
karina sedang berpikir mau melakukan sesuatu tp di sama sekali tidak tau harus berbuat apa, di bingung apakah dia dan azzam harus fiting baju pengantin? "tp bagaimana kalau sudah di sediakan ayah dan ibu,batinnya. "ting nong... (bunyi bel)
"siapa yang datang ya? apakah mas azzam? oh iya mending aku tanya mas azzam saja, serunya lalu beranjak keluar kamar untuk membuka pintu, dia pun membuka daun pintu, ketika dia melihat yang datang adalah azzam, merasa lega karna sama seperti harapannya,
"assalamualaikum, sayang apa mas mengganggu ya? tanyanya.
"waalaikumsalam,ngak kok mas, kebetulan aku juga mau bertanya sesuatu sama mas, ayo silahkan masuk mas, mas tunggu bentar biar aku buatkan jus? ucap karina lalu pergi kedapur menyiapkan jus dan cemilan untuk azzam.
"ini mas silahkan di minum, ucap karina lalu duduk di samping azzam, "memang kamu mau bertanya tentang apa?
"apa kita gak fithing baju mas? atau beli cincin mas kawin mas? tanya Karina.
'kayaknya gak perlu deh, karna seingat mas kalau nikahan di kampung sudah di sediakan semuanya, tp kecuali mas kawin.
mending kita cari cincin mas kawin saja.
ucapnya. "ooh,,, gitu ya mas, ya udah kita nyari cincin saja mas,
"bentar lagi ya, mas mau nelpon zihan dulu sebelum kita pergi, zihan belum tau kalau kita akan menikah, ucapnya.
lalu meraih ponselnya dari kantong celananya dan menelpon zihan,
azzam:"halo dek, assalamualaikum,,
zihan :"waalaikumsalam mas, ada apa mas
azzam:"minggu depan mas akan menikah.
zihan : mas ga usa becanda deh.
azzam: mas serius dek, nanti kamu ikut ya,
zihan : iya mas,berarti ibu sama ayah,,,?
azzam:enggak dek, tp kita yang kesana.
karna resepsinya di kampung, di rumah ibu, ucap azzam menjelaskannya.
__ADS_1
zihan: ooh... tp kenapa mas?
azzam: nanti juga tau, ingat jangan lupa untuk mengajak mami papi kamu ya, sudah ya dek, assalamualaikum,, "waalaikumsalam...
setelah selesai berganti pakaian, karina pun langsung keluar dari kamar, melihat azzam sudah selesai menelpon dia pun mengajaknya, "sudah mas nelponnya? kalau begitu ayo kita pergi, ucap karina lalu di anggukin azzam. mereka pun pergi untuk membeli cincin mas kawinnya.
diperjalanankarina bertanya pada azzam, "mas, gimana tanggapan mas rifqi sama mbak mikaila tadi? mereka mau kan hadir di acara pernikahan kita? tanya karina penasaran, "iya dong sayang,
tadinya pak bos memang bertanya, kenapa acaranya ga di sini, tp ketika aku menjelaskam semuanya, dia pun akhirnya paham,ucap azzam lalu menepikan mobilnya keparkiran karna sudah sampai,
mereka pun masuk dalam toko perhiasan, dan lalu memilih mana yang cocok untuk jari mereka, "bagaimana kalau yang ini mas? ucap karina sambil menunjukkan satu pasang cincin yang nampak polos kalau di lihat sekilas, tp kalau di perhatikan dengan teliti, akan nampak cantik dan elegan dikenakan.
ketika azzam melihat cincin yang ditunjuk karina, dia pun langsung menyukainya,
"ya sudah kita beli yang ini saja, asal kamu suka, tadinya mas ingin menawarkan yang ini juga, tp mas takut kamu gak suka karna terlalu polos, biasanyakan cewek2 sukanya yang agak bling2, ucap azzam sambil tercengir.
"ya sudah yang ini saja ya mbak, ucap karina pada penjaga toko,
"apakah ini untuk mas kawin pernikahan tuan dan nona? karina hanya mengangguk." kalau betul, tuan dan nona sangat pandai memilih, cincin ini hanya ada dua pasang, sebelumnya ada seorang pria yang memesan cincin model seperti ini untuk wanita yang di cintainya, dia sendiri yang membuat gambarnya, jadi kami pun menyanggupinya, karna belum ada sama sekali model ini di mana mana.lalu sekalian kami membuat 2 sekaligus.
setelah masuk kemobil dan pulang, karina bertanya pada azzam, " mas kira kira siapa ya pria itu, sepertinya dia sangat mencintai kekasihnya atau istrinya itu ya,
sampai dia berpikiran membuatkan cincin
ini untuk kekasihnya itu, ucap karina merasa bangga dengan pria seperti itu,
mendengar ucapan karina azzam pun hanya mendesah, "haah,,, iya sayang,
ucap azzam lalu kembali diam.
setelah percakapan itu azzam hanya diam, dia hanya pokus ke jalanan.
melihat azzam yang hanya diam membuat karina merasa bersalah, karna telah menyinggung perasaannya, sebenarnya dia hanya merasa bangga saja pada pria itu, tidak ada maksut untuk menyinggung,
sesampainya di rumah azzam memutuskan langsung pulang dan tidak mampir lagi.
"apa mas gak mampir dulu? sekalian nanti makan malam di sini saja, biar aku masakin, ucap karina pura2 tidak menyadari sikap azzam, "ngak usah, mas langsung pulang saja ya, ucapnya lalu membuka pintu mobil ingin masuk kembali, "mas kenapa sih? dari tadi hanya diam gak seperti biasanya, ini juga biasanya mas mampir, tp kenapa kali ini gak mampir?
__ADS_1
tanyanya beruntun.
mendengar itu azzam jadi serba salah, "gak mungkin juga kan aku bilang kalau aku marah atau apalah pada pria yang tidak kami kenal sama sekali, lagian karina kan hanya merasa bangga saja padanya, jadi kenapa aku sensitif seperti ini ya? seperti ABG labil saja. batin azzam.
"gak pp kok sayang, aku hanya lagi pusing aja, jawab azzam ragu.
"apa mas sakit? kalau sakit mending kita kerumah sakit saja untuk periksa, seru karina merasa khawatir dengan keadaan azzam. "mas gak apa2 sayang, jangan berlebihan gitu ahh, kalau pusing tinggal istirahat saja sudah sembuh.
kata azzam agar karina tidak khawatir padanya.
"ya sudah kalau seperti itu mas harus masuk dan istirahat dengan benar, aku akan buatkan bubur untuk mas, lagian kalau lagi pusing menyetir kan bahaya, ayo mas, ucap karina sambil menarik tangan azzam masuk kedalam, azzam hanya pasrah di tuntun karina masuk kedalam dan mendudukkannya di sofa, "mas tunggu di sini ya aku mau masak bubur dulu, lalu pergi kedapur.
"apa tadi gara2 aku ngomong seperti itu ya sama mas azzam, jadi,,, dia kepikiran terus dan akhirnya pusing, gumamnya.
"ga usah masak bubur sayang, mas gak sakit kok, masak untuk makan malam saja, seru azzam dari ruang tamu yang bisa di dengar oleh karina. mendengar itu karina tidak jadi masak bubur, dia pun mengelurkan bahan2 dari kulkas untuk di masak, karina terus berkutat di dapur dan akhirnya semua sudah selesai,
tinggal menata dimeja makan saja, selesai di tata karina memutuskan mandi terlebih dahulu, azzam juga sudah mandi tadi, di kamar mandi tamu, yang pernah azzam pakai dan pakaian azzam juga masih ada yang tertinggal di sana, jadi dia bisa berganti pakaian setelah mandi tadi.
karina mengetuk kamar tamu lalu mengajak azzam makan malam,
"tok tok tok,mas ayo kita makan malam dulu, aku udah selesai masaknya nih,,
azzam pun membuka pintu dan keluar,
"apa masih pusing mas kepalanya?
"sudah agak mendingan kok, kan sudah istirahat , jadi gak pusing lagi, ucapnya.
"sudah-sudah ayo kita makan, seru azzam
mereka pun akhirnya makan, dengan tentram dan damai.
ah,,, mendengar mereka lagi makan membuat perut ini jadi lapar.
mending makan dulu aahhh
hihihi 😁😁😁😁
__ADS_1