Perfect Husband

Perfect Husband
103. Welcome to The World


__ADS_3

2 bulan kemudian...


"Mas, bangun... perutku sakit nih kayaknya aku mau lahiran sekarang deh," Aku membangunkan Andra yang sedang terlelap. Saat itu masih dini hari, aku lihat jam dinding di kamarku menunjukkan pukul 2 malam.


Perutku sakit mulas, ada banyak cairan yang keluar dari Jalan lahir, sepertinya aku akan segera melahirkan. Akhirnya Penantian ku menantikan si kembar lahir tiba juga. Hari ini aku berharap semoga si kembar lahir dengan selamat dan aku juga bisa selamat untuk menemani mereka sampai mereka dewasa nanti.


Andra terbangun mendengar panggilan ku dan segera mencari kacamatanya dan memakainya. Lalu ia segera mendekatiku dan sedikit panik karena di rumah ini hanya ada dia dan Minah selain aku.


"Ayo sayang kita segera ke rumah sakit, biar nanti aku suruh Minta untuk menelpon mama Biar mereka segera menyusul kita ke rumah sakit," Andra segera memapahku dengan hati-hati keluar dari kamar dan menuruni tangga. Rasanya aku sudah sulit untuk berjalan, mau melangkah pun susah. Mungkin karena salah satu diantara mereka sudah akan segera lahir.


" tunggu di sini dulu Sayang aku mau membangunkan Min Ah biar dia menelpon mama," Andra bergegas mendatangi kamar Minah yang terletak di dekat dapur.


" Minah...!" panggil Anda dengan suara lantang sambil mengetuk pintu kamar asisten rumah tangga kami itu.


" Ada apa Tuan?" Minah keluar sambil mengucek matanya karena baru saja terbangun dan kaget.


" Sila akan segera melahirkan. Tolong kamu Telepon Mamaku untuk segera menyusul kami ke rumah sakit, yang dulu pernah dipakai untuk merawat kak Andre. Jangan lupa suruh mama membawa alat-alat perlengkapan si kembar dan ibunya," pesan Andra kepada Aminah Iya segera mendatangiku dan membawaku keluar.


"Pak segera siapkan mobil saya dan silakan segera ke rumah sakit sekarang," kata andra tegas kepada Pak Budi sopir kami.


"Baik Tuan sepertinya nya akan segera melahirkan ya, kalau begitu segera masukkan ke dalam mobil kebetulan mesinnya sudah siap karena saya baru pulang dari rumah berapa menit yang lalu," Pak Budi membuka kan pintu mobil bagian belakang dan membiarkan aku dan Andra masuk ke dalamnya lalu ia segera masuk dan mengemudikan mobil itu meninggalkan kan rumah kami.


Rasa tidak nyaman di perut ku semakin bertambah, terutama rasa mulas yang semakin jelas. Keringat mulai membasahi tubuhku juga bagian dahiku, aku menahan rasa sakit yang belum pernah aku rasakan selama ini.


Aku harus berjuang untuk si kembar. Aku sekarang tahu bagaimana perjuangan seorang ibu. Maka pantaslah bagi ibu untuk mendapatkan gelar surga di telapak kakinya, karena rasanya saat akan melahirkan tidak pernah bisa dibandingkan dengan rasa sakit karena apapun.


Andra dengan sabar mendampingiku aku tahu dia sangat panik dan tidak tahu harus berbuat apa, tapi aku mengerti dia sedang berusaha memahami ku aku hanya bisa sekali memegang tangannya, bahkan mencengkeram tangannya dengan kuat untuk menahan rasa sakit yang aku rasakan saat ini.

__ADS_1


" Sabar sayang Sebentar lagi kita akan sampai ke rumah sakit. Aku tahu kamu pasti merasakan sebuah rasa sakit yang aku tidak bisa membayangkan seperti apa, tapi nanti sebentar lagi kita akan bertemu dengan si kembar. Kedua bayi yang kita nantikan selama ini. Semua rasa sakitmu akan terbayar sayang. Kamu harus fokus, aku tidak akan kemana-mana, aku akan selalu disampingmu sampai mereka lahir," Andra mencoba menyemangatiku, aku tidak bisa menjawab apa-apa. Karena rasa sakit yang kurasakan. Tapi aku mendengarnya. Aku bahagia karena dia mau mendampingi ku, dia adalah suami terbaik yang pernah Tuhan kirimkan di dalam hidupku.


" Pak masih jauh ya rumah sakitnya? Sepertinya istri saya sudah tidak tahan lagi, kita harus segera sampai rumah sakit," Andre tampak panik dan menyuruh pak Budi untuk segera sampai ke rumah sakit.


" sebentar lagi tuan,tidak sampai 5 menit kita akan tiba di rumah sakit saya coba mempercepat laju kendaraan supaya lebih cepat sampai," Pak Budi ikut gugup.


Akhirnya kami sampai di rumah sakit. Aku segera dibawa oleh para perawat ke dalam ruang bersalin bersama Andra. Dia benar-benar ingin mendampingiku melahirkan si kembar dan sepertinya mereka akan segera lahir.


Tidak berselang lama kedua bayi mungil Kami lahir juga dengan selamat. Aku sangat lega akhirnya mereka dapat merasakan dunia nyata. Wajah keduanya mirip dengan Andra semua, yang hadir bilang tidak ada sedikitpun kemiripan mereka denganku.


"Terima kasih sayang yang kamu sudah melahirkan buah hati kita. Kamu sudah berjuang untuk melahirkan anak anakku. Aku semakin sayang sama kamu, I love you," Andra menciumi tanganku berulang kali ia bahkan menitikkan air mata bahagia karena si kembar telah lahir dari rahimku.


Beberapa jam kemudian hampir seluruh keluarga datang ke rumah sakit untuk menjenguk ku dan kedua bayiku. Orang yang paling bahagia di sini adalah mama dan papa. Mereka senang akhirnya mereka resmi menjadi kakek dan nenek. Si kembar adalah cucu pertama di keluarga Wijaya setelah aku kehilangan Bayiku yang pertama.


"Sila Selamat sayang yang kamu sudah menjadi seorang ibu. Sekarang mama harap kamu bisa jadi ibu yang baik buat si kembar. Kalau ada kesulitan, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya pada Mama. Mama pasti akan kasih kamu tahu, apa saja yang dibutuhkan untuk mengasuh si kembar. Mama kan sudah berpengalaman, meskipun Mama tidak lama mengasuh suamimu," Mama tampak menatap Andra dengan tatapan Iba. Mungkin mama merasa bersalah karena saat itu Mama tidak bisa mempertahankan Andra untuk tetap dirawat oleh Mama sama seperti kak Andre.


"Tentu saja sayang, Mama siap membantu kamu. jangan sungkan-sungkan, mama ini kan sudah seperti mamamu sendiri, kalau ada apa-apa cepat hubungi mama. Tapi untuk sementara ini Mama akan tinggal di rumahmu untuk membantumu mengurus si kembar," kalimat yang Mama ucapkan membuat aku merasa sangat senang. Aku merasakan kasih sayang mama kepada aku dari dulu tidak pernah berubah masih tetap sama.


Setelah semuanya sempat bertemu dan memberikan selamat Vallen datang paling akhir aku senang sekali saat iya dan kak Andre memasuki ruangan.


"Selamat Andra sudah resmi jadi Bapak sekarang, doain aku ya biar cepet nyusul," kak Andre menjabat tangan Andra sebagai ucapan selamat.


"Terima kasih Kak Ndre, aku doain semoga Kakak nyusul jadi seorang ayah biar si kembar ada teman main," Andra tampak memberikan semangat kepada kakaknya yang sepertinya juga ingin memiliki anak.


Vallen mendekatiku perlahan Iya tampak terharu melihat dua bayi yang tengah tertidur di dalam box. aku tahu sebagai seorang istri pastilah menginginkan kehamilan juga. Ia pasti ingin segera punya momongan terlihat dari raut wajahnya


" selamat ya Sil. Sekarang kamu udah jadi seorang ibu, doain aku cepet nyusul. Aku juga pengen punya bayi, walaupun gak kembar seperti bayi mu, setidaknya nya aku punya satu bayi saja sudah sangat bahagia. Aku tahu Andre sepertinya juga ingin memiliki anak" Curhat Vallen padaku. Tepat seperti apa perkiraanku, dia pasti juga ingin memiliki anak sesegera mungkin.

__ADS_1


"Sabar, kamu harus belajar jauh lebih sabar lagi. Banyak kok di luar sana yang menikahnya jauh lebih lama dari kamu, tapi mereka juga belum dikasih momongan. Kamu Harus optimis kamu pasti bisa dan suatu hari akan ada bayi mungil yang lahir dari rahim kqmu. Sekarang mungkin belum waktunya," aku mencoba menghibur sahabatku itu. Aku tidak bisa berbuat apa-apa apa untuk saat ini. Aku hanya bisa berdoa semoga mereka cepat mendapatkan momongan.


" aku tahu si El tapi sebagai wanita normal, aku ingin bisa seperti wanita yang lainnya. Segera hamil dan memberikan mama untuk suami aku ingin bisa cepat gendong bayi," Ucap Vallen penuh harap


"Kalau cuma ingin pegang bayi atau gendong bayi kamu kan bisa gendong bayi aku, udah jangan sedih. Ya siapa tahu nanti kalau kamu sering gendong bayi ku kamu bisa ketularan terus hamil deh," aku terus memberinya motivasi supaya dia semangat aku yakin suatu saat nanti Vallen juga bisa hamil sepertiku.


" Terima kasih Shila kata-katamu buat aku jadi termotivasi Aku berharap juga seperti itu,"


Sesampainya di rumah...


" Jadi siapa Mas nama si kembar?" Aku rasa sudah tiba saatnya aku mengetahui Siapa nama si kembar yang sudah dipersiapkan oleh Andra.


"Nama mereka adalah alandra dan Alana gimana baguskan nama mereka?" Andra tersenyum lempar ke arahku, yang aku akui nama itu. Sangat manis untuk kedua bayi kembar kami.


"Lucu dan manis mas Aku suka pinter banget sih ayah Andra nyariin nama buat adik kembar, makin sayang deh Terima Kasih Ayah," Aku memujinya terang saja Andra tersenyum semakin lebar karena terlalu bahagia.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Halo PH lovers terus berikan dukungan kalian ya dengan cara like, comment, Fath dan juga read. Dukung juga PH dengan cara membagikan tips berupa koin setiap dukungan kalian akan sangat berarti untuk autor.


Dukung juga karya terbaruku:


My Workaholic Husband


Follow IG-ku @Ratuasmara_06


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2