
♡♡♡♡♡♡♡♡♡
zihan terus bermain bersama afifah, "namanya siapa mbak? tanya zihan.
"namanya afifah dek,, jawab karina.
setelah lama zihan memberikan afifah kepada karina karna sudah menangis dan haus. "ini mbak, kayaknya afifah haus dan ngantuk" ucap zihan.
karina pun menyusui afifah sampai dia terlelap tidur.
rangga sudah tau kalau kedua mertuanya sudah ada di sini, karna azzam sudah mengatakannya. sedangkan zihan belum tau sama sekali, "mas,, apa ibu sama ayah sudah tau kalau mbak karina sudah melahirkan? tanya zihan kepada azzam sambil duduk di samping suaminya.
"ibu sama ayah sudah ada di sini dek, tadi siang mereka sampai, dan sekarang mereka sedang beristirahat, kalau gak percaya kamu bisa liat di kamar itu" ucap azzam memberitau zihan.
"iih... mas kebiasaan banget sih, kenapa gak bilang dari tadi? ibu juga gak memberi tau zihan kalau mereka sudah di sini, apa semuanya sudah melupakan zihan yaa? gerutu zihan tidak terima karna tid ak ada yang memberi taunya.
"ya maaf dek, mas memang lupa untuk mengabari kalian, namanya juga mas lagi nemani mbak mu lahiran, jadi semuanya gak kepikiran sama sekali, masih untung mas hanya lupa memberi tau kamu, aah... pokoknya super bingung deh,, ntar juga rangga bakal tau bagaimana perasaannya mas saat2 seperti itu" ucap azzam.
"udah dong sayang,, masa' cuma karna itu aja kamu gak terima, yang penting sekarang semuanya sehat dan selamat, oh iya ini kan sudah malam, biarkan bang azzam sama mbak karina istirahat, kita pulang aja yuk" ajak rangga kepada zihan.
"loh.. emangnya kalian mau pulang ya? ini kan sudah larut, lebih baik menginap di sini saja" ucap azzam menyarankan agar mereka tidak jadi pulang.
"zihan sih mau2 aja mas, lagian zihan juga belum ketemu sama ibu, tapi gak tau kalau mas rangganya mau" ucapnya sambil melihat rangga dan menunggu jawabannya.
"ya udah, kalau memang itu lebih baik, kita nginap saja" jawab rangga.
setelah itu mereka semua pun beristirahat.
paginya setelah selesai sarapan rifqi pun bertanya kepada maminya, "mi, siang ini kami akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk istrinya azzam, apa mami mau ikut? ucapnya rifqi kepada maminya.
"loh,, kok beri tau mami? emang karina sakit apa nak? kok mami gak tau? tanya sang mami.
"karina gak sakit mi,, tapi dia kemarin baru melahirkan, jadi rencananya siang ini kami mau kesana"jawab mikaila.
"ooh.. syukur deh kalau memang tidak sakit, bagaimana keadaannya? bayinya perempuan atau laki2?
"bayinya perempuan mi, kalau alikha gimana? apa mau ikut sama bunda? bunda sama ayah mau liat dede' bayinya aunty karina loh" ucap mikaila kepada alikha.
__ADS_1
"iyaa.. alikha ikut bunda, alikha juga sudah kangen sama aunty karina, alikha pengen liat dede' bayinya, pasti di sana ada aunty zihan juga kan? ucap alikha sangat bersemangat sekali.
Rifqi pun hanya tersenyum ketika melihat alikha sangat senang diajak sang bunda,
"mami gak usah ikut nak, lain kali saja mami kesana, mami sudah ada janji sama teman mami, itu loh bu'retno tetangga kita dulu, katanya dia mau lanjutin butiknya mami, jadi hari oni sudah janji mau ketemuan" ucap maminya memberi tau rifqi.
"loh.. memang mami sudah yakin dengan keputusannya mami? tanya mikaila.
"ya mau gimana lagi, sebenarnya mami berat mau alihin tu butik sama orang lain, maunya mami sih kamu saja yang lanjutinnya, tapi kalian kan sibuk sama restoran dan kafe kalian" ucap maminya dengan jujur.
mendengar perkataan maminya rifqi dan mikaila hanya terdiam. sebenarnya benar apa yang di katakan maminya tersebut.
"ya udah mi, kalau memang mami berat untuk melepaskan butiknya mami, biar mikaila aja yang lanjutin mi, masalah kafe mami gak usah khawatir" jawab mikaila. maminya yang mendengar itu pun sangat senang,
sedangkan rifqi hanya diam saja sambil mendengarkan mami dan istrinya berdialog, dia tau benar watak mami dan istrinya, maminya memang sengaja berkata seperti itu, agar mikaila mau melanjutkan mengurusi butik, "aku yakin kalau mami tidak ada janji sama bu'retno, ini pasti akal'akalannya saja, siapa itu bu'retno? apa lagi tetangga lama, perasaan dari dulu gak perna ada tetangga kami yang namanya bu'retno" batinnya rifqi dengan tersenyum kecil.
"ngapain kamu senyum2 seperti itu? apa kamu gak percaya ya sama mami? ucapny
"aah,, bukan seperti itu mi, rifqi hanya ingat sesuatu yang lucu, jadi senyum deh"
jadi gimana apakah mami gak salah dengar tadi dengan ucapan kamu nak? tanya maminya kepada sang menantu.
"iya mi, mami gak salah dengar kok, mikaila akan melanjutkan usaha butik mami sebisa mikaila mi" jawanya serius.
"ya udah kalau gitu mami ikut kalian kerumah sakit ya, nanti mami kabari teman mami kalau mami gak jadi jual tu butik"ucap maminya dengan enteng.
"ya udah kalu gitu kita berangkat sekarang saja ya, nanti kelamaan" ajaknya rifqi menyudahi pembicaraan mami dan istrinya.
"ayo mas, aku ambil tas aku dulu ya, alikha tunggu di sini ya, bunda lemar bentar" " iya bunda" jawab alikha.
"loh kok berangkat sekarang, kan tadi katanya siang,, tapi ini masih pagi loh..
ucap maminya heran.
"iya mi, tapi aku dan mikaila mau ke mal bentar buat beli sesuatu untuk di bawa kerumah sakit, gak mungkin kan kita datang kesana hanya dengan tangan kosong" jawab rifqi.
"iya juga ya,, kalian mau beli apa?
__ADS_1
"rifqi gak tau mi, terserah mikaila saja nanti dia mau beli apa" jawabnya.
"ayo mas" ajak mikaila ketika dia sudah keluar dari kamarnya. lalu mereka berempat pun berangkat menuju mall.
sesampainya dia sana mikaila memilih beberapa pakaian bayi girl, dan juga yang lainnya juga. "nak,, bagaimana kalau mami beli buah dan cemilan buat karina saja? tanyanya kepada mikaila. "iya mi, kayaknya itu juga lebih bagus, aku juga ingat waktu melahirkan alikha, aku selalu ngin makan seauatu" ucap mikaila sambil mengingat waktu dia melahirkan alikha dulu. maminya pun membeli buah dan beberapa makanan ringan untuk karina,
dirumah sakit ibu azzam bangun lebih dulu, dia sangat kaget ketika melihat ada beberapa orang disana, "siapa ya? semalamkan hanya ada azzam di sini, jadi siapa dua orang ini? batinya bertanya.
pas dia ingin memeriksa satu persatu zihan pun menggeliat dan berbalik kearah ibunya.
ibunya yang melihat itu pun hanya tersenyum dengan legah, ternyata putri kesayangannya dan menantunya yang dua orang lagi.
"um um um... ternyata kalian ya, jam berapa mereka semalam kesini, perasaan waktu aku sama ayah mau istirahat mereka belum datang" ucapnya bicara seorang diri.
karina yang memang sudah bangun dari tadi menjawab pertanyaan ibu mertuanya. "tadi malam bu, kira2 jam sebelas kayaknya kalau gak salah" ucap karina. "oh, kamu sudah bangun nak? apa kamu perlu sesuatu atau yangblainnya?
"gak bu, kalau karina butuh sesuatu nanti, karina akan minta sama ibu" jawabnya.
"oh,, ya udah kalau gitu kamu tidur lagi aja, ibu mau bangunin mereka dulu"
"Hei.. zihan bangun nak, ini sudah pagi, gak baik bangun lama2"
"eemm... apa aku sedang bermimpi ya, tadi aku seperti mendengar suara ibu, batinnya lalu memcoba untul bangun.
"kamu gak lagi mimpi kok sayang,,, ini memang ibu ada di depan kamu" kata ibunya lalu merapikan rambut putrinya.
"ibuu.... zihan kangen banget sma ibu dan ayah, kenapa ibu tidak memberi tau zihan kalau ibu sama ayah sudah ada di sini? zihan marah tauu.... ucap zohan sambil mengerucutkan bibirnya.
"ga apa2 sayang, ibu cuma gak mau membuat kalian khawatir, udah aah,, ayo bangun dan temani ibu keluar, mau beli sarapan buat kita semua" ajak ibunya.
"ayo bu, nanti setelah mbak sudah sehat ibu sama ayah datang kerumah zihan ya,, pinta sang anak kepada ibunya berharap.
"insa allah nak,, ibu gak bisa janji, oh iya suami kamu biasanya suka makan apa biar ibu tau mesannya apa"
"mas rangga suka semuanya kok bu, eh.. maksut aku mas rangga gak pemilih makanan" jawabnya..
😚😚😚😚😚
__ADS_1