Perfect Husband

Perfect Husband
PH | 60


__ADS_3

Alex menatap semua barang-barang yang sudah di rapikan dan tinggal dibawa ke rumah orang tuanya. Karena tiga hari lagi acara pernikahannya dengan Hani akan dilangsungkan, maka dia berniat tinggal di rumah orang tuanya hingga acara selesai sebelum akhirnya dia dan Hani akan tinggal di rumah yang sudah mereka sepakati.


Sudah dua hari sejak pertemuan terakhirnya dengan Hani karena mereka berdua sibuk dengan urusan pekerjaan yang harus diselesaikan agar cuti menikah mereka bisa didapatkan. Meskipun Alex sudah sangat merindukan sosok perempuan cantik itu, dia harus menahan diri demi kebaikan mereka berdua. Untung saja mereka masih rutin bertukar kabar di sela kesibukan mereka sehingga setidaknya bisa mengurangi kadar rindu yang sudah sangat menggebu.


Sekarang Alex sedang menunggu Chris untuk membantunya memindahkan barang yang akan dibawanya ke rumah orang tuanya dan sahabatnya itu sudah di jalan menurut kabar dari pria itu beberapa menit yang lalu.


Tidak lama, Alex mendengar suara bel apartementnya terdengar sehingga dia spontan berjalan ke arah pintu, berniat membukakan karena mungkin itu Chris. Namun anehnya Chris biasanya langsung masuk tanpa membunyikan bel terlebih dahulu. Menjauhkan semua kecurigaannya, Alex langsung membukakan pintu dan begitu kagetnya dia saat seorang wanita yang tidak lain adalah Chelsa langsung menghambur ke dalam pelukannya.


Dengan sekuat tenaga Alex mendorong tubuh Chelsa hingga wanita itu menjauh dari tubuhnya. Tanpa pikir panjang Alex langsung menarik gagang pintunya, berniat menutupnya karena dia tidak suka dengan kedatangan Chelsa.


"Jika kau menutup pintumu aku akan menjerit jika kau baru saja mencampakkanku Alex. Aku rasa penampilanku sangat mendukung," ancam Chelsa dengan senyum miring menatap tubuhnya yang kelewar seksi. Hanya dengan dress mini yang membentuk lekuk tubuh serta mengekspos belahan dadanya tentu membuat pikiran orang lain akan berkelana entah kemana.


Alex tidak peduli lantas langsung menutup rapat pintunya. Beberapa detik kemudian Chelsa seketika menjerit menyerukan namanya membuatnya panik. Wanita itu memang sudah gila dan bisa-bisa hal itu akan membuat pikiran orang lain di sekitar apartemennya berpikiran buruk padanya di saat tanggal pernikahannya sudah dekat, bisa saja muncul gosip miring tentang keberadaan Chelsa di apartemennya. Alex yakin itulah tujuan kedatangan Chelsa karena dia tahu wanita itu tidak akan membiarkannya menikah semudah itu.


Dengan berat hati Alex kembali membuka pintunya. Saat itu juga Chelsa menatapnya dengan tatapan penuh kemenangan. Jelas wanita itu berniat mempermainkannya.


"Lihat! Sudah kubilang kau tidak akan bisa mengabaikanku Alex," serunya tertawa kecil.


Alex mendecak kesal, "Pergilah, Chelsa! Jangan mencari masalah denganku!"


"Aku tidak mencari masalah denganmu. Kau saja yang memulai masalah dengan menikahi wanita lain yang bukan diriku," jawabnya santai.

__ADS_1


Alex melirik pergelangan tangan Chelsa yang masih terbalut perban, "Kenapa kau tidak melukai dirimu lebih parah sehingga aku tidak harus bertemu denganmu lagi," tukasnya kejam.


"Karena aku belum bisa memilikimu sepenuhnya Alex," jawabnya mendekatkan tubuhnya pada Alex.


Tiba-tiba saat Alex lengah, Chelsa menancapkan sebuah suntik di lengannya. Spontan Alex langsung menghempas benda itu hingga suntik itu berakhir di atas lantai.


"Apa yang kau lakukan?!" bentak Alex emosi.


Chelsa tersenyum miring, "Kita tunggu saja Alex."


Alis Alex bertaut, bingung dengan maksud Chelsa. Beberapa saat kemudian tubuhnya terasa panas dan semakin kehilangan kendali. Napasnya mendadak terasa berat dan pikirannya semakin sulit dikendalikan.


"Jangan...bilang kau..." napas Alex mulai tidak teratur.


Chelsa tersenyum miring lalu mendorong tubuh Alex masuk ke dalam apartemen. Entah darimana Chelsa mengetahui password doorlock apartemen Alex hingga dia dengan mudah menggantinya. Alex yang mulai tidak bisa mengontrol dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.


Selesai dengan urusan pintu, Chelsa langsung menghampiri Alex, memeluknya hingga tubuhnya menempel sangat erat. Dia bisa merasakan tubuh Alex yang mulai berkeringat.


"Jadilah milikku, Alex," bisiknya.


***

__ADS_1


Chris menatap heran ponselnya dan juga apartemen Alex yang tiba-tiba berganti password padahal Alex bukan tipe orang yang akan mengganti password-nya tanpa alasan. Sudah berulang kali dia mencoba menghubungi pria itu, tapi ponsel Alex tidak aktif. Baru sejam yang lalu Alex memintanya untuk datang ke apartemen untuk membantunya memindahkan beberapa barang namun sekarang pria itu entah di mana.


Chris juga sudah menanyakan Hani apakah perempuan itu sedang bersama Alex namun Hani berkata jika mereka tidak bersama. Ia juga sudah menghubungi perusahaan apakah Alex berada di sana, namun tidak ada tanda dia ada di tempat bekerja.


Merasa heran dan bingung, Alex hanya bisa mencoba menghubungi Alex meskipun tidak sekalipun ada jawaban. Alex jarang mematikan ponselnya berhubung dia hanya menggunakan satu ponsel untuk pekerjaan dan hal pribadi sehingga dia bahkan tidak pernah mematikan ponselnya. Itulah yang membuat kecurigaan Chris menjadi-jadi, dia sadar ada yang tidak beres tapi dia tidak tahu apa itu. Tidak menemukan clue apa pun, Chris beralih mengetuk pintu apartemen Alex sekuat tenaganya hingga menimbulkan kegaduhan.


Tak lama seorang wanita paruh baya yang tinggal di sebelah kamar apartement Alex muncul, "Ada apa ribut-ribut?" tanyanya sedikit ketus.


"Saya sedang mencari pemilik kamar ini. Apa Anda tahu dia di mana?" tanya Chris menghentikan acara mengetuknya.


Wanita itu terlihat berpikir beberapa saat sebelum dia mengangguk kecil, "Harusnya dia ada di dalam. Sebelumnya aku melihat dia masuk ke kamar itu bersama wanita cantik berpakaian minim," jelasnya mengingat keributan yang dibuat wanita itu beberapa saat yang lalu.


"Apa dia berkulit putih pucat dengan rambut panjang lurus?" tanya Chris memastikan. Jika bukan Hani yang bersama Alex, maka wanita lain yang mungkin bersamanya adalah Chelsa.


Wanita itu mengangguk, "Ya. Dia juga tampak seperti orang asing. Apa dia kekasihnya?"


"Terima kasih informasinya, Bu. Saya permisi," ucap Chris panik. Dia langsung menghubungi kenalannya untuk membuka kunci apartemen Alex secepatnya atau Chelsa melakukan sesuatu yang bahkan tidak bisa dia bayangkan. Dia tahu Chelsa akan melakukan apapun untuk membuat Alex menjadi miliknya atau dia akan melenyapkan Alex jika tidak bisa dia miliki. Karena obsesi Chelsa ke Alex sudah sangat candu dan karena Alex adalah alasan Chelsa untuk tetap hidup, maka jelas sekali Chelsa tidak akan melepas Alex semudah itu. Hal yang mengerikan pun akan dilakukan Chelsa demi mendapatkan Alex kembali.


Sepertinya pilihan Alex untuk menikahi Hani sebelum menyingkirkan Chelsa adalah keputusan yang sangat salah sebab selama Chelsa masih ada, Alex tidak akan bisa melakukan apapun dengan tenang. Tidak akan pernah.


***

__ADS_1


— hallo, menurut kalian Chelsa enaknya disingkirkan pakai cara apa, ya?


__ADS_2