PILIHANKU

PILIHANKU
Episode 5


__ADS_3

Kami kembali menuju rumah Ali, sudah tidak ada orang. Mungkin mereka sedang memakamkan orang tua Ali. Kami duduk dimeja makan, sementara bibi sedang menyiapkan makanan dibantu oleh citra. Wajah Ali tampak cuek seperti biasa, aku terus menatap wajahnya sampai dia sadar aku terus memperhatikannya.


"Apa yang kamu lihat?" Aku langsung mengalihkan perhatianku. "Bukan apa-apa." Astaga pipiku memerah saat wajah Ali mendekat padaku. "Aneh. Kenapa kamu datang ke sini?" Pertanyaannya sungguh aneh. "Tentu saja mau lihat keadaanmu, apa lagi." Aku menunduk. "Biasanya kamu tidak memperdulikanku, kenapa sekarang berubah?"


Semakin lama sifat menyebalkan nya muncul. Aku harus menahan emosi, "Kamu kan temanku, apa aku tidak boleh memperdulikan temanku sendiri?" Astaga wajahnya semakin dekat denganku. "Kamu bilang,kamu membenciku. Sekarang kamu memperdulikan ku, apa yang sebenarnya kamu inginkan?" Perkataannya semakin aneh, aku jadi sulit menjawabnya.

__ADS_1


"Aku hanya kesal karena kamu selalu muncul saat aku sedang bersama kak Adam. Setelah itu kamu selalu mengolok-olokku, aku tidak suka sifatmu yang seperti itu." Aku mengungkapkan kekesalanku padanya. "Mungkin hanya kebetulan jika aku selalu muncul saat kamu sedang dengan dia. Lagian aku gak suka dengan dia." Wajahnya langsung berubah, sepertinya dia memiliki masalah dengan kak Adam, tapi apa?


Makanan telah siap, aku dan Citra di ajak makan oleh bibi, kami menghabiskan makanan sambil bercerita tentang Ali saat masih kecil. "Dulu den Ali sangatlah nakal, saat akan dimandikan, den Ali selalu berlarian seperti kucing yang tidak ingin mandi." Bini mulai bercerita. "Huh, ternyata tuan muda Ali sangat menyusahkan ya." Citra-citra, perkataanmu itu sangat kejam. Aku tertawa melihat wajah Ali yang memerah, dia terlihat imut.


"Selain itu, jika den Ali menginginkan sesuatu pasti harus di lakukan, jika tidak dia akan marah dan menangis, bibi ingat saat den Ali ingin dibelikan mainan remot kontrol dia sampai memohon-mohon pada tuan dan nyonya untuk dibelikan, hahaha sungguh masa-masa yang bibi rindukan." Aku senang mendengar kisah Ali dari bibi ini, dia sangat jujur akan perasaannya. "Sudahlah bi, aku malu." Juga reaksi Ali, aku tidak pernah melihatnya seperti ini. "Bibi harap, untuk kedepannya den Ali bisa menjaga diri sendiri, bibi tidak ingin den Ali menjadi anak yang nakal."

__ADS_1


Kami akhirnya pulang, Citra mengantarku sampai depan rumah lalu dia pulang. Aku masuk melihat nenek yang sedang duduk menonton televisi. Aku menghampirinya kemudian duduk bersamanya. "Nenek tau, kecelakaan pesawat kemarin ternyata korbannya adalah orang tua teman Sri loh nek." Aku menceritakan semuanya pada nenek. "Kasihan sekali anak itu, apa dia sekarang baik-baik saja?" Bisa dibilang Ali cepat sekali berubah, setelah menangis dia seperti lupa apa yang terjadi.


"Ya tentu saja nek, aku,Citra dan bibi di rumah itu berhasil menghiburnya." Nenek memelukku, aku balas memeluknya. "Kamu memang anak baik, Sri." Aku meneteskan air mata mendengar ucapan nenek. Keesokan harinya sekolah libur, aku membantu nenek membersihkan rumah. Aku menyapu, mengepel dan membersihkan kamarku. Sementara yang lainnya nenek yang bereskan. Citra datang ke rumah untuk bermain, pasti dia ingin menonton drama lagi, apa boleh buat. Setelah selesai membantu nenek aku dan citra langsung menonton drama favorit kami.


"Aku tidak terima, kenapa Rakha memilih bersama dengan Nava. Harusnya dia dengan Molly, apa-apa binatang itu." Astaga, dia sendiri yang repot dengan masalah percintaan di drama yang kami tonton. "Biarkan saja, pasti ujung-ujungnya juga Rakha sama Molly." aku mencoba menenangkan citra. "Apa yang kalian tonton ini?" Nenek masuk ke kamarku. "Drama percintaan nek." Jawabku. "Ohh, kalian ini masih kecil sudah memikirkan hal itu." Ehh kok jadi gini. "Kami sedang menonton nek, bukan sedang membicarakan." Jelas citra, yahh nenekku memang pelupa. Dia selalu lupa dengan pembicaraan yang sedang kami bicarakan.

__ADS_1


Tok tok tok


Suara ketukan pintu terdengar sangat keras. Aku, Citra dan nenek langsung turun untuk melihat siapa yang datang. Setelah aku buka, ternyata Ali. Tunggu kenapa dengan tangannya itu?


__ADS_2