
♡♡♡♡♡♡♡
setelah aku dan mas rifqi turun lalu menemui alikha di kamarnya, ternyata alikha masih tidur dengan nyenyak,
"alikhanya masih tidur mas, ya udah mas kita perginya lain kali aja ya, kita ketaman aja mas, ajakku.
"kayaknya itu lebih bagus sayang, ayo, mas juga ingin berdua sama kamu aja, seperti masa-masa kita pacaran dulu hehehe,,
ucap mas rifqi sambil tertawa.
lalu kami pun pergi ketaman belakang, aku duduk sambil bersandar di dada bidangnya mas rifqi, dan menikmati pemandangan bunga-bunga yang sedang bermekaran,
"oh iya sayang, tadi rangga menelpon mas, katanya dia akan menikah tiga hari lagi, ucap mas rifqi. "rangga,? maksut mas pegawai yang kerja di restorannya kamu itu mas? tanyaku memastikannya.
"iya, apa kamu gak keberatan mas pergi untuk menghadiri pernikahannya kan?
"emang mas rifqi ingin pergi, lalu bagaimana dengan kami? seandainya saja aku sudah sembuh total aku juga ingin ikut, ucapku berharap sekali.
"iya sayang, sebenarnya mas juga sangat ingin pergi berdua sama kamu saja, tapi mau bagaimana lagi, kamu kan baru habis operasi, jadi tidak mungkin untuk pergi jauh, kamu yang sabar ya, ucap mas rifqi, tapi ketika melihat aku yang sedih dia pun mengurungkan niatnya untuk pergi, "ya sudah mas di sini aja sama istrinya mas aja, mas gak tega ninggalin kamu dalam keadaan seperti ini, ucapnya lalu mengusap2 rambutku. "makasih ya mas sudah ngerti aku, ucapku makin memeluknya dengan erat.
gak berapa lama alikha datang bersama bi'mina yang membawakan teh dan cemilan untuk aku dan mas rifqi, "bunda,, seru alikha sambil berlari ke arah kami, "hai sayang, sudah bangun ya, ucapku merentangkan kedua tanganku lalu memeluknya. "gimana bobo'nya, nyenyak ya, "iya bunda, " ini non, teh sama camilan, supaya makin seru, ucap bi'mina.
" makasih ya bi' ucapku berterima kasih.
__ADS_1
"sama-sama non, ucapnya lalu pergi meninggalkan kami bertiga di taman,
"ayah, bunda, alikha ingin tau, kata bi'mina dulu waktu alikha masih kecil baru belajar jalan, alikha pernah sampai sini, kata bi'mina sampai2 bunda sama nenek itu nangis2 mencari keberadaannya alikha, apakah itu betul bun? tanya alikha yang mengingatkan aku akan waktu itu.
aku pun tersenyum dan mengiyakan pertanyaan alikha, "betul sayang, waktu itu bunda sangat khawatir banget, bunda sudah mencari sampai kemana-mana, tapi bunda tidak menemukanmu, bunda sangat takut, bunda terus mencari sambil menangis hihihi,,, ucapku sambil tertawa.
"kamu tau ngak, dan ternyata kamu itu sampai ketaman ini sendirian, dan bi'mina juga gak tau kalau kamu ada di taman ini, bahkan kamu sudah ada di belakangnya,
kamu itu mecahin pot bunganya bunda loh, kata mas rifqi ikut tertawa,
"maaf ya bunda kalau alikha sudah membuat bunda khawatir dan menangis, ucap alikha dengan nada merasa bersalah.
"ah ga apa2 sayang, bunda juga bila mengingat itu jadi tertawa sendiri, jadi alikha gak perlu sedih ya,, ujarku agar alikha tidak merasa bersalah.
sedangkan azzam dan karina sedang dalam perjalanan ke kampung halamannya, untuk menghadiri pernikahan adiknya zihan, papi dan maminya zihan juga berangakat pagi ini juga, padahal papinya zihan banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan, tapi itu semua dia tangguhkan dulu demi untuk menyaksikan pernikahan putrinya, setelah ini nanti dia juga berniat ingin mengadakan resepsi pernikahan zihan di rumahnya, dia ingin mengundang para teman2 bisnisnya sendiri, tapi itu pun kalau zihan mau,
"pi, pi, papi,,, panggil istrinya dari tadi, papi lagi mikirin apa sih? dari tadi di panggil tapi gak di tanggapin sama sekali, kesal istrinya. "ah,, maaf mi' papi hanya tidak nyangka kalau lala eh zihan akan menikah, padahal baru kemarin dia bersama kita, waktu itu dia masih sering menangis sambil minta di gendong sama papi, ucap suaminya dengan sedih, "udah pi' ga usah sedih, zihan kan sudah gak gadis kecil lagi, dia sudah bisa menentukan pilihannya, dan sekarang dia akan menikah, harusnya papi bahagia dong bukannya malah sedih, kata sang istri.
"papi bukannya sedih zihan menikah, tapi papi sedih waktu zihan tidak lagi berama kita, karna dia akan memperhatikan keluarganya sendiri, "papi malu-maluin kaum adam saja, ketus arkan yang sudah bosan dengan drama mami dan papinya dari tadi, mendengar perkataan anaknya sendiri membuat mereka jadi terdiam malu, sedangkan sang supir yang pokus kejalanan tidak tahan menahan tawanya ketika arkan mengucapkan kata-katanya,
maminya arkan hanya diam saja tidak ikut tertawa, tapi sebenarnya dalam hatinya sudah tidak tahan ingin ketawa,
" pokus kejalan, gak usah ikut menertawakan saya, apa kau ingin dipecat, ucapnya mengancap supir tersebut, "ah, maaf bos, ucapnya lalu pokus kejalanan dan tidak ingin tau apa yang bosnya lakukan di belakang, dia masih ingin bekerja dan tidak ingin di pecat begitu saja, dia tau bagaimana watak bosnya sendiri, baginya tidak ada kesempatan kedua.
__ADS_1
"papi udah dong ributnya, kalau mau ribut mending kita gak usah pergi, pak putar balik saja, ucap arkan dengan entengnya, tanpa merasa terbebani, sedangkan kedua orangtua arkan langsung melihat kearah arkan dengan heran, "maaf ya nak,, mami sama papi akan diam dan tidak akan ribut lagi, ucap sang mami menggantikan suaminya.
"maaf,, ini jadinya mau kemana bos? putar balik apa lanjut? tanyanya hati2.
"lanjut saja gus, ucap maminya arkan.
"duh, ini nih kalau punya anak yang super duper dingin, batin papinya geram lalu mencium kening arkan, hingga membuat arkan tamba bete'. "papi, apa papi masih tidak mengerti juga? jangan pernah mencium aku lagi, itu hanya akan membuat aku jadi malu, aku sekarang sudah gede' dan aku itu bukan perempuan yang ingin di peluk dan di cium,(dimanja)
kedua orang tuanya, aku berbeda. ucapnya arkan dengan nada dingin.
papi dan maminya pun hanya diam sambil mendengarkan ucapan sang anak, mendengar perkataan anknya membuat dia sangat ingin tertawa, tapi dia mencoba menahannya sebisa mungkin, agar sianak tidak tambah narsis,
"hem,,, sepertinya papi ingin sekali menertawakan aku, oke,, lakukanlah..
ucap arkan lalu memasang earpone di kupingnya sambil mendengarkan musik, dan menutup wajahnya dengan jaketnya sendiri, lalu mengabaikan mami dan papinya tersebut dengan gampangnya.
papinya sendiri sangat heran dengan sikap anaknya sendiri, "hah,, ini anak aku atau bukan sih, kenapa sipatnya dingin sekali, sifat siapakah yang dia tiru, keluhnya tapi langsung di tanggapi sang istri, "ya anak papi lah, masa' anak selingkuhan, sifat menurun dari sifatnya papi sendiri lah,
emang papi mau arkan hasil selingkuhan hem? ucap sang istri tersenyum sambil memainkan alisnya, "ya enggak lah mi' emang sifat papi seperti itu ya? tanyabya balik pada sang istri tidak percaya.
"tepat sekali, jawab istrinya memberikan dua jempol sekaligus.
# ARKAN DANU
__ADS_1
adik kecilnya zihan