
♡♡♡♡♡♡♡♡
setelah itu rangga duduk di samping zihan, dia memandangi wajah tenang istrinya yang sedang tidur.
rangga membelai pipi mulusnya zihan dengan lembut, "tidak salah aku memilih kamu jadi istri" gumamnya sambil tersenyum.
zihan yang merasa ada sesuatu menyentuh pipinya, dia pun langsung bangun, dan melihat ternyata suaminya yang sedang duduk sambil memandanginya,
"kenapa mas? kok liatin aku gitu banget? emang ada yang salah ya di wajah aku?
ucap zihan sambil meraba-raba wajahnya, "tapi tidak ada apa2 sama sekali" batinya
"gak kenapa2 sayang,, mas hanya ingin memandangi wajah cantiknya istri mas doang kok, emang gak boleh ya? ucapnya.
"liat sih liat mas, tapi gak gitu juga kali, udah ah, aku mau mandi dulu perut aku udah lapar banget nih" keluh zihan sambil mengelus2 perutnya yang sudah kelaparan karna belum makan siang dari tadi.
"ya udah sana mandi, kalau sudah lapar jangan lama2 mandinya ya, mas tunggu di meja makan" ucap rangga lalu dia berlalu pergi ke ruang makan, dia memanaskan semua makanan satu persatu,
tak berapa lama zihan pun datang menghampiri rangga,
"ternyata mas sudah panasin semua ya mas,? ucap zihan.
"udah dong sayang,, ayo kita makan sekarang" ajaknya rangga.
mereka pun makan dengan lahab,
"eem,, ternyata enak banget ya masakannya mas, pokoknya mas top banget deh, hehehe,, ucap zihan memuji masakan sang suami dengan jujur.
"iya doong,,, siapa dulu yang punya?
istrinya yang cantik jelita,,,
zihan pun tersenyum dengan senang atas pujian suaminya itu.
setelah makan mereka menikmati waktu siangnya di taman sambil ngemil dan sambil cerita2 waktu mereka pacaran dulu,
di kediaman azzam. karina sedang duduk sambil nonton drama yang dia suka, sambil sekali-kali tangannya meraih cemilan yang ada di atas meja hingga ludes.
mbok yem yang melihat kelakuan majikannya tersebut pun tersenyum.
__ADS_1
"wah.. non lapar apa doyan sih,,,?
ucap mbok yem ketika melihat toplesnya hampir habis.
karina yang mendengar ucapan pembantunya pun hanya tersenyum malu,
"hehehehe,,, ga nyadar mbok, eh tau2nya sudah mau habis" ucapnya tersenyum.
"ga apa2 non, masih banyak di dapur kok, nanti mbok tambahin kalau sudah habis,
ya udah kalau gitu smbokyem kedapur dulu ya, mbok mau lanjut kerja, ucapnya.
lalu pergi meninggalkan majikannya seorang diri.
sedangkan azzam sekarang masih di kantor dengan begitu banyak pekerjaan, saking sibuknya dia sampai melupakan untuk makan siangnya, padahal karina sudah berapa kali berpesan agar jangan melupakan makan siangnya, walau dengan begitu banyak pekerjaan.
setelah semua pekerjaannya beres azzam pun memutuskan untuk makan siang dulu, walaupun sekarang sudah hampir jam tiga, tapi tak apa lah yang penting sekarang semuanya sudah selesai.
sekitar jam setengah tujuh malam azzam pun kembali pulang kerumahnya, karina sudah menunggu kedatangan sang suami, mbok yem dan karina sudah menyiapkan makan, begitu karina mendengar suara mobil, dia pun langsung menghampiri dan membukakan pintu untuk suaminya,
"assalamualaikum... salam azzam. "wa'alaikumsalam,,, jawabnya, lalu karina pun meraih tas sang suami, dia salim dan mencium tangan suaminya.
"engak kok, ayo temenin mas, kamu masak apa sayang? apa ada makannan kesukaannya mas ngak? tanya sang suami.
"ada kok mas, aduh... ucapnya tiba2 lalu mengelus perutnya yang buncit.
"kenapa sayang? apa dede bayinya nendang ya? tanya azzam. lalu dia berlutut dan mengelus-elus perut sang istri.
"Iya mas, dede bayinya sekarang aktif banget mas, namanya juga sudah masuk waktu kelahirannya" jawab karina.
"dede sayang, jangan terlalu kuat2 dong nendangnya, kasian mamanya kesakitan" ucap azzam sambil mengelus2 perut karina lalu dia mencium perut karina dengan penuh kasih sayang.
sesampainya dikamar karina duduk sambil menunggu azzam selesai mandi, setelah beberapa menit akhirnya azzam pun selesai mandi . lalu mereka berdua pergi menuju meja makan untuk makan malam.
"ayo silahkan duduk sayang" ucap azzam. lalu menarik kursi untuk sang istri,
"makasih mas,, ucap karina dengan tersenyum manis kepada suaminya.
karina pun duduk seperti biasanya lalu menyendokkan makanan untuk azzam.
__ADS_1
"ayo mas silahkan di makan, jangan mandangi aku terus dong... mas gak bakalan kenyang kalau cuma liatin aku" ucapnya karina masih dengan pokus dengan makanannya.
"habis istrinya mas cantik banget sih, hehehehe.... tapi memang bisa kenyang juga sayang, mas juga bisa makan kamu kok" jawab azzam dengan senyum genitnya.
"iih,, mas apaan sih, kita ini lagi makan mas, jadi jangan bahas masalah lain di sini, nanti aku jadi gak nafsu makan"
"gak nafsu makan atau nafsu sama mas hemm.. jawab azzam masih mencoba menggoda istrinya dengan kata2 ngaur.
setelah berapa menit mereka pun akhirnya selesai makan juga, karna dari tadi azzam selalu menjaili istrinya. "mas bantu aku jalan ke kamar yaa,, kaki aku kesemutan nih, gak berasa kalau aku pijakkan di lantai" pinta istrinya.
azzam pun dengan sigap membantu sang istri, azzam langsung menggendong karina dan membawanya kekamar, lalu azzam mendudukkan karina di atas ranjang dan membantunya untuk bersandar.
"masih terasa sayang? mas bantuin pijit ya agar kesemutannya cepat hilang" ucap azzam lalu memijit kaki sang istri dengan lembut.
"ga apa2 mas, ini juga sudah mulai hilang" " kok bisa gitu sih sayang? apa mungkin karna kelamaan duduk yaa? gumamnya.
"ini sudah biasa terjadi mas, makanya kalau mas lagi ga ada di sini atau lagi kerja, aku selalu minta bantuannya mbpk yem, ini juga mas liat sendirikan, kalau aku sudah bengkak banget" ucap karina menunjukkan kakinya yang bengkak, dengan cara menekan betisnya hingga dalam, lalu dia pun melepas tangannya.
azzam yang melihat kaki sang istri seperti itu langsung heran.
"loh, kok bisa gitu sayang, apa tidak sakit kah? ini sudah seperti berlobang loh, apa kamu tidak apa-apa kan? tanya azzam penuh dengan perhatian.
"ngak apa-apa mas, dia bisa kembali seperti semula kok, hahaha...
jawab karina sambil tertawa terbahak2 ketika melihat raut wajah khawatir suaminya.
"kok malah di ketawain sih, mas serius nih khawatir, bukan main-main" protes azzam
"iya, iya mas,, aku hanya bercanda kok, masa' segitu saja sudah marah" ledeknya karina. "bukan marah sayang, mas hanya takut kamu kenapa2, sayang kuu...
ucap azzam lalu dia pun berbaring di samping istrinya dan memeluk perut buncit sang istri.
"mas sudah tidak sabar menunggu anak kita lahir kedunia ini sayang" ucapnya.
"iya mas, apa lagi aku mas, aku sudah bisa membayangkan aku akan menggendongnya, menyusuinya, mengganti popoknya ataupun memandikannya juga" ucap karina sambil memperagakan tangannya menggendong bayi dengan senyum2 sendiri.
"oh iya mas, kita mau beri nama siapa nanti anak kita? tanya istrinya.
" hemm... 🤔🤔. siapa ya? mas juga bingung mau bikin nama siapa, belum mas pikirkan sebelumnya"
__ADS_1
😚siapa ya kira-kira....