
"ayo kita makan dulu, ucapku karna dari tadi makan malamnya sudah selesai di hidangkan bi'mina setelah ku tinggal.
kami pun makan dengan hikmat, "mas kapan rencana mereka menikah? tanyaku basa basi padahal memang penasaran,
"soal itu mas juga belum tau, tadi azzam hanya bilang ingin memperkenalkan karina kepada keluarganya, selebihnya mas kurang tau, jawab mas rifqi.
sedangkan diseberang sana karina bingung mau memulai dari mana, dia ingin mengemas pakain tp dia tidak tau bagaimana cara berpakaian di kampung nya azzam, karina takut nanti salah, yang dia tau cara berpakaian di kota dan di kampung pasti berbeda,
"ah,,, dari pada bingung mending aku telpon mas azzam saja, gumamnya.
tp pas hendak menelpon dia teringat tentang tadi siang, karina mengurungkan niatnya karna malu, mau memulai bicara dari mana, "bagaimana kalau mas azzam mengingatkan soal tadi, batin karina ragu.
karina masih menggenggam hp nya, dia masih bingung antara menelpon atau tidak, tp tiba-tiba hp yang dia pegang berdering, ternyata azzam menelponnya.
"aduh gimana ini? mas azzam menelpon, aku harus bagaimana? kata karina bingung.
dia menetralkan hatinya terlebih dahulu agar terdengar biasa saja,
karina: "hallo mas ada apa? ucapnya.
azzam: " hallo sayang, kenapa lama banget angkat telponnya?
karina: "oh,, tadi aku lagi di kamar mandi mas, apa ada sesuatu yang penting mas?
azzam: "ga ada sayang, hanya ingin tau kamu lagi ngapain aja hehehe, oh ya jgn lupa ya sayang, besok kita jadi perginya.
karina: "iya mas, tp aku harus bawa baju apa mas? aku kan ga tau bagimana cara berpakaian di sana,
azzam:"oh,,, masalah itu, kamu bawa baju biasa saja, baju yang kamu pakai sehari2, di kampung mas masih terlalu kuno,
__ADS_1
karina:"ya udah mas kalau gitu, aku berkemas dulu ya,
azzam:"iya sayang, dah,,, ummah....😙
ucap azzam lalu menutup telponnya.
"ihh,,, tu kan, terakhirnya mas azzam gitu juga, gimana ya besok jumpa mas azzam langsung, lewat telpon saja aku sudah malu, batinnya.
dan akhirnya karina selesai berkemas, dia pun memutuskan istirahat karna besok perjalanan mereka menempuh jarak yang sangat jauh.
pagi jam setengah 6, alarm berdering membangunkan karina, dia pun langsung kekamar mandi untuk mandi lalu menyiapkan sarapan untuknya sendiri dan tidak lupa juga karina menyiapkan bekal makan siang untuk mereka nanti.
setelah selesai sarapan karina membawa koper dan rantang bekalnya tadi kedepan sambil menunggu azzam menjemputnya, tidak berapa lama azzam tiba, "pagi sayang, sudah lama ya nunggunya, ucap azzam lalu dia meraih koper karina dan memasukkannya ke bagasi.
"pagi juga mas, ini baru saja keluar, mas sudah sarapan? tanya karina.
"tadi mas bangunya telat jadi ga sempat buatkan sarapan, ucap azzam.
karina dan azzam pun masuk, langsung menuju ruang makan, karina menyiapkan sarapan untuk azzam, tidak lupa juga segelas kopi agar tidak mengantuk di perjalanan nanti.
"maaf ya mas, aku kasih kamu yang sisa, tp ini masih bagus kok, ucap karina malu.
"ga pp sayang, mas suka kok walau pun sisa kamu, ucapnya menggoda karina.
wajah karina pun bersemu merah karna malu. "udah ah mas,jangan goda aku terus, aku kan jadi malu, kalau kekgini terus kapan kita berangkatnya, ucapnya.
"oh iya ya,,,hihihi, ucap azzam sambil garuk2 kepala yang tidak gatal.
"ayo sayang kita berangkat, mas sudah selesai, ucap azzam sambil meraih tangan karina dan menggandengnya keluar rumah, dan setelah rumah terkunci dengan baik mereka pun berangkat ke kampung halaman azzam, untuk bertemu keluarga.
__ADS_1
sedangkan di restoran mas rifqi kewalahan melayani seorang wanita cantik yang ingin bertemu azzam, ya karna azzam lagi libur, jadinya mas rifqi yang menghandel semua, mas rifqi sudah mencoba bertanya pada gadis itu, apa ada perlu sesuatu,
ya lala, dia bertanya azzam kemana? mas rifqi hanya memberi tau kalau azzam lagi libur dan tidak memberi tau kemana,
mas rifqi berpikir sejenak mengingat sesuatu yang pernah dia lihat tp tak ingat dimana dan kapan,
"sepertinya aku pernah melihat cewek ini? tp di mana ya? gumam mas rifqi sambil berpikir, dia lupa pernah melihat dimana.
"aah,, sudah lah mungkin hanya kebetulan saja, batinnya.
"memang ada perlu apa kamu sama azzam? tanya mas rifqi.
"aku hanya ingin bertanya sesuatu padanya pak, kata lala karna memang umur lala masih 18 tahun, dia sekarang mempunyai keluarga lengkap, dia punya adik laki-laki yang tampan, tp umur mereka sangat jauh berbeda, lala berumur 18 tahun sedangkan adiknya baru umur 4tahun, namanya arkan danu.
awalnya kedua orang tuanya sangat menyayangi lala, tp setelah kelahiran arkan, mereka terlalu pokus pada bayi mungil itu, sampai2 mereka lupa akan kehadiran lala, sebenarnya mereka bukan tidak sayang pada lala, bahkan mereka sangat menyayanginya,kalau bukan karna lala mungkin mereka belum punya anak.
sampai sekarang, kedua orang tuanya selalu memenuhi semua permintaan lala,
karna merasa kasihan mas rifqi memberi tau lala kalau azzam pergi ke kampung halamannya, dia juga memberi tau alamatnya, "ga mungkin kan kalau dia pergi menyusul azzam, batinnya.
"ya sudah kalau begitu saya pulang dulu ya pak, ucap lala, lalu pergi dari restoran.
di jalan pulang lala sangat bersemangat sekali, dia juga merasa tidak asing dengan nama kampung itu, "aku harus menyusul mas azzam dan bertanya langsung padanya, tentang semua perlakuan dan perhatiannya padaku,
aku sudah mencoba mengatakan perasaanku padanya, tp di tolak mas azzam,
dia hanya menganggapku sebagai adik, tp kalau sebagai adik, kenapa ada foto ku dan mas azzam,dia memelukku dengan penuh kasih sayang, aku menemukannya di antara selipan dompetku yang lama, kalau dia kakakku tp kenapa mami bilang dia hanya mempunyai 2 anak, yaitu aku dan arkan,
"mami dan papi tidak pernah menyinggung soal yang lain tentang aku, jadi aku yakin 100% mas azzam ada hubungan sesuatu denganku, tp apa itu aku tak tau, karna ini aku harus menyusul mas azzam, untuk mencari tau" gumamnya bersemangat.
__ADS_1
semangat terus bacanya ya😊😊😊