Pesona Duda Perjaka

Pesona Duda Perjaka
Yang Pertama dan Terakhir


__ADS_3

Steven duduk di ruang kerjanya sambil memejamkan mata. Keberangkatannya ke Papua tidak bisa dibatalkan, hanya ditunda, diberi dispensasi mundur sampai 40 hari meninggalnnya Shera, selain itu Steven diberi perlakuan khusus dengan libur seminggu hari setiap 6 bulan untuk menjenguk Raven.


Steven membuka laci meja kerjanya. Tiga hari setelah pemakaman Shera, Steven dan Kirana yang didampingi Sebastian dipanggil ke kantor pengacara tempat Shera bekerja.


Ternyata Shera seperti sudah mempersiapkan diri sebelum kematiannya dengan meninggalkan surat untuk Steven dan Kirana.


Steven membuka amplop putih yang ditujukan untuk dirinya dari Shera. Setelah lima hari dibiarkan jadi penghuni lacinya, akhirnya Steven mulai membukanya.


Dear Steven Pratama,


Saat kamu membaca surat ini sudah pasti aku tidak lagi menjadi penghuni dunia ini. Semuanya aku lakukan atas kemauanku sendiri, jadi tidak usah mencari-cari siapa yang harus bertanggungjawab.


Aku sadar kalau awalnya aku hanya terobsesi padamu. Satu-satunya cowok tampan di sekolah yang tidak pernah menoleh padaku seperti yang lainnya, berusaha menarik perhatianku. Hatiku tidak terima karena pesaingku ternyata hanya seorang anak kecil yang masih berseragam putih biru, bahkan bukan cewek cantik dan populer di sekolah. Harga diriku merasa tertantang untuk melawan anak kecil yang bagiku hanya seorang pesaing lemah dan pasti dengan mudah bisa kusingkirkan. Tapi ternyata aku salah besar. Pesona Kirana tidak pernah membuat dirimu bisa berpaling darinya bahkan sampai aku bisa memilikimu sebagai suamiku.


Aku sempat bertemu dengan Kirana beberapa kali sebelum aku bertemu dengan Sebastian. Tidak banyak yang berubah, masih tetap biasa-biasa saja, tapi tetap tidak bisa disingkirkan dari hatimu. Merasa sulit terus mengejarmu, akhirnya aku melihat peluang untuk tetap di dekatmu lewat Sebastian. Ternyata memang tidak mudah mendapatkan perhatian para pria Pratama.. hahahaha.. Aku harus berjuang sampai akhirnya bisa menaklukan Sebastian.


Masalah baru kembali muncul saat Sebastian menginginkan calon istri yang masih suci, yang menjaga diri mereka sebaik Sebastian sendiri dan aku tidak masuk dalam kriterianya. Aku telah melepaskan milikku sejak kita masih duduk di kelas 12 dan kegemaranku pergi clubbing sudah pasti bertentangan dengan prinsip Sebastian.


Bukannya sadar akan keadaanku, aku malah menciptakan kebohongan baru dengan mengatakan kalau aku pernah mengalami kecelakaan motor saat kuliah yang menyebabkan selaput daraku sobek. Bahkan dengan beraninya aku membuat catatan medis palsu. Aku benar-benar gila !


Butuh waktu dua minggu sebelum Sebastian akhirnya menjawab menerimaku apa adanya dan bersedia menjadikanku istrinya. Meski harus menentang mommy Amelia, Sebastian tetap memilihku. Seharusnya aku merasa bahagia, tapi ternyata hatiku hampa karena niatku sejak awal adalah mendapatkanmu bukan Sebastian.


Setelah Sebastian resmi melamarku, aku malah cemas karena tidak ingin memiliki anak dari Sebastian tapi darimu. Lagi-lagi keinginan jahatku mendapat kesempatan. Bisa-bisanya kamu datang ke acara pertemuan di cafe waktu itu, padahal biasanya kamu selalu menolak. Dan di sanalah aku lakukan semuanya, aku membiarkanmu menanamkan benih di rahimku dan keinginanku sungguh terkabul. Beberapa hari sebelum pernikahanku dengan Sebastian, aku sengaja melakukan tes kehamilan dan bahagianya saat kudapati garis dua. Benihmu berhasil tumbuh di dalam rahimku.


Semuanya sudah kuatur dengan baik namun sepertinya Tuhan tidak mengijinkan aku untuk membohongi Sebastian. Aku ketahuan hamil karena kelelahan dengan segala persiapan dan prosesi pernikahan kami. Aku menerima semua konsekuensinya dan berjanji tidak akan pernah mengungkapkan dirimu sebagai ayah kandung Raven.


Perbuatan burukku itu ternyata berdampak besar bagi orangtuaku. Papa dan mama begitu malu menerima kenyataan kalau aku sudah mempermainkan putra tunggal Richard Pratama. Meski Om Richard tidak melakukan sesuatu yang benar-benar menghancurkan karir papa, tapi rasa malu yang begitu besar membuat papa mundur dari dunia pengacara. Aku yang tidak ingin terjebak dalam hidup susah akhirnya menerima tawaran Romi, klien perusahaan tempatku magang. Sebelumnya aku sempat menolak Romi saat masih menjadi kekasih Sebastian dan kami kembali bertemu saat aku balik ke Indonesia setelah melahirkan Raven.

__ADS_1


Romi memberikan harta berlimpah untukku selama aku menjadi teman tidurnya dan dua syarat yang harus aku penuhi. Aku tidak boleh hamil dan Raven tidak boleh menjadi penghalang hubungan kami.


Terlalu percaya diri dan sombong membuatku mengabaikan air mata istri sah Romi yang tahu kalau aku adalah pemuas ranjang suaminya. Aku benar-benar menghancurkan hati seorang istri yang sudah memberikan 2 putri cantik untuk suaminya. Aku berharap masih bisa mendapatkan maaf dari istri Romi di ujung penyesalanku.


Dan lagi-lagi aku harus bertemu Kirana. Harga diriku kembali terusik saat tahu kalau Kirana adalah wanita yang membuat Sebastian bangkit dari kekecewaannya padaku hanya dalam waktu kurang dari enam bulan. Sementara aku ? Shera, wanita sempurna dengan karir sukses harus mencari jalan menaklukan Sebastian lebih dari enam bulan. Bukannya belajar dari pengalaman, aku malah membangun kebencian pada Kirana. Lebih-lebih karena Raven pun menyayangi gadis itu dan memanggilnya mama ! Melihat Raven merengek saat di mal membuat hatiku sebagai seorang ibu hancur. Aku yang membawanya selama sembilan bulan dalam rahimku, tapi anakku malah menangisi wanita lain yang dianggapnya seperti seorang ibu, Dan lagi-lagi wanita itu adalah Kirana.


Aku mencari segala cara untuk membuatnya dibenci olehmu dan Sebastian, aku ingin menghancurkan hidup Kirana hingga tak bersisa. Karena pada awalnya, aku mengganggap bahwa Kirana lah penyebab banyak kekacauan dalam hidupku. Padahal semuanya itu salah. Sejak awal, rasa iri dan kesombongankulah penyebabnya. Tumbuh sebagai perempuan yang sempurna dan tidak pernah mendapat penolakan membuat aku hidup dalam kesombongan diri.


Sayangnya setiap usahaku selalu berakhir dengan kegagalan. Sepertinya Tuhan memang membuat Kirana dan Sebastian saling melindungi dan menjaga satu dengan yang lainnya. Kirana seperti memiliki banyak malaikat pelindung di sekelilingnya termasuk Tante Amelia.


Kalau dulu aku diawasi oleh Tante Amelia karena takut aku berbuat macam-macam di luar yang bisa menyakiti hati anaknya, Kirana justru diberi pengawal yang diam-diam menjaganya dari banyak orang yang berniat mencelakainya dan aku adalah salah satunya.


Terlalu banyak rasa iri yang memalukan kalau aku ceritakan padamu. Dan setelah bertemu dan mengenal Kirana, akhirnya aku mengerti kenapa wanita sederhana dan biasa-biasa saja itu bisa memikat hati kedua pria Pratama. Kecantikan hatinya.


Dengan status dan nama besar Pratama, sangat mudah bagimu dan Sebastian untuk mendapatkan wanita-wanita cantik yang setara. Banyak pilihan bahkan mungkin banyak yang mengantri untuk mendapatkan cinta kalian. Tapi bisa saja semuanya hanya semu. Yang kalian inginkan hanya cinta sejati yang tulus dan sederhana, yang tidak memilih kalian karena harta dan tahta, dan semuanya itu ada pada Kirana.


Dear Steven,


Maaf karena aku sudah menghancurkan hidupmu, masa depanmu dan mengikatmu dengan kehadiran seorang anak yang tidak pernah kamu harapkan.


Dan aku bersyukur karena sisi kebaikanmu masih lebih besar daripada rasa bencimu padaku.


Aku bahagia saat kamu tidak keberatan membiarkan Raven memanggilmu papa dan aku biss melihat bagaimana kamu berusaha untuk menerima Raven sebagai anakmu.


Sejak hasil tes DNA keluar, aku tidak lagi berhubungan dengan Romi tapi pria itu tidak mau melepaskanku. Bahkan saat aku ingin berpisah dengannya dan menjadi istri yang sesungguhnya untukmu, Romi malah memintaku hamil anaknya. Dengan alasan ingin mempunyai keturunan anak lelaki, ia memaksaku hamil.


Di saat itulah aku benar-benar jijik dengan diriku sendiri. Wanita sombong yang mellihat kecantikan dirinya hanya dari segi fisik tapi tidak bisa menjaga kesucian dirinya.

__ADS_1


Aku ingin pulang dan tinggal seatap denganmu sekalipun kamu tidak mau berbicara denganku, menjalankan tugasku sebagai seorang istri. Namun hidupku sudah terikat dengan Romi. Dua ninggu dia mengurungku dan melakukannya setiap ada kesempatan supaya aku cepat hamil. Dan semuanya terjadi. Aku baru mengetahuinya sehari sebelum acara makan keluarga menjelang keberangkatanmu.


Aku membujuk Romi dan minta ijin agar aku bisa datang ke acara makan malam hari itu dan akhirnya Romi mengijinkan aku pulang dan menyuruhku kembali setelah kamu berangkat ke Papua.


Romi mengancamku kalau berani kabur darinya. Kamu dan Raven adalah jaminannya. Aku membenci keadaanku, Steven. Jijik dan merasa kotor. Aku ingin bunuh diri agar bebas lepas dari Romi. Tapi mengingat ancamannya, aku tidak akan membiarkan Romi mencelakakanmu ataupun Raven. Yang terlintas dalam benakku adalah melenyapkan Romi atau lenyap berdua dengannya.


Aku akan mencari cara untuk menyelesaikan semuanya, Steven. Karena pada akhirnya aku sadar kalau aku benar-benar mencintaimu. Aku ingin melakukan apapun untuk mendapatkan maaf darimu dan kesempatan untuk menjadi pendamping hidupmu. Cukup hanya dengan berada di sisimu, aku akan bahagia sekalipun kamu menganggap aku tidak ada.


Aku pastikan saat menerima surat ini kamu tidak akan lagi diganggu oleh Romi bahkan oleh diriku yang selalu mengacaukan hidupmu.


Terima kasih Steven, terima kasih untuk waktu tujuh bulan yang sangat indah ini. Aku benar-benar bahagia saat mendengar Raven memanggilmu papa dan tertawa bersamamu.


Aku berdoa semoga kamu akan menemukan wanita yang kamu cintai dan mencintaimu. Hentikan rasa cintamu pada Kirana karena ia sudah bahagia dengan Sebastian. Bukankah cinta sejati akan membiarkan orang yang dicintainya mereguk kebahagiaan sekalipun bukan dengan dirinya ?


Terima kasih karena kamu sudah meluangkan waktu membaca suratku ini. Kalau boleh aku katakan, ini adalah surat cinta pertama dan terakhirku untukmu.


Maafkan semua perbuatanku padamu dan terima kasih karena sudah mengakui Raven sebagai darah dagingmu.


Doaku selalu bersamamu


Shera.


Steven meletakkan surat itu kembali di laci mejanya dan menangkup wajah dengan kedua telapak tangannya.


Tidak ada kesedihan mendalam yang dirasakan dalam hatinya, hanya bersyukur karena Shera akhirnya menyadari semua perbuatannya dan menyesalinya.


Steven menghela nafas panjang. Mungkin memang saatnya membuka hati untuk wanita lain. Seseorang yang bisa menerimanya sebagai duda dengan satu anak. Yang bisa mencintai Steven dan Raven setulus hati.

__ADS_1


__ADS_2