
*pov papinya karina
♡♡♡♡♡
sedangkan tama yang memeluk kiran merasa ada yang berbeda dengan kiran, "apa jangan2 kiran,,?? batinya.
tama pun melepas pelukannya dan menggenggam tangan kiran, "setelah itu apa yang terjadi pada mu lagi? tanyanya.
kiran menjawab dengan jujur.
"setelah mereka selesai mengilirku, lalu mereka pergi meninggalkan aku begitu saja, aku yang sudah sangat putus asa, dan tidak tau harus berbuat apa lagi, karna mahkota yang ku jaga selama ini telah mereka renggut dengan keji, tak ada guna lagi untuk aku hidup, orang yang ku cintai pun tidak datang untuk menolongku, mungkin ini sudah takdirku, aku pun bangun dan berjalan tanpa arah kemana tujuanku, dan sampailah aku di sebuah jembatan yang arusnya sangat deras,
"ketika aku melihatnya aku pun tersenyum, mungkin ini jalan terbaik yang bisa aku lewati, tanpa berpikir panjang aku pun langsung melompat ke dalam suangai dan terbawa arus, setelah itu aku tidak tau apa yang terjadi lagi, dan ketika aku bangun, aku berharap aku sudah mati, tapi ternyata aku salah mas, ternyata aku masih hidup, aku di selamatkan seorang bapak tua, dan membawaku kerumahnya, dia dan istrinya merawatku dengan baik sampai aku sembuh total,
mendengar perkatan kiran tama kembali memeluk kiran, sambil menangis, dia tidak menyangka bahwa kiran sampai mencoba bunuh diri, bagaimana kalau dia tidak di selamatkan oleh bapak2 tersebut, sudah pasti tama tidak akan berjumpa dengan kiran untuk selamanya lagi.
"maaf,,, maaf,, maaf,,, hanya itu yang bisa tama ucapkan, karna dia tidak tau harus berkata apa lagi selain kata maaf,
lalu tama melepas pelukannya dan mengusap air mata kiran yang membasahi pipinya, dan berkata dengan tegas.
"mulai sekarang kamu gak usah sedih lagi, aku akan selalu menjaga kamu selamanya, dan tidak ada yang bisa memisahkan kita,
ucap tama kepada kiran.
__ADS_1
"maksut mas apa? aku ngak ngerti, ucapnya. "maksut mas, kita akan menikah walaupun dengan restu atau tidak, itu tidak sama sekali tidak penting lagi, mas tidak mau kehilangan kamu lagi, cukup mas merasakan sakitnya kehilangan kamu selama hampir 1bulan, itu sudah sangat menyiksa mas, ucap tama dengan lantang.
kiran yang mendengar itu sangat terharu, dan juga senang, ternyata tama masih mencintainya walaupun sudah tau apa yang kiran alami, tama masih menginginkannya untuk jadi pendampingnya, tapi tiba2 wajah senang kiran berubah sendu, karna mengingat bahwa dia sekarang sedang mengandung janin dari para pria yang memperkosanya tersebut, "bagaimana ini? mas tama tidak mungkin mau menerima aku kalau tau aku sekarang sedang hamil, apa yang harus aku lakukan? apa aku harus menggugurkan janin ini? tapi janin ini tidak bersalah sama sekali, bila aku menggugurkannya itu akan menambah dosa2ku, dan aku tidak mau melakukan itu, baik lah, sebaiknya aku harus memberi tau mas tama, kalau mas tama mau menerima aku dengan janin yang ada dalam rahim aku ini, aku akan sangat bersukur, tapi kalau mas tama tidak menginginkan janin ini, biarlah aku merawatnya sendiri dan membesarkannya dengan segenap jiwa ragaku ini, batinnya bermonolog sendiri, dan mempertimbangkan dengan baik2.
"kamu kenapa? tadi sudah tersenyum, tapi kok tiba2 jadi sedih lagi? apa kamu yidak mau menikah dengan mas hemm?
tanya tama kepada kiran.
"bukan begitu mas, sebenarnya aku sangat senang banget mas masih mau menerima aku apa adanya, tapi masih ada satu masalah yang harus aku beri tau pada mas, mas,, aku sekarang sedang hamil,, ucap kiran memberanikan diri untuk mengucapkannya, sambil memalingkan muka karna malu, dengan aibnya sendiri.
tama yang mendengar itu pun tidak kaget lagi, berarti benar terkaannya kalau kiran sedang hamil, kiran yang membuang muka sambil menunggu jawaban apa yang di ucapkan tama, tapi tak kunjung ada jawaban sama sekali, hingga membuat kiran penasaran dan menoleh kembali kepada tama. tama yang melihat kiran berbalik menatapnya pun, langsung tersenyum, "kenapa membuang muka ketika mengatakannya? tanya tama.
"mas tama tidak kaget dengan ucapanku tadi? dan kenapa mas tama tidak mengatakan sesuatu dan hanya diam saja? padahal aku sudah menunggu jawaban apa yang akan mas ucapkan,
"aku serius mas, aku sekarang sedang hamil anaknya para bajingan itu, seru kiran.
"hep,, suutt,,, kamu jangan menyalahkan janin yang tak berdosa ini, dia juga tidak menginginkannya, dia itu titipan allah, dan dia itu yang akan membuat kamu jadi semangat hidup lagi, jadi jangan sekali2 kamu berniat untuk menghilangkannya, ucap hutama dengan tegas.
"jadi aku harus bagaimana mas? tanyany
"kenapa kamu bertanya seperti itu, kita akan merawatnya dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang, dan tidak ada satu orang pun yang bisa menyakitinya, ucap tama lantang.
"berarti mas mau menerima aku bersam janin yang ada dalam rahim aku ini mas? tanya kiran dengan tidak percaya.
__ADS_1
lalu tama pun hanya menganggukkan kepalanya, dia juga sangat senang dengan keputusannya,
"bersetan dengan kartu keluarga, terserah ayah ingin mengeluarkan aku atau tidak, tapi mulai hari ini aku akan selalu menjaga kiran dan calon bayi kami, batinnya. " ya sudah kalau begitu kamu istirahat ya, besok kita akan segerah menikah, kamu di sini dulu ya, tutup semua pintu dan jangan membuka pintu bila ada yang datang tanpa kamu kenali, aku akan segera kembali, untuk menemanimu, lalu setelah itu tama pergi pulang kerumahnya dan mengatakan kepada ibunya kalau dia akan menikah walaupun tanpa persetujuan ayahnya.
ibunya hanya pasrah mendengar perkataan tama, tetapi tidak dengan ayahnya, ayahnya sangat murka ketika mendengar ucapan dari istrinya, kalau tama lebih memilih kiran dari pada ayahnya sendiri, dan memilih meninggalkan semua fasilitas yang sudah tama miliki selama ini, dia meninggalkan semuanya, hingga sampai ayahnya sakit2an dan meninggal dia sebenarnya tidak ingin pulang, tetapi ibunya memohon agar tama pulang beserta anak dan istrinya kiran,
karna ibunya sudah meminta, dia pun tidak bisa menolaknya lagi, apa lagi ibunya juga mengharapkan kehadiran kiran dan karina, jadi tama pun sangat senang dan akhirnya dia pun kembali kerumah dan membawa keluarga kecilnya, lalu mereka pun hidup bahagia,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"sebenarnya karina itu bukanlah anaknya papi, tapi papi sangan menyayangi dan mencintainya dengan segenap jiwa raganya papi, bukannya papi bersyukur dengan kejadian yang menimpa maminya karina, tapi bila itu tidak terjadi maka sampai sekarang papi tidak akan memiliki keturunan, ucap sang mertua kepada azzam, "loh, kok papi bicaranya gitu, ucap azzam yang tidak mengerti.
"iyaa, soalnya papi tidak bisa memberikan keturunan, karna papi itu mandul, makanya sampai sekarang karina tidak memiliki adik, sebenarnya papi sangat merasa bersalah sama mamimu ini, ucapnya, istrinya pun hanya diam sambil mengelus-elus tangan suaminya agar bisa lebih rileks,
"maksut papi? tanya azzam lagi,
"mami kamu itu sehat, tapi dia tidak mau mencari pria lain yang bisa memberikan ketueunan untuknya, dia hanya mengatakan "pi' karina sudah lebih dari cukup" hanya itu lah yang terus dia ucapkan hingga sampai sekarang ini,
"makasih ya mi' sudah selalu setia di sisi papi, dan selalu mencintai papi apa adanya, dan semoga kita selalu hidup bersama selamanya sampai maut memisahkan kita, ucap sang suami kepada istrinya.
""iya pi' mami juga berharap seperti itu, dan sebentar lagi kita bisa merasakan bagaimana merawat dan menjaga bayi, karna cucu cantik kita akan segera lahir, jadi papi tidak perlu merasa bersalah lagi, ucap sang istri mengingatkan suaminya.
azzam yang menyaksikan kasih dan cinta tulus kedua mertuanya sangat terharu, dia juga berharap bisa seperti mereka kelak, hingga tak terpisahkan,
__ADS_1
*assalamualaikum...