
♡♡♡♡♡♡♡♡
"assalamualaikum.....
"wa'alaikumsalam.. ucap mereka serentak.
"ibu, ayah, ayo silah kan masuk" ucap azzam langsung beranjak dari tempat duduknya lalu meraih tas dan bawaan ibu dan ayahnya, lalu meletakkannya di atas meja, "wah,, ternyata mbak ririn dan pak samsul juga sudah sampai ya, gimana kabarnya mbak? ucap maminya karina menyapa besannya.
"alhamdulillah baik mbak, dan tidak kurang satu apapun" jawabnya lalu merela pun tertawa bersama.
begitu selesai bersalaman dan berbasa basi, ibu azzam langsung mendekati karina dan menanyakan gimana keadaannya, karina pun menjawabnya dengan jujur, dia sangat senang mendengar pertanyaan2 ibu mertanya, karna sangat mengkhawatirkannya, baru setelah itu dia pun menggendong cucunya, yang sudah lama mereka sangat harapkan,
"Hai... cucu nenek yang cantik... ouwh,, tidurnya enak banget, masih ngantuk berat ya, ya udah tidur yang baik ya sayang,, jangan rewel2 ya, kamu harus jadi anak yang shaleha ya cuu..
ucapnya sambil berulang mencoum cucunya.
"bu.. apa dia masih ngantuk ya? kayaknya tidurnya nyenyak banget, padahal ayah ingin sekali medengar suaranya menangis" ucap suaminya sambil menoel-noel wajah cucunya.
"jangan ayah,, nanti dia bisa menangis, kasian kan dia pasti masih capek berjuang untuk lahir kedunia ini" ucap istrinya.
"ya apa boleh buat, sudah ayah usahakan, tapi kayaknya dia memang sangat ngantuk" keluh suaminya pasrah.
"sabar pak samsul, mana tau nanti kita bisa dengar suara mutiaranya afifah" ucap besannya kepada ayahnya azzam.
mendengar ucapan terakhir besannya membuat ayah azzam mengulangnya lagi,
"Afifah... ulangnya. begitu juga dengan ibunya azzam. "Afifah, apa itu namanya? tanya sang ibu. "iya bu, nama cucu ibu afifah, gimana apa ibu suka? ucap karina.
"ibu sangat suka dengan namanya, kalian memang pandai untuk mencarikan nama yang baik untuknya, Afifah sayang, semoga kamu bisa seperti namamu sayang"
ucap ayahnya azzam senang.
sorenya mami dan papinya azzam pulang, begitu juga dengan azzam, dia mengantarkan ibu dan ayahnya kerumah mereka terlebih dulu. "ayah ibu, sebaiknya kalian pulang saja dulu kerumah, kalian juga perlu istirahat, di sini mas azzam bisa menemaniku kok" ucap karina.
"iya bu, yah, ayo azzam antar" ajaknya .
"ya udah, kalau gitu ibu sama ayah pulang dulu ya nak, kamu istirahat dengan baik ya" ucapnya sambil melihat kembali cucu kesayangannya.
"iya bu" jawab karina sambil tersenyum.
lalu mereka pun berangakat setelah azzam menitipkan istri dan anaknya kepada sang perawat, sesampainya di rumah azzam mengantarkan tas bawaan ibunya ke kamar, lalu menyuruh mbok yem menyiapkan makan untuk mereka.
__ADS_1
"nah bu kita sudah sampai, ibu sama ayah mandi lalu istirahat dulu ya, azzam mau bilang mbok yem nyiapin makan malam, azzam tinggal dulu ya" pamitnya lalu pergi menuju kamarnya sendiri untuk mandi lebih dulu. selesai mandi azzam menemui mbok yem memang yang sudah menyiapkan makan malam untuk orang tua azzam tanpa di beri tau.
"mbok yem lagi masak ya? tanya azzam.
"iya tuan, mbok nyiapin makan buat ibu sama bapak, dan buat tuan bawa juga buat nyonya di rumah sakit" jawab pembantunya sambil menyiapkan bekal yang akan tuannya bawa.
"wuaah,,, makasih ya mbok, tadinya saya mau bilang mbok yem nyiapin makan buat ibu sama ayah, ternyata semuanya sudah tersedia oleh mbok yem hehehe,,,
ucapnya sambil tertawa kecil.
"sama2 tuan, tuan gak usah khawatir tentang orang tuanya tuan, mbok akan menyediakan semua keperluannya mereka" ucap pembantunya dengan ramah lalu menyerahkan bekal kepada sang majikan. "ini tuan, jangan lupa untuk membawanya nanti ya" ucapnya.
"iya mbok, taruh saja di meja nanti akan saya bawa" jawabnya.
tak berapa lama ibu dan ayahnya azzam keluar dari kamar mereka, setelah selesai mandi dan istirahat sebentar.
"ayo bu, pak, makan dulu" ucap mbok yem.
"iya mbok makasih ya, wah,, ini semua mbok yem yang masak? tanya ibu azzam.
"iya bu, sekalian buat bekal untuk di bawa tuan untuk nyonya" jawabnya..
"oh... ucap ibu azzam sambil mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.
"ibu panggil azzam buat makan dulu sana" ucap suaminya menyuruh sang istri.
"iya yah,, jawabnya berlalu pergi menemui sang anak di kamarnya.
ibunya pun mengetuk pintu terlebih dulu.
"tok, tok, tok, zaam,,, ayo kita makan dulu " ajak ibunya masih dengan pintu tertutup. "iya bu" jawab azzam lalu membuka pintu. dia sedang membereskan kamar mereka agar terlihat rapi.
walau pun mereka punya pembantu tapi untuk membersihkan kamarnya. mereka melakukannya sendiri. begitu pintu di buka ibunya pun bertanya dia sedang apa.
"kamu sedang apa tadi nak? tanyanya
"azzam sedang merapiin kamar bu" jawabnya. "loh,, kan ada mbok yem, emang dia gak bersihin kamar kalian ya? tanya ibunya heran.
"enggak bu, kalau kamar kami ini, kami sendiri yang bersihin bu, karina gak suka orang lain yang bersihin kamar kami, katanya dia merasa gak enak kalau kamarnya sendiri di bersihin sama orang lain, azzam juga merasakan hal yang sama bu, kayak gimana gitu" jawab azzam dengan jujur.
"ya memang kalau boleh lebih baik seperti itu nak, ya udah ayo kita makan ayah sudah nungguin dari tadi, kasian juga karina di rumah sakit sendirian gak ada yang nemenin, tapi habis makan nanti ibu sama ayah ikut kerumah sakit juga yaa....
__ADS_1
azzam pun hanya menganggukkan kepalanya pasrah, dia tidak bisa menolak permintaan ibunya kalau sudah seperti ini.
"kok lama sih bu? tinggal manggil azzam doang, kasian kan mantu ayah di rumah sakit sendirian, bagaimana sih" omel ayahnya azzam. "ya maaf yah,, jangan marah dong nanti cepat tua" ucap istrinya sambil tertawa. "ya memang ayah sudah tua, kan sudah di panggil kakek sama afifah" ucapnya penuh percaya diri.
"udah2 ayo kita makan cepat, nanti makin lama lagi" ucap azzam.
setelah selesai makan mereka pun segera kembali kerumah sakit, sesampainya di sana azzam menyiapkan bekal yang di siapkan mbok yem tadi. sementara karina masih tertidur dengan nyenyak.
sedangkan zihan dan rangga belum tau kalau karina sudah melahirkan, dan dia juga tidak tau kalau ibunya sudah ada di sini, saking sibuknya azzan belum sempat mengabari kepada mereka kalau istrinya sudah melahirkan.
"zaam,, apa adik kamu sudah tau kalau karina sudah melahirkan? tanya ayahnya.
azzam pun langsung menepuk kepalanya karna lupa untuk memberi tau adiknya.
"alamak... azzam lupa bu, pasti nanti dia ngomel sama azzam" ucapnya lalu dia pun merai ponselnya daro atas meja dan menelpon zihan.
begitu telpon tersambung langsung terdengar suara adiknya yang cempreng.
"Halo assalamualaikum...
"wa'alaikumsalam.. mas, tumben nelpon malam2? ucap zihan merasa heran.
"iya, kamu lagi ngapain sekarang? apa rangga masih bangun? tanya azzam.
"gak ngapa2in, ini juga lagi nonton, mas rangga sedang sholat, ada apa mas? apa ada yang perlu aku sampein? tanya zihan.
"ooh,, ya udah kalau gitu besok pagi saja kalian datang kerumah sakit ya, mbaknya kamu sudah melahirkan, tadi pagi sekitar jam 7 pagi" ucap azzam memberi tau.
"apa, mbak karina sudah melahirkan? mas kenapa gak memberi tau zihan dengan cepat sih? mas itu kebiasaan deh...
omel zihan karna azzam bar saja mengatakannya.
selesai menelpon zihan dia pun menelpon rifqi dan memberi tau mereka dengan kelahiran putrinya afifah.
"halo bos, apa kabar kita sudah lama tak bertemu" ucap azzam.
"saya kabar baik, nanti lain kali kalau kamu ada waktu kita bisa bertemu lagi, kamu kan selalu sibuk dengan perusahaan kamu, oh iya bagaimann adengan kabar kamu juga? ucap rifqi berterus terang.
"hahaha... si boss sih bisa aja, sepertinya seminggu ini aku akan ada waktu, kabar baik dan istri aku sudah melahirkan tadi pagi bos" ucap azzam.
"oyaa.. alhamdulillah.. bagaimana keadaannya? jenis kelaminnya cewek apa cowok? kalau cowok kita bisa jadi besan kan hehehe....
__ADS_1
😊😊😙😘