
♡♡♡♡♡♡♡
maya yang sedang asik mesra-mesraan dengan kekasih tuanya, membuat azzam merasa jijik, dia pun segera menyelesaikan makan siangnya, lalu memutuskan untuk kembali ke kantor,
pas mau keluar azzam bertabrakan dengan seorang perempuan yang lebih tua darinya. "eh, maaf bu, saya gak sengaja" ucap azzam meminta maaf kepada ibu itu.
"ahh,, ga apa2 kok nak, lagian saya juga yang terlalu buru-buru, saya juga minta maaf ya nak" ucap ibu itu merasa bersalah pada azzam. "ga apa2 kok bu, ya udah kalau gitu saya permisi dulu ya bu' ucapnya azzam lalu pergi meninggalkan ibu tersebut lalu ingin kembali ke kantor.
sementara maya dan kekasihnya yang sedang asik bermesraan, kekasihnya menyadari dan mengenal suara perempuan tersebut, langsung menyuruh maya untuk segera pergi ke toilet,
"sayang,, gawat ini, kamu harus pergi sembunyi dulu, atau kalau tidak kamu pulang dulu aja" ucap lelaki itu gugup.
"emang kenapa sih sayang? kamu mau bohongi aku ya, kamu pasti gak mau ajak aku belanja lagi" ucap maya bertanya.
" bukan begitu sayang, tapi sepertinya perempuan yang di sana adalah istriku, jadi aku gak mau dia tau, atau kamu mau di labrak sama dia dan diteriaki pelakor" jawab laki-laki tersebut. ketika mendengar jawaban kekasihnya tersebut
maya yang sudah takut di labrak, langsung kalang kabut melarikan diri.
tanpa menjawabnya lagi.
sementara azzam yang masih berdiri di luar dan melihat perempuan yang dia tabrak tadi datang menghampiri meja lelaki tersebut sambil tersenyum, lalu mereka pun saling cipika-cipiki,
dan azzam juga tidak melihat keberadaan maya di sana, berarti jelas kalau wanita yang baru datang tadi adalah istrinya, dan maya hanyalah seorang perempuan pengganggu rumah tangga orang lain.
__ADS_1
azzam pun hanya menggeleng2kan kepalanya kembali, ketika dugaannya ternyata benar tentang maya.
maya yang bersembunyi di dalam toilet merasa kesal, "Huh,,, dasar kakek tua bangka, main seenaknya saja ngusir aku, kalau bukan karna duitnya, aku mah ogah sama dia, tapi hanya dia sekarang pohon uangku, aku harus segera cari yang baru dan yang lebih muda, agar tidak terlalu mencolok bila di ajak jalan" gumam maya.
sementara maya masih bersembunyi, pria tua itu mengajak istrinya kembali setelah selesai makan siang, "ma' ayo kita pulang, papa juga mau kembali ke kantor" ucapnya. "iya pa' ayo" jawab istrinya lalu mereka pun pergi.
setelah mereka pulang, maya pun keluar dari toilet, dia pun langsung memutuskan untuk segera pulang.
sesampainya di apartemennya maya berpikir dengan keras bagaimana caranya dia bisa memiliki kekasih yang tajir/kaya,
bukannya maya tidak ada yang menyikainya, tapi maya memang pemilih, dia tidak akan menyukai pria bila tidak ber uang, banyak yang sudah mendekatinya ataupun menyatakan perasaan padanya, tapi di tolak mentah2 oleh maya, bila dia bukan laki2 kaya seperti yang di harapkannya.
"aku harus deketin siapa ya? banyak sih cowok yang ngedeketin aku, tapi semuanya pada KERE, aku mana mau sama cowok yang hanya modal cinta, mana bisa hidup kalau hanya ngandalin cinta, aku tuh suka cowok yang banyak duitnya, walau pun dia sudah agak tua, tapi gak apa2 lah, yang pentingkan uangnya" gumam maya berdialog seorang diri.
setelah lama berpikir maya kembali ke pemikirannya yang awal, dia pernah berencana mendekati azzam kembali, karna maya lebih nyaman bersama azzam, maya sudah mengenalnya sampai beberapa tahun lamanya, jadi dia juga pasti tidak akan macam2 kepada maya bila mereka ada hubungan, tapi berbeda dengan pria tua atau pun pria laennya, yang selalu menginginkan kepuasannya lebih dulu.
"Ok, aku harus menyusun strategi untuk melancarkan aksiku" batinnya sambil tersenyum senang karna dia sudah memikirkan apa yang harus dia lakukan.
dia pun berbaring di ranjangnya masih dengan senyum manisnya.
di restoran zihan datang menemui rangga suaminya, karma setelah pulang dari resto mereka akan mampir di tempat kos2annya ranga, sambil mencari kontrakan untuk mereka berdua. "Hai.. mas, assalamualaikum" sapa zihan kepada rangga. "hai, wa'alaikumsalam,, wah istrinya mas makin cantik aja nih" ucapnya rangga menggoda zihan.
"ih, mas apaan sih, biasanya juga kek gini kok, mas aja yang berlebihan mujinya, hehehe,, jawab zihan lalu kembali tertawa.
__ADS_1
"kamu udah makan sayang? tanya rangga
"sudah mas, tadi sebelum kesini aku makan dulu, mas juga apa sudah makan? tanyabzihan kembali.
"sudah juga sayang, ya udah kamu duduk dulu ya biar mas buatkan minuman dan camilan buat kamu" ucap rangga lalu dia pun berlalu kebelakang untuk membuat
minuman dan camilan untuk istri tercintanya.
tak berapa lama rangga pun datang sambil membawakannya.lalu di ikuti para pekerja
dan mereka pun mengucapkan selamat atas pernikahannya, "selamat ya mbak atas pernikahannya, semoga jadi keluarga sakinah,mawadah, warohma" "Aamiin.... "ucap mereka secara bersamaan.
"makasih ya bu' pak' mbak-mbak semyuanya atas do'anya, semoga kita semua selalu di beri kesehatan dan umur yang panjang Aamiin,,, ucapnya zihan.
setelah beberapa saat, rangga dan zihan pun menutup restoran, karna hanya tinggal mereka berdua sekarang, karna para pekerja juga sudah pada pulang,
"apa sudah semuanya mas? tanya zihan memastikan, "sudah sayang, ini juga kita mau pulang, apa kita jadi mampir ke kosannya aku kan? " tanya rangga.
"ya jadi lah mas" ucapnya lalu mereka pun langsung berangkat.
sesampainya di kos kosan, rangga pun memilih beberapa pakaian yang harus dia bawa, "mas, kosan kamu sebenarnya lumayan, bisa sih untuk kita tinggalin berdua, aku juga gak keberatan kalau kita tinggal di sini, tapi tadi mami sama papi bilang sama aku kalau mereka membelikan rumah untuk kita, gimana menurut mas? aku sih belum menerimanya, aku hanya bilang untuk menanyakan mas terlebih dahulu,
mami dan papi juga mengerti, mereka tidak memaksakan, tapi mereka sangat ingin kita menerimanya, jadi aku hanya menunggu jawaban dari mas saja, kalau mas oke, kita bisa pindah besok, tapi kalau mas gak suka juga gak apa2" ucap zihan panjang lebar menjelaskannya kepada rangga.
__ADS_1
"gimana ya,? sebenarnya mas berat untuk menerimanya, tapi bagaimana bisa mas menolak pemberian mami sama papi, mas gak mau mereka kecewa, jadi kalau memang itu lebih baik, mas ikut saja deh apa kata mami sama papi aja,
😚😚😚😚😚