PILIHANKU

PILIHANKU
part 124


__ADS_3

♡♡♡♡♡♡♡


azzam pun mencoba menelpon ibunya dan ingin memberi tahukan kabar bahagia ini kepada mereka, "tut,,, tut,, tut,,, halo assalamualaikum bu, kalian sekarang sudah ada dimana? dan kenapa tidak mengabari azzam? tanyanya terus ketika telponnya sudah di angkat.


ibunya pun tersenyum ketika mendengar kekhawatiran putranya, "ibu sama ayah sekarang sudah di jalan, bentar lagi juga akan sampai, oh iya bagaimana dengan karina? apa dia sudah melahirkan? tanya ibunya, tanpa menjawab semua pertanyaan putranya.


"alhamdulillah bu... karina baik2 saja, karina juga sudah melahirkan putri kami dengan selamat bu,, sekarang mereka sedang tidur" ucap azzam bersemangat.


"alhamdulillah.. terima kasih ya allah,, selamat ya nak, sekarang kamu sudah jadi seorang ayah, jadi harus lebih dewasa lagi kedepannya" nasehat ibu dan ayahnya. lalu panggilan pun di putuskan azzam.


lalu azzam pun beralih menelpon kedua mertuanya yang tidak tau sama sekali tentang keadaan karina.


"halo assalamualaikum pi, papi sekarang masih di rumah kan? ucap azzam.


"wa'alaikumsalam nak, iya, ini papi sedang sarapan bersama mami, tumben pagi2 udah nelpon, emang kamu gak ke kantor ya? tanya sang mertua.


"oh,, ini pi, azzam mau mengabari kalau karina sudah melahirkan pagi ini pi,, dan sekarang kami masih di rumah sakit" jawab azzam langsung tanpa basa basi.


"apa, karin sudah melahirkan, kenapa kamu tidak mengabari mami sama papi? lalu bagaimana keadaannya sekarang? cucu kami apa dia baik2 saja? tanya sang mertua dengan sangat khawatir.


"alhamdulillah semua baik2 saja pi, makanya sekarang aku mengabari papi sama mami" ucap azzam.


"ya udah kalau gitu kami akan segera kesana" ucap maminya lalu mereka pun segera berkemas dan berangkat menuju rumah sakit,


kedua orang tua karina sangat senang mendengar kabar dari azzam, mereka sudah tidak sabar agar segera sampai di rumah sakit dan melihat cucu mereka,


"aduh pi.. mami sudah tidak sabar ingin segera melihat cucu kita pi, kira2 seperti apa ya wajahnya?🤔😊


"ya mirip sama mama dan papanya lah, gak mungkin dong mirip sama orang lain" celetuk suaminya sambil terkekeh melihat tingkah sang istri.


"iih... papi ngomongnya kok gitu sih, mami tau lah mirip seperti mapanya, tapi kan penasaran juga seperti apa" dumel istriny.


tak berapa lama mereka pun tiba di rumah sakit, dan mereka pun langsung menuju no kamar yang di berikan oleh azzam. "assalamualaikum.... salamnya.


"wa'alaikumsalam mi pi" jawab azzam lalu menyalami kedua mertuanya.


karina yang tadinya masih tidur pun terbangun ketika mendengar suara mami dan papinya, "mami, papi" ucap karina dengan lirih karna masih baru bangun tidur.

__ADS_1


"iya sayang, kamu sudah bangun ya, maaf ya kalau mami jadi membangunkanmu" ucap maminya lalu memeluk dan mencium karina. begitu juga dengan papinya.


"selamat ya sayang,, sekarang kamu sudah jadi seorang ibu, kamu harus jadi ibu yang baik untuk anak2 kamu" ucap papinya dengan nada serius menasehati sang anak. "iya sayang, tapi kenapa kalian gak memberi tau mami, kalau tau kan mami bisa menemani kalian di sini, mami jadi sedih,, kalian bertarung hanya berdua saja di rumah sakit ini, mami gak bisa bayangin apa yang terjadi, tapi mami sekarang sangat bersyukur karna kalian baik2 saja" ucapnya merasa bersyukur.


"maaf mi,, bukannya kami tidak mau, tapi kami tidak ingin membuat mami dan papi khawatir, apalagi kontraksinya juga pas tengah malam, kami hanya ingin memberikan kabar bahagia saja" jawab karina dengan jujur.


"oh.. iya sayang, kita dari tadi cerita terus, mami sampai lupa dengan tujuan mami dari tadi" ucapnya


"tujuan,, maksut mami apa? tanya karina bingung dengan maksut maminya.


"Ya cucu mami yang cantik ini, wah,,, dia benar2 cantik ya pi, papi liat deh apakah ada miripnya sama mami? tanya istrinya sambil menggendong sang cucu.


"iya mi, dia cantik persis seperti ibunya waktu masih bayi" jawab suaminya.


"berarti gak ada mirip2nya dong sama mami? ucap sang istri dengan bibir monyongnya, mendengar ucapan sang mami mereka semua pun jadi tertawa.


karna saking asiknya tertawa akhirnya membuat sang bayi terbangun dan menangis, "owee.. owee...owee..


tangis sang bayi pun pecah,


"loh.. kok papi yang di salahin sih, orang maminya juga ikut ketawa, deket cucu papi lagi, sini sini,, biar papi yang gendong cucu papi dulu" ucapnya tak terima.


istrinya pun memberika sang cucu kepada suaminya, " nih, hati-hati pi" ucapnya.


"iya mami,,, jawab suaminya.


begitu di gendong sama opanya, dia pun langsung diam, "nah kan,, dia sudah diam sama papi, mami sih suaranya terlalu cempreng" ucap suaminya menggoda sang istri. istrinya bukannya marah tapi malah ketawa kembali, karina dan azzam juga ikut tertawa melihat kedua orang tuanya.


"oh iya sayang, siapa nama cucu mami ini? apa kalian sudah ada namanya? tanyanya


"sudah ada mi, namanya afifah, aku dan mas azzam yang buat" ucapnya karina.


"Afifah,, nama yang cantik, sama seperti cucu papi, cantik.. iyakan sayangnya opa" ucapnya lalu mencium afifah gemas.


papinya pun meletakkan afifah kembali ketempat tidurnya semula, lalu azzam dan papi karina duduk di sofa sambil bercerita tentang masalah kantor,


sedangkan maminya duduk di samping karina, dan menanyakan bagaimana perasaannya karina sekarang.

__ADS_1


"sayang, bagaimana perasaanmu sekarang? apakah masih ada yang sakit? atau ada yang bisa mami lakukan sekarang? hehehe,, maaf ya sayang kalau mami banyak bertanya, mami hanya ingin tau apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu alami, agar mami bisa mengerti" ucap maminya dengan tersenyum malu.


"gak apa-apa mi,, aku mengerti maksut mami" jawab karina kepada maminya.


"oh anaknya mami, makasih ya sayang sudah mengerti mami" ucapnya.


"jadi gini mi, sekarang karina sudah baik2 saja, kalau masalah sakitnya, karina tidak merasakannya lagi mi, ketika melihat wajahnya afifah, karna karina sangat senang dan bahagia dengan kehadirannya afifah di sisi kami"


"mami juga ikut bahagia dengan kehadirannya afifah" ucap maminya.


"jam berapa kamu baru merasakan kontraksi nak? tanya maminya.


"kalau kontraksinya sekitar jam lima pagi mi, tapi air ketuban pecah pas aku lagi tidur mi, waktu itu sekitar jam tiga pagi,


dan alhamdulillhah jam tujuh lewat sepuluh menit afifah lahir dengan selamat mi" ucap karina menjelaskan semuanya.


mereka yang sedang asik ngobrol atau pun bercerita, tidak tau kalau ternyata orang tuanya azzam menelpon azzam, azzam memasang nada diam pada ponselnya, jadi itu lah sebabnya dia tidak tau kalau ibunya menelpon, karna ponselnya tidak diangkat sama sekali, jadi mereka memutuskan langsung kerumah sakit saja, tadi azzam juga sudah memberi tau alamat rumah sakitnya di mana.


"gak di angkat pak, mungkin azzam lagi repot mengurusi karina" ucap istrinya.


"ya udah bu, kita langsung kerumah sakit saja" jawab sang suami sambil menyuruh supir mengantarkan mereka ke rumah sakit, sesampainya mereka pun bertanya pada perawat yang berada di sana, di kamar berapa karina dirawat.


begitu suster memberi tau mereka pun langsung segera menuju kamar yang di ucapkan suster tadi, "kayaknya ini pak, suster tadi bilang no kamarnya 103 kan,


iya betul,, ibu gak salah lagi" ucapnya.


"iya bu, ayo kita masuk" ajak suaminya.


ibu azzam pun membuka pintu sambil memberikan salam.


" assalamualaikum.....


"kadang kala kita harus menyerah dengan apa yang ingin kita harapkan,


"sebab bila kita memaksakannya itu pasti akan menyakiti kita sendiri,


salam damai😊😉😚😙😗😍

__ADS_1


__ADS_2