
POVAndre
Aku merasa nyaman menjalani hariku yang baru. Masih dengan menjadi diriku yang bebas. Aku merasa memang lebih bahagia seperti ini. Meskipun aku sempat beradu mulut dengan Sila. Tapi, semua kata-katanya tidak akan merubah pendirianku.
Aku akui, aku cukup brengsek karena sudah kembali mencium istfi adik kembarku itu.Bagiku, aku pantas mendapatkannya. Bertahun-tahun aku menahan diri untuk memilikinya, tapi kenyataan yang aku dapatkan justru sebaliknya.
Setelah kematian Vallen sekian lama, dalam sebulan terakhir aku tinggal di rumah mama. Aku merasa kesepian tinggal di rumah besar itu sendirian. Terlebih, rumah itu menyimpan banyak sekali kenangan bersama Vallen.
Aku sudah bersiap ke kantor. Pakaianku telah rapi. Aku menenteng tas kerjaku, keluar kamar dan menuruni tangga.Mama sedang sarapan di meja makan.Aku perlahan duduk di kursi yang berhadapan dengan beliau.
"Pagi, Ma."
"Pagi, Ndre."
"Papa mana? Udah berangkat?" Tanyaku sambil mengoles selai Coklat di roti tawarku.
"Sudah, baru saja.Kamu sengaja berangkat agak siang?"Mama balik bertanya padaku.
"Nggak ma, jam segini masih pagi kok.Kerjaanku lagi agak kurang, jadi sedikit santai, Ma."Aku mulai memakan roti yang ada di tanganku.
"Mama mau bicara sebentar, bisa?"Mama menatapku sedikit tajam. Apa yang akan di bahas oleh wanita paruh baya itu? Selama ini beliau tidak pernah ikut campur dengan urusanku.
"Boleh, Ma. Bicara saja. Ada apa? Tumben Mama mau bicara serius dengan Andre," Aku memperhatikan wanita yang telah mengandungku itu baik-baik.
"Kata papamu, kamu berubah sekarang. Kamu jadi sedikit nakal di kantor, apa itu benar?" Mama menatapku dengan penuh selidik. Aku tahu, papa pasti akan membicarakan masalah ini pada mama. Mereka terlalu kompak.
__ADS_1
"Papa tukang ngadu, aku hanya menggoda, Ma. Wajar kan sebagai seorang laki-laki?" Aku berusaha membela diri di hadapan Mama.
"Benarkah? Mama anggap itu benar,tapi kenapa kamu harus memecat sekertaris lamamu dan menggantinya dengan yang seperti itu?"Mama terus mencecarku.
"Seperti itu bagaimana, Ma? Sekertarisku biasa-biasa saja." Sahutku sambil melanjutkan makanku yang tertunda.
"Mama mendengar dari papamu, kalau Sekertaris barumu itu tidak memenuhi kriteria di kantor. Belum lagi pakaiannya yang sangat terbuka, mama khawatir kalau kamu sampai melakukan kesalahan dengannga, Apalagi kalian berada dalam satu ruangan yang sama,"Mama memprotes keputusanku. Meskipun seiring waktu terlewat aku tersadar itu memang kesalahanku.Aku sama seperti kelinci kecil yang berusaha kabur dalam dekapan.
"Ma, aku nyaman dengan diriku yang sekarang.Aku merasa lebih bebas, dan menikmati hidupku. Andre yakin, mama mengenal aku dengan baik. Aku tidak akan mungkin melakukan hal-hal di luar batas, aku nakal, tapi aku tau batas, Ma. Andre berharap, mama mau menerima perubahan dalam diriku ini,"Aku ingin mamaku tidak salah paham dengan sikapku yang baru.
"Andre, mama percaya padamu. Kamu sudah dewasa dan lebih tahu mana yang baik dan juga yang buruk. Jadi mama mohon, meskipun kamu nyaman dengan dirimu saat ini, ingatlah, Nak. Kamu masih mengemban tugas, kamu harus menjaga nama baik keluarga kita" Mama mengingatkanku tentang nama baik keluarga, tentu saja, aku tidak akan lupa, aku adalah pewaris Wijaya Group,dan harus menjaga nama baik keturunan Wijaya secara turun temurun.
"Mama jangan takut, aku tidak akan mengecewakan keluarga ini, Andre hanya ingin menikmati hidup Andre, tanpa harus mengharapkan seauatu, apalagi sesuatu itu tidak akan bisa aku miliki,"Bagiku, sikapku yang sekarang, bukan bentuk perubahan negatif, aku justru dapat berpikir positif, bagaimana aku bisa menghindarkan hatiku dari sifat tamak dan ingin memiliki apa yang mrnjadi hak orang lain.
"Bagus, Nak. Mama menaruh harapan padamu.oh,ya, apa kamu mau mama kenalkan dengan Anak temen mama? Rata-rata mereka punya anak gadis, cantik-cantik lagi," Ujung-ujungnya, mama hanya ingin mengenalkanku dengan anak gadis temennya.Terakhir kali di temukan dengan salah satu dari anak mama, ternyata orangnya bikin ilfil dan ngeselin.
"Mama hanya bisa mengingatkan, kamu butuh seaeorang yang bisa menghangatkan kebekuan hatimu lagi, jangan lama-lama menutup diri, cobalah membuka hatimu perlahan,"Mama memandangku dengan tatapan yang teduh, aku rasa tidak ada senyuman yang lebih damai dari senyum mama.
"Aku akan pertimbangkan saran Mama, Tapi belum sekarang, Ma. Andre masih butuh waktu sendiri. Aku akan memulainya lagi, saat aku benar-benar yakin, Ma."
Suatu saat, tanpa di suruh pun, aku akan kembali membuka hatiku. Untuk waktu dekat ini, aku hanya bisa menghibur diri dengan cara menjadi orang lain.Meskipun karena ini, aku harus di ledek karena anehku akhir-akhir ini.
Aku bukanlah tipe orang yang mudah jatuh cinta,aku butuh waktu yang sangat panjang hanya untuk melupakan satu orang yang aku cintai. Apalagi untuk saat ini, aku tidak akan perduli, dan mengerti. Aku bisa di sebut pemilik cinta sejati.
"Oke, Andre pergi dulu, Ma.Sudah hampir telat. Kalau ketahuan papa, aku bisa kena omel karena tidak bisa memberikan contoh yang baik untuk karyamanku," Aku bergegas bangkit dari dudukku dan menenteng tas kerjaku. segera melangkah perlahan meninggalkan mamaku.
__ADS_1
"Baiklah, hati-hati Andre,semoga hari ini menyenangkan," Mama tersenyum manis padaku.
Sepertinya, aku memang harus berbuat sesuatu agar suasana kembali kondusif. Menjadi pohon yang kokoh, juga tidak mudah. Akan silih berganti terpaan yang menggoda untuk menjatuhkannya. Mereka mengandalkan akar yang menghujam dalam tanah agar bisa tetap berdiri dengan baik.
Aku akan tetap berada pada keputusan terbaikku. Menjadi aku yang baru.Aku hanya ingin menukmati hidupku tanpa beban.Aku tidak ingin mencintai, dan memberikan kesempatan untuk orang-orang yang mencintaiku mendekat.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo Gaess..
Author menyapa..
Go dukung Perfect Husband dengan cara Vote Poin sebanyaknya supaya novel favorit kalian ini jadi yang teratas 😉.Sebelumnya terima kasih banyak.
Buku perdanaku, Ciuman Terakhir sedang dalam masa P.O
jika kalian ingin order, bisa hubungi CP:0857-6987-3550
Jangan lupa juga dukung karya terbaruku
My Workaholic Husband
Terimakasih atas dukungan dan partisipasi kalian, tanpa kalian, aku bukan siapa-siapa.
__ADS_1
I Love U All 💋