
♡♡♡♡♡
pak samsul pun memberikan secarik kertas kepada rangga, lalu rangga menerimanya.
"nak rangga jangan lupa ya, ucap pak samsul, "insaallah pak saya akan berusaha sebisa saya, dan kalau saya boleh berkata jujur,,, ucap rangga memberhentikan omongannya, karna hampir keceplosan mengatakan bahwa dia sudah lama menyukai zihan, dengan hanya pandangan pertama, waktu pernikahannya azzam setahun yang lalu.
"jujur soal apa nak rangga? tanya pak samsul penasaran, karna rangga tidak melanjutkan perkataannya tadi.
"tp saya takut kalau bapak akan marah, ucap rangga takut dan ragu2.
"kenapa harus takut, memang kamu berbuat salah? "enggak, gelengnya
"ya kalau tidak kenapa takut? mending kita berkata jujur saja, ucap pak samsul,
"sebenarnya saya audah lama menyukai zihan, ucap rangga dengan gugup dan menunggu reaksi dan jawaban apa yang akan di ucapkan pak samsul.
mendengar perkataan rangga pak samsul juga terkejut, tp dia tidak memperlihatkannya di hadapan rangga, dia juga sangat kagum dengan pengakuan rangga yang berani mengakui perasaannya
"memang mulai sejak kapan nak rangga menyukai zihan? tanya dengan biasa saja,
"waktu itu sejak pernikahan nya bang azzam, bukannya saya lantang telah memperhatikan zihan tanpa seijinnya, tp memang mulai dari situ lah saya menyukainya, waktu itu zihan sedang membantu para ibu2 di dapur, dan kebetulan saya mengantarkan bahan masakan kedapur, jadi saya melihatnya dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pak.ucapnya jujur.
tiba2 istrinya nimbrung ikut bertanya sehinga membuat mereka terkejut,
"hebat ya, nak rangga bisa menyukai seseorang hanya dengan sekali bertemu,
"astagfirullahalazim.... ucap rangga,
__ADS_1
"astagfirullahalazim,, ibu, jangan bicara tiba2 gitu, bikin ayah kaget saja, ucap suaminya sambil mengelus dada karna kaget."hehehe maaf ya, kalau ibu sudah mengagetkan ayah dan nak rangga.
"bapak tidak melarang nak rangga menyukai zihan, tp kalau boleh bapak beri saran, jangan lah dulu memikirkan yang namanya soal cinta, karna keluarga kita masing2 lebih penting dari pada perasaan kita, lebih baik nak rangga bekerja lebih dulu dan membantu kedua orangtua nak rangga, coba nak rangga pikirkan terlebih dahulu, lagian zihan juga masih kuliah, dia masih terlalu muda.
"iya pak, saya akan melakukan seperti yang bapak ucapkan, jawab rangga.
"bapak suka dengan cara dan sikap kamu, bahwa kamu tidak takut untuk jujur, apa lagi berkata langsung kepada bapak, kalau masalah perasaan zihan bapak tidak tau bagaimana terhadap nak rangga, karna dia tidak mengenal nak rangga sama sekali,
dan di sini lah kesempatan nak rangga untuk bisa membuat zihan bisa suka kepada nak rangga, tp kembali dengan perkataan bapak tadi, bekerja dulu dan membantu orangtua kita terlebih dahulu,
baru b setelah itu kita meniti masa depan.
ucap pak samsul memberi nasehat.
"makasih pak atas nasehatnya, saya akan mengingatngnya terus pak, kalau begitu saya permisi pu lang dulu ya pak, bu' assalamualaikum... "waalaikumsalam...
setelah rangga pulang dia pun bergegas untuk mandi dan makan, setelah makan dia pun langsung menelpon azzam, agar dia bisa segera berangkat, tuuut.... suara sambungan telpon, lalu terdengar suara seseorang di balik telpon, setelah selesai telponan, rangga pun akhirnya lega, karna azzam sudah tau dia akan datang, dan juga dia bisa langsung bekerja setelah sampai di sana,
karna sekarang azzam sedang membutuhkan karyawan baru, jadi rangga datang tepat pada waktunya.
"aku sudah tidak sabar ingin segera berangkat ke sana, dan bertemu zihan.
rangga pun meminta izin kepada ibu dan bapaknya, setelah mendapatkan izimln, dia pun melasuk kekamarnya dan mengemasi pakaian yang akan dia bawa besok pagi,
dia juga sudah memesan tiket bis, dan hanya tinggal berangkat saja besok. setelah semua di rasa sudah beres, dia pun akhirnya tidur dengan penuh harapan kalau esok pagi akan jadi hari yang baik.
dan ga teasa sekarang sudah pagi, selesai rangga dia pun keluar dari kamar dan menyapa ibu bapaknya, yang sudanh menunggunya untuk sarapan,"pagi bu' pak, sapa rangga lalu duduk di samping bapaknya ikut sarapan. " apa kamu sudah yakin dengan keputusan kamu nak? tanya bapaknya sambil memperhatikan rangga.
__ADS_1
"iya loh nak, ibu juga khawatir terjadi sesuatu sama kamu, ucap ibunya. " iya bu, rannga sudah yakin, ibu ga usah khawatir, rangga akan jaga kesehatan dan kalau ada apa2 akan segera rangga kabari ibu, ucap rangga memastikan ke ibunya supaya tidak merasa khawatir lagi padanya.
"ya sudah kalau begitu ayo cepat makannya, supaya bapak antar, takutnya nanti ketinggalan sama bus nya, oh iya, ini ada sedikit uang untuk pegangan kamu di jalan, ucap bapaknya sambil memberikan uang kepada rangga, "oh ga usa pak, rangga masih ada uang kok, bapak simpan saja ya, ucap rangga menolak secara halus. "ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat, ajak bapaknya.
"bu' rangga pamit dulu ya, doain rangga ya, ucapnya. rangga pun menyallami dan memeluk ibunya. "iya nak, ibu selalu doain kamu kok, kamu hati2 di tempat kerja ya nak, ingat jangan lupa sholat ya nak, ucap ibunya menasehati, "iya bu, assalamualaikum, ucapnya dan bapaknya lalu mereka pun berangkat, "hati-hati di jalan pak,, jangan ngebut2, seru istrinya.
dan tak berapa lama rangga dan bapaknya sudah sampai ke terminal, lalu rangga pun akhirnya berangkat meninggalkan kampung halamannya, untuk mencari rezeki, diperjalanan rangga pun tidur, sampai2 supir membangunkannya karna sudah sampai di kota, dan sekarang rangga naik taksi menuju alamat yang di berikan azzam.
sementara azzam dan karina sedang makan malam berdua, ya memang mereka hanya tinggal bertiga bersama seorang pembantu, awalnya karina tidak menginginkan seorang pembantu, karna dia bisa melakukan semuanya sendiri, tp karna sekarang mereka berdua super sibuk mengurus perusahaan papanya, jadi mau tidak mau dia harus mempergunakan jasa seorang pembantu, hanya untuk mengurus rumah dan sebagainya,
kalau masalah memasak karina masih ada waktu, jadi mbok yem gak perluh nginap atau tinggal dirumahnya, mbok yem kerja hanya 2x sehari, jadi mbok yem datangnya pagi sebelum mereka berangkat bekerja, dan pulang setelah pekerjaannya selesai, jadi mbok yem di beri kunci cadangan dan rumahnya mbok yem ga jauh dari rumah mereka, hanya menempuh 10 menit berjalan kaki kok.
tiba2 terdengar suara bel berbunyi, "ting nong,,, "siapa ya mas? tanya karina, karna ga biasanya ada tamu malam2 begini, "itu pasti rangga sayang, karna tadi pagi dia sudah berangkat, ucap azzam. "aku bukain ya mas, "ga usah kamu tunggu di sini aja sayang, biar mas yang bukain, ucapnya lalu pergi membukakan pintu untuk rangga.
azzam pun membuka pintu dan mempersilahkan rangga masuk, "assalamualaikum bang, ucap rangga.
"waalaikumsalam rangga, ayo silahkan masuk, oh iya kamu udah makan apa belum? kebetulan kami sedang makan, ayo kita makan bareng, ajak azzam mempersilahkannya, "iya bang, rangga juga lagi laper ni, ucapnya dengan malu2,
"hai,, rangga apa kabar? ucap karina sambil menyalami rangga, "alhamdulilah,, kabar rangga baik kok, balas rangga.
"ayo kita makan, ucap karina lalu mengambilkan 1 piring lagi untuk rangga.
mereka pun lalu makan.
☆menyatakan perasaan ke cewek yang kita sukai ❌
☆menyatakan perasaan ke calon bapak mertua ✔
__ADS_1