
♡♡♡♡♡♡♡♡
seselai karina makan malam, maminya pun memberikan afifah kepadanya karna sudah haus, "apa kamu sudah selesai makannya sayang, nih afifah kayaknya haus deh, coba kamu kasih minum dulu"
"iya mi, sini sayang sama mama, oh... anak mama haus ya, emm.. bikin gemes aja deh" karina mengajak afifah bicara lalu menciumnya dengan gemes.
"sayang hati-hati dong nyium afifahnya, kasian dia kesakitan, iya kan sayang, mamanya nakal banget deh, mending sama ayah aja, kalau ayah mah gak gitu" ucap azzam sambil bercanda.
"ih mas apaan sih, udah sana mandi dulu, mas bau banget tau, habis mandi trus makan malam sana, pasti mereka sudah nungguin mas loh" ucap karina.
"ya udah mas mandi dulu ya, jagain anak kita jangan sampai nangis" cup.
ucap azzam lalu tiba-tiba mencium pipi karina, sebelum karina marah azzam pun langsung segera berlari kekamar mandi.
sementara karina hanya tersenyum dan geleng2 kepala melihat kelakuan suaminya, selesai mandi azzam pun segera menemui para orang tua ke meja makan, ternyata memang benar kata istrinya, mereka sudah menunggu kedatangan azzam. "wah... semuanya sudah ada di sini ya, hehehe.... maaf ya sudah membuat kalian menunggu" ucapnya merasa bersalah karna membuat para orangtua menunggu lama.
dikediaman rifqi, mereka juga sedang makan malam, "bunda,, dek afifah tadi sangat cantik ya, alikha pengen deh punya adik cewek seperti Afifah" ucap alikha sambil menyuapi makanannya. mendengar perkataan alikha, mikaila pun menyahutinya dengan lembut.
"iya sayang... semoga allah segera memberikan adik yang cantik juga buat alikha ya" Aamiin... jawab alikha mengaminkan ucapan bundanya.
sementara dalam hati mikaila sangat sakit, dia jadi merasa sedih karna mengingat kejadian di mana calon bayinya pergi untuk selamanya, itu sebab keteledorannya sendiri.
rifqi dan maminya saling melihat satu sama lain, mereka tau apa yang sedang mikaila pikirkan sekarang, rifqi mempercepat makannya dan mengajak alikha untuk bermain sebentar sebelum tidur.
maminya juga sudah selesai makan sedangkan mikaila tidak jadi makan, dia hanya mengaduk-aduk makanannya, tanpa menyadari kalau anak dan suaminya sudah tidak ada di sana lagi,
"sayang... di makan dong makanannya, jangan cuma di aduk2 saja"ucap sang mertua.
"eh.. iya mi, ini juga mikaila makan kok, di mana alikha sama mas rifqi mi? tanyanya.
__ADS_1
"mereka sudah selesai makan, rifqi mengajak alikha bermain, sayang... kamu lagi mikirin apa hem? dari tadi makanannya hanya di aduk aja, apa karna omongan alikha tadi ya?
"ahh.. bukan mi, mikaila hanya keingat sama kecelakaan hari itu, seandainya saja mikaila mau dengerin katanya mas rifqi, mungkin itu semua gak kejadian, dan alikha sekarang pasti akan bahagia dengan kehadiran adik kecilnya" ucap mikaila merasa menyesal karna tidak patuh terhadap ucapan suaminya.
"itu bukan kesalahan kamu sayang, dan tidak ada siapapun yang bersalah tentang itu, itu semua sudah kehendak yang kuasa, allah lebih sayang padanya, jadi kamu gak bpleh menyalahkan dirimu sendiri, kalian masih mudah, dan kalian masih bisa mempunyai anak lagi, insa allah akan selalu menjaga kita semua, Aamiin...
ucap maminya menasehati sang menantu dan memeluknya juga.
"maaf ya mi, kalau aku masih tidak bisa mengatasi rasa sedihku, dan karna aku terlalu cengeng juga, bukan aku tak ikhlas tapi hanya merasa tak sanggup atas semuanya" ucapnya sambil menangis di pelukan mertuanya.
"iya sayang gak apa2 kok, semua itu hanya cobaan dari allah, kalau kita ikhlas insa allah akan ada gantinya yang lebih baik" ucap maminya sambil mengusap-usap punggung menantunya.
rifqi yang dari tadi memperhatikan mami dan istrinya dari jauh juga ikut merasa sedih, tapi dia sedih bukan karna mengenang anaknya, karna dia sudah mengikhlas kannya kepada allah, dia sedih sebab istrinya masih menyalahkan dirinya sendiri atas kehilangan anaknya,
rifqi pun menghampiri mereka kemeja makan, karna dia sudah mengantarkan alikha kekamarnya untuk tidur, "loh,, mi, apa kalian belum selesai makannya ya? soalnya dari tadi masih di sini terus, bi'mina juga mau istirahat kalii,,, ayo duduk di ruang keluarga saja, biar semua ini di bereskan sama bi'mina" ucap rifqi mengajak mami dan istrinya.
"ah kamu bisa aja qi, kami sudah selesai makan kok, hanya sambil cerita2 aja" ucap maminya berdalih. lalu mereka pun pindah ke ruang keluarga seperti kata rifqi tadi. bi'mina pun baru bisa membereskan semua pekerjaannya.
"ooh,, itu, mami sama mikaila lagi omongin soal butik, iya kan sayang" ucapnya.
"ah, iya mi, alikha mana mas? apa dia sudah tidur? tanyanya mengalihkan.
"alikha sudah masuk kamar, kayaknya sekarang dia sudah tidur, sini duduk dekat mas" ajak rifqi sambil menepuk sofa.
mikaila pun menuruti ucapan suaminya. dia duduk berhadapan dengan maminya.
"jadi sekarang gimana masalah butiknya? tanya rifqi memulai pertanyaan.
"ya gimana lagi, mikaila akan mulai mengurusi semua masalah butik, mami gak akan ikut serta lagi kalau tentang butik, pokoknya sekarang butik itu adalah miliknya mikaila, besok mami akan mengurus semua berkasnya, agar jadi atas nama mikaila" ucap maminya kepada rifqi.
__ADS_1
"tapi mi, kayaknya itu gak perlu deh, mikaila ikhlas kok mengurusi butiknya mami, jadi itu gak harus mami lakukan" ucap mikaila karna dia tidak ada bermaksut untuk memilikinya.
tapi mertuanya memang bermaksut ingin memberikan butik tersebut kepada sang menantu, makanya dia melakukannya sedemikian rupa, agar mikaila mau menerimanya, maminya tau kalau mikaila akan menolak bila dia memberikannya dengan secara cuma-cuma.
jadi dia pun memikirkan ide agar mikaila mau menerimanya, lalu maminya membuat
drama seperti tersebut, dan akhirnya berjalan dengan sukses.
"loh, emangnya kenapa? itu kan sekarang sudah jadi haknya kamu, jadi sudah sewajarnya mami mengganti nama mami jadi nama kamu, apa kamu gak suka ya sama butiknya mami? ucapnya dengan berpura-pura sedih.
"aah... bukan begitu maksutnya mikaila, mikaila suka kok dengan butiknya mami, tapi kayaknya memang gak cocok kalau jadi mikaila yang jadi pemiliknya, emm.... gimana kalau nama alikha saja yang jadi pemilik sah nya, jadi kita yang akan mengelolahnya sampai dia berumur 18tahun, baru lah menyerahkannya kepada alikha" ucap mikaila menyarankannya dengan serius.
rifqi dan maminya yang mendengar saran dari mikaila sangat setuju, "iya ya,, kok mami gak kepikiran sama sekali ya" ucap maminya semangat, ya udah kalau gitu mami akan buat jadi atas namanya alikha, gimana qi? apa kamu setuju? tanya maminya.
"rifqi sih setuju2 aja mi, yang penting semuanya bisa berjalan sesuai keinginan mami dan mikaila" jawab rifqi menengahi.
"ya udah kalau gitu, semuanya sudah deal kan,, mami masuk kamar dulu ya, mami sudah ngantuk" ucapnya lalu pergi meninggalkan rifqi dan mikaila.
"iya mi, mikaila sama mas rifqi akan masuk kamar juga, selamat malam mi,,, ucap mikaila dengan tersenyum manis.
"kok kamu senyum gitu amat sayang?
"ga ada apa2 mas, ayo kita masuk kamar mas, aku sudah ngantuk banget nih,,
"tapi mas masih penasaran dengan senyumnya kamu tadi sayang? tanyanya sambil mengikuti mikaila yang sudah pergi lebih dulu meninggalkannya.
"udah ah mas, ini sudah malam akubmau tidur, gak usah tanya2 lagi, orang mas juga pasti tau kok" jawabnya.
"maksutnya? tanya rifqi setwlah berbaring di samping istrinya.
__ADS_1
😚😚😚😚😙😗