PILIHANKU

PILIHANKU
part 120


__ADS_3

♡♡♡♡♡♡♡♡


sementara rangga yang masih menenangkan istrinya yang sedang kesel,


tiba-tiba ponsel rangga berbunyi,


disana tertera nama mami mertuanya yang sedang memanggil.


zihan yang melihat id pemanggil langsung meraih ponsel suaminya dan menekat tombol hijau, "halo mi, kalian ada dimana sih? kok kami cari2 dari tadi tapi gak ketemu, apa kalian sudah pulang ya mi?


tanya zihan beruntun.


"maaf ya sayang, tadi papi kamu ada urusan, arkan juga sudah bosan dan minta pulang terus, jadi kami pun langsung pulang, tadinya mami ingin memberi tau kamu, tapi mami takut ganggu kalian, maaf ya sayang,,


ucap maminya dengan sepenuh hati.


"harusnya mami bilang dong, kan aku sama mas rangga nyariin mami dari tadi tau, orang kami gak ngapa-ngapain kok, kok mami ngomong seperti itu sih"


"sekali lagi mami minta maaf ya sayang, udah sekarang kamu sudah bisa melakukan pekerjaan rumah kamu sebagai istri yang baik, jangan malas2 kalaubsudah punya suami" ucap maminya.


"iya deh mi, ya udah kalau gitu zihan tutup ya" ucap zihan lalu memutuskan sambungan telpon. setelah selesai telponan zihan pun kembali duduk di samping rangga, sedangkan rangga hanya diam melihat istrinya. "sayang ayo bantu mas beresin pakaian kita, setelah itu kita masak bareng untuk makan siang nanti, gimana kamu mau kan sayang? ucap rangga dengan nada lembut.


zihan pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan semangat.


dikamar zihan membongkar isi kopernya dan juga miliknya rangga, rangga pun ikut menyusunnya kedalam lemari, setelah semuanya beres, mereka pun beralih kedapur seperti kata rangga tadi, apa lagi ini sudah hampir waktunya makan siang.


"mas kita masak apa siang ini? tanyany.


"emm,,, mas juga masih bingung, mas liat isinkulkas dulu ya, mana tau ada yang bisa kita olah untung jadi menu makan siang kita" ucapnya sambil membuka pintu kulkas. begitu pintu kulkas di buka, berbagai macam buah, sayuran, daging, lauk, atau yang lainnya sudah di sediakan oleh maminya, mereka hanya tinggal mengolahnya saja.


"waah... sayang ternyata ada banyak isinya, kita bisa masak sesuai selera kita sayang, ayo kamu mau mas masakin apa? tanya rangga penuh dengan semangat.


"em apa ya, terserah mas aja deh, mas pasti lebih tau" jawabnya zihan.


lalu mereka pun memasak dan saling membantu satu sama lain.

__ADS_1


sedang asik masak ponselnya zihan berdering, menandakan ada panggilan masuk, "sayang sepertinya ada yang nelpon kamu tu, sana angkat siapa tau ada yang penring" ucap rangga.


"iya mas" jawabnya lalu dia pun meraih ponselnya yang ada di atas meja makan, "halo assalamualaikum mas, ada apa?


"wa'alaikumsalam, dek aku dengar katanya kalian lagi nyari kontrakan ya,,?


tanyanya azzam kepada zihan.


"tadinya sih iya mas, tapi sekarang gak lagi" jawabnya.


"kenapa gak lagi? apa sudah dapat ya?


"ngak mas, tapi mami sama papi beliin rumah untuk aku dan mas rangga"


"ooh,, gitu, truss gimana tanggapan rangga? apa dia gak keberatan? tanya azzam penuh dengan pertanyaan.


"yaa,,, awalnya sih mas rangga sempat menolak, tapi tapi akhirnya dia mau juga, katanya apapun buat aku dia pasti setuju" jawab zihan bangga dan penuh percaya diri.


"syukur deh kalau rangga gak mau menerimanya, mas juga ikut senang kalau kalian sudah ada rumah, oh iya rangga mana? apa dia kerja hari ini?


"mas rangga lagi masak mas buat makan siang kami nanti, hehehe" ucap zihan sambil tertawa cengengesan.


"bukan begitu mas, pagi ini kami sudah pindah, dan tadi mas nelpon aku jadi aku angkat telponnya mas dulu lah, dan mas rangga sekarang sedang lanjutin masak" jawab zihan memberi taukannya.


"ooo... kirain rangga sudah jadi budak cinta hahaha.... ucap azzam lalu tertawa terbahak-bahak.


zihan pun ikut tertawa juga mendengar ucapan kakaknya tersebut.


"udah ah mas, zihan mau lanjut masak bantuin mas rangga, kasian dia masak sendirian" ucapnya.


"OK ya udah, nanti kalau ada waktu kalian sering2 mampir di rumah ya, assalamualaikum" ucap azzam. "iya mas, wa'alaikumsalam, jawabnya lalu memutus sambungan telpon.


lalu zihan pun kembali kedapur menemui suami tercintanya.


"siapa sayang yang nelpon? kok lama banget? tanya rangga penasaran.

__ADS_1


"telpon dari mas azzam, tadi dia nanyain kita masalah nyari kontrakan, trus aku bilang gak jadi, karna sudah ada" jawanya zihan jujur.


"trus bang azzam ada ngomong apa lagi ngak? "ada, mas azzam nanya apa mas mau menerima peberian mami, aku bilang iya, dia pun ber oh ria saja" ucap zihan lalu dia pun tersenyum sendiri ketika mengingat omongan azzam yang tadi, tentang rangga yang sudah bucin.


"kenapa senyum-senyum sendiri sayang? apa ada yang lucu ya? atau bang azzam ada ngomong sesuatu tentang mas ya? tanya rangga penuh dengan selidik, karna melihat dari cara zihan tersenyum seperti menyembunyikan sesuatu.


"gak ada kok mas, aku tersenyum hanya mengingat kejadian lucu saja, udah ah ayo kita lanjutin masaknya, aku udah lapar banget mass,,, keluh zihan agar rangga tidak terus bertanya tentang apa yang di pikirannya zihan.


"ya udah kamu siapin piringnya aja di meja makan, ini juga sudah hampir kelar kok" ucap rangga lalu membawa ke meha makan, di sana sudah terhidang ada ikan sambal balado, sayur bening, dan tidak lupa lalapan juga seperti selada, pette, dan juga timun, setelah semuanya sudah terhidang mereka pun langsung makan,


"wah mas, kalau makanya seperti ini tiap hari berat badan aku pasti nambah, bodi aku pun gak aduhai lagi seperti yang mas inginkan, aku jadi takut kalau mas ngelirik cewek lain" ucap zihan dengan nada melonya.


pendengar perkataan zihan membuat rangga sungguh tak percaya, karna bisa2nya zihan mengkaitkan masalah makan hingga sampai ke wanita lain. itu sudah di luar kendali dan sudah tidak masul akal lagi bagi ranggam.


"loh sayang,, kita ini kan mau makan, kok malah bahas masalah wanita lain sih? ucap rangga dengan lembut takut membuat zihan jadi salah paham.


"iya mas maaf, tapi setelah aku pikir2 omongan aku ada benarnya juga kan"


"udah, gak usah mikirin yang lain2, mau bagaimana pun bentuknya kamu, mas tetap sayang dan cinta, dan tidak akan berpindah kelain hati, Ok,, ayo kita maka sekarang nanti keburu dingin lagi" ucap rangga jujur dan gak berbelit2.


mendengar penuturan suaminya membuat zihan sangat senang, itu yang dia tunggu2 dari tadi, lalu dia pun langsung duduk di pangkuan rangga memeluk, dan menciumi rangga saking senangnya.


"makasih ya mas, aku senang banget loh dengarnya, tapi mas harus bisa pegang janji2nya mas ya" ucap zihan lalu dia pun bergerak ingin bangkit dari pangkuannya rangga.


tapi rangga tidak bisa melepaskannya lagi,


"jangan bergerak sayang, kamu sudah membangunkan sesuatu di bawah sana" mendengar ucapan suaminya zihan pun langsung mengerti, dia juga sudah merasakan ada sesuatu yang mengeras di bawah dudukannya, zihan pun hanya diam dan tersipu malu. "sepertinya kita tidak jadi makan siang sekarang sayang, tapi mas harus memakan mu terlebih dahulu" ucap rangga lalu dia pun menggendong zihan lalu membawanya menuju kamar mereka,


"eh, mas tapi kita harus makan siang dulu, nanti makanannya keburu dingin"


"ini gak bisa di tunda sayang, soal makanannya nanti bisa di hangatin" jawab rangga masih kekeh. zihan pun hanya bisa pasrah dan menerimanya, ini juga kesalahannya sendiri, siapa suruh dia membangunkan harimau yang lapar.


begitu masuk kamar rangga pun langsung menggasak zihan hungga habis2an.


hingga waktu makan siang terlewatkan sampai jam dua siang.

__ADS_1


karna selesai pertarungan mereka pun tertidur dengan sangat lelap, itu akibat kecapean. rangga bangun lebih dulu karna dia sudah merasa lapar, dia langsung mandi dan berpakaian dengan lengkap, setelah itu rangga duduk di samping zihan yang masih tidur, dia memandangi wajah tenang istrinya yang sedang tidur.


😚😙😗


__ADS_2