
♡♡♡♡♡
setelah kami pulang, pak hutama pun istirahat, tidak berapa lama istrinya pun datang sambil membawakan bekal untuk suaminya, juga untuk karina dan azzam.
"mama sudah datang ya? "iya sayang, ini mama bawakan makan untuk kalian,
ayo cepat di makan, kalian pasti lapar,
"ayo lah kita makan sama2 ma, ucap azzam.
"mama sudah makan tadi di rumah, ayo sana kalian makan dulu , nanti sakit lagi.
ucap mamanya karina.
"ayo mas, karina mengajak azzam makan, selesai makan mereka pamit pulang, besok pagi mereka akan datang lagi.
sepulangnya azzam dan karina, pak hutama pun bangun, lalu istrinya menyuapinya makan sampai selesai,
suaminya berkata sesuatu,
"ma, kayaknya papa sudah bisa pulang besok deh, soalnya papa sudah bosan di sini, ucap suaminya merasa bosan.
"loh, emangnya papa sudah sembuh? ga sakit lagi apa? ini juga baru 2 hari sudah minta pulang, keluh istrinya.
"kan kata dokter kalau ga sakit lagi, sudah boleh pulang, mama aja yang terlalu berlebihan khawatirnya,
"ya mau bagaimana lagi, mama itu takut papa kenapa napa, hanya papa yang mama punya, ucap istrinya sedih.
"loh kok jadi mewek sih, papa ga apa2, papa kuat dan sehat, papa akan selamanya bersama mama, percaya deh,,
"makasih ya pa, ya sudah kalau memang papa sudah merasa baikan, besok kita pulang, ucap istrinya.
"ma, papa mau bicara sesuatu,
"mau bicara apa pa?
"apa karin ga cerita apa2 sama mama?
"bicara soal apa pa?
"ya misalnya, dia mual2,pusing atau telat datang bulan lah,
"maksut papa, apa karina sudah hamil ?
__ADS_1
"iya itu maksut papa, mereka kan sudah menikah setahun, tp karina kok masih biasa saja ya,
"papa ga boleh ngomong gitu, kita doakan saja, mudah mudahan tahun ini mereka segera di karunia i seorang anak, mama tau papa sudah sangat menginginkan seorang cucu, mama juga sama. jadi papa jangan pernah menanyakan soal ini kepada karina atau pun azzam, karna itu bisa membuat mereka terbebani dengan merasa bersalah, dan bisa jadi tidak percaya diri lagi,
"iya ma, papa juga tidak tega untuk menanyakan kepada karin,ucap suaminya
"kenapa papa tiba2 menanyakan soal ini,
tanya istrinya merasa heran dengan sikap suaminya, "tadi rifqi dan keluarganya datang menjenguk papa, jawabnya.
"kapan pa, kok mama ga tau?
"siang tadi, pas mama pulang kerumah,
"yah,, kalau mama tadi di sini, pasti bisa nyium pipi gembulnya alikha, keluhnya.
"nah itu dia yang membuat papa jadi semangat, dan ingin pulang, kalau mama tadi di sini pasti sakit perut deh, ucap suaminya, "maksut papa sakit perut gimana? "ya sakit perut karna ketawa, tadi tu alikha lucu banget ma, itu gara2 kumisnya papa, ucapnya sambil tartawa mengingat kejadian tadi.
"loh papa kok ketawa sih, emang kenapa dengan kumisnya papa,
"tadi tu alikha bilang kenapa ga cukur, apa gunting di rumah kakek hilang, gitu katanya ma, apa ga lucu ma, lucu kan
"jadi, alikha nyuruh papa cukur kumis biar dia ga takut lagi sama papa,
iih,,, geli2 gimana gitu, jawab istrinya membenarkan omongan alikha.
"jadi,,, ketika papa melihat alikha, papa pengen banget segera punya cucu ma,
tp mau bagaimana lagi, mungkin belum waktunya, "sabar pa, mereka kan masih 1tahun, jadi ga usah terlalu di pikirin, papa liat banyak di luar sana yang di beri momongan setelah 10tahun menikah, yang penting kita sehat, masih di beri umur panjang, dan selalu deberikan rizkinya.
ucap istrinya mengingatkan suaminya.
setelah sampai di rumah karina mandi lebih dulu, lalu azzam menutup pagar selesa memarkirkan mobilnya, dan setelah itu dia mandi, habis mandi mereka pun istirahat. "mas, kayaknya papa sangat menyukai alikha ya, ucap karina pada azzam, "kenapa kamu berbicara seperti itu, namanya juga orang tua, jadi otomatis rasa kasih sayangnya ada,
"bukan begitu mas, maksut aku papa pasti sangat menginginkan cucu dari kita, memang sih dia tidak menanyakan atau bertanya, tp dari cara papa menatapku, aku tau kalau papa bertanya, ada apa dengan putrinya, dan dia pasti ahh,,,
desah karina yang bingung harus berkata apa lagi.
"besok sebeluk keruangannya papa, kita kedokter kandungan dulu ya, untuk konsultasi, agar di sini segera di huni calon anak kita nanti,ucap azzam berharap sambil mengelus elus perit karina.
"iya mas, Aamin... mudah mudahan ya mas,
"setelah berdoa kita harus usaha sayang, ga bakal kejadian kalau tidak kita usahakan, ucap azzam sambil mulai meraba raba karina, karina yang sudah paham maksut suaminya, tidak heran lagi.
__ADS_1
mereka pun melanjutkan aksinya sampai larut malam, barulah mereka bisa tidur dengan nyenyak.
paginya karina bangun untuk segera mandi selesai mandi, mereka pun melaksanakan sholat subuh, selesai solat karina langsung kedapur menyiapkan sarapan dan bekal untuk papa dan mamanya di rumah sakit. sedangkan azzam sedang lari pagi di sekitar komplek.
jam setengah 7 mereka pun sarapan, habis sarapan langsung berangkat kerumah sakit, mereka tidak tau kalau papanya pagi ini akan pulang, setelah sampai karina dan azzam pergi ke dokter kandungan seperti janji mereka semalam, karna masih pagi, jadi mereka bisa lebih cepat di periksa, karna masih belum ada pasiennya yang datang sepagi ini.
setelah cek punya cek, mereka dinyatakan sehat, dan ga ada yang bermasalah, hanya belum waktunya saja mungkin,
setelah itu mereka pun pergi ke kamar dimana papanya di rawat, begitu masuk karina kaget karna melihat papanya sudah rapi, seperti biasanya dan tidak lagi memakai pakaian rumah sakit, "loh,, papa mau kemana? kok sudah rapi, papa ga boleh kerja dulu, masalah pekerjaan biar aku dan mas azzam yang urus, ucap karina replek karna khawatir kalau papanya akan bekerja sementara belum sembuh total.
mendengar perkataan karina membuat papanya tidak percaya, apakah dia salah dengar atau bagaimana, mamanya juga kaget, lalu tersenyum lega karna karina sendiri yang berkata, azzam pun kaget.
begitu juga dengan karina, dia kaget dengan ucapannya sendiri, setelah menyadari omongannya.
papanya langsung berpikir keras, setelah beberapa saat dia pun memiliki akal.
"bagaimana papa bisa tenang berbaring di sini, sementara pekerjaan papa menumpuk di sana nak, jadi lebih bai papa pulang, istorahatnya di rumah saja, sekalian bisa mengerjakan pekerjaan papa, ucap papanya melebih lebihkan, padahal mah ga ada pekerjaan yang harus di kerjakan, semuanya bisa di atasi asistennya sendiri tanpa ada yang salah.
melihat suaminya berekting, dia pun ikut juga, "mama juga sudah melarang papamu, tp kamu tau kan papamu itu keras kepala, di pikirannya hanya kerjaan saja, sampai2 lupa dengan kesehatannya.
ucap mamanya dengan penuh harap.
"iya pa, papa istirahat saja dulu sampai sembuh total, masalah kantor biar kami yang tangani, jawab azzam mendahului karina, karna melihat istrinya yang bingung mau berkata apa, "mas,, ucapnya.
"sudah lah sayang, mungkin ini saatnya kita membantu papa, dia juga sedang sakit, lagian kan ga mungkin papa terus bekerja, dia juga ada masa istirahatnya.
ucap azzam menasehati istrinya.
mendengar perkataan azzam papanya langsung memeluknya, "makasih ya nak sudah mengerti papa, ucapnya sambil memeluk azzam, lalu beralih memeluk karina, "kalau seperti ini papa akan betah di sini, ucapnya lalu berbaring di ranjang kembali, melihat kelakuan suaminya istrinya pun hanya menggeleng.
"berarti sekarang kita ga jadi pulang nih? tanya istrinya. "itu tergantung karina ma, kalau di bolehkan ya papa maunya sih pulang, jawab suaminya,
"ya sudah kita pulang saja pa, tp sebelum kita pulang, papa sama mama makan dulu ya, ini ada karina bawain masakan dari rumah, ucapnya lalu membuka rantang dan menyuguhkannya kepada orangtuany
selesai makan mereka pun pulang, azzam mengantarkan mertuanya dengan selamat sampai tujuan, setelah sampai papanya mengajak mereka keruang kerjanya, lalu menyerahkan semua tanggung jawab kantor kepada mereka berdua, "akhirnya papa bisa tenang sekarang,papa bisa pergi berlibur, bisa jalan2, bisa nyantai, ga mikirin kerjaan.
ucapnya bahagia, azzam dan karina hanya tersenyum melihat papanya.
"mungkin benar, ini sudah waktunya, papa terlihat bahagia banget, semoga aku dan mas azzam mampu mengemban kepercayaan papa dan mama,batin karina
sampai di sini dulu y😊😘
dah ngantuk ni, hoaaamm,,
__ADS_1
bobo' yuk dah malam😊😗