PILIHANKU

PILIHANKU
part 123


__ADS_3

♡♡♡♡♡♡♡♡


"tapi... belum lagi selesai karina berbicara azzam pun lansung memotongnya.


"iya sayang mas mengerti maksut mu, tapi lebih baik sekarang kita sarapan, kalau menunggu pagi takutnya kita gak sempat untuk sarapan, apa lagi kamu harus makan yang banyak sayang, supaya kamu punya tenaga untuk melahirkan anak kita nanti, ayo cepat di makan jangan cuma di liatin saja" ucapnya azzam.


"makasih ya mas, aku janji, aku akan berjuang untuk anak kita" ucapnya dengan senyum di wajahnya.


setelah selesai makan karina duduk di ruang keluarga sambil nonton, sementara azzam sedang menyiapkan mobil untuk mereka berangkat nanti, semua perlengkapan sudah azzam siapkan semuanya di mobil, hanya tinggal berangkat saja.


sedangkan karina sudah mulai merasakan sakitnya, begitu merasakannya dia sangat kesakitan, tapi tak berapa lama sakitnya hilang lagi, sudah ada beberapa kali dia merasakannya tapi karina tidak memberi taukannya kepada azzam,


"uuhh,, ternyata benar kata ibu, sakitnya hanya sebentar2, tapi kayaknya makin kesini makin lama" batinnya.


setelah lima menit azzam kembali menemui karina, kebetulan azzam melihat karina sedang meringis menahan rasa sakitnya,


"sayang kamu gak apa2 kan? apa kita pergi kerumah sakit sekarang saja?


ucapnya khawatir ketika melihat karina sangat kesakitan.


"gak apa2 mas, ini juga bentar lagi berhenti kok, mas bantu aku elus2 pinggang aku aja ya" ucapnya.


azzam pun mengelus2 pinggang karina dengan sangat sabar. melihat karina sudah kembali seperti biasanya.


"apa sakitnya sudah hilang sayang?


"iya mas, ini sudah ke enam kalinya, tapi makin kesini sakitnya makin lama, menurut buku yang aku baca, kalau sakitnya masih berhenti2, itu belum waktunya anak kita lahir, jadi buat apa kita cepat2 kerumah sakit, nanti kalau sakitnya sudah tidak bisa aku tahan lagi, dan gak ada berhentinya, barulah kita kerumah sakit mas" ucap karina menjelaskannya kepada suaminya.


"ya udah, kalau gitu kamu tiduran aja sayang, kalau sakit lagi bilang sama mas ya" "iya mas,,, jawabnya karina.

__ADS_1


karina pun berbaring di sofa berbantalkan pahanya azzam, baru saja matanya ingin terpejam tapi perutnya kembali sakit, azzam dengan sabar mengelus2 perut dan pinggangnya karina. karina yang merasakan sakit tapi azzam yang keringatan,


kali ini kontraksinya benar2 lama, sampai sampai karina sudah tak sanggup lagi menahannya, dia pun berteriak kepada sang suami.


"mas,, sakit banget, ini kpk gak lama banget ya berhentinya? ucapnya masih meringis kesakitan. azzam yang melihat istrinya sudah sangat kesakitan pun sangat panik. "aduh... gimana sayang, mungkin ini sudah hampir waktunya kamu melahirkan, kita kerumah sakit sekarang ya" ucap azzam lalu dia pun langsung menggendong karina dan memasukkannya ke dalam mobil, lalu azzam pun langsung tancap gas, dia sudah tidak sanggup melihat karina yang kesakitan.


"sabar ya sayang, bentar lagi kita akan sampai kok, kamu yang kuat ya" ucapnya.


"aduuhh mas... sakit banget,, rintihnya..


"iya sayang,, harusnya tadi kita berangkat saja sebelum kamu kesakitan banget, mas gak tau kalau ini akan membuat mas jadi bingung dan panik"


"iya mas, aku juga gak tau kalau kayak gini, mas harus pokus kejalan ya,, gak usah mikirin yang lain2, yang paling utama sekarang kita harus sampai dengan selamat,


"takutnya kalau mas gak pokus bisa bahaya jadinya" ucap karina mengingatkan suaminya sambil menahan rasa sakit yang dia rasakan.


"iya sayang.. jawab azzam.


begitu mereka sampai, azzam langsung membantu istrinya keluar dari mobil,


lalu dia pun memanggil dokter ataupun suster yang ada di sana.


" dok,, dokter, suster.. tolong bantu istri saya, istri saya akan segera melahirkan dok" ucapnya.


"baik pak kami akan segera membantu" jawab salah satu suster tersebut.


lalu suster yang satunya lagi menyiapkan kursi roda untuk karina, agar memudahkan untuk membawa karina.


azzam membantu karina untuk duduk di kursi roda lalu mendorongnya masuk ruang persalinan, karina dan azzam sudah sepakat bahwa karina akan melahirkan secara normal, apa lagi kandungannya sangat sehat dan tidak ada masalah apapun.

__ADS_1


sedangkan karina sekarang sudah berbaring di ranjang, azzam dengan setia mengelus-elus pinggang sang istri, dokter dan suster yang menangani karina juga sudah stanbay di sana, sambil memberi arahan untuk karina.


"ayo bu, tarik nafas,,, keluarkan dari mulut, lakukan berulang2, itu akan membantu ibu, lalu jangan lupa berdoa kepada allah agar di mudahkan dan di lancarkan segalanya" ucap sang dokter dengan sabar dan tersenyum ramah.


karina pun melakukan apa yang di sarankan sang dokter, dia melakukannya hingga berulang2. "yang kuat sayang, kamu pasti bisa, ini semua demi anak kita" bisik azzam di telinga karina, ketika melihat karina yang sedang berjuang melahirkan buah hati mereka,


"tarik napas... trus ngeden yang kuat bu,


iya bu, ibunya pintar banget, ayo bu sedikit lagi, dedek bayinya hampir keluar, yang semangat bu,," ucap dokter memberikan semangat dan pujian kepada pasiennya.


azzam yang melihat karina mengedan seperti itu sungguh tidak tega, dia sangat merasa sakit hati melihat istrinya yang kesakitan, tak terasa air matanya pun menetes, "ternyata ini yang di maksut ibu, ibu menyuruhku untuk selalu mememani karina dalam keadaan apapun, betapa besarnya perjuangan seorang ibu untuk anaknya, kadang kala masih saja kita membuat kesalahan, dan menyati perasaan ibu kita sendiri, yang sudah berjuang antara hidup dan mati" batin azzam, mengingat segala kelakuan dan kata2 yang tidak baik dia ucapkan kepada ibunya selama ini,


kadang dia menolak yang di sarankan oleh ibunya, padahal dia sudah tau apa yang ibunya katakan sudah jelas yang terbaik untuknya, azzam yang melamun pun tersadar ketika karina mencengkram tangannya dengan sangat kuat hingga kuku2 karina menusuk tangannya, tapi itu tak di perdulikan azzam, karma sakit yang dia rasakan tidak sebanding dengan yang istrinya rasakan sekarang, dia pun dengan sabar menyemangati istrinya yang mengejan panjang, "ayo sayang, sedikit lagi, bayi kita akan segera lahir kedunia ini, kamu pasti bisa" ucap azzam lalu menciumi wajah karina yang penuh keringat dan air mata.


setelah mengejan panjang akhirnya putri mereka lahir dengan sehat dan selamat tanpa kurang suatu apapun. azzam dan karina langsung mengucap syukur kepada allah. "alhamdulillah... ucap meraka.


"selamat ya pak, bu, putri kalian lahir dengan selamat, dia sangat cantik seperti ibunya, sekarang tepat pukul tujuh lewat sepuluh menit" ucap sang dokter.


suster yang membantu dokter tersebut meletakkan bayinya ke dada karina,


karina tersenyum bahagia ketika melihat bayinya sudah ada di hadapan mereka, azzam juga sama, dia menangis karna bahagia. "anak ayah sama ibu sangat cantik, selamat datang sayang di dunia ini" ucap azzam, lalu azzam mencium kening kamila dan wajah putri mungilnya,


setelah selesai di bedong azzam pun mengazankan anaknya, karina sekarang sudang di pindahkan dari ruang bersalin, setelah semua sudah beres, karina juga sudah tidur, tadi dia sangat mengantuk karna dari jam tiga pagi karina tidak tidur2, bayi mereka juga sangat baik tidak rewel sama sekali.


azzam pun meraih ponselnya dari kantong celananya, "kok ga ada panggilan atau pun pesan masuk ya? batin azzam.


semalam kan dia sudah bilang sama ibunya kalau mereka sudah berangkat jangan lupa mengabarinya,


sementara ibu azzam memang sengaja tidak mengabarinya, karna mereka tau kalau azzam sekarang pasti sedang menemani sang istri.

__ADS_1


azzam pun mencoba menelpon ibunya dan ingin memberikan kabar bahagia kepada mereka.


😍😙 wah... selamat ya buat mbak karina dan azzam.. semoga jadi anak soleha dan bisa membanggakan kedua orang tuanya.


__ADS_2