
♡♡♡♡♡♡♡
setelah lama berpikir keras, akhirnya zihan pun pergi menemui azzam,
setelah melihat kedatang zihan, azzam pun menunjukkan kursi dengan lirikannya, zihan yang mengerti maksut azzam langsung duduk sambil menunduk.
"ekhem,, kamu tau kan maksut mas memanggil kamu kesini kan? tanya azzam.
"iya mas, jawabnya zihan.
"jadi kamu bisa jelaskan lebih dulu atau mas yang bertanya lebih dulu? ucapny lagi.
"biar zihan aja mas, sebelumnya zihan minta maaf ya mas, zihan akui, kalau zihan memang salah, karna tidak memberi tau mas azzam, maaf,,, ucap zihan masih dengan menundukkan kepalanya.
azzam yang tadinya ingin bertanya lebih banyak lagi jadi merasa tidak tega, karna raut wajahnya zihan sudah membuatnya merasa kasihan, padahal besok dia akan menikah, apa masih tega kah dia untuk mengintrogasi adiknya sendiri, dengan menarik napas dengan pelan lalu mengeluarkannya dari hidung. azzam mencoba menetralkan hatinya, agar bisa lebih rileks, lalu setelah itu dia menasehati adiknya dengan penuh kasih sayang.
"dek... bukannya mas tidak ingin kamu menikah dengan rangga, bahkan mas sangat senang kalau dia lah yang akan jadi pasangan hidupmu, tapi mas hanya ingin mengingatkan, kalau menikah itu buhan untuk main2, jadi kamu harus memikirkannya lebih baik lagi, karna kamu itu masih muda, baru aja selesai kuliah, bahkan kamu belum pernah yang namanya kerja atau menikmati hidup kamu sebagai wanita karir, apa memang sudah kamu pikirkan dengan baik? kalau memang ini yang terbaik mas setuju, yang penting kamu bahagia bersama rangga, ucap azzam panjang lebar menasehati zihan.
ketika mendengar ucapan azzam yang menyetujuinya, zihan sangat senang dan terharu, dia tidak menyangka kalau azzam menyetujui pernikahannya bersama rangga, azzam juga sama sekali tidak marah padanya, bahkan azzam menasehatinya dengan nada lembut,
"makasih ya mas... ucap zihan lalu memeluk azzam dengan erat sambil menangis kencang,
"hei.. kok malah nangis sih? masa' calon manten nangis, dah ah nanti tambah jelek loh, ucap azzam bercanda, sambil mengelus- elus punggungnya zihan.
"zihan kira mas akan marah sama zihan, ternyata zihan salah, maafin zihan ya mas, karna sudah berburuk sangka pada mas, hiks hiks hiks... ucap zihan lalu melepas pelukannya dari azzam, tapi masih dengan terisak- isak.
"udah dong nangisnya, mana mungkin lah mas marah sama adik kesayangannya mas, mana tega mas marahin kamu, yang terpenting adik mas bisa bahagia dengan pujaan hatinya, ucap azzam sambil menghapus sisa air matanya zihan.
"sekali lagi makasih banyak ya mas, ucap zihan dengan tulus. "iya, ayo kita kedepan bantuin yang lainnya, ajak azzam.
__ADS_1
lalu mereka pun ke depan untuk ikut bantu2. "wah... kayaknya ada yang lagi bahagia banget nih, goda karina.
"iya dong mbak, mas azzam gak marahin zihan kok, ternyata mas azzam sayang banget sama zihan mbak, bisik zihan pada karina.
"ya udah sini biar mbak bantuin kamu luluran, walau pun cuma tinggal satu hari lagi, "wah.. makasih ya mbak, sudah mau bantuin zihan, kita di kamarnya zihan aja yuk mbak, ucap zihan lalu mereka pun berlalu pergi.
sementara rangga sedang menghafalkan niat ijab kabul yang akan dia ucapkan besok pagi, agar tidak ada yang salah.
"aduh... belum lagi di depan orang banyak atau di depan zihan, aku kok sudah gugup,
bagaimana besok ya,? gumam rangga bermonolog sendiri. "oh iya.. bagaimana dengan bang azzam ya? apa dia sudah datang? aku harus bertemu dia lebih dulu nih, kalau ngak aku bakalan gak pokus besok, bisa2 aku di mandiin lagi, batinnya.
rangga pun menelpon zihan sembari ingin tau kabarnya juga. "halo ada apa angga? tanya zihan ketika dia mengangkatny.
"halo,, calon istriku... kamu sedang apa? tanya rangga dengan senyumnya.
mendengar kata istriku wajah zihan langsung bersemu merah,
"kamu kenapa zihan, kok wajah kamu merah banget? padahalkan di sini kan gak panas, ucap karina dengan agak keras agar rangga bisa mendengarnya.
"ih.. mbak apaan sih, ucap zihan lalu menjauhkan telponnya. karina pun hanya tertawa tanpa mempedulikan zihan.
"halo, kamu masih di sana ngak?
"ah.. iya, aku masih di sini kok. oh iya, kamu ada perlu apa nelpon aku? tanya zihan. "aku mau tau apa bang azzam sudah datang? kalau sudah aku harus bagaimana? pasti bang azzam sangat marah, ucap rangga bingung.
"ah... soal itu kamu gak usah khawatir, aku sudah berbicara pada mas azzam barusan, mas azzam ga marah sama sekali, bahkan mas azzam sangat setuju karn akamu yang akan menjadi pendampingku, ucap zihan dengan sangat semangat.
"ah.. apa betul, berarti bang azzam setuju dengan pernikahan kita? seru rangga.
__ADS_1
"iya, kamu tenang saja, pokoknya semua sudah beres, udah dulu ya aku masih ada yang perlu di kerjakan, ucap zihan mengakhiri panggilannya.
setelah telponan zihan pun melanjutkan ritualnya, setelah selesai karina pun keluar dan meninggalkan zihan sendirian.
sedangkan orang tua angkat zihan sudah sampai, lalu arkan yang baru sampai langsung bertanya di mana keberadaan zihan. "kakak di mana mi? kok gak kelihatan, tanya arkan.
"hei... arkan sudah sampai ya rupanya, kamu lagi cari kakak kamu ya, ayo tante anterin, ucap karina ketika melihat arkan.
arkan pun mengikuti karina ke kamarnya zihan, "Om sama tante sudah lama ya sampainya? tanya arkan.
"oh, tidak, om dan tante baru sampai tadi malam, nah, ini kamarnya kakak kamu, tante tinggal dulu ya, ucapnya karina.
arkan pun langsung membuka pintu tanpa mengetuknya lebih dulu, itu sudah menjadi kebiasaannya, zihan yang mendengar suara pintu terbuka langsung menoleh, "arkan... seru zihan langsung memeluknya dan menciumi wajahnya arkan, setelah di rasa sudah puas mencium dan memeluknya, barulah zihan melepasnya. "apa benar ini arkan adiknya kakak ya? kok lebih tinggi? tampan lagi, ucap zihan lalu kembali menciuminya.
sedangkan arkan yang di perlakukan seperti itu sudah sangat jengkel,
paginya semua sudah selesai, para tamu juga sudah pada datang semua untuk menghadiri akad nikahnya zihan, zihan juga sudah di rias dengan sangat cantik, yang tadinya zihan memang cantik jadi lebih cantik lagi.
"wah,, anaknya ibu cantik banget nih, puji sang ibu, "iya nih mbak, zihan cantik banget ya, ucap maminya juga.
"ah,, ibu sama mami bisa aja nih,, siapa dulu dong ibu sama maminya, ucap zihan memuji keduanya. lalu mereka pun tertawa bersama. karina pun datang menghampiri mereka yang sedang asik tertawa, "wah, kayaknya aku ketinggalan cerita seru nih, ucap karina tersenyum.
"gimana apa tamunya sudah pada datang semua? tanya sang ibu. "sudah bu' penghulunya juga sudah datang, mempelai prianya juga sudah menunggu kehadiran sang putri zihan, ucap karina menggoda zihan. zihan yang mendengar itu pun hanya tersenyum malu.
"udah karina,,, kamu jangan goda zihan terus dong, kasian kan dia, kamu liat sendiri wajahnya sudah semerah apa, ucap maminya zihan. zihan yang terus di godain mereka semua sudah malu sekali.
"udah ah, kalian jangan bikin aku jadi gugup gini ah, kan aku jadi malu, ucap zihan.
"ya udah, ya udah, ayo kita keluar, semua orang sudah pada nungguin agar acaranya segera di mulai, ajak karina lalu berbisik ke telinganya zihan. "ayo tuan putri kita pergi menemui sang pangeran, hihihi... ucap karina.
__ADS_1
😊😊😙😙😙