PILIHANKU

PILIHANKU
part 36


__ADS_3

pov lala


sementara lala sedang membujuk mami dan papinya agar di berikan ijin,


lala tidak memberi tau kemana tujuannya pergi, tp dia hanya mengatakan ingin ikut bersama temannya. lala pun menemui maminya di kamar arkan, dia melihat maminya sedang bermain dengan arkan,


"huh,,, selalu hanya arkan, gerutunya,,,


"mi,,, lala mau pergi, ikut sama temen lala ke kampungnya. ga lama kok cuma tiga hari saja, boleh ya mi,,, ucap lala memohon dengan mode manjanya,


"emang kamu mau ngapain ikut temanmu sayang,,, tanya maminya.


"ga ada mi, lala pengen liburan sama temen aja, selama ini kan lala kalau liburannya sama mami papi dan arkan teruss, jadi kali ini lala ingin beda lah mi,,


"mami sih ga apa2, tp kamu tanya papi kamu dulu,ucap maminya.


"aduh mi,,, ga keburu lagi kalau nunggu papi pulang kerja, mami aja yang ijinin sama papi ya,,, ini juga udah di jemput sama teman lala, ucapnya memohon.


"kamu gimana sih sayang, kok buru2 amat, baru aja minta ijin langsung mau berangkat saja,apa kata papi kamu nanti, omel maminya pada lala,


tp melihat lala yang sangat ingin pergi, membuat hatinya tidak tega untuk menolak permintaan lala. "tin,,tin,,tin,,


mendengar suara klakson lalapun tau kalau taksi online yang dipesannya sudah datang, lala pun melihat maminya memohon,


maminya yang mengerti hanya mendesah pasrah, "haah... ya sudah kamu hati2 dikampung orang ya sayang, jangan bertingkah ga sopan, baik baik di sana ya,


ini buat kamu, nasehat mami sambil menyodorkan sedikit uang untuk keperluannya nanti di sana.


"yeeaa,,, makasih ya mamiku sayang, ucap lala lalu memeluk dan mencium maminya.

__ADS_1


"dan untuk adik kakak yang tampan, jagaain mami kita ya,, kakak pergi sebentar ya, ummaaahhh,,, ucap lala sambil mencium pipi gembulnya arkan berkali kali saking gemesnya.


"da,, mami, da,, arkan, ucapnya berlalu.


lala langsung bergegas masuk ke taksi, takut nanti kalau maminya menyadari, kalau dia sebenarnya tidak pergi bersama temannya, melainkan dia pergi sendiri.


"syukur lah mami tidak ikut mengantarku keluar, batin lala takut ketahuan kalau dia berbohong, "maafin lala ya mi sudah berbohong,, gumamnya merasa bersalah telah membohongi maminya.


supir taksi bertanya, kita mau kemana neng? "oh,, aku kurang tau pak tempatnya, tp ini ada alamatnya, kata lala sembari memberikan secarik kertas kepada supir tersebut,


"oww,, ini jauh neng, apa betul mau kesana? tanya pak supir memastikan.


"iya pak, tadi aku ketinggalan bus, jadi teman2 berangkat duluan, aku hanya perlu menyusul mereka, mungkin mereka sudah sampai pak, karna berangkatnya tadi pagi, jawabnya untuk membuat pak supir percaya,


"aduh,,. aku sekarang sudah banyak bohongnya, ampuni aku ya allah... batinya.


"ya udah kita berangkat sekarang neng tp ini tarifnya lebih mahal karna jauh, ucap pak supir itu untuk memastikan kalau penumpangnya setuju. "ga pp pak, yang penting aku sampai dengan cepat dan selamat di tempat tujuan, ucap lala.


"aku harus segera sampai, mereka hanya libur tiga hari, itu berarti tiga hari sama hari ini, berarti besok sudah dua hari dan lusanya mereka kembali ke kota, kalau ada yang melihat aku bicara sendiri pasti di kira orang gila hihihi, cengirnya.


pak supir hanya pokus menyetir tidak memperhatikan lala lagi, dia hanya memastikan penumpangnya sampai tempat tujuan dengan selamat,


"orang tuanya gimana sih,apa ga khawatir ngijinin anak perempuannya pergi sendiri kekampung orang tanpa didampingi.


kalau dekat ga apa2, ini jauh sekali, kalau saya ga bakalan ijinin ank saya pergi jauh, batin pak supir. dia khawatir pada lala karna dia juga punya seorang anak perempuan, bagaimana kalau anknya ada di posisi lala sekarang.


"neng,, ini sudah siang apa neng ga makan siang dulu? tawar pak supir berbaik hati karna dia juga mau makan siang.


lala pun terbangun karna mendengar suara pak supir memanggilnya,

__ADS_1


"iya pak, ucapnya lalu turun dari mobil mengikuti pak sopir yang sudah sampai duluan di warung makan di pinggir jalan.


"neng mau makan apa? tanya pak sopir lagi, "samakan saja sama pesenan bapak, aku ga pemilih makanan kok pak, ucap lala, baik banget sih bapak padahal dia ga kenal aku, beruntuk bapak ini orangnya baik, kalau sampe aku ketemu supir yang ga baik,, aduh gak tau deh bagaimana lagi.


batinnya merasa bersyukur bahwa masih ada orang baik kayak bapak ini.


pas lagi makan lala bertanya pada pak supir, "bapak baik banget sih sama saya, padahalkan kita tidak saling kenal? ucap lala merasa terharu dengan perlakuannya


pak supir yang mendengar perkataan lala pun tersenyum, "ya sesama manusia kita harus saling tolong menolong atau saling membantu, bapak juga punya seorang putri di rumah, dia persis seusiamu,


makanya bapak heran kenapa orang tuamu bisa membiarkanmu pergi sendiri ketempat jauh seperti ini, ucap bapak itu.


"hehehe... iya pak, papi aku sibuk kerja pak, jadi ga sempat. kalau mami aku sibuk ngurusin adik aku pak, aku kan sudah besar jadi harus mandiri, ga boleh tergantung sama orang tua, jadi harus bisa jaga diri juga pak. ucapnya percaya diri.


"oh ya pak nama bapak siapa? kalau aku lala, masa' kita ngobrol dari tadi tp ga tau namanya siapa, ucapnya sambil tertawa.


pak supir pun tersenyum mendengarnya,


"oh,, iya juga ya,,. nama bapak burhan, jawabnya, "senang berkenalan sama bapak, ucap lala sambil mengulurkan tangannya ingin bersalaman dan disambut oleh pak burhan dengan senang.


"ayo kita pergi pak supaya aku cepat sampai, ajak lala bersemangat, entah kenapa dia sangat bersemangat sekali, dia juga sudah tidak sabar tp dia tidak tau untuk apa dia bersemangat. mungkin setelah sampai di sana dia akan tau,


dan akhirnya mereka sampai tepat pukul 10 malam di tempat yang dituju, lala lalu turun dan bertanya pada beberapa orang di sana, alamat rumah pak samsul, karna itu alamat yang di berikan mas rifqi pada lala pagi tadi. lala pun pamit pada pak burhan dan berterima kasih telah mengantarnya dengan selamat.


"makasih ya pak sudah mau mengantar lala, ucapnya, "ya sudah tidak apa2, yang penting bapak sudah tidak ragu lagi untuk pulang, karna kamu sudah sampai,


bapak pulang dulu ya, ucapnya setelah memastikan lala sampai.


lala pun memberanikan diri mengetuk pintu rumah sederhana itu, sebenarnya dia masih merasa ragu dan takut sekaligus. tp dia percaya bahwa azzam tidak mungkin mengusirnya ditengah malam seperti ini. "aduh gimana ya apa aku ketuk saja? tp bagaimana mereka kan tidak mengenalku kecuali mas azzam,

__ADS_1


tp ga mungkin juga mas azzam tega mengusirku tengah malam begini, gumamnya bermonolog sendiri memastikan hatinya. "tok,,tok,,tok,,


__ADS_2