PILIHANKU

PILIHANKU
part 113


__ADS_3

♡♡♡♡♡♡♡♡


setelah selesai menghiasi kamar zihan mereka pun beralih kedapur untuk menyiapkan makan malam untuk mereka semua. berbagai macam menu yang mereka siapkan. selesai acara masak2 maminya zihan pun kembali ke kamarnya untuk mandi. "gimana mi? apa sudah selesai semuanya? tanya sang suami.


"sudah pi, sekarang kita tinggal tunggu kedatangan mereka aja" jawabnya.


sekitar jam tujuh lewat, zihan dan rangga pun sudah sampai di rumah maminya,


begitu melihat mereka sampai arkan langsung berlari ke arah zihan dan memeluknya, "hore,, kakak sudah pulang, kakak kenapa lama sekali pulangnya, arkan kesepian gak ada teman berantem, ucap arkan dengan entengnya.


"hahaha,, kamu ya, bukannya bilang rindu sama kakak, eh,, malah bilang ga ada teman berantem, kamu itu ya ga pernah berubah" ucap zihan masih memeluk arkan lalu dia pun menciumi wajahnya arkan dengan gemas,


rangga menyalami kedua orang tua angkatnya zihan, "udah2 ayo kita masuk kedalam, ayo nak rangga, kalian pasti capek bangetkan, mandi dulu sana,, baru setelah itu kita makan malam, mami udah siapin makan malam buat kalian, nanti kita makan sama2" ajak maminya.


"iya mi, arkan sama mami dulu ya, kakak mau mandi dulu" ucapnya lalu di angguki arkan. "ayo mas" ajaknya zihan kepada rangga, lalu pergi menuju kamarnya. tapi segerah di cegah maminya. "eh, sayang kalian mandinya di kamar mandinya kamar tamu aja, kamar mandi di kamarnya kamu sedang di perbaiki, jadi masih belum selesai" ucap maminya mencari alasan agar zihan tidak masuk dulu kekamarnya, bisa2 gak supraise jadinya kalau mereka sampai tau.


"emang apanya yang di perbaiki sih mi? padahal sebelum aku pergi semuanya baik2 saja kok" tanya zihan heran.


"bukan apa2 sayang, mami hanya tambah sesuatu yang lebih baik untuk anak mami" ucapnya. "udah,, gak apa2, kita ikuti katanya mami aja, pasti mami hanya ingin yang terbaik buat kita" ucap rangga menengahi. lalu zihan pun langsung pergi menuju kamar tamu yang di maksut. rangga pun mengikuti zihan dari belakang sambil menarik koper mereka,


begitu zihan dan rangga pergi, maminya pun langsung menghela nafas dengan legah, "haahh,, untung rangga bisa menghentikan zihan, kalau ngak pasti zihan masih banyak bertanya" gumamnya. lalu dia pun pergi ke meja makan untuk melihat apakah masih ada yang kurang,


"bi' apa semuanya sudah siap? tanyanya


"sudah nyonya, jawab sang pembantu.

__ADS_1


"ya udah kalau gitu makasih ya bi' sudah membantu saya menyiapkan semuanya" ucap sang majikan merasa senang.


"sama2 nyonya, itu memang sudah jadi pekerjaan saya, jadi kalau nyonya ada yang ingin dilakukan atau ingin membuat seperti ini lagi, nyonya tinggal bilang saja sama saya, saya akan sangat senang bisa membantu nyonya melakukannya" ucap pembantunya tersebut.


setelah selesai mandi, zihan pun mengajak rangga untuk makan malam,


"ayo mas kita makan malam dulu" ajak zihan dengan agak malu-malu.


rangga yang mendengarnya pun langsung tersenyum senang, dan menganggukkan kepalanya. "makasih ya,, ucap rangga.


"haa, makasih buat apa? tanyanya heran.


"makasih sudah mau memanggil saya dengan sebutan mas, aku senang banget dengarnya, kamu tau gak saking senengnya, aku pengen cium kamu"goda rangga hingga membuat zihan jadi tersipu malu,sedangkan rangga hanya tersenyum, ketika melihat wajahnya zihan sudah memerah bak kepiting rebus.


"udah,, ah, ayo cepat mami sama papi pasti sudah nungguin kita"ucap zihan mengalihkan perhatian. lalu pergi lebih dulu meninggalkan rangga di kamar.


"mas rangga bentar lagi juga keluar kok mi, nah itu dia sudah datang" ucap zihan ketika melihat rangga sudah datang.


lalu setelah itu mereka pun makan bersama, "wah.. ini semua mami yang masakin ya? ucap zihan.


"ya enggak dong sayang, mami juga di bantu sama bibi' ayo nak rangga di coba, kamu pasti suka" ucap maminya. "iya, nak rangga jangan merasa sungkan, kami juga orang tua kamu" ucap papinya zihan.


"iya pi, mi,makasih ya,, sudah mau nerima rangga apa adanya" ucapnya dengan senang, sedangkan arkan dari tadi hanya diam sambil mendengarkan percakapan mereka semua, selesai makan arkan kembali ke kamarnya, dia lebih suka di kamarnya sendiri, tanpa ada yang mengganggunya. "mi, arkan kekamar ya" ucapnya lalu pergi begitu saja.


"iya sayang, jangan lama2 mainnya ya" seru maminya karna arkan sudah berlalu.

__ADS_1


"ya udah, kalau gitu sekarang kamu sama nak rangga istirahat saja sekarang, kalian pasti capekkan seharian di jalan, mami sama papi juga akan kembali kekamar,


oh.. iya, istirahatnya di kamar kamu saja ya, tadi sudah selesai di perbaiki kok kamar mandinya, jadi bila ingin di pakai sudah tidak ada masalah lagi, barang2 kalian juga sudah di bereskan sama bibi, jadi kalian hanya tinggal istirahat aja, selamat malam sayang..


ayo pi, kita ke kamar" ajak istrinya. lalu mereka pun pergi meninggalkan zihan dan rangga yang masih duduk termangu.


"mami aneh deh, padahal barusan dia bilang kalau kamar mandinya belum selesai di perbaiki, tapi kenapa tiba-tiba mami bilang sudah selesai" ucap zihan kepada rangga karna merasa heran dengan tingkah maminya.


"udah.. kamu jangan so uzon dulu sayang, pasti niat mami baik kok, ayo kita kekamar juga, mas juga sudah capek pengen istirahat dulu" tutur rangga lalu menggandeng tangannya zihan.


begitu pintu kamar di buka keadaannya gelap gulita, hanya ada cahaya lilin aroma terapi, "loh, kok gelap gini sih" ucapnya lalu menutup pintu. "mungkin ada yang rusak kali, kamu coba nyalain lampunya sayang" ucap rangga.


"kayaknya gak mungkin deh" ucap zihan lalu menyalakan lampunya, begitu lampu nyala mereka sangat kaget melihat keadaan kamar yang di hias sebegitu indah, zihan juga tidak menyangka kalau maminya menyiapkan ini semua.


"astaga mami,, jadi ini maksut mami melarang kita masuk kamar ini" ucapnya tersenyum senang dan bahagia, dan juga bercampur malu. "tu kan,, apa mas bilang, jangan so' uzon, mami hanya ingin membuat kejutan untuk kita, dia ingin kita bisa menikmati yang namanya pengantin baru, apa lagi kita baru melakukannya sekali" ucap rangga sambil tersenyum genit kepada zihan.


sedangkan zihan yang sudah malu, jadi bertambah malu lagi ketika rangga menggodanya, "mas apaan sih, udah ah, ayo kita tidur, tadi katanya capek pengen istirahat"ucap zihan mengalihkannya.


"tadinya sih iya,, tapi sayangkan kalau ini semua yang sudah mami siapkan dengan bersusah payah tidak kita pergunakan, padahal suasananya sangat mendukung, emang kamu tega nyia-nyiain ini semua" ucap rangga ingin membuat zihan mengerti maksutnya. " tapi tadi mas


katanya capek, pengen istirahat," ucap zihan mengingatkan walaupun agak malu untuk mengatakannya.


"gak apa2 lah, kan bisa istirahat sehabis itu, gimana,,? mas dapat ijin gak?


tanyanya berharap penuh.

__ADS_1


"dapat ijin gak ya😁😁😚😍


__ADS_2