
♡♡♡♡♡♡♡
karina dan ibu maminya zihan keluar sambil menggandeng zihan, semua para ramu terpana ketika melihat betapa cantikannya sang pengantin perempuan,
"wah,,, liat, liat, itu pengantinnya sudah keluar, cantik banget ya, serasa aku waktu jadi pengantin dulu hehehe.. ucap salah satu tamu yang hadir, "iya ya, cantik banget, beruntung banget mereka, yang satu tampan, yang satu lagi cantik,
pokoknya pas lah jadi pasangan tamcan, ucap tamu yang lainnya lagi.
"tamcan? apa itu tamcan? aku baru dengar istilah kata seperti itu? tanya tamu yang lainnya.
"is,, is,,is,,, masa' gitu aja gak ngerti sih, tamcan itu singkatan tampan dan cantik bu,,, jawab seseorang yang lebih mudah, lalu mereka pun tertawa bersama-sama.
sedangkan rangga sedari tadi tidak berkedip sedikit pun, dia sangat terpana dengan kecantikannya zihan, seperti kata para tamu tadi. zihan juga sama seperti rangga, terpana dengan ketampanan calon suaminya tersebut.
setelah melirik sekilas zihan langsung menundukkan wajahnya karna malu di tatap oleh rangga. jantungnya juga sudah tak karuan saking groqinya.
setelah itu zihan pun duduk di sampingnya rangga dengan gugup, dan acara ijab kabul akan segera di lanjutkan,
"bagaimana apa sudah bisa kita lanjutkan acaranya? tanya sang penghulu, "sudah pak, ayo silahkan, jawab mereka serentak.
pak penghulu pun memberikan isyarat pada ayah nya zihan agar jadi wali hakimnya zihan.
"nak rangga, saya nikahkan engkau dengan putri saya zihan hutama dengan mahar seperangkat alat sholat, di bayar tunai, ucap ayah nya zihan.
"saya terima nikahnya zihan hutama dengan mahar seperangkat alat sholat di bayar tunai. jawab rangga tengan tegas,
" bagaimana para saksi? sah?
"SAH.... ucap kedua saksi tersebut.
" alhamdulillah... ucap mereka semua karna berjalan dengan lancar, lalu mereka pun mulai berdoa.
skip aja.
setelah semua acara selesai, dan semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun.
sekarang hanya tinggal mereka sekeluarga, ayah dan ibunya rangga pamit pulang lebih dulu,karna masih ada yang harus di urus, setelah dua hari di rumahnya zihan, mereka juga akan kerumahnya rangga untuk menginap beberapa hari, barulah mereka pulang ke kota, dan begitu juga dengan mami dan papinya zihan, mereka juga pamit untuk pulang, karna arkan sudah mulai merasa bosan/jenuh, dia sudah beberapa kali minta pulang, sebab itulah mereka harus pulang setelah acara selesai.
__ADS_1
"nak, ibu sama ayah pulang dulu ya, baik2 lah pada istrimu, kamu harus ingat pesan ibu sama ayah ya, ucap ibunya pada rangga. "baik bu' rangga ga akan lupa, ibu sama ayah hati2 di jalan ya, jawab rangga lalu salim kepada ayah dan ibunya, begitu juga dengan zihan, dia masih agak kaku, maklumlah namanya aja masih baru.
lalu setelah itu mereka pun pergi,
"kami juga harus pulang ya, arkan sudah bosan, sudah beberapa kali minta pulang, maaf ya kalau kami tidak bisa menginap walau satu malam saja, ucap maminya zihan pada ibu dan ayahnya zihan.
"ya gak apa-apa kok, yang pentingkan acaranya semua sudah selesai, nak arkan pasti bosan karna gak ada temannya di sini ya kan? ucap ibunya zihan.
"papi sama mami hati-hati di jalan ya, arkan juga jangan nakal, nanti kakak akan segera pulang, ucap zihan lalu memeluk mami,papinya, dan arkan juga,
lalu setelah acara pamit2an mereka pun langsung berangkat, meninggalkan kediaman ayah zihan(pak hutama)
"jadi sepi ya,, semua sudah pada pulang, hanya tinggal kita berenam saja, gumam karina begitu semuanya sudah pulang.
"iya ya mbak, karna beberapa hari ini selalu ramai, tapi sekarang mendadak sunyi, keluh zihan.
"ya namanya juga acaranya sudah selesai, mereka pasti pada pulang lah nak, gak mungkin dong mereka tetap di sini, hehehe
ya udah sana istirahat aja, kalian pasti capek berdiri seharian nyambut tamunya, ucap ibunya menyuruh zihan dan rangga istirahat.
"kamu juga harus istirahat nak, kamu pasti juga capekkan, dan untuk cucunya nenek, jangan nakal2 ya di sana, ucap ibunya sambil mengelus perutnya karina.
"iya bu' badan karina juga pegel semua,
karina istirahat dulu ya bu' yah, ucap karina lalu berbalik pergi menuju kamarnya azzam yang sekarang mereka tempati, "kamu pergi bantu pijit karina,
tadi dia bilang badannya pegel semua kan, jadi jangan biarkan dia sampai jatuh sakit, ucap ayahnya menyuruh azzam.
"baik ayah, ibu, kalau gitu azzam masuk dulu ya, ucapnya lalu di angguki oleh ibunya.
sekarang mereka sudah di kamarnya masih2, ibu dan ayahnya zihan juga sudah istirahat. "sayang kamu duduk sini biar mas pijitin, ajak azzam.
"gak usah mas, nanti setelah istirahat pasti mendingan kok, mas istirahat aja, mas juga pasti capek banget, karna dari kita sampai sini mas yang paling sibuk,
"ngak kok sayang, setelah mas pijit kamu baru kita istirahat, lagian mas juga belum ngantuk, ucap azzam masih kekeh.
"ya udah kalau mas maksa, ucap karina sambil tersenyum senang, azzam pun tersenyum sambil geleng2 kepala, dengan ucapan istrinya tersebut, yang sok jual mahal tapi sebenarnya mau.
__ADS_1
sementara di kamar sebelah zihan sudah sangat gugup, dia tidak tau harus berbuat apa lagi, karna sekarang dia sekamar berdua dengan rangga, zihan sudah beberapa kali menetralismekan hatinya agar tidak kelihatan gugup di depan rangga sang suami.
dan rangga juga sama, apa lagi dia melihat istrinya yang dari tadi hanya diam setelah masuk kekamar ini,
"kamu istirahat aja lebih dulu, aku mau mandi sebentar, ucap rangga memecah suasana hening, zihan pun hanya mengangukkan kepalanya tanpa menoleh ke arah rangga.
lalu dia pun berbaring sambil menarik selimutnya. setelah lima menit rangga keluar dari kamar mandi, dia sudah kelihatan segar setelah mandi.
sementara zihan sudah terlelap dan masuk kealam mimpi, dia tidur dengan sangat damai.
rangga pun mendekati zihan dan memandang wajah lelahnya sang istri,
"kasian,, dia pasti sangat kelelahan, aku jadi gak tega untuk meminta hak ku sebagai suami, sudah lah,, mungkin malam ini bisa di ganti dengan besok malamnya, aku juga masih lelah dan ngantuk, batin azzam lalu dia pun ikut berbaring di sampingnya zihan dan menarik zihan agar berada dalam pelukannya, mereka pun tidur dengan sangat nyenyak.
paginya ketika zihan bangun dia sangat kaget karna dia ada dalam pelukannya rangga, dan dia tidak ingat kalau dia sudah menikah kemarin, jadi zihan pun berteriak kaget, "aaaa... dan melompat menjauh dari rangga, hingga membuat seisi rumah terbangun dan bertanya kenapa. "kamu kenapa teriak zihan? tanya rangga masih dengan muka bantalnya, "kamu kenapa ada di kamar aku? dan kenapa di rumah aku juga? tanyanya masih tidak ingat.
ibunya yang dari jauh ingin menghampiri dan bertanya kenapa hanya tersenyum, lalu berbalik kembali kedapur untuk menyiapkan sarapan untuk anak2nya, "zihan kenapa bu? biasa lah yah, mungkin dia lupa kalau sudah menikah dan punya suami, jawab istrinya sambil tersenyum.
"anak itu memang bener2 ya, ucap ayahny
rangga pun menghela nafas ketika mendengar pertanyaan istrinya, "sayang,, apa kamu tidak ingat ya, kita sudah menikah kemarin, dan sekarang kamar ini juga jadi kamar aku, dan aku ini sekarang sudah jadi suami kamu, ucap rangga panjang lebar menjelaskannya.
zihan pun langsung terdiam dan mencoba mengingatnya, setelah mengingatnya dia pun hanya tersenyum malu pada rangga.
melihat istrinya tersenyum seperti itu membuat rangga jadi gemes,
"kamu sudah ingat kan? tanya rangga.
"hehehe,, maaf ya, namanya juga masih baru, jadi ketika bangun langsung replek, ucap zihan merasa bersalah.
"zihan kamu kenapa sih? pagi2 udah teriak2? tanya karina dari balik pintu.
lalu zihan membuka pintu sambil tersenyum malu, "maaf mbak, hehehe...
ucap zihan. sedangkan rangga hanya tersenyum melihat zihan yang kewalahan untuk menjawabnya. "kamu kok malah senyum2 rangga? emang ada apa sih? ucap karina. "hehehe,, gak ada apa2 kok mbak, zihan hanya kaget ketika bangun melihat aku ada di sampingnya, hanya itu aja kok, gak ada yang perlu di khawatirkan, jawab rangga. "oh,, kirain ada apa, zihan,zihan, ucap karina sambil geleng2 kepala, lalu dia pun kembali ke kamarnya.
😊😊😊😙😙
__ADS_1