sangat yakin, untuk berada di sisi mas, selamanya. Mas suamiku, yang akan menemaniku sampai maut yang memisahkan kita," Mungkin karena terbawa perasaan, airmataku tanpa terasa meleleh. Andra menyadarinya, ia menghentikan langkah kami, menatapku dan menghapus airmataku perlahan.
"Jangan menangis, sayang. Aku nggak mau lihat kamu menangis. Aku maunya bibir ini selalu tersenyum untukku..." Andra menarik sudut bibirku dengan kedua jari telunjuknya perlahan, membentuk senyum. Perlakuannya sukses membuatku benar-benar mengembangkan senyuman.
"Mas... kamu terlalu sweet..." Aku berhambur ke dalam pelukannya yang hangat, hingga rasa dingin udara pantai memudar. Andra membalas pelukanku dengan hangat. Aku sangat mencintainya, Bukan, tapi terlalu cinta.
"Dengar ya, Sayang. Aku sejak menikah denganmu sudah menutup hatiku untuk wanita lain. Aku sama sekali tidak pernah menyentuh wanita lain selain kamu, semua yang terjadi kemarin hanya sandiwara. Aku sudah mencintaimu sepenuh hatiku, saat pertama kita bertemu di kafe itu," Andra merapikan rambutku yang berantakan sambil terus menatapku penuh arti. Waktu seperti berhenti berputar dan hanya ada kami berdua disana. Refleks ku kecup bibir suamiku itu beberapa detik, lalu melepasnya setelah sadar kami di alam terbuka.
"Aku tau, mas. Walaupun seluruh dunia tidak percaya, aku tetap mempercayaimu. Mas, yuk kita ke penginapan. Aku suka lepas kontrol sekarang saat dekat kamu, bahaya kalau di alam terbuka terus, " Aku menggandeng Andra dan menariknya pulang ke penginapan, dia hanya pasrah dan mengikuti apa mauku.
"Sayang, nggak usah lari-larian, Lumayan jauh penginapan dari sini, nanti sampai sana kamu tepar, gimana?" Andra menasehatiku yangterus mengajaknya berlarian. Aku tahu, sikapku kekanakan sekarang. Aku manja, bahkan kelewat manja.
"Aku mau cepat sampai sana, mas. Kangen tidur di pelukanmu..." Kataku manja, sambil berlari dalam posisi terbalik. Lalu kembali ke posisi biasa, Andra hanya menggelengkan kepalanya, heran dengan tingkahku yang sedikit konyol.
Seandainya seluruh manusia di bumi ini memandangku sebagai orang aneh, aku bahkan tidak perduli. Aku ingin menikmati hari-hariku dengan bebas. Mencurahkan semua perasaan sayang dan cintaku dengannya. Melakukan segala yang belum pernah kulakukan untuknya.
__ADS_1
Aku segera membuka pintu kamar dan mengajaknya masuk. Lalu menjatuhkan tubuhku ke kasur yang empuk dengan posisi terlentang. Aku meleebarkan kedua tanganku, dan memejamkan mata. Bibirku tersenyum, saat teringat semua kelakuan nakalku seminggu ini pada Andra.
Berawal dari saat di kantor saat itu, hingga berakhir di tempat tidur, aku juga menggodanya di balkon saat ia sedang membaca majalahnya, hingga kancing bajunya terbuka, di ruang keluarga saat sedang menonton tv, Bahkan di meja makanpun, aku membuatnya makan dengan gelisah. Pokoknya aku sangat nakal akhir-akhir ini.
Andra yang dulunya sangat agresif di dekatku, sekarang lebih membiarkan aku yang menguasainya. Ia hanya pasrah menerima perlakuan nakalku dan tidak pernah sekalipun menolak.
"Sampai kapan mau terpejam seperti itu? Sampai semuanya berhasil terlepas?" Entah sejak kapan, Andra sudah berada di atasku dengan bertelanjang dada. Kancing bajuku telah terlepas beberapa. Ternyata kali ini aku kalah cepat.
"Mas... sejak kapan?" Aku membuka mataku lebar-lebar, Andra menyeringai, membuat bulu kudukku merinding. Membayangkan apa yang akan dia lakukan padaku sekarang.
"Mas dari tadi, disini. Lihat kamu mejem dengan bibir senyum-senyum aneh, kenapa sih? Apa yang lagi kamu bayangin, hayo..." Ledeknya, aku tersenyum geli. Dia todak sadar sepanjang aku terpejam sedang membayangkan kenakalanku dan ekspresinya yang pasrah menerimanya.
"Aku lagi flashback, mas. Betapa nakalnya aku akhir-akhir ini. Aku selalu menggodamu dimana saja, sampai kamu makan pun tak luput dari godaanku."
Celotehku, Andra hanya memandangiku dengan tatapan Aneh.
"Tapi, mas suka kan?" Ledekku, sambil menoel hidungnya.
"Sangat suka, jadi sekarang kita mau apa?" Kerlingnya nakal. Sekarang dia malah berbalik menggodaku.
"Mau apa ya..?" Aku pura-pura berpikir. Andra menunggu apa yang ingin aku ucapkan. Aakhirnya aku berhasil menjatuhkannya dan melarikan diri darinya.
"Aku mandi dulu, mas!" Teriakku dari dalam kamar mandi. Pasti saat ini Andra sangat kesal dengan tingkah jahilku.
"Sayang, buka pintu!" Andra mengetuk pintu berulang kali, aku berusaha mengabaikannya.
__ADS_1
"Sayang, ayolah, buka pintunya. Biasanya juga kita mandi bersama kan?" Katanya lagi. Lama-lama mendengarnya terus memelas membuatku kasihan. Akhirnya ku bukakan pintu kamar mandi untuknya dan kami berendam bersama dalam air hangat.
Aku ingin terus seperti ini, romantis setiap saat. Baru sekarang aku bisa merasakan kehangatan rumah tangga yang sebenarnya. Tidak ada beban, hanya di jalani berdua saja tanpa ada siapapun yang mengganggu.
Semoga kisah cinta kami dapat terukir sebagai cinta abadi, yang akan terus ada sampai kapanpun. Meskipun banyak badai yang menghadang hubungan kami, akhirnya kami dapat merasakan manisnya cinta dan aku adalah wanita yang paling bahagia dapat memiliki suami sepertinya.
Percayalah, cinta seseorang yang tulus padamu akan berbeda dengan cinta yang datang dari orang yang melihat kelebihanmu saja. Karena cinta yang tulus akan menerimamu dalam keadaan apapun, meski cacat sekalipun.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo PH lovers, terimakasih sudah mampir.
jangan lupa klik love dan rate bintang 5 nya ya..
Tulis komentar kalian di bawah ini 👇👇👇
jangan lupa mampir ke novelku yang lain
judulnya Si Tampan Pemikat
Follow ig ku @Ekayunn15
Buat yang mau gabung grup fans PH juga boleh
coret-coret no wa kalian
__ADS_1
di kolom komentar.
terimakasih..