PILIHANKU

PILIHANKU
part 35


__ADS_3

assalamu alaikum๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


kali ini kita terjun ke kampung halamannya azzam dulu yaa๐Ÿ˜๐Ÿ˜


tidak terasa mereka sudah setengah jalan sekarang sudah menujukkan pukul 14:25.


"mas kita berhenti dulu ya, aku udah lapar banget nih, sekarang sudah jam 2 loh, masak kita belum makan siang, ucap karina pada azzam yang lagi pokus menyetir, "iya sayang, bentar lagi kita sampe di tempat yang cocok untuk makan siang dan menikmati pemandangan yang indah, kamu pasti suka, ucap azzam.


karina pun hanya mengangguk, tidak berapa lama mereka sampe di tempat yang di maksut oleh azzam, "nah,,, di sini sayang tempatnya, gimana kamu suka kan? tanya azzam dan memarkirkan mobilnya, lalu dia meraih bekal yang di bawa karina tadi dari jok belakang.


"serasa piknik kan, ucap azzam lagi,


karina pun menganggukkan kepalanya karna sangat menyukai tempat ini.


"mas, ini pantai apa namanya? tanya karina antusias, "ini namanya pantai PIS sayang.


dulu waktu terakhir mas lewat sini masih pohon aru yang menghuni pantai ini,


tp sekarang sudah di sulap seindah ini,


"wah,,, di sini ramai ya mas, walaupun tidak hari libur tapi tetap banyak pengunjungnya, ucap karina mengagumi.


"iya sayang, bukan cuma di sini saja, masih banyak pantai yang lainnya, kata azzam bangga.


selesai makan azzam mengajak karina melanjutkan perjalanan, agar cepat sampai nanti di tempat tujuan.


"ayo sayang kita berangkat, ajak azzam.


"iya mas, ucap karina lalu menyusulnya dari belakang,setelah sampai di depan mobil, karina lalu masuk dan mereka pun melanjutkan perjalanannya.


"mas, apa masih jau ya? tanya karina karna dia sudah mulai bosan dan capek,


"iya sayang, palingan nanti kita sampenya udah magrib kalau ga berhenti2 di jalan,


kalau kamu capek atau ngantuk, kamu tidur aja dulu, kalau sudah sampai nanti mas bangunkan, ucap azzam.


"ga usah mas, aku ga ngantuk kok, hanya bosan dan capek saja, mungkin karna terlalu lama duduk, jawab karina lalu meraih hp nya untuk melanjutkan berselancar di dunia maya, setelah bosan dia letakkannya kembali, melihat itu azzam langsung menepikan mobilnya di depan minimarket untuk membeli sesuatu untuk karina agar tidak mengantuk,

__ADS_1


"mas kok berhenti sih? mas bilang tadi kan kalau tidak berhenti di mana2 kita akan sampai magrib, berarti kalau berhenti otomatis kita sampenya nanti bisa isya mas, ucap karina khawatir mereka akan sampai jam berapa nanti.


"ga pp sayang, kamu tunggu di sini bentar ya, ucap azzam lalu dia pun pergi dan membeli cemilan untuk karina agar tidak bosan. karina hanya mengangguk.


azzam pun membawa kan banyak cemilan untuk karina, "nih sayang, kamu ngemil aja supaya tidak bosan, kata azzam dan melajukan mobilnya kembali.


"kok banyak banget si mas? aku ga terlalu suka ngemil, nanti aku jadi gendut dan jelek, kata karina dan meletakkannya di jok belakang, "ga pp sayang sekali-kali kan boleh, asal jangan keterusan. ucap azzam menyemangati karina.


dia juga terus mengajak karina berbicara agar tidak bosan, dan tidak terasa nanti sudah sampe, setelah beberapa jam mereka sudah sampai dan di sambut oleh ayah dan ibunya azzam yang sudah tidak muda lagi.


mereka turun dari mobil dan mengucapkan salam, "assalamualaikum


bu, ayah,ucap azzam dan juga karina.


azzam menyalami ibu dan ayahnyan, karina juga menyalami ayah dan ibunya azzam,


"wa'alaikumsalam,,, ucap ayah dan ibu.


"ayo2 kita masuk dulu, mereka pun duduk di ruang tamu yang sederhana, jauh dari kata mewah, ibu menyediakan mereka teh lalu dia pun duduk di samping azzam,dia sangat merindukan putranya, dia mencium dan memeluknya, "nak gimana kabar adikmu? apa kamu bertemu dengannya? ibu dan ayah sangat merindukannya, ucap ibu sambil menagis tersedu sedu.


sementara karina hanya menyaksikan ibu dan anak yg saling melepas rindu, "neng gelis namanya siapa? tanya ayahnya azzam."karina pun replek membalas omongan ayahnya azzam. "nama saya karina oom, jawabnya agak gugub.


"bapak jangan nakut nakutin anak orang,


ucap mami lalu beralih kepada karina.


"ya sudak kalian mandi dulu, habis mandi kita makan, ibu sudah masak banyak makanan kesukan mu azzam.


"ayo nak ibu antarkan, ini kamar adiknya azzam, kamu bisa tempati ini selama kamu di sini, kata ibunya azzam pada karina.


"makasih ya bu, ucap karina sambil tersenyum. "iya nak, sama2 ucap ibu.


ibu pun berlalu dari kamar yg di tempati anaknya, setelahnya karina pun mandi.


habis mandi mereka pun makan bersama,


dia hanya jadi pendengar azzam dan ibu.

__ADS_1


selesai makan mereka kembali keruang tamu, dan ibu menyiapkan cemilan dan kopi, setelah itu mereka memulai perbincangan.


"zam ibu mau tanya sama kamu jawab yang jujur, kata ibu. " iya bu, azzam akan jawab dengan jujur ucapnya.


"sebenarnya kamu pulang bawa nak karina kesini dengan rangka apa? tanya ibu serius. "jadi gini bu yah,,, aku ngajak karina kesini mau memperkenalkan dia pada ibu sama ayah, kalau karina adalah calon istri aku bu' yah... jawab azzam langsung.


ibu dan ayah yang mendengar penuturan azzam kaget serta senang,


" nak karina sayang apa kamu serius dengan azzam? kamu itu cantik dan berpendidikan, sedangkan azzam dia hanya orang biasa saja, ucap ibu merendah.


"insaallah karina serius bu' pak' jawab karina dan mengangguk mantap.


"alhamdulillah... kalau begitu ibu sama ayah merestui kalian, tp ingat menikah itu bukan lah sebuah permainan, jawab ibu menasehati mereka berdua.


"dan kamu zam, jangan sesekali kamu menyakiti hati seorang perempuan, ingat ibu dan adik kamu juga seorang perempuan, ucap ayahnya menasehati.


"iya yah,,. azzam janji akan selalu mencintai karina, selalu menjaganya dengan segenap jiwa ragaku. karina adalah wanita pertama dan terakhirku.


itu janjiku di depan ayah dan ibu, janji azzam kepada ayah dan ibunya meyakinkan mereka berdua.


"maaf bu aku ketoilet bentar ya, ucap karina. "pergilah tp hati2 licin nak, kata ibunya azzam pada karina. "iya bu' ucapnya. setelah karina pergi ibunya bertanya perihal adiknya yang hilang apakah ada perkembangan,


"oh ya nak gimana apa kamu sudah ketemu sama adik kamu? tanya ibunya.


"maaf bu azzam belum bisa menemukan zihan, ucapnya lesu dan merasa bersalah karna belum bisa menemukan keberadaan adiknya. dia sudah berusaha sebisa mungkin tp apa lah daya, tadinya dia sudah merasa menemukan titik terang tentang adiknya, karna bertemu dengan lala, tp ternyata dia salah,


lala tidak mengenalinya sama sekali, kalau dia adalah zihan pasti mengenali azzam, tp tidak sama sekali dan lala juga punya keluarga, "lala punya ayah ibu dan adik yang sangat menyayanginya,


mungkin mereka hanya mirip saja, ga mungkin kan aku memberi tau ibu soal lala, yang ada nanti ibu dan ayah berharap sama seperti aku bahwa lala adalah zihan.


itu mustahil, batin azzam.


sedangkan karina baru keluar dari kamar mandi, tidak sengaja mendengarkan pembicaraan mereka, dia pun turut prihatin melihat kedua calon mertuanya yang sangat berharap anak mereka di temukan.


"


sampai di sini dulu ya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1


besok kita sambung lagi๐Ÿ˜


__ADS_2