
♡♡♡♡♡♡♡
"masa' gitu aja gak ngerti mas,, mereka itu naksir sama mas tau,, ucap karina, sambil mengejek suaminya.
"kamu ada2 aja sayang, mana mungkin mereka naksir sama mas, mas ini kan sudah punya istri cantik, lebih cantik lagi dari pada mereka, ucap azzam.
karina yang mendengar ucapan azzam pun jadi tersipu malu.
"wajah kamu kenapa sayang? kok merah banget, apa kamu kepanasan ya, tapi kayaknya sih ngak deh, orang mas sudah pasang AC nya dari tadi, atau jangan2...?
ucap azzam, hingga membuat karina tambah malu, "ihh... mas apaan sih, dah tau istrinya malu, mala di ledekin lagi, ucap karina lalu mencubit perut azzam hingga akhirnya mereka tertawa renyah.
"udah2 sayang, mas nyerah, mas akui mas salah, maaf ya istri mas yang cantik,,,
ya udah kamu duduk manis di sini aja, mas mau konpirmasi sama sekretaris mas dulu supaya mereka kumpul, mas ingin kenalin kamu, mungkin mereka yang gak tau, harus di beri tau dulu agar mereka gak ada niat buat deketin mas hehehe..
ucap azzam percaya diri sambil tertawa.
karina pun hanya memanyunkan bibirnya lalu duduk di sofa sambil memainkan panselnya.
azzam pun menelpon asistenya."Halo, kamu keruangan saya segera, ucap azzam lalu memutus sambungan telepon.
tok tok tok, "masuk, jawabnya.
"ya pak, apa yang harus saya lakukan pak? tanya sang asisten.
"kamu kumpulkan semua karyawan baru diruangan miting ya, ucap azzam.
"baik pak, akan saya laksanakan, kalau gitu saya permisi ya pak, bu' ucap sang asisten lalu pergi keluar dari ruangan bosnya.
"ini pasti pak bos mau memperkenalkan bu' bos pada karyawan baru, batinnya.
"perhatian semuanya, bagi yang merasa karyawan baru ikut saya keruangan miting ya, ini perintah dari pak azzam, ucapnya lalu pergi keruangan miting dan di ikuti mereka2 dari belakang, "ada apa ya pal azzam ngumpulkan kita semua? apa ada masalah ya? atau mungkin dia ingin memperkenalkan perempuan yang tadi, ucap mereka satu persatu.
setelah semuanya berkumpul, azzam dan karina pun datang menghampiri mereka,
"sebelumnya saya minta maaf, karna sudah mengumpulkan kalian semua di sini, saya hanya ingin memperkenalkan seseorang, ucap azzam dengan sopan, walau pun dia sebagai bos, tapi dia tetap rendah hati dan tidak sombong seperti bos pada umumnya,
"baik, perkenalkan ini istri saya, namanya karina diandra hutama, dan juga sekaligus putri dari pak hutama pemilik perusahaan ini, ucap azzam.
mereka semua yang mendengar itu pun heran dan tidak percaya, tidak ada satu pun dari mereka yang menatap karina seperti biasanya, mereka merasa malu pada diri sendiri. ternyata tidak boleh menilai orang lain hanya dengan penampilannya saja, kita tidak tau seperti apa dan bagaimana perjuangan seseorang
"maaf kalau ucapan saya ada yang salah, tapi saya hanya ingin memberi tau kalian semua, karna kalian masih baru di sini, jadi pasti kalian semua tidak ada yang mengenalnya, dan satu lagi, dia sekarang sedang mengandung buah cinta kami yang akan lahir sebentar lagi, jadi saya mohon doanya semua ya, agar istri saya lancar dalam persalinan, ucap azzam.
"Aamiin..." ucap mereka semua sambil tersenyum ke arah karina.
karina pun membalas senyuman mereka semua. "terima kasih,, sekarang semua kembali bekerja, ucap azzam.
lalu mereka semua pun kembali ke tempat masing2, " wah ternyata dia itu istrinya pak bos ya, gagal deh buat deketin pak bos, padahal aku sudah senang banget bisa deketin tuh, eh,, ternyata dia sudah punya istri cantik, gumam seseorang dari mereka semua.
__ADS_1
"udah ah... ga usah mikirin yang aneh2. ayo2 samuanya kembali bekerja, jangan buat pak bos marah, ucapnya lainnya.
mereka pun kembali bekerja.
********
pov rangga.
sementara rangga yang baru sampai di kampung, langsung menemui kedua orang tuanya. dan setelah saling melepas rindu, rangga pun istirahat sekejap, malamnya rangga berniat untuk menemui zihan, setelah selesai makan malam rangga menelpon zihan, dan mengatakan kalau dirinya sudah pulang kampung, dan ingin bertemu dengannya.
"hallo assalamu alaikum...
"wa'alaikum salam,,,
"gimana kabarnya, apa kamu betah ya di kampung? tanyaku dengan nada biasa.
"alhamdulillah,, kabar aku baik, masalah betah atau tidaknya ya tergantung di mana kita tinggal, nah aku tinggal besama ibu dan ayah, ya pasti betah dong hehehe..
jawab zihan sambil tertawa.
"kamu lagi ngapain? kita ketemuan yu' ajakku. hingga membuat zihan berpikir lebih lama hanya karna ucapanku tadi. "maksut kamu ketemuan gimana?
"ya ketemuan, kita jumpa lalu bergandengan tangan seperti biasanya, jawabku, "kamu yang benar aja ah, gak lucu tau bercandanya, ucapnya.
"ih kamu gak percaya ya, buka ajah gordennya, dan lihat aku ada di bawah,
zihan pun hanya menganga dan tidak percaya bahwa aku ada di sini sekarang.
"apa aku sedang berhalusinasi ya, gumam zihan masih dengan terus menatap kedepan, dan sekali- kali dia menggosok matanya apakah dia salah melihat.
"kamu tidak berhalusinasi zihan....
aku memang nyata ada di sini, aku tadi baru sampai sekitar jam lima sore, ya udah aku ijin sam ayah dan ibu' kamu dulu ya, ucap ku lalu memutuskan sambungan telpon, begitu sampai pintu depan aku pun langsung mengucapkan salam terlebih dahulu,
"assalamualaikum,, bu' pak..
"wa'alaikum salam, eh nak rangga, kapan datang? ayo masuk dulu, ucap ayah yang membuka pintu, "siapa yah? tanya ibunya zihan. "ini bu' nak rangga datang, jawabnya senang. "bu' ucapku lalu salim kepada mereka bergantian, "ayo silahkan masuk nak, , kamu udah makan apa belum? tanya sang ibu."udah buk, tadi selesai makan baru datang kesini, jawabku.
setelah masuk aku duduk di kursi bersama ayahnya zihan, lalu aku di suguhkan secangkir teh oleh ibu' "kamu pasti ingin bertemu zihan ya? tunggu bentar ya biar ibu' panggilkan, ucapnya lalu pergi menemui zihan. "jam berapa tadi nak rangga sampai? tanya pak samsul.
"sekitar jam lima sore pak, jawabku.
"ohh,, ayo di minum nak tehnya, gak usah malu2, kamu kayak siapa aja di rumah ini, nah itu dia zihannya sudah datang, ya udahbkalian ngobrol dulu ya, saya masih ada yang mau di kerjakan, ucapnya lalu berlalu pergi meninggalkan kami berdua.
sementara zihan masih tidak percaya,
"Haii,, sapaku, lalu aku pun tersenyum senang karna rinduku terobati sudah ketika melihat orangnya secara langsung,
"kamu kenapa senyum2 ngga? tanya zihan
__ADS_1
"ya aku senyum karna senang bisa bertemu kamu, aku tu rindu banger tau, emang kamu gak rindu apa sama aku?
tanya ku menyelidiki raut wajahnya.
"apaan sih, nanya2 gitu, aku pikir tadi itu aku halusinasi, eh ternyata emang benar kalau kamu ada di sini, ucapany.
"memang kenapa? apa ngak boleh aku datang untuk menemui sang pujaan hatiku hem,, godaku hingga membuat zihan tersenyum malu.
"udah gak usah banyak gombalnya, kamu datang kesini dalam rangka apa? tanyany
"okeh, aku serius nih, sebenarnya aku datang kesini ingin meminta orang tuaku untuk melamarmu untukku, gimana? apa kamu mau kan? tanyaku berterus terang.
"hah,,, kamu serius mau melamar aku? tanyanya lagi tidak percaya,
"iya, aku memang serius, dan aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan sedikit pun, aku juga ingin kita segera menikah, tapi itu pun kalau kamu mau, gimana? kamu setujukan? tanyaku memastikan.
sementara di samping sana ibu dan ayah zihan sedang menguping pembicaran rangga dan zihan, "aduh,, begini nih kalau pasangan muda, jadi ingat waktu kita pacaran ya yah, hehehe.. ucap ibunya.
"iya bu' tapi sekarang kita sudah tidak mudah lagi, jadi gak usah ingat waktu yang sudah berlalu, jawab ayahnya.
"huff,, ayah mah gitu, ucapnya merajuk.
"udah,, terima aja nak, ayah juga setuju dengan nak rangga, mumpung kalian lagi di sini, jadi kita bisa pesta lagi ya kan bu'
ucap suaminya, lalu dianggukin oleh sang istri dengan semangat. "betul yah, ibu juga senang kalau zihan menerima rangga, jawabnya.
mereka masih asik menunggu jawaban apa yang akan zihan berikan, "bagaimana? kamu mau kan? tanyaku sekali lagi,
"eem,, gimana ya? aku masih bingung, apa ayah sama ibu mengijinkan ya? gumamnya
" mereka pasti setuju zihan, kamu dengar sendiri kan apa yang ayah kamu bilang, lebih baik langsung di halal kan dari pada pacaran, ucapku mengingatkan.
"kalau kamu setuju besok malam aku sama ayah dan ibu aku akan datang melamar kamu,
"apa,,, besok malam,?? ucap zihan tidak percaya dengan ucapanku.
"bagaimana zihan? kamu harus beri aku kepastian, atau aku anggap diammu itu, sebagai tanda iya/setuju, oke..
"ya udah deh, kalau itu yang terbaik aku setuju, jawabnya.
"nah,,, dari tadi kenapa nerimanya, kan ibu' sama ayah gak capek nungguinnya,
mau di tinggal nanggung, sudah kepalang nguping, ya udah di lanjutin aja hehehe...
ucap ibunya zihan sambil tertawa.
aku dan zihan yang tadinya kaget jadi ikut tertawa bersama mereka.
semangat untuk kita semua..😊😊
__ADS_1