PILIHANKU

PILIHANKU
part 90


__ADS_3

♡♡♡♡♡♡


Paginya ibu sama ayahnya azzam sudah siap2 untuk pulang kampung, mami dan papinya karina juga ikut mengantarkan kepulangan besannya tersebut,


"ayo bu' ayah dan mas azzam sudah menunggu di depan, ajak karina kepada ibu mertuanya. "iya nak, ucap ibu itu lalu mereka pun pergi ke depan dan langsung masuk kemobil, setelah itu mobil pun melaju dengan cepat, mereka semua pergi hanya tinggal mbok yem seorang diri dirumah bergelut dwngan pekerjaannya.


di dalam mobil ibu azzam melihat ada mobil besannya dari belakang, "loh, itu bukannya mobil papinya kamu nak? tanya ibu mertuanya, "iya bu' mami sama papi ikut mengantarkan ibu sama ayah ke terminal, jawab karina.


mertuanya pun hanya manggut2 saja, dengan jawabannya karina.


setelah 30menit mereka pun sampai di terminal/loket, azzam mengangkat barang2, mereka semua pun saling berpamitan, "ibu sama ayah kalau sudah sampai jangan lupa untuk segera mengabari kami, ucap azzam dan karina. "iya besan,, hati2 di jalan, semoga sampai dengan selamat Aamiin,,, ucap maminya karina kepada besannya. "ibu sama ayah jaga kesehatan ya, kalau ada apa2 ibu harus telpon azzam, ucap azzam lagi.


"Iya nak, dan untuk kamu zam,, kamu itu harus jaga kesehatannya istri kamu, dan pastikan kamu selalu ada di sampingnya kalau dia butuh sesuatu, kalau kira2 karina sudah akan segera melahirkan kamu telpon ibu yaa, ibu akan segera datang, jawab sang ibu. "zihan mana ya? apa zihan tadi tidak ikut mengantarkan ibu sama ayah ya? atau apa zihan ketinggalan? tanya sang ibu karna tidak melihat kehadiran putrinya, "astaga zihan,,, pasti doa ketinggalan bu' kita tunggu aja bentar mungkin dia akan menyusul kita, jawab azzam. berselang beberapa menit akhirnya yang di tunggu2 datang juga,


tp dia datang dengan menenteng tas besar dan seperti ingin pergi kesuatu tempat, zihan yang sudah kelelahan berlari mendekati mereka semua sambil ngosngosan, "kalian kenapa ninggalin aku sih,,? aku capek tau lari2 dari tadi manggilin kalian, tapi gak ada yang dengar, untung ada yang baik hati memberikan tumpangan sama aku, keluh zihan, protesnya kepada azzam. "ya maaf,, mas pikir tadi kamu sudah masuk lebih dulu, jawab azzam dengan entengnya, lalu mereka semua pun akhirnya tertawa mendengar jawaban azzam dan ketika melihat perubahan raut wajahnya zihan yang sudah merah karna sangat marah,

__ADS_1


"sudah tu,, kalian jangan menertawakan putri ibu yang cantik ini, oh,, iya zihan, ini tas siapa kok kamu bawa tas gede' banget sih? tanya ibunya. "oh, ini bu' zihan ingin ikut ibu pulang kampung, zihan akan nginap disana, jawab zihan. "alhamdulillah,,, ibu seneng banget dengarnya nak, ucap ibunya saking senangnya dia langsung memeluk zihan.


"eh,, tapi tunggu dulu, apa mami sama papi kamu tau kalau kamu mau ikut sama ayah dan ibu nih? tanya ayahnya memastikan agar orangtua anggat zihan tidak mencari carinya nanti. "sudah dong yah,, semalam waktu zihan mengantarkan arkan pulang kerumah, nah di situ lah zihan memberi tau mami dan papi kalau zihan ingin ikut pulang kampung, jawab zihan.


"ohh,,, ya udah kalau gitu ibu ayah sama zihan juga sudah bisa masuk sekarang, soalnya sebentar lagi busnya akan segera berangkat, ucap azzam. lalu mereka pun masuk dan bus pun melaju meninggalkan azzam karina dan kedua orang tuanya karina, sebenarnya papi karina sudah menyarankan agar mereka di antar dengan supirnya saja, tapi ayah azzam menolaknya, bukan karna apa, tapi ayah azzam tidak merasa enak saja, dengan keluarga karina, dengan mereka menerima azzam sebagai menantu mereka dan menganggapnya sudah seperti anak mereka sendiri sudah membuat ayah dan ibunya azzam sangat bersyukur dan berterima kasih banget,


apalagi sekarang azzam sudah jadi sebagai bos di perusahaan besar mereka, itu pun membuat ayah azzam sangat senang, makanya mereka tidak mau terlalu bergantung pada azzam lagi, selama dia masih lajang, azzam tidak pernah menikmati masa remajanya seperti teman2nya yang lain, azzam selalu sibuk bekerja dan sibuk mencari keberadaan adiknya yang hilang kala itu, jadi biarlah sekarang azzam menikmati kehidupannya dengan bahagia, tanpa di campuri kedua belah pihak orangtua.


"sayang,, nak azzam, mami sama papi pulang dulu ya, kalian juga harus pulang, kata maminya. "iya mi, mami sama papi hati2 di jalan ya, kalau gitu kita berpisah di sini ya mi'pi, aku sama mas azzam mau mampir di mall bentar, mau beli semua perlengkapannya calon dede bayi kami, ucap karina, sambil mengelus-elus perutnya, "ih,, kok baru bilang sekarang sih, mami ikut ya,, ya pi' kita ikut aja sama karina dan azzam, ucap istrinya kepada sang suami,


melihat mereka semua memandangnya penuh dengan pertanyaan, dia pun segera menjawabnya sebelum mereka bertanya.


"aah,, kalian jangan berpikir yang aneh2 dulu, soalnya waktu maminya karina membeli perlengkapannya karina, papi waktu itu gak ikut, kalian tau sendiri kan dulu papi hidupnya sangat susah, jadi pas mami kamu mau beli perlengkapan kamu dulu, papi lagi sibuk kerja serabutan, untuk mengumpulkan biaya kelahirannya kamu, ucap papinya karina dengan wajah sendu,


istrinya yang sudah mengerti keadaan suaminya, langsung mengelus-elus punggung suaminya tersebut, dia yakin luka yang lama sudah dia obati, sekarang pasti sudah menganga kembali, dan itu membuat hatinya perih, "maaf ya pi' kalau pertanyaan karina membuat hati papi jadi sedih, karina gak bermaksut pi' ucap karina lalu memeluk papinya dengan sedih, "gak pa2 sayang, yang penting sekarang papi sudah bisa membahagiakan orang2 yang papi cintai, ucapnya lalu mengusap setitik air mata yang hampir jatuh.

__ADS_1


sementara azzam hanya diam dan memperhatikan keluarga yang saling mengasihi satu sama lain, dalam hati azzam juga berniat dia akan selalu menjaga dan melindungi orang2 yang dia cintai dengan segenap jiwa raganya, tp masih ada pertanyaan dalam hatinya juga, "kenapa papi bilang dulu dia kerja serabutan, sementara yang aku tau papi itu memang sudah kaya dari kecil, tp kenapa bisa seperti katanya tadi? batin azzam dengan banyak pertanyaan.


"udah dong pelukannya, kalau pelukan terus kapan kita perginya? entar keburu sore, ucap azzam mengingatkan mereka.


mendengar perkataan azzam mereka pun langsung tertawa terbahak-bahak, melupakan kesedihan mereka tadi.


"ya udah ayo kita pergi,ajak karina.


"kita satu mobil aja ya pi, sopirnya papi suruh pulang saja, nanti pulangnya biar azzam yang antar, ucap azzam.


"Ok deh, kayaknya itu lebih baik, jawabnya


setelah itu mereka pun langsung pergi ke tempat tujuan mereka, begitu sampai di mall, karina dan mami sibuk memilih perlengkapan bayi yang serba pink, karna hasil USG menyatakan kalau jenis kelamin calon anak mereka perempuan, jadi otomatis semua perlengkapan pun harus serba pink, sedangkan azzam dan papinya hanya mengikuti dari belakang saja, kadang2 mereka dapat pertanyaan pilih ini atau itu, dan mereka berdua pun hanya menjawab dengan seadanya saja.


♡Apakah yang terjadi waktu papinya karina masih muda dulu?

__ADS_1


♡apa ada yang di rahasiakan papinya?


__ADS_2