Perfect Husband

Perfect Husband
Chapter 38. About My Self


__ADS_3

Cerita ini hanya fiksi, banyak adegan kekerasan. Bagi pembaca di bawah umur, harap bijak dalam memilih bahan bacaan. Terima Kasih



Alaia keluar dari ruang kerjanya setelah Dion datang mengatakan kalau ada yang menunggunya di luar, wanita yang tidak bisa melihat tapi berpenampilan sangat mewah bersama dengan asisten pribadinya, Alaia tau siapa dia, karena tidak ada orang lain yang dikenali dengan ciri-ciri kecuali Selena.


Alaia tersenyum menyapa asisten Selena yang tidak dia kenal, “Hai... sudah lama menunggu. Aku duduk disini ya?.”


“Silakan.” Jawab Selena, setelah mengatakan itu, Asistennya meninggalkan mereka untuk mengobrol berdua. “Maaf tidak mengatakan lebih dahulu kalau aku datang kemari.”


“Ahh tidak apa-apa, aku senang kamu mengunjungiku.”


“Tapi ini jam kerja, apa baik-baik saja aku mengganggumu?.”


“Tidak apa-apa, ada yang bisa aku bantu?.”


“Aku hanya ingin bertemu denganmu, sesama menantu keluarga Cakrawala, aku merasa nyaman berbincang denganmu ketimbang suamiku sendiri.” Selena nampak tersenyum di paksa kan.


Mereka berdua bisa dikatakan sama sekali tidak dekat, hanya saling mengenal karena sama-sama menantu, Alaia bahkan tidak pernah berpikir Selena mau berteman apalagi mengobrol dengannya mengingat Selena dari keluarga yang cukup terpandang dan dia adalah cucu menantu paling di banggakan di keluarga besar Cakrawala saat ini karena asal keluarganya cukup mempengaruhi nilai saham perusahaan, apalagi kabar pernikahan mereka benar-benar membuat nilai saham melonjak sangat tinggi.


“Bagaimana kehidupanmu? Kamu bahagia?.”


“Seperti yang kamu lihat, kamu juga mengenal baik Kelvin karena sudah lama berada di keluarga Cakrawala. Dia baik, tapi bukan berarti cocok menjadi seorang suaminya.”

__ADS_1


“Aku mengerti, kamu bisa datang kapanpun kalau kamu butuh teman cerita.”


“Bagaimana kehidupanmu dengan mas Agam?.”


“Apa? Berjalan seperti biasanya.”


“Aku dengar dulu kamu sangat sulit meminta restu pada keluarga besar.”


“Seperti itulah, tidak ada keluarga yang bisa menerima gadis tanpa latar belakang sepertiku. Aku hidup sendiri sejak kecil, awalnya aku tinggal dengan pengasuh, tapi sejak kedua orang tuaku meninggal, semua sudah bisa ditebak, aku juga harus berpikir memanfaatkan peninggalan kedua orang tuaku untuk jangka panjang. Sehingga aku memutuskan untuk tinggal sendiri, aku sudah terbiasa sendiri.” Alaia terlihat melamun membayangkan kehidupannya dulu, Selena yang ada di sebelahnya menoleh, Selena merasa berada dalam pikiran Alaia. “Maaf aku menceritakan padamu. Padahal kita tidak sedekat itu.”


“Tidak apa-apa, aku tidak pernah di posisimu, mendengar kamu mengatakan itu membuatku berada di dalam ceritamu, rasanya aku membayangkan berada di posisimu. Aku tidak akan bisa bertahan hingga sekarang jika aku disana.”


“Tapi aku juga salut denganmu, kamu lebih kuat dari kebanyakan seorang wanita muda.”


“Benarkah? Kita cocok.” Selena tertawa sangat renyah walaupun Alaia tau kalau Selena tidak melihatnya. “Bagaimana mas Agam bisa memperjuangkanmu?.”


“Terdengar sangat mengesankan dan romantis.”


Alai menoleh ke arah Selena “Benarkah? Aku juga berpikir seperti itu setelah menikah dengannya. Tapi rasanya tidak seperti yang kita bayangkan, terkadang kita harus menghadiri acara keluarga besar, aku bukan salah satu dari mereka. Hanya mama, papa, kak Lana, dan juga mas Agam yang menyambutku sangat baik.” Alaia tertawa kecil “Aku bercerita banyak hal denganmu, maaf.”


“Tidak apa-apa, aku pendengar yang baik. Jika aku boleh jujur, awalnya aku membencimu.”


“Apa? Kenapa?.” Alaia sedikit terkejut dengan ucapan Selena.

__ADS_1


“Mas Agam harusnya dijodohkan denganku.” Bisik Selena yang membuat Alaia tersenyum kecil, bukan rahasia lagi kalau perjodohan itu bukan untuk Kelvin yang merupakan cucu laki-laki kedua, melainkan Agam sebagai cucu laki-laki pertama keluarga Cakrawala “Setelah masuk dan menikah dengan Kelvin, banyak yang aku syukuri dari posisiku. Walaupun aku masih berada di bayangan keluarga, tapi aku punya itu untuk mengangkat kepalaku di keluarga Cakrawala. Aku kagum denganmu sekaligus merasa kasihan denganmu, kamu bisa bertahan hingga sekarang dengan semuanya. Alaia, tidak ada anak yang memilih lahir dari keluarga mana dan bagaimana jalan keluarganya, tapi anak bisa memilih jalannya sendiri. Bukan salahmu kalau kamu tinggal sendiri, itulah jalan Tuhan yang ingin membuatmu sangat kuat di kakimu sendiri. Sama halnya denganku, kalau aku lahir di keluarga yang kekurangan, mungkin aku akan memilih mati saat aku mendengar bahwa aku tidak akan pernah bisa melihat kembali. Tapi Tuhan menyeimbangkan kehidupan hambanya, Tuhan mengirimkan mas Agam untukmu dan Tuhan memberikan keluarga yang membuatku bisa melakukan apapun dalam keadaan buta.”


“Kenapa kamu membuatku sangat sedih.” Alaia tampak berkaca-kaca mendengarkan ucapan Selena. “Apa aku boleh memelukmu?.”


“Tentu saja.” Selena merentangkan tangannya.


Mereka berdua saling memeluk, sekarang pikiran Selena yang pergi kemana-mana, tentang Agam setelah dia mengetahui apa yang akan direncanakan oleh suaminya. Secara tidak langsung, Selena juga membuat Alaia berada di tempat tidak bercahaya lagi.


“Maaf nyonya Selena, ada panggilan dari tuan.”


Alaia melepaskan pelukannya dan tersenyum.


“Rasanya aku bercerita dengan seorang teman dekat sekarang.”


“Aku senang berteman baik denganmu, mungkin lain kali kita akan bertemu kembali.”


“Baiklah, terimakasih sudah kemari.”


“Terimakasih sudah bercerita banyak hal, sampai jumpa lagi.”


Selena meninggalkan kantor Alaia bersama asistennya, wanita itu masuk kedalam mobilnya dan menghubungi seseorang melalui telepon.


“Ikuti Kelvin dan cari tau semua yang dia lakukan, laporkan apapun setiap ada yang mencurigakan.” Setelah mengatakan tersebut di telepon, Selena memakai kacamata hitamnya dan meninggalkan kantor polisi.

__ADS_1


Disisi lain, Kelvin baru saja melihat CCTV ruangannya, dia nampak memicingkan matanya saat melihat Selena yang berlari dari pintu dengan sangat santai seperti bukan orang buta. “Apa yang dia lakukan selama ini? Apa orang buta bisa sangat jelas menghindari meja dan duduk di sofa dengan baik padahal dia hanya beberapa kali masuk ke ruanganku.”


Kelvin mematikan video tersebut dan beranjak dari duduk keluar dari ruangannya.


__ADS_2