
Daddy Richard, mommy Amelia, Sebastian dan Kirana sudah duduk di salah satu rumah makan khas Sunda yang dipilih mommy siang ini.
Kirana yang memang tidak mengalami ngidam khusus, menikmati menu makan siang yang sudah dipesankan oleh mommy.
”Apa Renata masih mengganggumu ?” Tanya mommy di sela-sela makan mereka.
Kirana menggeleng dan perlahan menelan makanannya yang masih penuh di dalam mulut.
“Makannya pelan-pelan, Sayang. Nggak ada yang mau menganbil jatahmu dan babies,” Sebastian mengambil tissue dan membersihkan ujung bibir istrinya yang tekena sambal.
Sebastian langsung menyodorkan segelas teh hangat untuk Kirana. Sejak hamil, Sebastian melarang istrinya mengkonsumsi minuman dingin.
“Kiran belum pernah bertemu lagi dengan Renata, Mom. Terakhir pemeriksaan ke rumah sakit hanya bertemu dengan dokter Wanda,” sahut Kirana setelah mulutnya kosong.
“Apa ada wanita lain yang menemuimu dan mengaku-ngaku mantan kekasih atau bahkan istri Sebastian lagi ?”
Kirana tersenyum, bingung harus menjawab apa. Baru beberapa jam lalu satu ulat bulu dihadapinya, tapi rasanya tidak enak menceritakan kejadian yang sebenarnya pada mertuanya.
Sebelum Kirana memberikan jawaban, Sebastian menyodorkan handphonenya pada Mommy Amelia.
“Apa lagi ?” Mommy Amelia mengerutkan dahinya.
“Live show, Sayang,” daddy Richard yang menyahut sambil tertawa. “Pasti akan menarik untuk ditonton.”
Mommy Amelia menerima handphone Sebastian dalam keadaan sudah tidak terkunci. Mata mommy Amelia mengernyit saat melihat sosok Kirana terlihat di layar sebelum tangannya menekan tombol memutar.
”Apa hari ini kamu jadi bintang film dadakan, Kiran ?” Mata mommy Amelia tetap tertuju pada tampilan video di layar handphone.
Kirana menoleh ke arah suaminya dengan alis menaut. Sebastian tersenyum dan mengangguk. Kirana ikut tertawa pelan.
“Siapa lagi ini, Bas ?” Tanya mommy Amelia tanpa mengalihkan pandangannya.
“Namanya Deana, Mom. Aku sendiri tidak terlalu kenal dengannya. Dia itu teman pacarnya Ruby.”
“Kenapa wanita-wanita dengan model seperti ini yang selalu mengganggu hidupmu, Bas ? Apa selama kuliah di sana memang wanita semacam ini yang kamu cari ?” Sindir mommy sambil tersenyum mengejek.
“Mom,” Sebastian langsung cemberut. “Wanita-wanita model begitu kurang menantang untukku. Terlalu mudah,” lanjut Sebastian dengan wajah sombongnya. Mommy langsung mencibir dan daddy Richard tertawa.
Kirana mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di meja dan menatap suaminya dengan tajam. Tidak dipedulikan jemarinya yang masih kotor karena sejak tadi Kirana menggunakan tangan untuk makan.
Mommy Amelia langsung tertawa dan siap-siap menyaksikan drama rumahtangga anak tunggalnya.
Sebastian mengerutkan dahi saat melihat kedua orangtuanya tertawa. Perlahan ia melirik ke arah istrinya yang ternyata sedang menatapnya tajam.
“Kamu kenapa, Honey ?” Sebastian langsung memasang wajah polosnya sementara Kirana masih mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di meja.
__ADS_1
“Jadi kamu itu kalau cari pacar yang pertama dilihat adalah menantang atau nggak ? Cari cewek-cewek yang nggak agresif biar gampang dibohongin gitu ? Yang masih agak-agak oon kalau perlu belum pernah pacaran kayak istri kamu itu ?”
Daddy Richard dan mommy Amelia hanya senyum-senyum dan menahan diri untuk tidak tergelak melihat putranya mulai risih dengan pertanyaan istrinya.
“Loh istri aku kan kamu sendiri, Kirana,” Sebastian masih memasang wajah biasa-biasa saja. “Dan aku tidak pernah menganggap kamu oon karena belum pernah pacaran.”
Kirana memasang wajah malas dan memutar bola matanya.
”Ternyata selain jadi seorang pemimpin, kamu punya bakat terpendam juga jadi sopir bajaj,” ejek Kirana dengan nada menyindir.
“Maksud kamu apa ?” Sebastian mengerutkan dahi.
“Suka ngeles,” Kirana mencibir. “Bukan cuma pintar ngeles dari para lawan bisnismu, tapi juga sama istri sendiri.”
Kirana pun beranjak bangun hendak menuju wastafel untuk mencuci tangannya.
Daddy Richard dan Mommy Amelia tidak bisa lagi menahan tawa saat Kirana sudah berlalu.
“Ternyata istri kamu galak juga, Bas,” ledek daddy Richard. “Entah ketularan kamu atau karena ajaran mommy,” daddy Richard melirik ke arah istrinya.
“Kenapa jadi aku yang dibawa-bawa ?” Mommy Amelia menautkan kedua alisnya.
“Apa kamu tidak lihat sikap Kirana menghadapi Deana di video tadi ? Keberaniannya begitu mirip sama kamu saat menghadapi wanita-wanita yang pernah mencoba mengintimidasmu,” sahut Daddy Richard sambil tertawa pelan.
“Dan kamu, Bas,” Mommy Amelia menunjuk di depan wajah Sebastian. “Siap-siap saja menghadapi omelan istrimu. Akan mami panasi sekalian supaya Kirana membuatmu puasa beberapa minggu.”
“Mom !” Omel Sebastian dengan wajah masam. “Masalah Kirana marah akan aku hadapi, tapi jangan dengan urusan puasa. Tunggu sampai Kirana melahirkan, pasti dengan sukarela aku akan menjalankan puasa dua bulan.”
“Enak saja dua bulan,” tukas Mommy dengan mata melotot. “Empat bulan !” Mommy mengangkat empat jarinya di hadapan Sebastian.
“Sebagai anak Daddy yang berbakti, tentu aku akan mengikuti jejak Daddy. Aku tahu kalau Mommy tidak menolak saat Daddy buka puasa satu setengah bulan sesudah aku lahir.”
Mommy Amelia langsung menatap suaminya dengan mata melotot membuat Daddy Richard gantian tersenyum kikuk.
“Bahkan masalah ranjang kita kamu bagikan juga dengan anakmu ini ?” Omel Momny masih dengan mata melotot.
“Anak kita, Mom,” daddy Richard langsung mengusap-usap punggung istrinya. “Mana bisa jadi begitu tampan kalau kita tidak bekerjasama.”
Mommy mendengus kesal dengan wajah cemberut. Tidak lama Kirana sudah balik ke meja dengan wajah yang terlihat lebih segar dan tidak lagi cemberut.
“Mommy kenapa ?” Alis Kirana menaut saat meihat wajah mommy Amelia terlihat masam.
“Jangan marah, Sayang,” ujar Daddy Richard dengan jurus rayuannya. “Sama seperti kamu ingin berbagi ilmu dengan Kirana, aku juga ingi berbagi pengetahuan dengan Sebastian, putra kita. Apalagi kamu kan tahu sendiri kalau Bastian hanya pintar akademik sementara soal asmara nilai ilmunya bikin malu Daddy. Terlalu dangkal pikirannya sampai Shera bisa membohongi Bastian selama beberapa bulan kehamilannya. Untung saja terbongkar di awal-awal. Bisa kamu bayangkan bagaimana nasib Bastian kalau sampai rahasia Shera tidak terbongkar Makanya aku menurunkan ilmu supaya anak kita tidak jadi laki-laki bodoh cinta.”
Mommy Amelia mencibir sementara Daddy Richard hanya tersenyum kikuk.
__ADS_1
Sebastian memberikan isyarat pada pelayan untuk minta dibawakan bon.
“Kirana, bagaimana kalau siang ini kita pergi berbelanja pakaian hamil untukmu ? Lihatlah perutmu semakin terlihat membuncit. Mommy yakin kalau sebentar lagi kamu pasti membutuhkan pakaian hamil.”
“Mungkin belanjanya lain waktu, Mom,” Sebastian yang menyahut.
Sesuai dengan dugaan Kirana sebelum mereka berangkat kalau Mommy pasti akan mengajaknya pergi berbelanja setelah makan siang.
Bukan tidak menghargai, tapi mood Kirana sedang tidak ingin pergi ke Mal, hatinya hanya ingin berada dekat dengan Sebastian.
“Sudah beberapa hari ini Kirana mudah letih, Belum lagi babies kami yang lagi manja ingin dekat dengan papinya terus,” lanjut Sebastian sambil terkekeh.
Saat ini mereka sudah berjalan keluar restoran beiringan dengan posisi Sebastian -Kirana berada di belakang Mommy - Daddy.
“Bukan babies kalian yang mau, tapi papinya yang nggak bisa jauh-jauh dari maminya,” ledek Mommy sambil mencibir.
“Jangan terlalu banyak membajak supaya Kirana tidak gampang letih, Bas,” nasehat Daddy sambil tertawa pelan.
Kirana senyum-senyum sendiri. Sepertinya Daddy Rchard tahu betul dengan kebiasaan putranya.
“Dasar duda nakal, sudah tahu di perut istrinya sudah ada dua calon penerus, kesempatan sedikit aja langsung dimanfaatkan,” omel Mommy sambil melotot saat mereka sudah di lobby menunggu jemputan mobil.
“Bukan nakal Mom, tapi terlalu cinta sama istri yang masih muda ini,” sahut Sebastian sambil tertawa.
“Kalau begitu biar Daddy pulang dengan Mommy dan tidak balik ke kantor lagi. Kamu bisa kan urus pekerjaan hari ini sendiri ?” Tanya Daddy Richard menatap putranya.
“Bisa Dad,” Sebastian mengangguk.
Kirana langsung mendekati Mommy dan memeluk lalu mencium kedua pipinya, lanjut ke Daddy melakukan hal yang sama.
Daddy Richard langsung membukakan pintu untuk istrinya.
“Memangnya hanya kamu yang bisa membajak di tengah hari yang panas ini. Daddy juga masih sanggup menyenangkan mommy kamu,” ujar Daddy Richard sambil terkekeh.
“Richard, aku masih mendengar ucapanmu,” sahut Mommy Amelia dengan suara galak.
Sebastian geleng-geleng kepala sambil tersenyum, sementara Kirana nampak tersipu sambil senyum-senyum.
Ternyata kedua mertuanya cukup modern dan terbuka untuk bicara apa adanya pada anak dan menantunya.
“Apa perlu kita mengikuti jejak daddy dan mommy, Honey ?” Tanya Sebastian sambil menggandeng Kirana menuju mobil yang dibawa Pak Tomo.
“Itu mah maunya kamu, Bee,” gerutu Kirana sambil memukul bahu suaminya.
Sebastian hanya tergelak dan membukakan pintu untuk istrinya.
__ADS_1