
♡♡♡♡♡♡♡
dijalan menuju rumah baru yang akan di tempati zihan dan rangga. setelah beberapa menit mereka pun tiba di tempat tujuan mereka. begitu keluar dari mobil zihan dan rangga sangat takjub, lalu mereka pun bertanya kepada maminya.
"mi, apa ini rumah yang mami papi belikan untuk aku dan mas rangga? tanya zihan.
"iya sayang, apa kalian suka? tanya maminya. " iya mi, zihan sangat suka, desainnya dan warnanya pun cantik banget, zihan sangat menyukainya mi" ucap zihan dengan sangat bersemangat, dan sangat bahagia. "bagaimana mas? mas juga suka kan? tanya zihan sembari menggandeng tangan rangga lalu dia pun segera membuka pintu dan langsung masuk, hingga saking senangnya dia pun meninggalkan mami dan papinya,
sedangkan mami dan papinya hanya tersenyum bahagia melihat zihan sangat menyukai pemberian mereka. "alhamdulillah ya mi, ternyata zihan sangat menyukainya"
"iya pi, tadinya mami takut kalau dia kurang suka dengan pilihan mami, tapi ternyata mami salah"
mereka pun ikut masuk kedalam sambil menggandeng arkan yang dari tadi hanya diam saja.
begitu masuk zihan sudah di hidangkan dengan pemandangan yang indah, ternyata mereka hanya tinggal menempatinya saja, karna setiap ruangan sudah di isi dengan perabotan,
"wah,, sayang,, ternyata semuanya sudah lengkap, kita hanya tinggal nempatinya saja" ucap rangga dengan rasa kagumnya.
" iya mas, kayaknya mami sama papi memang sengaja memberikan ini semua untuk kita mas" ucap zihan bersemangat.
"tapi sayang, apa ini tidak berlebihan ya?
mas jadi merasa tidak enak sama mami dan papi, mas sebagai suami kamu tidak bisa memberikan ini semua kepadamu" ucap rangga dengan nada pelan, karna dia merasa malu pada dirinya sendiri.
__ADS_1
ketika rangga mengucapkan kata2nya papi zihan mendengarnya.
lalu papinya pun langsung menyahut ucapannya. "nak rangga jangan merasa kecil hati, ini hanya sebagai hadiah pernikahan untuk kalian berdua, dan juga karna atas rasa terima kasih kami, kalau bukan karna zihan hadir di kehidupan kami, kami tidak akan pernah merasakan rasanya keluarga yang bahagia" ucap papinya terus terang.
"aah,, maaf pi, bukan maksut saya seperti itu, saya hanya merasa tidak enak kepada mami dan papi, kalian sudah terlalu baik bisa menerima saya sebagai menantu kalian, sekali lagi saya minta maaf pi" ucap rangga dengan rasa bersalah.
"gak apa2 nak, papi tau bagaimana perasaan kamu, karna dulu papi juga pernah ada di posisi mu nak, tapi yakinlah yang kami lakukan adalah yang terbaik untuk kalian berdua" ucap papinya sambil menepuk-nepuk pundak rangga untuk memberikan semangat.
"iya pi, terima kasih untuk semua yang papi dan mami berikan kepada kami, dan terima kasih juga sudah menjaga zihan selama ini pi, mi, kalau bukan karna kalian mungkin aku tidak akan bersama dengan zihan seperti sekarang ini" ucap rangga.
"hahaha,,, kamu tidak perlu berucap seperti itu nak, yang penting satu pesan papi ke padamu, jangan pernah menyakiti hatinya zihan, atau pun mencoba menduakannya, bila kamu tidak menginginkannya lagi, kamu bisa mengembalikannya kepada kami, kami siap menerimanya" ucap papinya zihan dengan jujur, dia mengingatkan rangga dengan kata-katanya.
"papi sama mami jangan khawatir, insya allah itu tidak akan pernah terjadi,
zihan yang mendengar percakapan papi dan suaminya pun sangat senang dan bahagia, ternyata begitu banyak yang mencintainya, "papi,, terima kasih untuk semuanya" ucap zihan lalu memeluk papinya sambil terharu. begitu juga maminya. " iya sayang, kamu adalah bintang hati kami, kamu juga harus jadi istri yang baik, dan kamu juga harus menuruti semua perintah atau pun larangan dari suamimu, jangan lagi kamu bersikap kekanak-kanakan, karna sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, sudah punya tanggung jawab untuk suamimu sendiri" nasehat papinya.
"makasih juga untuk mas yang sudah mau menerima zihan jadi istrinya mas, terimakasih untuk janji yang mas ucapkan, zihan juga berjanji, zihan akan jadi istri yang baik, nurut ataupun taat kepada mas rangga, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita, kecuali maut" ucap zihan dengan raut wajah tersenyum bahagia.
"udah sana kalian periksa2 dulu ruangan yang lainnya, mami sama papi nunggu di sini saja" ucap maminya menyuruh zihan dan rangga keliling.
"iya mi, ayo mas kita liat kamar utamanya dulu" ajak zihan lalu menggandeng tangan rangga. rangga pun hanya menenurut saja dengan ajakan istrinya itu.
"ini pasti kamar utamanya mas" lalu zihan membuka pintu. begitu pintu di buka zihan langsung tersenyum malu, karna kamar itu sudah di hias dengan bunga2 bak kamar pengantin baru, rangga yang menyadari perubahan istrinya hanya pura2 tidak tau saja, dia pun langsung masuk dan memeriksa yang lainnya.
__ADS_1
"wah,, kamar ini indah banget ya sayang, sepertinya mami memang sangat peka, terhadap pengantin baru, walau pun sudah lebih seminggu tapi masih bisa di bilang baru lah ya, hehehe... candanya.
zihan pun hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya tersebut. "di sini juga mami sudah menyediakan lemari rias untuk istri aku berdandan,,,
sofa untuk kita duduk menunggu waktunya tidur, dan ini yang satu lagi,, mas kurang tau apa pungsinya ini, ini sejenis sofa atau tempat tidur ya? kalau mas gak salah ini seperti tempat perpaduan heem" ucap rangga tersenyum genit sambil menaik turunkan alisnya.
zihan yang dari tadi sudah malu, akibat bunga yang bertabur di atas ranjang, hingga membuat pikirannya menerawang jauh entah kemana. di tambah lagi rangga menggodanya dengan kata2.
"ih,, mas mau ngapain? jangan aneh2 deh, mami sama papi masih di sini" ucap zihan spontan ketika rangga mencoba mendekatinya. "berarti bila mami sama papi dah gak ada kita bisa lanjutkan ya" ucap rangga dengan semangat empat lima, sebenarnya dia juga sudah tidak pokus lagi dari tadi, dia sudah membayangkan apa yang akan terjadi di atas ranjang atau pun tempat perpaduan yang di sebutkan rangga tadi.
"ya udah kalau gitu ayo kita liat yang lainnya, kasian kan mami sama papi nungguin kita, apa lagi arkan pasti dia sangat jenuh menunggu" ucapnya rangga.
"ya udah ayo" sahutnya lalu mereka pun beralih kedapur, setelah semuanya mereka periksa satu persatu, mereka pun kembali keruang tamu tadi untuk menemui papi dan maminya.
tapi di sana sudah tidak ada siapa2 lagi,
"loh mas, kemana mereka pergi? apa mami sudah pulang ya? coba mas cari di sana aku cari sebelah sini, mana tau mereka bosan disini" ucapnya zihan sambil mencari keberadaan mami dan papinya.
setelah lama mencari mereka tidak menemukannya juga. "gimana sayang? apa mereka ada di sana? tanya ranggga.
"ga ada mas, kayaknya memang mereka sudah pulang, iya tapi setidaknya memberi tau kita duku dong mas, masak pulang begitu saja tanpa pamit" seru zihan
" gak usah seperti itu ngomongnya sayang, mana tau tadi arkan sudah gak betah dan minta pulang, atau ada urusan pekerjaan papi yang gak bisa di tunda lebih lama lagi, kita itu gak boleh berburuk sangka kepada orang tua" nasehat rangga kepada sang istri yang sudah merasa kesal karna tidak mendapati orang tuanya ada di sana.
__ADS_1
"♡😚😙😗😘😘😍😚😙