
♡♡♡♡♡♡♡♡
"emang ada apa sih? ucap karina.
"hehehe,, ga ada apa2 kok mbak, zihan hanya kaget ketika melihat aku ada di sampingnya, hanya itu aja kok, gak ada yang perlu di khawatirkan, jawab rangga.
"ooh,, kirain ada apa, zihan,, zihan,, kamu itu ya, kebiasaan, ucap karina sambil geleng2 kepala lalu kembali ke kamarnya.
setelah karina kembali kekamarnya.
zihan pun menutup pintunya kembali, lalu beralih ke rangga, zihan melihat rangga yang sudah berdiri hendak pergi mandi, "um,, eh anu, angga, ucap zihan gugup.
"ada apa? tanya rangga berbalik melihat zihan. "um, itu, biar saya mandi lebih dulu ya, saya sudah kebelet banget, ucap zihan mengutarakan niatnya.
mendengar perkataan jujur sang istri, membuat rangga hanya tersenyum.
"ya udah ga apa2, kamu bisa lebih dulu, aku juga masih ngantuk nih, ucap rangga, lalu kembali berbaring di ranjang.
zihan pun langsung masuk ke kamar mandi tanpa membawa apa2 saking kebeletnya, begitu masuk zihan langsung menutup pintu, dan melakukan ritual yang sudah mendesaknya, "ah,, legahnya, gumamnya.
setelah selesai zihan juga langsung mandi, tanpa memikirkan apa2, dia mandi seperti biasanya, bernyanyi, sambil teriak2,
sedangkan rangga yang tadinya sudah tidur kembali, harus terjaga ketika mendengar suara cempreng istrinya itu.
"ya ampun,, apakah seperti ini kebiasaan istri saya setiap pagi ya allah, kalau benar, saya harus merobahnya, batinnya rangga.
selesai mandi zihan pun merentangkan tangannya untuk meraih handuk di sampingnya, tapi ternyata tidak ada, itu sebab dia lupa untuk membawanya.
"loh kok ga ada sih, apa aku tidak membawanya tadi ya, astaga iya,, aku tadi langsung berlari masuk ke kamar mandi" gumamnya zihan ketika mengingatnya.
zihan pun mencoba mendekati pintu dan membukanya sedikit, lalu dia melihat sekitar kamar untuk mencari keberadaan handuknya, "itu handuknya, tapi aku harus bagaimana? di sana kan ada rangga, gak mungkin aku keluar dalam keadaan seperti ini, apa aku minta tolong sama angga aja ya" gumamnya lagi.
rangga yang sudah terjaga, menoleh ke kamar mandi dan bertanya. "kamu kenapa ngintip2 dari situ? kenapa gak langsung keluar aja, aku juga mau mandi nih, atau,,,? ucap rangga sambil tersenyum nakal. zihan yang mengerti maksutnya rangga langsung memotongnya. "bukan... aku lupa bawa handuk, boleh gak kamu ambilkan untukku" jawab zihan.
__ADS_1
"ooh,, handuk, kirain itu" ucap rangga.
rangga pun mengambilkan handuk dan memberikannya kepada zihan.
"nih,, handuknya, "kamu jangan liat kesini, palingkan wajah kamu kebelakang, ucap zihan memperingati rangga.
"iya iya,, liat dikit kenapa sih, kan sudah halal, nanti juga bakal aku liat kok, jawab rangga lagi. spontan membuat wajahnya zihan memerah,
setelah pakai handuk zihan pun keluar, dia pun berjalan dengan pelan sambil menarik handuknya keatas dan kebawah karna kependekan, rangga yang melihat zihan keluar dengan keadaan seperti itu, jadi merasa deg degan, dan seperti ada yang bangun tanpa seijinnya. "ya ampun,, kamu sangat menggoda iman ku zihan, aku sudah gak kuat lagi untuk menahannya, ini pakai bangun sekarang lagi, gumamnya. dengan perasaan campur aduk rangga mencoba mendekati zihan dan ingin memeluknya, tapi ketika rangga mendekat zihan langsung bertanya.
"kamu mau ngapain? jangan macam2 ya, sana kamu mandi dulu bau' tau, ucap zihan sambil menutup hidungnya berlagak sok kebau'an, padahal mah tidak, sebenarnya dia sudah sangat deg degan ketika rangga mendekat, mendengar ucapan zihan rangga pun langsung mandi, dia jadi malu, sebab di bilang bau' sama istrinya, rangga pun mengguyur seluruh tubuhnya dengan air, untuk menghilangkan keinginannya tadi,
"lain kali jangan bangun sembarangan ya, sekarang belum saatnya, kamu tunggu aja ya" ucap rangga kepada adik kecilnya.
setelah selesai mandi mereka pun keluar untuk sarapan, di meja makan rangga dan zihan agak malu2, karna pasti yang lainnya berpikiran mereka sudah itu,, "kamu harus makan yang banyak nak rangga, supaya kuat untuk menghadapi sipatnya istri kamu, ucap ibunya lalu memberikan sepotong lauk untuk rangga.
"oh, iya bu' makasih, jawabnya.
"dan kamu juga zihan,kamu itu harus nuruti semua perintah suaminya kamu, dan ingat, kamu jangan teriak kayak tadi, kalau ada orang lain yang dengar gimna? kamu harus ingat kalau kamu itu sudah menikah dan sudah punya suami, ucap ibunya menasehati zihan.
selesai sarapan ayahnya pergi berkebun di belakang seperti biasanya, sementara karina dan azzam sedang berkemas2, karna hari ini mereka akan pulang ke kota, sedangkan ibunya sedang menyiapkan beberapa oleh2 untuk di bawa pulang, zihan dan rangga sekarang sedang berada di ruang keluarga sambil nonton,
lalu zihan pun beranjak dari tempat duduknya untuk menyusul ibunya ke dapur, "kamu mau kemana zihan? tanya rangga, ya,, mereka masih malu2 untuk memulai panggilan baru, seperti sayang misalnya, mungkin karna masih baru kali,
"aku mau ke dapur bantuin ibu, jawabnya.
"ooh,, ucap rangga. lalu zihan pun pergi meninggalkan rangga sendirian.
"apa masih banyak bu'? tanya zihan.
"eh, zihan,, gak kok sayang, ini bentar lagi juga kelar, kamu mau apa? tanya ibunya.
"ga ada bu' pengen bantuin ibu aja, jawabnya lalu memasukkan buah2an dan sayuran yang sudah di bungkus ibunya ke kardus. "jadi kamu ninggalin suami kamu sendirian ya, kamu itu gimana sih, dia kan masih baru di rumah ini, jadi pasti masih agak asing baginya, ya udah sana kamu temenin suami kamu, sekalian buatin teh dan bawa kue ini, ibu masaknya lebih tadi" ucap ibunya mengingatkan.
__ADS_1
"iya bu' oh iya, jam berapa mbak sama mas azzamnya pulang bu? tanya karina.
"ibu kurang tau, tapi kayaknya siang ini deh, jawab ibunya.
"ya udah aku ke depan dulu ya bu'..
"iya nak, ucap ibunya lalu melanjutkan pekerjaannya.
"ini, aku bawa kue dan buatin teh juga buat kamu, ucap zihan lalu meletakkannya di atas meja, "wah,, ternyata iatri aku pengertian juga rupanya, ujar rangga dengan sangat senang,
"itu ibu yang nyuruh, bukan aku, tapi kalau kamu suka aku bisa buatin setiap hari, tapi maaf kalau rasanya kurang pas buat kamu" ucap zihan.
"ga apa2, nanti lama2 aku juga akan kebiasaan kok, jawabnya. sedang asik ngobrol azzam datang menghampiri mereka sambil berdehem. "ekhem,,, maaf kalau mas mengganggu kalian, ucapnya.
"ah, gak apa2 mas, ga pa2 bang, kita juga hanya ngombrol biasa aja, ada apa ya bang? tanya rangga.
"em, gini,, siang ini kami akan pulang, kalian ga apa2 kan kami tinggal duluan pulang, soalnya kerjaan mas sudah numpuk di kantor, ini juga dari semalam di telpon asistennya mas terus, nanya kapan pulangnya mas, ucap azzam.
"oh, ya udah ga apa2 mas, lagian kami juga masih lama di sininya mas, jawab zihan. "iya bang, ga apa kok, sampein salam aku sama bos rifqi ya, ucap rangga.
"ok, ya udah, kalian lanjutin ngobrolnya, mas mau masukin barang bawaan ke mobil dulu, ucapnya lalu pergi meninggalkan rangga dan zihan.
"aku mau bantuin bang azzam dulu ya, kamu tunggu di sini apa ikut bantuin juga? tanya rangga pada zihan.
"aku ikut aja deh, mungkin aku bisa bantuin mbak, jawabnya lalu mereka pun pergi menyusul azzam.
"eh, kalian kok kesini? tanyanya azzam.
"kita mau bantuin bang, mana barang yang mau di masukin mobil bang? biar saya angkat, "oh,, ga banyak kok, hanya ini aja, tunjuk azzam. lalu azzam dan rangga memasukannya kedalam mobil, sedangkan zihan hanya duduk sambil bercerita dengan karina, karna semuanya memang sudah selesai di kemasi, "mbak dan mas hati2 di jalan ya, kalau sudah sampai jangan lupa kabarin kami, ucap zihan.
"iya, kamu juga baik2 di sini sama rangga, dan kita sebagai istri harus bisa melayani suami kita dengan baik, ingat! kamu jangan teriak lagi, apa kamu gak malu di dengar banyak orang, walau pun itu bukan seperti yang orang pikirkan, tapi setidaknya harus bisa bedain waktu kita masih gadis atau sebagai istri seseorang,
ucapnya menasehati zihan.
__ADS_1
😙😗😍